Friday , April 23 2021
Home / Relaksasi / Renungan / Rahasia untuk Mendapatkan Keajaiban Allah Bagi Diri Kita

Rahasia untuk Mendapatkan Keajaiban Allah Bagi Diri Kita

Oleh: H. Derajat

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Allahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad wa ‘ala aali Sayyidina Muhammad.

Sahabatku, semoga tidak bosan menerima renungan suci dari ku ini. Sungguh karena kasih sayangku pada mu maka aku kirimkan artikel kecil ini.

Sebelum aku memulai kisahnya ijinkanlah aku membukanya dengan sebuah nasehat para sesepuh :

Kahanan donya ora langgeng, mula aja ngegungake kesugihan lan drajat ira, awit samangsa ana wolak-waliking jaman ora ngisin-ngisini.

“Keadaan dunia tidaklah abadi, maka jangan mengagungkan kekayaan dan derajat pangkat, sebab bila sewaktu-waktu terjadi perubahan keadaan yang terbolak balik kalian tidak menderita malu”.

Pada suatu ketika, terjadi pembunuhan di lingkungan kaum Bani Israel. Tidak ada seorang saksipun dalam peristiwa pembunuhan tersebut. Keluarga korban meminta bantuan kepada Nabi Musa a.s. untuk memecahkan kasus pembunuhan ini. Mereka menuntut kepada Nabi Musa a.s. agar pelakunya diberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

Karena permasalahan ini sangat rumit, Nabi Musa a.s. dan beberapa kelompok masyarakat yang membantunya berusaha untuk menyelidiki terlebih dahulu siapakah pelakunya.

Setelah beberapa lama keluarga korban menunggu, belum ada kepastian juga dari Nabi Musa a.s. Akhirnya Nabi Musa a.s. memohon pertolongan kepada Allah SWT untuk memberikan petunjuk kepadanya dalam menyelesaikan permasalahan ini. Tidak lama kemudian Nabi Musa a.s. mendapat wahyu dari Allah SWT.

Nabi Musa berkata, “Sesungguhnya Allah menyuruh kalian menyembelih seekor sapi betina.” Mereka keheranan dan berkata dalam hati mereka, “Apa hubungannya peristiwa pembunuhan dengan penyembelihan sapi?”

Pada awalnya, mereka menuduh Nabi Musa a.s. hendak mempermainkan mereka. Nabi Musa a.s. menyangkalnya. Kemudian mereka meminta Nabi Musa bertanya kepada Tuhan tentang ciri-ciri sapi tersebut. Nabi Musa menjawab, “Sesungguhnya Dia menginginkan seekor sapi yang tidak tua dan juga  tidak muda.”

Bani Israil kemudian bergegas mencari sapi sesuai ciri-ciri yang digambarkan. Ternyata sapi yang dicari berada pada seorang pemuda Bani Israil.

Pada suatu malam, pemuda itu bermimpi dan mendapatkan petunjuk supaya tidak menjual sapinya kecuali dengan perintah sang ibu. Tidak lama dari kejadian mimpi tersebut, Bani Israil datang untuk membeli sapinya. Saat itu pemuda teringat mimpinya dan tidak akan menjual sapi kecuali setelah diperintah ibunya.

Saat pemuda menanyakan kepada ibunya, sang ibu berujar kepada kelompok orang yang datang untuk membelinya, “Kalian harus melapisi kulit sapi ini dengan emas terlebih dahulu dan setelah itu kami akan menjual kepada kalian.”

Bani Israil menyepakati perjanjian tersebut. Kemudian sang pemuda mengumpulkan lapisan emas yang menempel di kulit sapi dan setelah itu menjualnya kepada mereka.

Lalu mereka membawa sapi itu dan menyembelihnya. Mereka memukulkan sebagian dagingnya ke mayat korban. Mayat itu hidup kembali dan memberitahukan bahwa pembunuhnya adalah saudara sepupunya sendiri.

Bani Israil berkata, “Sungguh kami tidak tahu mana yang lebih mengherankan, apakah mayat yang hidup kembali atau pemuda yang menjadi kaya raya secara mendadak?”

Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Musa a.s., “Katakanlah kepada Bani Israil; apabila mereka ingin merasakan kehidupan yang bahagia di dunia dan masuk surga di akherat, amalkanlah sebuah dzikir yang senantiasa dibaca pemuda itu.”

“Apakah dzikir tersebut ya Allah”, tanya Nabi Musa a.s.

Allah menjawab, “Dzikir tersebut adalah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya (Allahumma Shalli ‘Ala Muhammad Wa Ali Muhammad).”

Setelah memperoleh emas yang berlimpah, pemuda itu bertanya kepada Nabi Musa a.s., “Bagaimana aku dapat menjaga harta benda yang banyak ini dari mata orang-orang yang hasud dan yang berniat jahat?”

“Shalawatilah harta bendamu supaya Allah SWT menolak bahaya atau ancaman orang-orang hasud dan jahat terhadapmu”, ujar Nabi Musa a.s.

Bani Israil pun mendatangi Nabi Musa dan bertanya, “Kami telah menyerahkan seluruh harta benda ke pemuda itu dan kini kami tidak memiliki harta benda yang berarti. Doakanlah kami supaya Allah SWT memberikan limpahan rezeki-Nya.”

Nabi Musa a.s. berkata, “Bertawassul jugalah kalian semua kepada wujud suci Ahlul Bait dan bershalawatlah kepada Muhammad dan keluarganya.”

Lalu mereka mengamalkan petunjuk Nabi Musa a.s.

Kemudian Allah SWT menurunkan wahyu kepada beliau, “Di bawah reruntuhan sebuah bangunan, terdapat ribuan keping dinar emas. Bagi-bagilah itu dengan adil di antara kalian.”

Limpahan kekayaan ini dianugerahkan oleh Allah SWT berkat shalawat kepada Nabi SAW dan keluarganya.

Semoga Allah selalu merahmati kita semua berkah dari Nabi Muhammad dan keluarganya. Aamiin.

About admin

Check Also

Kitab Tanwir al-Qulub: Penerang Hati dalam Kegelapan (Pegangan Pengikut Tarekat Naqsyabandiyah)

Oleh: H. Derajat بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَعَ التَّسْلِيْمِ وَبِهِ ...