Home / Ensiklopedia / Analisis / Sekali lagi, Pilihlah Pemimpin yang Bermoral!

Sekali lagi, Pilihlah Pemimpin yang Bermoral!

Oleh: Admin

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَعَ التَّسْلِيْمِ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ فِى تَحْصِيْلِ الْعِنَايَةِ الْعَآمَّةِ وَالْهِدَايَةِ التَّآمَّةِ، آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Bismillâhirrahmânirrahîm
Wasshalâtu wassalâmu ‘alâ Muhammadin wa âlihî ma’at taslîmi wabihî nasta’înu fî tahshîlil ‘inâyatil ‘âmmati wal-hidâyatit tâmmah, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn.

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, kepadaNya kami memohon pertolongan dalam mencapai inayahNya yang umum dan petunjukNya yang sempurna, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn“.

Beberapa hari yang lalu, pendaftaran Calon Presiden (Capres) sudah dibuka oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum). Beberapa pasang calon sudah mendaftarkan diri mereka untuk siap merebut Kursi Presiden Republik Indonesia di tahun 2024 nanti.

Hari terakhir tahapan pendaftaran bakal capres-cawapres atau penutupannya adalah Rabu, 25 Oktober 2023. Sampai penutupannya, terdapat tiga pasangan Calon Presiden Republik Indonesia yang secara resmi ikut dalam tahapan pendaftaran di KPU, mereka adalah Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Proses penetapan ketiga pasangan itu belumlah selesai, KPU akan memeriksa kelengkapan dokumen pendaftaran dalam tahap ini. Jika dokumen pendaftaran dinyatakan lengkap, maka pasangan capres-cawapres bisa melangkah ke tahap selanjutnya yaitu pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.

Penetapan pasangan calon dijadwalkan pada tanggal 13 November 2023 mendatang. Sedangkan untuk pengundian dan penetapan nomor urut pada Pilpres 2024 akan dilakukan pada tanggal 14 November 2023.

Pada artikel yang dirilis di media Pasulukan Loka Gandasasmita beberapa minggu yang lalu berjudul: “Umat Islam Harus Berpolitik” disebutkan bahwa basis moral para pemimpin parameter nilainya adalah agama. Karena itu, umat Islam yang akan menentukan pemimpin bangsa ini harus melihat bagaimana cara mereka (para Capres) mengambil nilai-nilai moralnya.

Dasar Negara adalah Pancasila. Nilai-nilai yang terdapat dalam butir-butir Pancasila disarikan oleh para Founding Fathers dari nilai-nilai agama. Kelima butir Pancasila justru harus dipandang sebagai mindset dalam menjalankan kepemimpinan negara. Nilai-nilai Pancasila yang dilandaskan dari agama harus terlihat dalam jiwa para calon presiden yang akan berkompetisi di tahun 2024 nanti.

Umat Islam harus berkepentingan dalam memilih pemimpin bangsa ini. Parameter untuk memilih pemimpin, lihatlah moralnya dengan kacamata agama. Dengan tidak mejustifikasi kadar iman para calon pemimpin, setidaknya akhlaq dan pembawaan diri para calon pemimpin tersebut dari caranya menjalankan ibadah agamanya bisa ditelisik. Kiranya, kesimpulan dari cara memberikan parameter ini tidaklah berlebihan.

Tantangan zaman yang dihadapi bangsa ini ke depan semakin berat. Pengelolaan negara oleh mereka yang memiliki komitmen moral berbasiskan agama mutlak sangat diperlukan. Tidak cukup hanya orang yang dipandang baik secara sosial politik saja, namun mereka yang berani dan tahan godaan-lah yang sangat diperlukan dalam menata kehidupan berbangsa dan bernegara. Umat Islam tentu sangat berkepentingan dalam menentukan pemimpin negara dan bangsa ini untuk lima tahun ke depan.

Sekali lagi, Pilihlah Pemimpin yang Bermoral! Kalimat itu harus dibuktikan dengan tindakan nyata yakni ikut menentukan pilihan nanti di tahun 2024, bukan dengan memilih golput (golongan putih) alias tidak mencoblos saat Pemilu. Pemimpin yang bermoral adalah pemimpin yang agamis, memiliki pembawaan dan karakter yang tenang, mumpuni dan cerdas dalam mengambil kebijakan apapun. Bukan pemimpin yang kekanak-kanakan dan bodoh dalam ri’ãyah (kepengasuhan).

Semoga Allah SWT memilihkan pemimpin yang terbaik untuk bangsa dan negara ini. Terbaik dalam ketaatan beragama, terbaik dalam akhlaq dan kepribadian, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn.

اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللّٰهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللّٰهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ . اَللّٰهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ . اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ . اَللّٰهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا مَنْ لَا يَخَافُكَ وَلَا يَرْحَمُناَ، اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ إِمَارَةِ الصِّبْيَانِ وَالسُّفَهَآءِ ۞

Allãhumma ashlih wulãta umûrinã, Allãhumma waffiq-hum limã fîhi shalãhuhum wa shalãhul islãmi wal-muslimîna, Allãhumma a’in-hum ‘alal-qiyãmi bimahãmihim kamã amartahum yã rabbal ‘ãlamîn. Allãhumma ab’id ‘anhum bithãnatas sû-i wal-mufsidîna wa qarrib ilayhim ahlal-khayri wan-nãshihîna yã rabbal ‘ãlamîna. Allãhumma ashlih wulãta umûril muslimîna fî kulli makãn. Allãhumma lã tusallith ‘alainã bidzunûbinã man lã yakhãfuka walã yarhamunã, Allãhumma innî a’ûdzubika min imãratish shibyãni was-sufahã’.

“Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami orang yang baik. Berikanlah taufik kepada mereka untuk melaksanakan perkara terbaik bagi diri mereka, bagi Islam, dan kaum muslimin. Ya Allah, bantulah mereka untuk menunaikan tugasnya, sebagaimana yang Engkau perintahkan, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jauhkanlah mereka dari teman dekat yang jelek dan teman yang merusak. Juga dekatkanlah orang-orang yang baik dan pemberi nasihat yang baik kepada mereka, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jadikanlah pemimpin kaum muslimin sebagai orang yang baik, di mana pun mereka berada. Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah Engkau kuasakan (jadikan pemimpin) atas kami, karena dosa-dosa kami, orang yang tidak takut kepada-Mu dan tidak punya belas kasihan kepada kami. Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari pemimpin yang kekanak-kanakan dan pemimpin yang bodoh.”

Ãmîn yâ Rabbal ‘âlamîn.
Wallâhu A’lamu bish-Shawâb

About admin

Check Also

Bahkan Nerakapun Merasa Takut dengan Sebiji Kurma

Allah berfirman dalam hadist Qudsi : “……Wahai anak Adam, Aku lapar mengapa engkau tak memberiKu ...