Monday , March 8 2021
Home / Relaksasi / Renungan / Rahasia Perjalanan Ruhani Syeikh Abul Hasan Asy-Syadzili

Rahasia Perjalanan Ruhani Syeikh Abul Hasan Asy-Syadzili

Oleh: H. Derajat

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيم
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Allahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad wa ‘ala aali Sayyidina Muhammad.

Sebelum aku buka risalah kecil ini, aku memohon kepada Allah agar membukakan hati kita semua untuk memahami kalimat demi kalimat yang diucapkan Mursyid kami ini karena berisi sebuah konten hikmah yang sangat agung dan jarang difahami orang awam.

Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili r.a. pernah ber-riyadhah selama 80 hari tidak makan, dengan disertai dzikir dan membaca shalawat yang tidak pernah berhenti. Pada saat itu beliau merasa tujuannya untuk wushul (sampai) kepada Allah swt., telah tercapai. Kemudian datanglah seorang perempuan yang keluar dari gua dengan wajah yang sangat menawan dan bercahaya. Dia menghampiri beliau dan berkata, ”Sunguh sangat sial, lapar selama 80 hari saja engkau sudah merasa berhasil, sedangkan aku sudah enam bulan lamanya belum pernah merasakan makanan sedikitpun”.

Suatu ketika saat berkelana, beliau berkata dalam hati, “Ya Allah, kapankah aku bisa menjadi hamba-Mu yang bersyukur?”. Kemudian terdengarlah suara, “Kalau kamu sudah mengerti dan merasa bahwa yang diberi nikmat hanya kamu saja”.

Beliau berkata lagi, “Bagaimana aku bisa merasa demikian, padahal Engkau sudah memberi nikmat kepada para Nabi, Ulama dan Raja?”.

Kemudian terdengarlah suara lagi, “Jika tidak ada Nabi, kamu tidak akan mendapat petunjuk, jika tidak ada Ulama kamu tidak akan bisa ikut bagaimana caranya beribadah, jika tidak ada Raja kamu tidak akan merasa aman. Itu semua adalah nikmat dari-Ku yang kuberikan hanya untukmu”. Subhanallah sungguh sangat luar biasa jawaban bagi bathin Mursyid kami tersebut tentang arti sebuah rasa syukur.

Beliau pernah khalwat (menyendiri) dalam sebuah gua agar bisa wushul (sampai) kepada Allah swt. Lalu beliau berkata dalam hatinya, bahwa besok hatinya akan terbuka. Kemudian seorang waliyullah mendatangi beliau dan berkata, “Bagaimana mungkin orang yang berkata besok hatinya akan terbuka bisa menjadi wali. Aduh hai badan, kenapa kamu beribadah bukan karena Allah (hanya ingin menuruti nafsu menjadi wali)”. Inipun jawaban seorang Wali Allah yang sangat dalam, sangat telak bagi kita sebagai murid beliau yang masih suka punya rasa bahwa ibadah kita telah memenuhi selera Tuhan kita sehingga menjadikan kita sombong dan sering membandingkan kehebatan ibadah kita dari orang lain.

Setelah itu beliau sadar dan faham dari mana datangnya orang tadi. Segera saja beliau bertaubat dan minta ampun kepada Allah swt. Tidak lama kemudian hati Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili r.a. sudah di buka oleh Allah swt. Demikian di antara bidayah (permulaaan) Syekh Abul Hasan As-Syadzili. Beliau pernah dimintai penjelasan tentang siapa saja yang menjadi gurunya?

Sabdanya, “Guruku adalah Syekh Abdus Salam Ibnu Masyisy, akan tetapi sekarang aku sudah menyelami dan minum sepuluh lautan ilmu. Lima dari bumi yaitu dari Rasululah saw, Abu Bakar r.a, Umar bin Khattab r.a, Ustman bin ‘Affan r.a dan Ali bin Abi Thalib r.a, dan lima dari langit yaitu dari malaikat Jibril, Mika’il, Isrofil, Izro’il dan ruh yang agung.” Inilah sabda rahasia para Mursyid dalam ilmu Tarekat yang tidak boleh disebarkan dengan mudah dan murah karena bisa merendahkan Mursyid bagi orang yang belum mencapai keilmuannya.

Beliau pernah berkata, “Aku diberi tahu catatan muridku dan muridnya muridku, semua sampai hari kiamat, yang lebarnya sejauh mata memandang, semua itu mereka bebas dari neraka. Jikalau lisanku tak terkendalikan oleh syariat, aku pasti bisa memberi tahu tentang kejadian apa saja yang akan terjadi besok sampai hari kiamat”.

Semoga Allah memuliakan para Mursyid kami dan seluruh umat yang memuliakan ilmu Tarekat ini. Marilah kita berdoa bersama :

Ya Allah, Panjenengan ijabahi sedhoyo hajat kulo, panjenengan suceni manah kulo saking sedhoyo bentuk tindak kejahatan, lan panjenengan unggahaken derajat gesang lan mati kulo sarto sedhoyo sederek muslim ingkang kagungan Iman ya Allah.

Ya Allah ya Rab, panjenengan kabulaken sedhoyo tujuan gesang kulo ingkang sae, semanten ugi tujuan sak sampunipun pejah kulo. Ya Allah ya karim, namung panjenengan ingkang saged angabulaken sedhoyo panyuwunan abdi-abdi panjenengan ya Allah,.. panjenengan ijabahi sedhoyo hajat kulo, nggih hajat wonten agami, hajat ndunyo, lan hajat akhirat, ya Allah sa`leresipun panjenengan maha kuwaos dumatheng sedhoyo ingkang dumunung ing sa`jembaring jagad, dalem nyuwun dumatheng panjenengan ya Allah (3x).

Subhaana rabbika rabbil `izzati `amma yashifuun, wasalamun `alal mursaliina wal hamdulillahi rabbil `aalamiin.

About admin

Check Also

Ahli Maksiat Bertaubat di Penghujung Ajal

Oleh: H. Derajat بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا ...