Home / Agama / Kajian / Inilah Hikmah dan Keutamaan Ziarah Kubur

Inilah Hikmah dan Keutamaan Ziarah Kubur

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَعَ التَّسْلِيْمِ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ فِى تَحْصِيْلِ الْعِنَايَةِ الْعَآمَّةِ وَالْهِدَايَةِ التَّآمَّةِ، آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Bismillâhirrahmânirrahîm
Wasshalâtu wassalâmu ‘alâ Muhammadin wa âlihî ma’at taslîmi wabihî nasta’înu fî tahshîlil ‘inâyatil ‘âmmati wal-hidâyatit tâmmah, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn.

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, kepadaNya kami memohon pertolongan dalam mencapai inayahNya yang umum dan petunjukNya yang sempurna, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn“.

Ziarah kubur merupakan sebuah amaliyah sunnah yang telah disepakati hukumnya oleh mayoritas ulama’, khususnya ulama’ ahlus sunnah wal jamâ’ah. Sedangkan di Indonesia sendiri, ziarah kubur sudah menjadi tradisi religi yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Jika tradisi ziarah kubur ini dianggap sebagai sesuatu yang makruh, bahkan haram dengan alasan tidak berfaidah atau mendekati kemusyrikan, maka pemikiran seperti itu jelas keliru besar. Pasalnya, mayoritas ulama’ menghukumi sunnah karena memang ziarah kubur sudah disyariatkan sejak masa Rasulullah SAW.

Namun, jika kita mau menggali lebih dalam lagi, maka sebenarnya ziarah kubur memiliki banyak manfaat, hikmah, dan faidah yang bisa kembali kepada si penziarah sendiri maupun orang yang diziarahi.

Untuk itulah, berikut beberapa penjelasan sederhana tentang manfaat dan faidah ziarah kubur:

1. Mengingatkan Alam Kubur dan Akhirat

Ziarah kubur merupakan salah satu langkah untuk memberikan nasehat kepada diri sendiri. Tentu saja, ketika kita berziarah kubur, kita akan melihat banyak pemakaman orang-orang yang telah mendahului. Apa yang ada di pikiran kita pun seharusnya membisikkan bahwa suatu saat kita pasti akan bernasib sama dengan orang-orang yang berada di dalam kubur.

Dengan demikian, kita bisa mengingat akan kematian, mengingat adanya balasan Allah SWT, baik berupa siksa maupun nikmat, baik di alam kubur maupun alam akhirat. Sehingga, setidaknya kita bisa lebih sedikit sadar bahwa kehidupan di dunia tidaklah kekal, sedangkan kehidupan setelah di dunia adalah permulaan kehidupan yang abadi.

Dalam salah satu hadits, Rasulullah SAW bersabda :

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَزُوْرُوْهَا – فَقَدْ اُذِنَ لِمُحَمَّدٍ فِيْ زِيَارَةِ قَبْرِ اُمِّهِ فَزُوْرُوْهَا فَاِنَّهَا تُذَكِّرُ الْاٰخِرَةَ (اخرجه مسلم وابو داود والترمذي وابن حبان والحاكم)

“Aku telah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka berziarah kuburlah – Maka telah benar-benar diizinkan kepada Nabi Muhammad di dalam menziarahi kubur ibunya, maka berziarah kuburlah karena sesungguhnya ziarah kubur dapat mengingatkan akhirat”. (Hadist diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Abu Dawud, Imam Turmudzi, Imam Ibnu Hibban, dan Imam Hakim).

2. Menolong Ahli Kubur

Ahli kubur merupakan orang-orang yang sudah meninggal yang sangat membutuhkan pertolongan dari orang-orang yang masih hidup, lewat kiriman bacaan ayat-ayat suci al-Qur’an, bacaan dzikir, shadaqah, dan do’a.

Mereka, ahli kubur akan sangat merasa senang jika mendapatkan pertolongan dari orang-orang yang masih hidup, baik berupa bacaan ayat-ayat suci al-Qur’an, bacaan dzikir, shadaqah, maupun do’a, bahkan ucapan salam yang amat singkat pun sudah membuat sedikit bahagia bagi mereka.

Dengan demikian, berziarah kubur seraya membaca beberapa ayat pendek, dzikir, dan do’a akan memberi pertolongan kepada ahli kubur. Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik ra :

اَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ فَقَالَ السَّائِلُ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ اِنَّا نَتَصَدَّقُ عَنْ مَوْتَانَا وَنَحُجُّ عَنْهُمْ وَنَدْعُوْ لَهُمْ هَلْ يَصِلُ ذٰلِكَ اِلَيْهِمْ ؟ قَالَ نَعَمْ اِنَّهُ لَيَصِلُ اِلَيْهِمْ وَاَنَّهُمْ لَيَفْرَحُوْنَ بِهِ كَمَا يَفْرَحُ اَحَدُكُمْ بِالطَّبْقِ اِذَا اُهْدِيَ اِلَيْهِمْ

“Sesungguhnya Nabi SAW pernah ditanyai, kemudian si penanya berkata: Wahai Rasulullah sesungguhnya kami bershadaqah kepada orang-orang mati kami, menunaikan haji untuk mereka, dan berdo’a untuk mereka, apakah hal itu akan sampai kepada mereka? Rasulullah menjawab: Iya, sesungguhnya hal itu (pahalanya) akan sampai kepada mereka dan mereka akan merasa bahagia karenanya seperti halnya salah satu dari kamu yang merasa bahagia atas wadah (berisi makanan) ketika diberikan kepada mereka”.

