Tuesday , March 9 2021
Home / Tag Archives: Kearifan Klasik

Tag Archives: Kearifan Klasik

September, 2017

  • 17 September

    Serat Wedhatama Pangkur (Sembah Raga/Syariat)

    1 Mingkar mingkuring angkara, Akarana karanan mardi siwi, Sinawung resmining kidung, Sinuba sinukarta, Mrih kretarta pakartining ngelmu luhung Kang tumrap neng tanah Jawa, Agama ageming aji. Meredam nafsu angkara dalam diri, Hendak berkenan mendidik putra-putri Tersirat dalam indahnya tembang, dihias penuh variasi, agar menjiwai hakekat ilmu luhur, yang berlangsung di ...

  • 10 September

    Nasehat Ronggowarsito

    Ingatlah saudaraku… Rejeki iku ora iså ditiru.. (Rejeki itu tidak bisa ditiru) Senajan pådå lakumu (Walau jalanmu sama) Senajan pådå dodolan mu (Walau jualanmu sama) Senajan pådå nyambut gawemu (Walau pekerjaanmu sama) Kasil sing ditåmpå bakal bedå-beda (Hasil yang diterima akan berbeda satu sama lain) Iså bedå nèng akèhé båndhå ...

August, 2017

  • 23 August

    Nabi Adam dari Jawa

    Fitrah Manusia Allah menciptakan manusia dengan akal pikiran yang lebih baik dibandingkan makhluk lain. Untuk apa? Supaya manusia lebih mengandalkan akalnya daripada kekuatannya. Tidak seperti hewan yang lebih mengandalkan kekuatan. Allah menginginkan manusia untuk lebih banyak berfikir untuk kebaikan peradaban manusia itu sendiri. Islam dengan Al-Qur’an serta agama-agama dengan segala ...

October, 2016

  • 8 October

    Sebab dan Akibat

    Ki Ageng Suryomentaram Sebab dan akibat merupakan kelanjutan peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain yang berurutan dalam dimensi waktu. Peristiwa yang pertama disebut sebab, dan peristiwa berikutnya disebut akibat. Jadi peristiwa pertama dianggap menimbulkan peristiwa berikutnya. Misalnya cangkir jatuh lalu pecah. Jatuh dinamakan sebab, sedangkan pecah dinamakan akibat. Jadi ...

  • 8 October

    Ilmu Jiwa Kramadangsa (4)

    Ki Ageng Suryomentaram BAGIAN IV Catatan-catatan yang lain pun semua dapat keliru, tetapi tidak akan saya terangkan satu persatu, karena akan makan banyak waktu. Selanjutnya saudara-saudara dapat meneliti bersama-sama kawan-kawan lain, atau dengan saudara-saudara yang baru mendengarkan sekarang. Jadi catatan-catatan yang berjuta-juta banyaknya dalam diri kita sendiri dapat keliru. Bila ...

  • 8 October

    Ilmu Jiwa Kramadangsa (3)

    Ki Ageng Suryomentaram BAGIAN III (Bagian ketiga dan keempat disampaikan oleh Ki Ageng Suryomentaram) Tadi sudah diterangkan bahwa Kramadangsa, rasa nama sendiri, ialah pesuruh catatan-catatan; Maka boleh dikata, Kramadangsa ialah budak dari sebelas orang majikan. Setiap gerak-hati sesaat (bhs. Jawa: krenteg) yang muncul dalam rasa, tentu berasal dari rasa-hidup atau dari ...

  • 8 October

    Ilmu Jiwa Kramadangsa (2)

    Ki Ageng Suryomentaram BAGIAN II Sebagai barang hidup, catatan-catatan itu ingin hidup subur, oleh karena jika diganggu, marah, jika dibantu, senang. Bagi binatang, jika diganggu ia akan menggigit, dan jika disayang, bergoyang-goyanglah ekornya. Dalam kelompok catatan-catatan itu, yang kesatu ialah catatan “harta benda“, yang berisi perumahan, tanah, hewan peliharaan, harta ...

  • 8 October

    Ilmu Jiwa Kramadangsa (1)

    Ki Ageng Suryomentaram BAGIAN I (Bagian pertama dan kedua dibawakan oleh Ki Pronowidigdo) Adapun yang saya ceramahkan malam ini adalah llmu Jiwa Gambar Kramadangsa. Ilmu mengenai jiwa orang, dan jiwa adalah rasa. Rasa itu yang mendorong orang berbuat apa saja. Orang bertindak mencari air minum karena terdorong oleh rasa haus, ...

  • 5 October

    Mawas Diri (2)

    Ki Ageng Suryomentaram LATIHAN Orang itu baru merasa ada bila berhubungan, baik berhubungan dengan benda, orang lain maupun dengan rasanya sendiri. Dalam berhubungan itulah orang baru dapat mengetahui diri sendiri. Maka berhubungan itu dapatlah dimisalkan sebagai cermin. Tiap tindakan selangkah, ucapan sekata dan gerak hati sedetik, tentulah orang berhubungan. Tiap ...

  • 5 October

    Mawas Diri (1)

    Ki Ageng Suryomentaram Orang sering merasa kesulitan karena tidak mengerti diri sendiri. Kesulitan tersebut dapat dipecahkan bila orang mengerti diri sendiri. Maka mengetahui diri sendiri dapat memecahkan berbagai macam kesulitan. Pengertian diri sendiri ini disebut “pangawikan pribadi” atau “pengetahuan diri sendiri.” Oleh karena orang itu terdiri atas jiwa dan raga, ...