Home / Agama / Improvisasi Salik / Wasiat Syaikh Samman

Wasiat Syaikh Samman

“Barangsiapa mengambil thariqah kepadaku, lalu mengamalkannya, niscaya ia akan mendapatkan rasa majdzub di dalam dunia (diambil akal Basyariyyah-nya oleh Allah SWT dan diganti dengan akal Rabbaniyyah)”.

Oleh: Admin*

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَعَ التَّسْلِيْمِ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ فِى تَحْصِيْلِ الْعِنَايَةِ الْعَآمَّةِ وَالْهِدَايَةِ التَّآمَّةِ، آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Bismillãhirrahmãnirrahîm
Wasshalãtu wassalãmu ‘alã Muhammadin wa ãlihî ma’at taslîmi wabihî nasta’înu fî tahshîlil ‘inãyatil ‘ãmmati wal-hidãyatit tãmmah, ãmîn yã Rabbal ‘ãlamîn.

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, kepadaNya kami memohon pertolongan dalam mencapai inayahNya yang umum dan petunjukNya yang sempurna, ãmîn yã Rabbal ‘ãlamîn“.

Biografi Singkat

Nama beliau adalah Ghauts az-Zaman al-Waliy Quthb al-Akwan asy-Syekh Muhammad bin Abdul Karim as-Samman al-Madani, keturunan Sayyidina Hasan bin Sayyidina Ali dengan Sayyidah Fatimah az-Zahra binti Sayyidina Rasulullah SAW.

Beliau adalah ulama besar dan wali agung berdarah Ahlul Bait Nabi beraqidah Ahlussunnah wal Jama’ah dengan Imam Asy’ari dalam bidang teologi atau aqidah, dan Imam asy-Syafi’i madzab fiqih furu’ ibadatnya, dan Imam Junaid al-Baghdadi dalam tasawufnya.

Beliau tinggal di Madinah menempati rumah yang pernah ditinggali Khalifah pertama, Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq RA. Dekatnya kediaman beliau dengan makam Nabi SAW, menjadikan dirinya ditahbiskan sebagai penjaga makam Rasulullah SAW.

Proses Belajar Mengajar

Guru mursyid beliau diantaranya adalah Sayyidina Syekh Musthafa Bakri, seorang wali agung dari Syiria, keturunan Sayyidina Abu Bakar Shiddiq RA dari pihak ayah, sedangkan dari pihak ibu keturunan Sayyidina Husein Sibthi Rasulullah SAW.

Pangkat kewalian beliau adalah seorang Pamungkas para wali, yakni Ghauts Zaman, dan wali Quthb al-Akwan, yakni kewalian yang hanya bisa dicapai oleh para Sadah yang hanya muncul dalam tiap periode 200 tahun sekali. Dan beliau adalah Khalifah Rasulullah SAW pada zamannya.

Beliau banyak memiliki karamah yang tidak bisa dihitung jumlahnya, bahkan sampai saat inipun karamah itu terus ada. Karamah agung beliau adalah pangkat kewaliannya yang begitu agung. Beliau mendapat haq memberi syafaat 70.000 umat manusia masuk syurga tanpa hisab.

Diantara murid-murid beliau dari Indonesia yaitu:

1. Quthb az-Zaman Syekh muhammad Arsyad al-Banjari
2. Quthb al-Maktum Syekh Abul Abbas Ahmad at-Tijani (pendiri tarekat Tijani)
3. Al-Quthb Syekh Abdussamad al-Palimbani
4. Al-Quthb Syekh Abdul Wahab Bugis (menantu Syekh Arsyad al-Banjari)
5. Al-Qutb Syekh Abdurrahman al-Batawi (kakek Mufti betawi dari pihak ibu Habib Utsman Betawi)
6. Al-Quthb Syekh Dawud al-Fathani, dan lain-lain.

Dan diantara keagungan dan kemuliaan beliau yang amat banyak diantaranya adalah; semua murid beliau yang jumlahnya ribuan menempati maqam Quthb. Beliau menempati kemuliaan karena beliau berada pada jalan Rasulullah SAW dan para sahabatnya, yakni Ahlussunnah wal Jama’ah.

Awal Mula Berdirinya Tarekat Sammaniyah

Kemunculan Tarekat Sammaniyah bermula dari kegiatan beliau (Syekh Muhammad bin Abdul Karim as-Sammani al-Hasani ai-Madani al-Qadiri al-Quraisyi) dalam mengajar. Beliau adalah seorang fakih, ahli hadits, dan sejarawan pada masanya.

