Archives

April, 2024

  • 11 April

    Wihdatul Wujud Dalam Shalat

    “Ketika engkau mengatakan Ushalli dalam niat shalat, namun engkau tidak menyertakan Allah bersamamu, dan menuju kepada Allah jua maka sesungguhnya kemusyrikan itu telah terjadi.” Oleh: H. Derajat* بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَعَ التَّسْلِيْمِ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ فِى تَحْصِيْلِ الْعِنَايَةِ الْعَآمَّةِ وَالْهِدَايَةِ التَّآمَّةِ، آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ ...

    Read More »
  • 10 April

    Makna Kesempurnaan Fitrah Manusia

    “Kesempurnaan fitrah adalah kesempurnaan menjadi hamba Tuhan, karena beribadah sejatinya adalah akhlak, yaitu menjaga fitrah keterciptaan serta merawat hubungan kehambaan manusia dengan Tuhannya” Oleh: Idris Sholeh* بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَعَ التَّسْلِيْمِ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ فِى تَحْصِيْلِ الْعِنَايَةِ الْعَآمَّةِ وَالْهِدَايَةِ التَّآمَّةِ، آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ Bismillãhirrahmãnirrahîm ...

    Read More »
  • 9 April

    Hakikat Fitrah

    “Pengetahuan manusia akan keberadaan Tuhannya adalah kesadaran fitri. Meski kerap kali kesadaran itu “tergantikan” oleh tuhan-tuhan palsu, tapi fitrah manusia menuntut kembali pada hakikatnya sebagai hamba yang hanya merunduk rendah di hadapan Tuhan sejati. Dan sebelum kehambaan (‘ubudiyyah) dan penghambaan (‘ibadah) kepada Tuhan dan Pemilik Sejati itu tercapai, manusia akan ...

    Read More »
  • 8 April

    Meneladani Ulama Salaf di Malam-malam Terakhir Bulan Ramadhan

    “Beberapa ulama salaf menyendiri dalam rumahnya, berkhalwat dengan Rabb-Nya, hingga seseorang bertanya padanya: ‘tidakkah engkau kesepian?’ ia menjawab: ‘bagaimana mungkin aku merasa kesepian jika Allah berfirman; ‘Aku adalah teman duduk orang yang berdzikir mengingatku’. Oleh: Admin* بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَعَ التَّسْلِيْمِ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ فِى ...

    Read More »
  • 8 April

    Puasa Kaum Sufi (11): Al-Hujwiri dan Para Sufi Lainnya (2)

    “Ibadah ini adalah rahasia yang tidak ada kaitannya dengan ibadah lahiriah. Suatu rahasia yang tak ada yang mengetahuinya selain Allah, dan karena itulah pahalanya tak terkira. Manusia memasuki surga karena rahmat Allah, dan tingkatan mereka bergantung ibadahnya. Sementara menetapnya mereka di dalam surga untuk selamanya dikarenakan pahala puasanya.” Oleh: Khairul ...

    Read More »
  • 7 April

    Puasa Kaum Sufi (10): Al-Hujwiri dan Para Sufi Lainnya (1)

    “Roti menjadi simbol duniawi. Siapa yang mampu mengendalikannya, ia telah mengontrol gerak-laju duniawi dari dalam diri. Namun, siapa tak tahan dengan godaannya, di situlah bermula seluruh kenikmatan semu sumber kerakusan dan kerusakan.” Oleh: Khairul Imam* بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَعَ التَّسْلِيْمِ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ فِى تَحْصِيْلِ ...

    Read More »
  • 7 April

    Puasa Kaum Sufi (9): Syekh Abdul Qadir Al-Jilani dan Lailatul Qadr

    “Duhai Muhammad, engkau dan para sahabatmu takjub dengan hamba Allah yang telah beribadah selama 80 tahun tanpa melakukan kemaksiatan. Sementara Allah justru menurunkan sesuatu yang lebih utama dari itu semua, suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dan ini lebih dari apa yang mengejutkanmu dan para sahabatmu.” Oleh: Khairul ...

    Read More »
  • 6 April

    Puasa Kaum Sufi (8): Rahasia Ramadan Syekh Abdul Qadir Al-Jilani

    Seperti kata Sang Syekh: “Bulan Ramadan menjadi syafaat bagi mereka yang berpuasa. Pada bulan itu, hati-hati manusia dihiasi dengan cahaya makrifat dan keimanan; dilimpahi kilauan bacaan Alquran. Maka, siapakah kalian yang tak meraih ampunan Tuhan di bulan Ramadan, lantas di bulan apa lagi kalian akan diampuni? Mohonlah ampunan, duhai hamba ...