3. Sebagai Salah Satu Jalan Tabarruk

Tabarruk bisa diartikan mengharapkan berkah dari Allah SWT melalui orang-orang yang dekat dan dicintai-Nya, sehingga faidah ziarah kubur pada poin ini dikhususkan pada berziarah kepada orang-orang yang shaleh, para ulama’, dan para waliyullah.

Dalam Kitab Tanqihul Qaul karya Imam Nawawi al-Bantani, tepatnya bab pertama, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ زَارَ عَالِمًا (اَيْ فِيْ قَبْرِهِ) ثُمَّ قَرَأَ عِنْدَهُ اٰيَةً مِنْ كَتَابِ اللّٰهِ، اَعْطَاهُ اللّٰهُ تَعَالٰى بِعَدَدِ خُطُوَاتِهِ قُصُوْرًا فِي الْجَنَّةِ وَكَانَ لَهُ بِكُلِّ حَرْفٍ قَرَأَهُ عَلَى قَبْرِهِ قَصْرٌ فِى الْجَنَّةِ مِنْ ذَهَبٍ

“Barang siapa yang berziarah kepada orang yang alim (maksudnya di dalam kuburnya), kemudian dia membacakan satu ayat dari Kitab Allah (al-Qur’an), maka Allah Yang Maha Luhur akan memberinya gedung-gedung di surga sejumlah langkah-langkahnya dan baginya setiap huruf yang dia baca di atas kuburnya adalah sebuah gedung di surga yang terbuat dari emas”.

Jadi, orang-orang yang shaleh, para ulama’, dan para waliyullah adalah orang-orang yang dekat dan dicintai Allah SWT, mereka adalah orang-orang yang mendapatkan luapan berkah dari Allah SWT. Sehingga, siapapun yang mau mendekati mereka, baik saat masih hidup maupun sesudah wafat, maka sedikit banyaknya ia pun akan mendapatkan tetesan berkah tersebut, baik berkah di dunia maupun di akhirat.

4. Sebagai Salah Satu Jalan Taqarrub

Salah satu jalan dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT (taqarrub) adalah dengan mendekati orang-orang shaleh, para ulama’, dan para waliyullah. Hal itu tidak hanya berlaku pada saat mereka masih hidup saja, tetapi juga berkesinambungan meskipun mereka sudah wafat.

Lalu apa hubungan antara ziarah kubur dan taqarrub? Jawabannya jelas sangat berhubungan, karena orang yang mampu mencintai orang-orang yang dicintai Allah SWT, maka ia pun akan mendapatkan resapan cinta Allah SWT melalui perantara mereka.

Artinya, jika kita bisa mencintai orang-orang yang dicintai Allah SWT, yaitu orang-orang shaleh, para ulama’, dan para waliyullah, maka kita pun akan menerima resapan dari cinta Allah SWT. Sedangkan ziarah kubur merupakan salah satu langkah untuk tetap menyambung cinta dengan para waliyullah yang sudah wafat.

Inilah hubungan antara berziarah kubur ke makam-makam waliyullah dan taqarrub (mendekatkan diri kepada Allah SWT). Jadi, bisa disimpulkan bahwa ziarah kubur ke makam-makam waliyullah merupakan penghantar dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

5. Sebagai Bentuk Pengenangan dan Penghormatan

Orangtua, kakek, nenek, dan pera leluhur kita merupakan orang-orang yang berjasa sehingga kita bisa lahir ke dunia, semua adalah atas kehendak Allah SWT. Semasa mereka masih hidup, hal yang kita lakukan untuk tidak melupakan mereka adalah dengan mengunjungi mereka jika kita telah berpisah dan sudah hidup berkeluarga nan mandiri.

Nah, setelah mereka sudah meninggal dunia, maka salah satu upaya agar terus mengenang dan tidak melupakan mereka adalah senantiasa berdo’a untuk mereka dan menziarahi kubur mereka dengan mengirimkan bacaan al-Qur’an, dzikir, dan do’a kepada mereka. Inilah maksud dari manfaat dan faidah berziarah kubur sebagai bentuk mengenang orang-orang yang kita sayangi.

Demikian pula halnya dengan para pejuang Indonesia dan para penyebar agama Islam di Indonesia yang telah wafat. Salah satu upaya berfaidah yang harus kita lakukan dalam mengenang jasa, menghormati, dan bersyukur atas perjuangan mereka demi para generasi-generasi bangsa Indonesia adalah dengan berdo’a dan berziarah kubur.

Wallâhu A’lam bis-shawâb.

Source: Pelangi

About admin

Check Also

Bashîrah; Alat Melihat Hakikat Allah Ta’ala

“Bila masih banyak kebingungan menghadapi berbagai masalah di dunia ini, apakah sebagai pertanda bahwa bashîrah ...