Thursday , December 9 2021
Home / Relaksasi / Renungan / Jangan Sombong dengan Kefasihan Melafalkan Ayat

Jangan Sombong dengan Kefasihan Melafalkan Ayat

Oleh: H. Derajat

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَعَ التَّسْلِيْمِ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ فِى تَحْصِيْلِ الْعِنَايَةِ الْعَآمَّةِ وَالْهِدَايَةِ التَّآمَّةِ، آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Bismillâhirrahmânirrahîm
Wasshalâtu wassalâmu ‘alâ Muhammadin wa âlihî ma’at taslîmi wabihî nasta’înu fî tahshîlil ‘inâyatil ‘âmmati wal-hidâyatit tâmmah, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn.

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, kepadaNya kami memohon pertolongan dalam mencapai inayahNya yang umum dan petunjukNya yang sempurna, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn“.

“Karena kefasihan melafalkan ayat dalam peribadatan kita belumlah tentu yang dikehendaki Allah.”

Saudaraku terkasih, inilah sebuah kisah yang patut kita renungi bersama karena sering terjadi diantara kita semua dimana kita sering merendahkan orang lain karena kurang fasihnya mereka melafalkan bahasa Arab di dalam melakukan Shalat.

Suatu hari, Hasan Al-Bashri pergi mengunjungi Habib Ajmi, seorang sufi besar lain. pada waktu shalatnya, Hasan mendengar Ajmi banyak melafalkan bacaan shalatnya dengan keliru.

Oleh karena itu, Hasan memutuskan untuk tidak shalat berjamaah dengannya. Ia menganggap kurang pantaslah bagi dirinya untuk shalat bersama orang yang tak mengucapkan bacaan shalat dengan benar.

Di malam harinya, Hasan Al-Bashri bermimpi. Ia mendengar Allah berbicara kepadanya :

“Hasan, jika saja kau berdiri di belakang Habib Ajmi dan menunaikan shalatmu, kau akan memperoleh keridhaan-Ku, dan shalat kamu itu akan memberi manfaat yang jauh lebih besar daripada seluruh shalat dalam hidupmu. Kau mencoba mencari kesalahan dalam bacaan shalatnya, tapi kau tak melihat kemurnian dan kesucian hatinya. Ketahuilah, Aku lebih menyukai hati yang tulus daripada pengucapan tajwid yang sempurna.”

Kuakhiri dengan do’a :

اَللّٰهُمَّ أَهْدِنِيْ لِأَحْسَنِ الْأَعْمَالِ، وَأَحْسَنِ الْأَخْلاَقِ، لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَقِنِيْ سَيِّئَ الْأَعْمَالِ، وَسَيِّئَ الْأَخْلاَقِ، لَا يَقِيْ سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ

Allaahumma ahdinii li-ahsanil a’maal, wa ahsanil akhlaaq, la yahdii li-ahsanihaa illaa anta, wa qinii sayyi-al a’maal, wa sayyi-al akhlaaq, laa yaqii sayyi-ahaa illaa anta.

Ya Allah, berilah petunjuk kepadaku untuk berbuat sebaik-baik amalan, sebaik-baik akhlak, tidak ada yang bisa menunjuki untuk berbuat sebaik-baiknya kecuali Engkau. Dan lindungi kami dari jeleknya amalan dan jeleknya akhlak, dan tidak ada yang melindungi dari kejelekannya kecuali Engkau“.

 

 

About admin

Check Also

Ambisi Membuat Kita Merasa Tak Pernah Cukup

“Sucikan cita-cita dengan mawas diri!” (Mama Arjaen qaddasallahu sirrahu) Oleh: H. Derajat بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ ...