Saturday , January 22 2022
Home / Relaksasi / Renungan / Kau Berdusta Kepada-Ku

Kau Berdusta Kepada-Ku

Oleh: H. Derajat

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيم
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Allahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad wa ‘ala aali Sayyidina Muhammad.

“Jangan berbangga dengan status sebagai pengajar Al Qur’an, jangan berbangga dengan mati syahid dan jangan pula berbangga dengan bergelimangnya harta, karena mungkin saja ketiga jalan ini membawa kita ke neraka”.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda pada Abu Hurairah, “ketika hari perhitungan tiba, Allah SWT turun ke hadapan manusia. Setiap kelompok agama berlutut dalam ketakberdayaan di hadapan-Nya.

Kelompok manusia pertama yang dipanggil, adalah mereka yang mengajarkan Al-Qur’an. Kelompok kedua, adalah mereka yang gugur di jalan Allah. Sedangkan golongan manusia ketiga, adalah mereka yang melimpah ruah hartanya. Allah pun mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada yang tiga kelompok manusia yang pertama dipanggil ini.

***

Kepada kelompok pertama, Allah akan berkata, “Bukankah Aku telah mengajarkan kepadamu hikmah-hikmah dan pengetahuan yang asalnya adalah dari qalb para utusan-Ku?”

“Benar, Ya Rabbi.”

“Apakah perilakumu, lahir dan batin, sesuai dengan hikmah dan pengetahuan yang telah engkau ketahui itu?”

“Aku melaksanakannya selalu, Ya Rabbi.”

“Kau berdusta kepada-Ku!”

Dan para malaikat pun akan berkata, “Kau berdusta!”

Lalu Allah berkata, “Kau menyukai kata-kata orang tentangmu, yang mengatakan ‘Orang ini adalah pengajar Al-Qur’an’! Ketahuilah, bagimu cukup hanya (kata-kata mereka) itu saja!”

***

Kepada kelompok kedua, Allah akan berkata,

“Dengan cara yang seperti apa engkau mati di jalan-Ku?”

“Ya Rabbi, Engkau perintahkan aku untuk berperang. Dan aku mati karena mengikuti perintah-Mu itu.”

“Kau berdusta kepada-Ku!”

Dan para malaikat pun akan berkata, “Kau berdusta!”

Lalu Allah berkata, “Kau menyukai kata-kata orang tentangmu, yang mengatakan ‘Orang ini begitu luar biasa keberaniannya’! Ketahuilah, bagian untukmu cukup hanya (kata-kata mereka) itu saja!”

***

Kepada kelompok ketiga, Allah akan berkata,

“Apakah telah Aku berikan harta yang sangat banyak kepadamu, yang membuatmu tidak pernah meminta-minta kepada orang lain?”

“Benar, Ya Rabbi.”

“Lalu, apa yang kau lakukan dengan pemberian-Ku itu?”

“Aku menguatkan hubungan kekeluargaan dan ber-infaq dengannya.”

“Kau berdusta kepada-Ku!”

Dan para malaikat pun akan berkata, “Kau berdusta!”

Lalu Allah berkata, “Kau menyukai kata-kata orang tentangmu, yang mengatakan ‘Betapa dermawannya orang ini.’! Ketahuilah, bagian untukmu cukup hanya (kata-kata mereka) itu saja!”

***

Lalu Rasulullah Muhammad SAW memukul lututku (menandakan betapa pentingnya hal ini), dan berkata kepadaku, “Wahai Abu Hurairah, ketiga golongan ini adalah orang-orang pertama yang akan dicampakkan ke dalam api neraka.” (H.R. Al-Tirmidzi)

Sumber: 101 Diamonds from the Oral Tradition of the Glorious Messenger Muhammad, collected by Muhyiiddiin Ibn `Arabi, translated to English by Lex Hixon and Fariha al-Jerrahi. Dikutip oleh Dwi Afrianti.

Source: Suluk.Blogsome

 

About admin

Check Also

Allah Mengancam Fir’aun Lewat Mimpinya

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَعَ التَّسْلِيْمِ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ فِى تَحْصِيْلِ ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *