Sunday , October 17 2021
Home / Agama / Kajian / Wahai HambaKu

Wahai HambaKu

“Inilah amanah Allah untuk kita semua wahai sahabat”

Oleh: H Derajat

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَعَ التَّسْلِيْمِ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ فِى تَحْصِيْلِ الْعِنَايَةِ الْعَآمَّةِ وَالْهِدَايَةِ التَّآمَّةِ، آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Bismillâhirrahmânirrahîm
Wasshalâtu wassalâmu ‘alâ Muhammadin wa âlihî ma’at taslîmi wabihî nasta’înu fî tahshîlil ‘inâyatil ‘âmmati wal-hidâyatit tâmmah, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn.

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, kepadaNya kami memohon pertolongan dalam mencapai inayahNya yang umum dan petunjukNya yang sempurna, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn“.

Sahabatku, karena rasa kasihku kepadamu ingin rasanya aku menyampaikan sebuah wasiat yang pernah ditulis oleh Mursyid Agung Syeikhul Akbar Ibnu Arabi yang seharusnya menyentuh Qalbu kita yang dirundung kebingungan dalam menjalankan kehidupan. Semoga Wasiat ini menjadi pegangan hidup kita.

Mursyid Agung kami mengatakan bahwa : “dituturkan pada zaman awal kenabian bahwa seseorang dari generasi awal (al-mutaqaddimun), yang diturunkan wahyu kepada mereka, memikirkan taklif dan ujian (al-balwa). Belum tampak baginya aspek hikmah dalam hal itu. Maka Allah Ta’ala menjawab pertanyaan yang berkecamuk pada benak mereka, seperti yang dikatakan dalam wahyuNya ini.

Wahai hambaKu…

Tidaklah Aku memerintahkanmu dengan sesuatu agar engkau menolongKu,…

Dan Aku tidak melarangmu dari sesuatu, yang akan membahayakanKu jika engkau melakukannya.

Akan tetapi,…
Aku memerintahkanmu,…
Agar semata-mata engkau tahu bahwa engkau memiliki Rabb (pemelihara);….

Dialah yang menciptakanmu, yang memberimu rezeki, yang menjadi sembahanmu dan yang menjadikanmu.
Dialah yang menjagamu.
Dialah yang menemanimu,
yang membantumu dan yang menolongmu,..
agar engkau tahu bahwa engkau, dalam segala sesuatu yang Aku larang darimu,…
Memerlukan pemeliharaan, penjagaan dan perlindunganKu.

Di dalam seluruh tindakan dan ihwalmu dalam segenap waktumu,
dari urusan dunia dan akhiratmu, siang dan malam, engkau membutuhkanKu,
Karena tidak terlewatkan bagiKu urusan-urusanmu, baik yang besar maupun yang kecil, yang tersembunyi maupun yang terang-terangan.

Juga agar jelas bagimu dan agar engkau tahu bahwa engkau berharap dan butuh kepadaKu.
Mestilah engkau berharap dariKu.
Maka ketika itu engkau tidak berpaling dariKu, tidak melalaikanKu, tidak melupakanKu, dan tidak disibukkan dengan selainKu.
Akan tetapi, dalam seluruh waktu engkau ingat kepadaKu;
dalam seluruh ihwal dan keperluanmu, engkau memohon kepadaKu;
dalam seluruh tindakanmu, engkau tujukan kepadaKu;
dalam segenap kesendirianmu, engkau bermunajat, bermusyahadah dan mengawasiKu.
Maka jadilah engkau terputus dari semua makhlukKu untuk sampai kepadaKu, dan lepas dari mereka agar terpaut kepadaKu.

Engkau pun menjadi tahu bahwa Aku senantiasa bersamamu di mana saja engkau berada.

Aku melihatmu, meskipun engkau tidak melihatKu.

