Sunday , October 17 2021
Home / Ensiklopedia / Analisis / Sultan Agung dan Ottoman: Membedah Kekaburan Sejarah Bangsa

Sultan Agung dan Ottoman: Membedah Kekaburan Sejarah Bangsa

“Sejarah Indonesia memang banyak yang tak masuk akal dan harus direkonstruksi”.

Pasukan Mataram ikut menjaga Sunda Kalapa pada tahu 1550-1623 M.

Sementara itu, pada tahun 1623 M., kontingen Mataram diusir VOC (de Haan, Oud Batavia, 1935 M.). Situasi inilah penyebab perang itu.

Pada tahun 1623-1628 M., persiapan perang pasukan Mataram salah satunya antara lain mencari dana dari Turki Ottoman, misalnya untuk pembentukan pasukan gajah.

Perang di Batavia terjadi pada tahun 1628-1629 bukan 24 bulan tapi 1 bulan saja. Dan perang Itu mahal ongkosnya. Durasi perang antara Desember 1628-Januari 1629.

Tujuan perang tersebut untuk memberi pelajaran kepada Belanda, karena telah menghina pasukan Mataram

Jalannya perang

Pasukan Mataram berjalan sampai Semarang. Kemudian dengan naik kapal menuju pulau Untung (Jawa). Mereka berkemah  di pulau Untung.

Lalu Belanda menyerang Mataram di pulau Untung. Dan pasukan Belanda diusir.

Sementara itu, pada tanggal 1 Januari 1629 masyarakat VOC dan pasukan merayakan tahun baru di Beos (sekarang sekitar kawasan stasiun Jakarta Kota), diserang tentara Mataram dengan pasukan gajah. Belanda hancur.

Markas tentara Belanda di Jl. Pakin dibakar. Ratusan tentara Belanda mati. Bekas-bekas pembakaran tersebut masih ada hingga kini.

Catatan:

1. Narasi perang versi kitab sejarah resmi tak ada ujung pangkalnya, juga tujuan perang dibuat tak jelas. Berikutnya tak mampu menjelaskan siapa kalah siapa menang. Padahal jelas, pemenang perang saat itu adalah pasukan Mataram.

2. Durasi perang dikesankan dua tahun, seolah perang tak pakai biaya.

3. Perjalanan pasukan Sultan Agung dari Mataram ke Jakarta jalan kaki, kata mereka. Tiba di Karawang bertani dulu untuk logistik. Mereka tak mengerti kalau Mataram dipilih Ottoman sebagai lokasi ‘Kalifah ing Tanah Jawa‘. Ongkos perang pasukan Mataram saja tak cukup.

“Ini dasar pikiran saya mengapa sejarah buatan kaum amatiran yang beredar selama ini harus direkonstruksi”. (Ridwan Saidi)

Oleh: Ridwan Saidi, Politisi Senior, Sejarawan dan Budayawan Betawi
Source: Republika Online

About admin

Check Also

Saat Rasulullah SAW Sampaikan Salam Kepada Orang Majusi

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَعَ التَّسْلِيْمِ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ فِى تَحْصِيْلِ ...