    Read More »
  • 6 April

    Puasa Kaum Sufi (7): Psikologi Puasa dalam Ihya Ulumuddin (3)

    “Puasa mengekspresikan takut (khauf) melalui kekhusyukan dan ketundukan. Menepati perintah Tuhan untuk menggapai janji-janji pahala dan surga, dipuncaki harapan perjumpaan dengan al-Haqq. Puasa menanamkan satu harapan (raja`) keabadian. Harapan kebahagiaan dunia dan akhirat. Harapan untuk dapat mempersembahkan yang terbaik dari ibadah manusia yang berlumur dosa. Harapan untuk merengkuh rahmat Tuhan, ...

    Read More »
  • 5 April

    Puasa Kaum Sufi (6): Psikologi Puasa dalam Ihya Ulumuddin (2)

    Jiwa dan rahasia puasa adalah melemahkan kekuatan celah setan yang menjerumuskan. Tutuplah celah itu dengan mengatur pola makan dan tidak berlebihan ketika buka puasa. Karena itu menjadi kunci penyingkapan, sebagaimana perkataan Al-Ghazali: “Siapa yang menjadikan antara hati dan dadanya tempat penampung makanan, maka dia terhijab dari-Nya. Dan siapa yang mengosongkan ...

    Read More »
  • 5 April

    Puasa Kaum Sufi (5): Psikologi Puasa dalam Ihya Ulumuddin (1)

    “Puasa sebagai tolak ukur olah spiritual sekaligus moral. Suatu aktivitas untuk mereformasi dan merekonstruksi bangunan psikologis dalam jiwa-jiwa manusia. Ketika berpuasa, maka kesadaran ketuhanan semakin tinggi, hati selalu terpaut dengan Allah, dan diamini melalui perilaku keseharian. Menegakkan optimisme, membangun kepercayaan antarsesama dengan tidak melakukan kebohongan, bergunjing, permusuhanan, adu domba, serta ...

    Read More »
  • 4 April

    Puasa Kaum Sufi (4): Al-Ghazali dan Aspek Psikologis Puasa

    “Spirit Ramadan dengan berbagai ajaran dan hikmahnya memenuhi ruang semesta manusia. Hari-harinya tampak begitu tenang, lengang. Tak ada kekacauan di ruang-ruang sosial, tak ada kegalauan dan gundah gulana. Seakan dunia berjalan sangat pelan dan nyaman. Mungkinkah ini efek dari puasa yang melemahkan jiwa-jiwa rendah manusia. Atau, menguatkan tekadnya guna memenuhi ...

    Read More »
  • 4 April

    Puasa Kaum Sufi (3): Berlapar-lapar Puasa Bersama Al-Ghazali

    “Puasa sejatinya perisai dari perbuatan tercela dan dosa. Suatu kenikmatan terbesar bagi hamba tatkala dikaruniai kemampuan untuk berpuasa. Puasa dari menahan lapar, dahaga, kemaluannya, serta anggota tubuh dari nafsu rendah. Namun, untuk menggoyang ‘Arsy Tuhan, maka puasa hati lebih menjanjikan. Pun dengan puasa dari menyaksikan selain Dia.” Oleh: Khairul Imam* ...

    Read More »
  • 3 April

    Puasa Kaum Sufi (2): Makna Puasa ala Imam Al-Qusyairi

    “Kelemahan menjadi istirahat sekaligus keselamatan, dan puasa merupakan sifat sandaran yang tak tertandingi oleh apapun. Seperti firman Allah SWT, “Tak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia”. Maka, barangsiapa mengenakan sifat ini, darinya akan memancar ilmu, makrifat, dan penyaksian” Oleh: Khairul Imam* بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ ...

    Read More »
  • 3 April

    Puasa Kaum Sufi (1): Tafsir Isyari Al-Qusyairi

    “Para sufi itu tidak sekadar berpuasa dari haus dan lapar. Mereka berpuasa menahan diri dari pandangan, pendengaran, dan lisan yang menyumbat kerongkongan batinnya. Lahirnya berpuasa mencapai syariat, batinnya berpuasa bergegas menjemput makrifat, sirr-nya membumbung ke atas menggapai hakikat untuk bersanding bersama al-Haqq”. Oleh: Khairul Imam* بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَالصَّلَاةُ ...

    Read More »