Home / Relaksasi / Renungan / Sabar Kepada Tetanggamu

Sabar Kepada Tetanggamu

“Yang dimaksud tetangga bukan saja tetangga rumah, namun juga tetanggamu dalam bekerja seperti teman sekantor”

Oleh: Raden Mahmud Sirnadirasa*

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَعَ التَّسْلِيْمِ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ فِى تَحْصِيْلِ الْعِنَايَةِ الْعَآمَّةِ وَالْهِدَايَةِ التَّآمَّةِ، آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Bismillãhirrahmãnirrahîm
Washshalãtu wassalãmu ‘alã Muhammadin wa ãlihî ma’at taslîmi wabihî nasta’înu fî tahshîlil ‘inãyatil ‘ãmmati wal-hidãyatit tãmmah, ãmîn yã Rabbal ‘ãlamîn.

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, kepadaNya kami memohon pertolongan dalam mencapai inayahNya yang umum dan petunjukNya yang sempurna, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn“.

Aku teringat kepada Rasulullah SAW yang bersabda,

مَن كانَ يُؤْمِنُ باللّٰهِ واليَومِ الآخِرِ فلا يُؤْذِ جارَهُ ۞

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, janganlah menyakiti tetangganya.” (HR Bukhari & Muslim)

Sebagai makhluk sosial, tentunya kita tak bisa lepas dari kehidupan bertetangga, baik tetangga yang menyenangkan maupun tetangga yang kadang menyebalkan.

Kadangkala apabila menuruti hawa nafsu, tentunya kita ingin membalas keusilan tetangga yang menyebalkan, seperti membunyikan musik keras-keras, buang sampah sembarangan atau hal semisalnya. Namun bagaimana teladan orang-orang saleh menghadapi tetangga yang menyebalkan?

Malik bin Dinar, ulama generasi tabi’în, asal Kufah, Irak, yang wafat pada 130 H., menurut catatan Ibnul Madini mengukir kisah terpuji dirinya yang mempunyai tetangga Yahudi yang rumahnya berhimpitan dengan rumahnya.

Sangat menyebalkan, Si Yahudi membuang sisa air mandinya (mustahammah/sisa air mandi hangat) ke tembok rumah Malik bin Dinar. Karena dilakukan terus-menerus, maka air sisa mandi itu merusak tembok dan masuklah air najis itu ke rumahnya.

Penuh kesabaran, tiap hari Malik bin Dinar membersihkan air najis sisa mandi tetangganya tanpa berkomentar apapun. Cukup lama Malik bin Dinar melakukannya hingga suatu hari Si Yahudi mengetahuinya.

Tak tahan Si Yahudi melihat kesabaran Malik bin Dinar atas kecerobohannya membuang air sisa mandi ke rumahnya, tanpa menunggu lama, Si Yahudi akhirnya bertanya:

“Hai Malik, aku telah mengganggumu (cukup lama) sementara kamu sabar tanpa menegurku?”

Seolah tak terjadi apa-apa, Malik bin Dinar menjawab:

“Rasullullah SAW telah bersabda: ‘Jibril telah mewasiatkan kepadaku tentang (berbuat baik kepada) tetangga, sehingga aku menduga ia akan memberi hukum waris kepada tetangga,'”

Mendengar jawaban di luar prediksi, Si Yahudi sangat menyesali kecerobohannya. Nekat membiarkan air najis sisa mandinya mengotori rumah tetangga. Tak berselisih waktu yang lama Si Yahudi masuk Islam dan sangat baik keislamannya.

Aku menukil kisah Malik bin Dinar ini dari kitab al-Jawãhir al-Lu’lu’iyyah karya Syekh Muhammad al-Jurdani. (Muhammad bin Abdillah al-Jurdani ad-Dimyathi, al-Jawãhir al-Lu’lu’iyyah Syarhul Arba’în an-Nawawiyyah, [Manshurah, Maktabah al-Iman], halaman 138-139).

Adapun hadits yang dimaksud Malik bin Dinar adalah riwayat Imam Muslim berikut:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا زَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِيْ بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ ۞ (متّفق عليه)

“Dari Ibnu Umar RA, ia berkata: ‘Rasulullah SAW bersabda: ‘Jibril terus-menerus mewasiatkanku perihal tetangga, sampai aku menyangka bahwa tetangga akan menjadi ahli waris,'” (Muttafaq ‘Alaih).

Kuakhiri dengan do’a:

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ اْلأَخْلَاقِ وَاْلأَعْمَالِ وَاْلأَهْوَاءِ وَاْلأَدْوَاءِ

Allãhumma innî a’ûdzu bika min munkarãtil akhlãqi wal-a’mãli wal-ahwã’i wal-adwã’i

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kemungkaran akhlak, amal, hawa nafsu dan penyakit.”

Ãmîn yã Rabbal ‘ãlamîn

____________________

*Dr. Supardi, SH., MH., Kepala Kejaksaan Tinggi Riau.

About byHaqq (Admin)

Pena adalah senjata yang lebih halus dari atom. Kadangkala terhempas angin, terbuang seperti sampah. Kadangkala terkumpul ambisi, tergali seperti ideologi. Manfaat dan mudharat pena adalah maqamatmu...

Check Also

Meneladani Ulama Salaf di Malam-malam Terakhir Bulan Ramadhan

“Beberapa ulama salaf menyendiri dalam rumahnya, berkhalwat dengan Rabb-Nya, hingga seseorang bertanya padanya: ‘tidakkah engkau ...