Ketika engkau menginginkan hal ini semua dan engkau yakin, hendaklah engkau memiliki hakikat ihwal apa yang engkau katakan, dan kebenaran dari apa yang engkau sifatkan.
Engkau tinggalkan seluruh yang ada di belakangmu, dan engkau menghadap sendiri kepadaKu.
Ketika itu, Aku dekatkan engkau kepadaKu. Aku sampaikan engkau kepadaKu, dan Aku angkat engkau di sisiKu. Maka jadilah engkau diantara para waliKu, para shafiKu dan penghuni surgaKu, dalam kedekatan denganKu bersama para malaikatKu;
engkau dimuliakan, diutamakan, senang, bahagia, mendapat kenikmatan, mendapat kelezatan dan tenteram;
dikekalkan, dilanggengkan, abadi dan tetap selama-lamanya.

Maka janganlah engkau berprasangka buruk kepadaKu, wahai hambaKu,… dengan prasangka yang buruk.

Janganlah engkau membayangkan-Ku selain dengan yang dituntut kemuliaan dan kemurahanKu.

Ingatlah nikmatKu kepadamu yang sudah berlalu, kebaikanKu kepadamu yang terdahulu, keindahan keadaanKu kepadamu ketika Aku ciptakan dirimu.
Saat itu, engkau belum menjadi sesuatu yang disebut dan belum menjadi ciptaan yang normal.
Lalu Aku jadikan bagimu pendengaran yang halus, penglihatan yang tajam, perasaan yang lembut, hati yang cerdik, pemahaman yang cerdas, akal yang jernih, pemikiran yang cemerlang, lidah yang fasih, pikiran yang teguh, anatomi yang sempurna, rupa yang bagus, anggota-anggota tubuh yang sehat, sempurna dan patuh.

Kemudian Aku ilhamkan kepadamu kalam dan ucapan.

Aku beritahukan kepadamu manfaat dan mudharat;
tata cara melakukan aktivitas, tindakan dan perbuatan;
dan menyingkap tirai dari penglihatanmu.

Aku buka matamu untuk melihat kerajaanKu, maka engkau pun melihat pergantian siang dan malam, perputaran tata surya dan peredaran planet-planet.

Aku ajarkan kepadamu perhitungan waktu, zaman dan bulan; windu, tahun dan hari. Aku tundukkan kepadamu apa yang ada di daratan dan lautan berupa logam-logam, tumbuhan dan binatang.

Engkau menggunakannya sebagai pemilik dan mengaturnya sebagai penata.

Maka ketika Aku melihat engkau melampaui batas, menganiaya, durhaka, berkhianat, zalim, tiran dan melewati batas serta ukuran, maka Aku kenalkan kepadamu hukum dan hukuman, kias dan ukuran, adil dan pertengahan, hak dan kebenaran, kebaikan dan kepatuhan, serta perjalanan hidup yang seimbang agar kekal bagimu karunia dan kenikmatan serta dihindarkan dari azab dan siksaan.

Aku sampaikan engkau pada sesuatu yang lebih baik dan lebih utama, lebih mulia, lebih agung, dan lebih terhormat, serta lebih lezat dan lebih nikmat. Tetapi, kemudian engkau berprasangka kepadaKu dengan prasangka yang buruk, dan membayangkanKu dengan selain kebenaran.

Wahai hambaKu…

Jika engkau merasa sulit mengerjakan sesuatu yang Aku perintahkan kepadamu, ucapkanlah,…
”laa haula wa laa quwata illa billahil ’aliyil ’adzhim.”
”tiada daya dan upaya kecuali dengan (pertolongan) Allah yang Maha tinggi dan Mahaagung.”
sebagaimana diucapkan oleh para pemikul ’Arsy ketika merasa berat memikulnya.

”Jika suatu musibah menimpamu, ucapkanlah…

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ۞

sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sesungguhnya kepadaNyalah kami kembali.” (QS. Al-Baqarah [2]: 156) sebagaimana diucapkan oleh orang yang ikhlas kepadaKu dan mencintaiKu.

