Home / Relaksasi / Renungan / Berbisnis dengan Allah SWT (1)

Berbisnis dengan Allah SWT (1)

Oleh: Dedik Priyanto*

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَعَ التَّسْلِيْمِ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ فِى تَحْصِيْلِ الْعِنَايَةِ الْعَآمَّةِ وَالْهِدَايَةِ التَّآمَّةِ، آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Bismillâhirrahmânirrahîm
Wasshalâtu wassalâmu ‘alâ Muhammadin wa âlihî ma’at taslîmi wabihî nasta’înu fî tahshîlil ‘inâyatil ‘âmmati wal-hidâyatit tâmmah, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn.

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, kepadaNya kami memohon pertolongan dalam mencapai inayahNya yang umum dan petunjukNya yang sempurna, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn“.

Bagaimana cara berbisnis dengan Allah, ataukah itu hanya gimmick marketing yang kerap kita lihat di iklan-iklan seminar motivasi?

Entah Anda percaya atau tidak, yang jelas cerita keajaiban berbisnis dengan Allah nyata dan termaktub dalam kitab ‘Uyûn al-hikãyat min Qashas ash-Shãlihîn wa Nawãdir az-Zãhidîn karya Ibnul Jauzi.

Ini cerita dari Abu Yusuf Al-Ghasuli saat ia berada di Syam (Irak) bersama sahabatnya, Ibrahim. Suatu ketika, Ibrahim menemui Abu Yusuf.

“Wahai Ghasuli, barusan aku melihat sebuah kejadian yang ajaib,” katanya.

Ghasuli mengernyitkan dahi. “Kejadian apa itu?” tanyanya.

Lalu Ibrahim pun bercerita. Tadi, ia berdiri di dekat sebuah kuburan. Tiba-tiba kuburan itu merekah, lalu diikuti keluarnya seorang kakek dengan rambut yang beruban.

“Wahai Ibrahim, bertanyalah, karena sesungguhnya Allah menghidupkanku kembali demi dirimu,” kata kakek itu.

“Apa yang telah Allah lakukan terhadap dirimu?” tanya Ibrahim kepadanya.

Kakek itu lantas bercerita. “Saya menghadap Allah dengan membawa amal buruk. Lalu, Allah berkata padaku, ’Aku telah mengampunimu karena tiga hal:

Pertama, engkau menghadap kepadaKu, sementara kau mencintai orang yang Aku cintai.

Kedua, engkau menghadap kepada-Ku sementara di dadamu terdapat satu keharaman.

Ketiga engkau menghadap kepadaKu, sementara warna rambutmu sudah mulai memutih. Dan Aku malu menghadap seorang kakek yang rambutnya memutih.’”

Lalu kuburan itu pun menutup kembali.

“Wahai Ibrahim, maukah engkau tunjukkan kepadaku di mana kuburan itu?” tanya Ghasuli.

“Wahai sahabatku, berbisnilah dengan Allah, niscaya Dia akan memperlihatkanmu pelbagai hal aneh dan kejaiban.”

Lalu, apa sih maksud berbisnis dengan Allah?

Ulama menafsirkan kisah ini sebagai sebuah perumpamaan. Berbisnis dengan Allah bermakna, saat kita melakukan perniagaan atau berbisnis, hendaklah selalu diniatkan untuk beribadah kepada-Nya.

Kita dianjurkan untuk berbisnis atau berniaga lantaran kecintaan kita terhadap-Nya. Berbisnislah yang dapat memudahkan umat-Nya dan tidak melibatkan diri pada bisnis yang diharamkan.

Kelak, jika bisnis itu dilakukan atas niat karena Allah, kita akan menemukan keajaiban-keajaiban seperti yang pernah terjadi pada sahabat Abu Yusuf Ghasuli tadi.

Wallãhu A’lamu bish-Shawãb

___________

* Source: Kompas.Tv

About admin

Check Also

Bashîrah; Alat Melihat Hakikat Allah Ta’ala

“Bila masih banyak kebingungan menghadapi berbagai masalah di dunia ini, apakah sebagai pertanda bahwa bashîrah ...