Saturday , November 23 2019
Home / Ensiklopedia / Miliki Puluhan Kuda Harga Miliaran Rupiah

Miliki Puluhan Kuda Harga Miliaran Rupiah

capture-20130623-091211

Istana Prabowo berpadu dengan hijaunya Bukit Hambalang, sangat megah dan asri dengan rerumputan dan pepohonan pinus. Selain di depan, di bagian belakang rumah juga terdapat satu pos penjagaan. Menurut sumber The Politic, rumah petinggi Gerindra ini berfasilitas sangat lengkap. Tak hanya  itu, dua buah istal kandang kuda sebanyak 17 ekor kuda milik Prabowo berjenis Lusiano turut melengkapi  fasilitas di rumah itu. Kuda-kuda tersebut didatangkan langsung dari Portugal. Tak tanggung-tanggung, konon harga per ekornya mencapai miliaran rupiah!

Prabowo memang begitu hobi berkuda. Sehingga untuk melengkapi hobinya, tersedia lapangan terbuka untuk latihan berkuda. Selain itu ada satu arena pacuan tertutup yang dialasi pasir putih. Lapangan terbuka terdapat di bagian depan dan belakang rumah. Sementara, arena pacuan tertutup berada di samping taman depan. Menurut para petugas keamanan rumah, Prabowo selalu menyempatkan diri berkuda di seputaran kediamannya.

Berenang Sebelum Berkuda.

Menurut sumber The Politic, rumah itu juga dilengkapi kolam renang air panas. Kolam renang itu biasa digunakan oleh Prabowo sebelum berkuda. “Beliau setiap pagi berenang dulu, baru berkuda,” ungkap sumber. Selain hobi berkuda, Prabowo juga sangat hobi membaca, sehingga menurut sumber, di dalam rumahnya terdapat pula perpustakaan pribadi yang sangat lengkap. Perpustakaan itu digunakan untuk mengisi waktu luang. Fasilitas-fasilitas lainnya di kediaman yang mewah ini, terdapat pula ruangan untuk bermain billiard. “Ada tempat main billiard juga,” ungkap sumber The Politic.

Menurut pemilik warung yang berada di samping belakang rumah Prabowo, sesekali Prabowo keluar rumah untuk menghirup udara segar di sekitar rumahnya. Ratna, pemilik warung ini juga pernah berpapasan ketika Prabowo tengah berjalan-jalan menghirup udara segar. “Iya, paling senyum gitu,” tuturnya. Menurut pengamatannya, Prabowo datang ke rumahnya hanya pada hari Jumat saja.

Menurut sumber The Politic, rumah kediaman Prabowo di Hambalang ini sudah berdiri sejak tahun 1990 -an. Namun, pada tahun 2008 rumah itu direnovasi dan sejak itu baru aktif ditempati oleh Prabowo dan saudaranya. Selain itu, sekitar 250 meter dari rumah pribadinya, terdapat pula vila megah milik Prabowo. Ditambahkan sumber The Politic, di kediamannya, Prabowo juga memiliki dua anak perempuan yang diangkat sebagai anaknya. “Ya, punya anak angkat dua, semuanya perempuan,” tutur sumber.

Diklat Kader Muda Gerindra. 

Tak hanya itu tak jauh dari Vila dan rumah pribadi Prabowo, tepatnya di Kampung Curug, RT 3/9, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dijumpai lokasi Diklat Kader Muda Gerindra. The Politic yang sedang mencari tahu keseharian Prabowo di rumahnya langsung menuju lokasi diklat untuk melihat dan mendengarkan kegiatan diklat yang sedang berlangsung pada Jumat (25/11) itu.

Dari pengamatan The Politic, terdengar sedang ada pemberian materi. Materi tersebut menggambarkan keadaan rakyat Indonesia dan harga-harga pokok yang melambung seperti sekarang. Materi lainnya mengenai visi misi Gerindra. Pemberian materi dalam Diklat Gerindra Muda sangat lantang dan berapi-api sehingga terdengar oleh The Politic dari jauh. “Gerindra kalah, negeri kita akan hilang. Sistem demokrasi lambat laun akan buyar. Lalu akan kemana petani-petani kita, pekerja-pekerja kita?”

Dalam diklat kader muda Gerindra ini Prabowo memberikan beberapa pokok pemikirannya. Pokok pikiran ini diposting dalam situs jejaring Twitter pribadinya, yaitu:

1. Saya tidak terima negara saya dibilang kere, miskin dan peminjam uang. Saya tidak terima bangsa saya disebut negara kleptokrasi. 2. Untuk itu saya terjun ke politik. Saya ingin berusaha mengubah sistem yang salah dan kembali ke Pancasila dan UUD 45. 3. Indonesia unggul, geografi kita unggul. SDA kita unggul dan sangat berlimpah, tetapi masyarakat kita banyak yang hidup miskin. 4. Ada yang salah di negeri kita. Ada sistem ekonomi yang perlu kita ubah. Tidak perlu kita takut untuk berjuang demi sebuah kebenaran. 5. Kita pasti akan mati dipanggil Tuhan YME. Mengapa harus takut mati untuk berjuang demi kebenaran dan kemajuan bangsa dan negara. 6. Perubahan dapat terjadi jika kita bergerak bersama. Untuk itu Gerindra menjadi partai kader, dengan proses kaderisasi terencana. 7. Proses kaderisasi terencana akan membantu Gerindra menjadi partai yang bersih, yang kadernya tidak membohongi masyarakat.

Sayangnya, diklat yang diikuti oleh kader-kader muda daerah ini tertutup untuk media. Terpaksa The Politic hanya bisa mendengarkan dari jarak 150 meter secara diam-diam. Diklat untuk kader-kader muda Gerindra ini bertempat mirip sebuah camp TNI dengan dinding berwarna hitam dan atap yang terbuat dari jerami.

Dalam diklat tersebut, setiap pergantian materi, peserta diwajibkan untuk menyanyikan yel-yel seperti halnya pelatihan-pelatihan tentara. Peserta pun dibentak-bentak ketika terdengar nyanyian yel-yelnya kurang keras. “Yang keras suaranya, yang tidak serius ikut di sini ke kiri. Saya tidak mau bersama orang-orang sakit. Teriak yang keras. Jangan cuma tepuk tangan,”terdengar bentakan dari dalam camp. Para peserta diklat menyanyikan yel-yel “Garuda Di dadaku” dengan mengganti liriknya dengan lirik memuja Gerindra dan Prabowo. Mereka menyanyikannya dengan lantang sambil bertepuk tangan. “Garuda di dadaku, gerindra kebanggaanku, kuyakin hari ini pasti menang. Garuda di dadaku, Prabowo presidenku, kuyakin hari ini, pasti menang.” Amir, Sopan, Eko.

Sumber: tabloid The Politic Edisi 4

About admin

Check Also

Wong Fei Hung; Ahli Kungfu Muslim China yang Sengaja Dikaburkan

Hanya 20 tahun setelah Nabi Muhammad SAW wafat, umat Islam tiba di Uighur, Xinjiang, perbatasan ...