Pada mulanya, ia belajar Tarekat Khalwatiyyah di Damaskus. Lama-kelamaan, ia mulai membuka pengajian yang berisi teknik dzikir, wirid, dan ajaran tasawuf lainnya. Ia menyusun cara pendekatan diri kepada Allah SWT yang akhirnya disebut sebagai Tarekat Sammaniyah. Sehingga, ada yang mengatakan bahwa Tarekat Sammaniyah adalah cabang dari Khalwatiyyah.

Demi memperoleh ilmu pengetahuan, ia rela menghabiskan usianya dengan melakukan berbagai perjalanan. Beberapa negeri yang pernah ia singgahi untuk menimba ilmu diantaranya adalah Iran, Syam, Hijaz, dan Transoxiana (wilayah Asia Tengah saat ini). Diantara karya-karya tulis beliau adalah; Mujamu al-Masyayikh, Tazyil at-Tarikh Baghdad, dan Tarikh Marv.

Kemuliaan Syaikh Samman dikenal sebagai tokoh tarekat yang memiliki banyak karamah. Baik dari kitab Manaqib Syaikh al-Waliy asy-Syahir Muhammad Samman maupun Hikayat Syaikh Muhammad Samman, keduanya mengungkapkan sosok Syaikh Samman. Sebagaimana guru-guru besar tasawuf, Syaikh Muhammad Samman terkenal akan kesalehan, kezuhudan, dan kekeramatannya.

Konon, ia memiliki karamah yang sangat luar biasa. Salah satunya pernah diceritakan oleh Abdullah al-Basri ketika berada di dalam penjara:

“Ketika kaki diikat sewaktu di penjara, aku melihat Syaikh Muhammad Samman berdiri di depanku dan marah. Ketika kupandang wajahnya, tersungkurlah aku dan pingsan. Setelah siuman, kulihat rantai yang melilitku telah terputus,” kata Abdullah al-Basri. Padahal, kata seorang muridnya, ketika itu Syaikh Samman berada di kediamannya sendiri.

Kemudian sebagaimana diriwayatkan juga oleh Mufrin bin Abdul Mu’in; “Ketika aku berlayar ke negeri Hijaz, manakala aku sampai di tepi laut, lalu kulihat mega hitam pekat dan datang angin topan yang kencang hingga kapalku hampir tenggelam, maka aku sangat takut, lalu aku berteriak dengan keras sambil mengucapkan, “ya Samman (3 kali) ya Mahdali”, lalu tiba-tiba datang dua orang memegang kedua sisi kapalku, dan redalah angin topan itu serta sampailah aku ke negeri Hijaz dengan selamat”.

Adapun perihal awal kegiatan Syaikh Muhammad Samman dalam tarekat dan hakikat, menurut Kitab Manaqib, diperolehnya sejak bertemu dengan Syaikh Abdul Qadir al-Jailani.

Suatu ketika, Syaikh Muhammad Samman berkhalwat (menyendiri) di suatu tempat dengan memakai pakaian yang indah-indah. Pada waktu itu datanglah Syaikh Abdul Qadir al-Jailani yang membawakan pakaian jubah putih dan berkata: “Ini pakaian yang cocok untukmu.” Ia kemudian memerintahkan Syaikh Muhammad Samman agar melepas pakaiannya dan mengenakan jubah putih yang dibawanya itu.

Konon, Syaikh Muhammad Samman menutup-nutupi ilmunya sampai datanglah perintah dari Rasulullah SAW untuk menyebarkannya kepada penduduk Kota Madinah.

Wasiat Syaikh Samman

Diantara wasiat yang diberikan Syaikh Samman al-Madani adalah… berkata al-Imam al-Quthb al-Ghauts az-Zaman al-Waliy al-Quthb al-Akwan asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Karim as-Samman al-Madani:

“Tidaklah aku diangkat Allah SWT menjadi al-Waly al-Quthb al-Ghauts dan Quthb al-Akwan melainkan aku selalu rutin membaca doa;

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِأُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ ارْحَمْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ اسْتُرْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ اجْبُرْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ .

Allãhummaghfir li-ummati sayyidinã Muhammad, Allãhummarham ummata sayyidininã Muhammad, Allãhummastur ummata sayyidinã Muhammad, Allãhummajbur ummata sayyidinã Muhammad.

empat kali berturut-turut setelah selesai shalat Shubuh sebelum berkata-kata urusan dunia dan dia istiqamah membacanya, maka ia menempati martabat fadhilah Quthub”.

Maksud beliau memberikan amalan ini ialah agar kita selalu bersatu sesama ummat Islam. Dan sebagai ummatnya Rasulullah SAW, janganlah ada iri dengki dan buruk sangka terhadap sesama sekalipun seseorang itu kelihatannya hina.

Jadi, membaca doa ini setelah shalat Shubuh dengan niatan mudah-mudahan semua ummat Rasulullah SAW diampuni Allah SWT atas segala dosa. Semoga kita juga dimudahkan Allah SWT untuk mengamalkannya, dengan harapan semoga hati kita dibersihkan dari segala penyakit hati seperti riya, ujub, takabbur, sombong, iri, dengki, hasud, berprasangka buruk dan sifat-sifat buruk lainnya.

Lalu al-Imam al-Quthb al-Ghauts az-Zaman al-Waliy al-Quthb al-Akwan asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Karim as-Samman al-Madani juga berkata; “Barangsiapa mengambil thariqah kepadaku, lalu mengamalkannya, niscaya ia akan mendapatkan rasa majdzub di dalam dunia (akal Basyariyyah-nya diambil oleh Allah SWT dan diganti dengan akal Rabbaniyyah). Yakni diambil oleh Allah akan rasa punya wujud, sifat dan af’al lalu diganti dengan rasa ‘adam mahdhah (ketiadaan mutlak -alias tiada punya wujud, sifat dan af’al melainkan hanya Allah SWT yang punya wujud hakiki, minimal di saat sakaratul maut.”

Kemudian Syaikh Samman al-Madani juga berwasiat; “Perkataan aku ini seperti perkataan Sayyidi Syekh Abdul Qadir al-Jailani, barangsiapa yang menyerukan aku “Ya Samman” tiga kali ketika mendapat kesusahan, niscaya aku akan datang menolongnya”.

Syaikh Samman al-Madani meninggal dunia pada hari Rabu, 2 Dzulhijjah 1189 H, dan dimakamkan di pemakaman Baqi’ bersanding dengan makam para Istri Rasulullah SAW. Para ulama mengatakan bahwa barangsiapa yang melazimkan membaca Manaqib Sayyidi Syaikh Samman (Ratib Samman) berjamaah dengan orang banyak dan membaca al-Qur’an serta bertahlil kemudian bersedekah semampunya dan pahalanya dihadiahkan kepada Sayyidi Syaikh Samman, niscaya ia akan dimudahkan rezqinya oleh Allah SWT.

Wallãhu A’lamu bish-Shawãb.

Mari kita berdo’a dan membaca Surat al-Fatihah untuk beliau:

نَسْأَلُ اللّٰهَ بِأَنَّهُ يَتَغَشَّاهُ بِالرَّحْمَةِ وَالْمَغْفِرَةِ وَيُسْكِنُهُ الْجَنَّةَ، وَيَنْفَعُنَا بِأَسْرَارِهٖ وَأَنْوَارِهٖ وَعُلُوْمِهٖ وَنَفَحَاتِهٖ وَبَرَكَاتِهٖ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، آمِيْنَ، وَإِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، اَلْفَاتِحَةَ أَثَابَكُمُ اللّٰهُ … ۞

“Kami mohon kepada Allah, bahwa sesungguhnya Allah menganugerahi kepada beliau rahmat, ampunan, dan memberikan tempat di surga, dan dapat limpahan manfaat kepada kami segala rahasia-rahasianya, cahaya-cahayanya, ilmu-ilmunya, harum semerbak kedudukannya dan keberkahannya dalam agama, dunia dan akhirat, Ya Allah perkenankanlah doa ini, dan dengan kehadiran Nabi Muhammad SAW, bacalah Surat al-Fatihah semoga kalian mendapat balasan…”

Artikel berkaitan dengan Syaikh Samman dan Tarekat Sammaniyah yang pernah diposting di sini, silahkan klik:

___________

* Dikutip sebagian dari Kitab Manãqib asy-Syaikh al-Waliyyul asy-Syahîr Muhammad Sammãn Radhiyallãhu ‘anhu

About admin

Check Also

Alangkah Jarangnya Orang yang Bisa Bertemu Guru Mursyid

“Apabila Allah telah merahmatimu dengan pertemuan seorang Guru Mursyid, ikutilah dan taatilah karena dia adalah ...