”Jika kakimu tergelincir dalam ujianKu, ucapkanlah seperti apa yang diucapkan shafiKu, yakni Adam dan istrinya;

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ ۞

Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni dan mengasihani kami, niscaya kami termasuk orang yang merugi.” (QS. Al-A’raaf [7]: 23)

”Jika sesuatu menjadi sulit bagimu dan pikiran menyusahkanmu atau engkau menginginkan petunjuk dan perkataan yang benar, maka ucapkan-lah seperti apa yang diucapkan kekasih-Ku, Ibrahim as,..

الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ ۞ وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ ۞ وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ ۞ وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ ۞ وَالَّذِي أَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ ۞ رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ ۞ وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ ۞ وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ ۞ وَاغْفِرْ لِأَبِي إِنَّهُ كَانَ مِنَ الضَّالِّينَ ۞ وَلَا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ ۞ يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ۞ إِلَّا مَنْ أَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ ۞

Dia yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku, dan Tuhanku, Dia yang memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku. Dia Yang mematikan aku, kemudian akan menghidupkanku kembali. Dia yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat. Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah, dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan. Ampunilah bapaku, karena sesungguh-nya dia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat. Janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkit-kan, di hari harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali yang menghadap Allah dengan qalb yang salim.” (QS. Asy-Syu’ara [26]: 78-89)

”Apabila suatu musibah menimpamu, ucapkanlah seperti apa yang telah Aku ajarkan kepadamu, yang telah Aku turunkan kepadamu dari ucapan Ya’qub as,..

قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ ۞

Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Yusuf [12]: 86)

”Jika engkau melakukan kesalahan, ucapkanlah seperti apa yang diucapkan Musa as….

قَالَ هَٰذَا مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ ۖ إِنَّهُ عَدُوٌّ مُضِلٌّ مُبِينٌ ۞

Ini adalah perbuatan setan. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata.” (QS. Al-Qashshash [28]: 15)

”Jika suatu kemaksiatan berlalu darimu, ucapkanlah seperti apa yang diucapkan Yusuf as atau sahabatnya…

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ ۞

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada keburukan, kecuali nafs yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yusuf [12]: 53)

”Jika Allah mengujimu dengan suatu ujian, maka lakukanlah apa yang disebutkan Allah mengenai Dawud as….

وَظَنَّ دَاوُودُ أَنَّمَا فَتَنَّاهُ فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ وَخَرَّ رَاكِعًا وَأَنَابَ ۞

Maka dia meminta ampun kepada Tuhannya, lalu menyungkur sujud dan bertaubat.” (QS. Shad [38]: 24)

”Jika engkau melihat orang-orang durhaka dari makhluk-makhluk Allah dan orang-orang yang berbuat salah dari hamba-hamba Allah sementara engkau tidak tahu apa hukum Allah terhadap mereka, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan Isa as…

إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۖ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ۞

Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hambaMu. Dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkau Maha perkasa lagi Mahabijaksana.” (QS. Al-Maidah [5]: 118)

”Jika engkau memohonkan ampunan kepada Allah dan mencari maafNya, maka ucapkanlah seperti diucapkan Muhammad saw dan para Ansharnya…

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ ۞

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah maula kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Al-Baqarah [2]: 286)

”Jika engkau takut akan akibat suatu urusan, dan engkau tidak tahu apa kesudahannya bagimu, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan para ashfiya (orang-orang kepercayaan Allah).…

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ ۞ رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ ۞

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk hari yang tak ada keraguan padanya. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.” (QS. Ali Imran [3]: 8-9)

Inilah amanah agung Mursyid kami Syeikhul Akbar Ibnu Arabi untuk kita jadikan pedoman dalam menghadapi kegusaran hidup dan penderitaan yang kita alami. Semoga Allah melapangkan dada kita dengan hikmah pengetahuan yang membawa kita pada ketenangan jiwa, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn.

 

 

About admin

Check Also

Selalu Ada Alasan Bersyukur, Termasuk Hadapi Kematian

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَعَ التَّسْلِيْمِ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ فِى تَحْصِيْلِ ...