Tuesday , September 28 2021
Home / Deep Secret / Intelijen / Jenis-jenis Perang Modern
Ilustrasi Kehancuran Bumi Akibat Perang (PIXABAY/GERALT)

Jenis-jenis Perang Modern

Bukan sebuah rahasia lagi, sebagian besar dari kita dipastikan pernah bertanya-tanya tentang apa penyebab datangnya kiamat nanti?

Berkaca pada hal tersebut, sebuah organisasi dengan misi mengurangi isu-isu global yang dihadapi semua orang, Global Challenges Foundation membuat laporan tahunan berjudul “Risiko Bencana Global”.

Dalam menyusun laporannya, peneliti meninjau berbagai makalah dan berkonsultasi dengan ahlinya.

Hasilnya, setidaknya ditemukan 8 skenario yang diduga bisa meluluh-lantakkan bumi. Skenario itu merupakan jenis-jenis perang modern “hasil kecerdasan” manusia, di antaranya:

1. Perubahan iklim

Pada 2015, lebih dari 200 negara menandatangani Perjanjian Iklim Paris yang mencakup janji untuk menjaga suhu global jauh di bawah 2 derajat Celsius di atas rata-rata pra-industri.

Hal ini untuk mencegah wilayah seperti New York, Mumbai, Shanghai, dan kota-kota pesisir lainnya agar tidak tenggelam dalam air dan menyelamatkan lebih dari satu miliar manusia yang mendiami wilayah pesisir.

2. Perang Nuklir

Para ahli memperingatkan, di masa depan kemungkinan akan ada perang nuklir yang lebih dahsyat dibanding beberapa dekade lalu.

Senjata tercanggih di masa depan mungkin dapat melenyapkan 80 sampai 90 persen isi bumi, termasuk manusia, dengan radius 1-4 kilometer.

Perang nuklir nggak cuma bisa menghapus kehidupan dan suatu wilayah, tapi juga menyisakan penyakit yang disebabkan dari paparan radioaktif.

3.  Perang biokimia

Dibanding serangan pada umumnya, senjata berbahan biologi dan kimia lebih murah pembuatannya.

Kemajuan teknologi dalam rekayasa genetika dan biologi sintetis memudahkan ilmuwan untuk mengubah mikro-organisme menjadi sesuatu yang memiliki potensi berbahaya.

4. Hancurnya ekosistem

Faktor-faktor seperti polusi, pergerakan spesies di seluruh dunia, dan rusaknya habitat makin mengancam ekosistem.

Apabila ekosistem melewati ambang batas, maka air tawar akan menjadi langka, kualitas tanah menurun, dan keanekaragaman hayati hancur.

Sebagai contoh, sejak 1960 perubahan iklim dan kekeringan menyusut 90 persen dan berdampak pada 40 juta kehidupan.

5. Artificial Intelligence (AI)

Para ahli sangat prihatin dengan prospek robot yang melampaui kecerdasan manusia.

Terlepas dari upaya menyelaraskan mesin dengan moralitas yang disepakati, kesalahan kecil dapat membuat manusia berada di tangan teknologi dengan tingkat kecerdasan yang ekstrim.

6. Asteroid

Seperti yang diketahui, di masa lalu sebuah asteroid menghancurkan seluruh dinosaurus di muka bumi.

Tabrakan asteroid dengan konsekuensi bencana terjadi rata-rata setiap 120.000 tahun, di mana ahli memperkirakan korban tewas akibat asteroid bisa mencapai ratusan juta jiwa.

7. Erupsi supervolcanic

Erupsi supervolcanic diyakini dapat menghancurkan 400 kilometer kubik materi.

Meski data tentang kejadian semacam itu relatif terbatas, para ahli vulkanologi percaya letusan supervolcanic terjadi setiap 17.000 tahun sekali, dan yang terakhir terjadi di Selandia Baru sekitar 26.500 tahun lalu.

8. Pandemi

Ancaman pandemik bencana bisa terjadi karena penyakit baru yang nggak dilengkapi pelindung seperti vaksin dapat muncul.

Misalnya saja ada mikro-organisme yang menyebar ke kawasan yang padat penduduk lewat pasokan air.

Kalau menurut kalian sendiri gimana sob? Apakah jenis perang modern ini dapat dikatakan pemicu terjadinya  kiamat pada Bumi?

Source: hai.grid.id

 

 

About admin

Check Also

Investasi Cina, Salami Slicing?

Demi tanah air, benar-tidaknya perangkap dalam investasi asal Cina, tetap perlu dicermati. Sikap skeptis, tidak ...