Sunday , October 17 2021
Home / Agama / Kajian / Dunia Itu Hanya Tiga Hari, Tiga Jam dan Tiga Nafas

Dunia Itu Hanya Tiga Hari, Tiga Jam dan Tiga Nafas

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَعَ التَّسْلِيْمِ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ فِى تَحْصِيْلِ الْعِنَايَةِ الْعَآمَّةِ وَالْهِدَايَةِ التَّآمَّةِ، آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Bismillâhirrahmânirrahîm
Wasshalâtu wassalâmu ‘alâ Muhammadin wa âlihî ma’at taslîmi wabihî nasta’înu fî tahshîlil ‘inâyatil ‘âmmati wal-hidâyatit tâmmah, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn.

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, kepadaNya kami memohon pertolongan dalam mencapai inayahNya yang umum dan petunjukNya yang sempurna, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn“.

Saudaraku terkasih, kehidupan dunia sungguh sangat melenakan dan melalaikan. Bukan soal kebendaannya, tapi gambar imajinernya.

Segala sesuatu yang memunculkan bentuk dan warna telah mempengaruhi pandangan mata. Dari sana munculah sosok imajiner yang memunculkan gambar-gambar di dalam kepala kita. Istilah sekarang disebut dengan sosok virtual.

Gambar-gambar imajinasi inilah yang memunculkan bayangan angan-angan di dalam kepala. Dari situlah kerusakan akal dan mental terjadi, dan fenomena itulah yang disebut sebagai dunia yang melalaikan.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah berwasiat kepada kita;

سِتَّةُ أَشْيَاءٍ تُحْبِطُ الْأَعْمَالَ: اَلْاِشْتِغَالُ بِعُيُوْبِ الْخَلْقِ، وَقُسْوَةُ الْقَلْبِ، وَحُبُّ الدُّنْيَا، وَقِلَّةُ الْحَيَاءِ، وَطُوْلُ الْأَمَلِ، وَظَالِمٌ لَا يَنْتَهِيْ ۞

“Ada 6 perkara yang bisa menggugurkan amalan; sibuk mencari aib manusia, kerasnya hati, cinta dunia, sedikit malu, panjang angan-angan, dan kezaliman yang tiada habisnya… “

Enam hal tersebut telah banyak menghiasi hari-hari dalam kehidupan manusia. Terlebih di era teknologi komunikasi yang tanpa batas ini. Semua serba virtual; komunikasi virtual, uang virtual, belajar virtual, pernikahan virtual, dst.

Fenomena akhir zaman telah menempatkan hampir semua bentuk dan warna kebendaan berada pada penampakan imajinatif yang masuk melalui dua indera manusia yakni mata dan telinga. Sosok benda imajinatif itu sangat mempengaruhi daya pikir dan logika sehat manusia.

Dari sanalah muncul bahaya-bahaya yang sejak dahulu sudah diwanti-wanti oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Para ulama menyimpulkan bahwa jika anda suka memperpanjang angan-angan, hanyut dalam lamunan yang tidak wajar, akan timbul empat hal berikut pada diri anda:

1. Meninggalkan taat kepada Allah SWT dan bermalas-malasan. Benarlah apa yang dikatakan Dawud At-Thai, “Barangsiapa takut ancaman Allah, maka yang jauh menjadi dekat. Dan barangsiapa yang panjang angan-angan, maka buruk amalnya.”

Yahya bin Mu’adz Ar-Razi mengatakan, “Panjang angan-angan (Thulul Amal) itu memutuskan setiap kebaikan, tamak mencegah dari setiap kebenaran, sabar membawa kepada keberuntungan dan nafsu mengajak kepada setiap kejahatan.”

2. Meninggalkan dan menunda-nunda tobat. Dengan entengnya anda berkata, “Nanti sajalah aku bertobat. Hari-hariku masih panjang, aku masih muda, usiaku baru sedikit, tobat berada di depanku dan aku mampu melaksanakannya kapan saja aku mau.” Padahal bisa jadi dihenyakkan oleh kedatangan ajal yang menjemputnya secara tiba-tiba, sementara ia masih berbuat dosa dan belum sempat memperbaiki amalnya.

3. Materialistis. Suka menimbun dan menumpuk-numpuk harta, sibuk mengurusi dunia dan melupakan akhirat. Abu Dzar ra berkata, “Aku bisa mati terbunuh oleh angan-angan akan suatu hari yang tidak sempat kutemui.” Kepadanya ditanyakan, “Bagaimana bisa begitu hai Abu Dzar?” Ia menjawab, “Karena angan-anganku melampaui batas umurku.”

4. Kekerasan hati. Hati menjadi keras dan melupakan akhirat. Sebab, jika anda berangan-angan akan kehidupan dan panjangnya umur anda, tentu anda menjadi tidak ingat kematian dan melupakan kuburan. Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah berkata, “Sesungguhnya yang paling aku takutkan dari anda ada dua hal, yaitu; panjang angan-angan dan mengikuti hawa nafsu.”

Nabi Isa as bersabda: “Dunia itu hanya tiga hari, yaitu hari yang telah berlalu, sementara anda tidak memiliki kekuasaan sedikitpun untuk mengendalikannya; hari esok yang tidak anda ketahui, apakah bisa menemukannya atau tidak; hari yang sedang anda jalani ini, maka pergunakannlah kesempatan ini sebaik-baiknya.”

Abu Dzar Al-Ghifari berkata, “Dunia itu hanya tiga jam (saat). Satu jam telah berlalu, satu jam sedang anda jalani, dan satu jam lagi anda tidak tahu, apakah anda menjumpainya atau tidak.”

Syekh Abu Bakar Al-Waraq, berkata,” Dunia itu hanya tiga nafas. Satu nafas telah berlalu membawa amal saleh yang telah anda kerjakan; satu nafas yang sedang anda jalani; dan satu nafas lagi, anda tidak mengetahuinya apakah anda dapat menjumpainya atau tidak. Sebab, banyak orang yang sedang bernafas, tiba-tiba dihentikan oleh kedatangan maut sebelum sempat bernafas kembali.”

Tidakkah anda sadar akan apa yang disabdakan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang Usamah berikut ini:

اِشْتَرَى أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ، مِنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ وَلِيْدَةً بِمِائَةِ دِيْنَارٍ إِلَى شَهْرٍ فَسَمِعْتُ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: أَلَّا تَعْجَبُوْنَ مِنْ أُسَامَةَ الْمُشْتَرِيْ إِلَى شَهْرٍ؟ إنَّ أُسَامَةَ لَطَوِيْلُ الْأَمَلِ، وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ مَا طَرَفْتُ عَيْنَايَ إِلَّا ظَنَنْتُ أَنَّ شِفْرِيَّ لَا يَلْتَقِيَانِ حَتَّى يُقْبِضَ اللّٰهُ رُوْحِيْ وَلَا رَفَعْتُ طَرْفِيْ فَظَنَنْتُ أَنِّي وَاضِعُهُ حَتَّى أُقْبِضَ وَلَا لَقَمْتُ لُقْمَةً إِلَّا ظَنَنْتُ أَنِّيْ لَا أَسْيَغُهَا حَتَّى أَغُصَّ بِهَا مِنَ الْمَوْتِ، ثُمَّ قَالَ: يَا بَنِيْ آدَمَ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُوْنَ فَعُدُّوْا أَنْفُسَكُمْ مِنَ الْمَوْتَى، وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ إِنَّ مَا تُوْعَدُوْنَ لَآتٍ وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِيْنَ [الأنعام : 134] ۞

“Tidakkah anda merasa heran kepada Usamah yang membeli dengan tempo sebulan? Sesungguhnya ia panjang angan-angan. Demi Allah, setiap aku meletakkan telapak kaki, aku menyangka bahwa aku tidak dapat mengangkatnya lagi. Dan setiap kali aku menyuap sesuap, aku menyangka bahwa aku tidak akan dapat menelan sesuap itu sampai aku tersusul oleh maut. Demi Allah yang menguasai diriku, segala apa yang Allah telah janjikan kepada anda pasti akan terjadi. Dan sekali-kali anda tidak akan dapat melemahkan kehendak Allah.”

Diceritakan, bahwa Zurarah bin Auf sesudah wafatnya pernah dimimpikan oleh seseorang yang bertanya: “Amal apakah yang paling utama menurut anda?” Zurarah menjawab, “Ridha dan pendek angan-angan.”

Maka dari itu, renungkanlah diri anda wahai saudaraku. Curahkanlah potensi anda pada pokok agama yang sangat urgen ini. Karena, pendek angan-angan (Qashrul Amal) adalah sesuatu yang sangat penting dan berpengaruh besar terhadap hati dan nafsu menuju kebaikan.

Kepada Allah SWT-lah kita memohon petunjuk dan pertolongan. Dia-lah sebaik-baik pemberi pertolongan, berkah anugerah dan rahmat-Nya. Semoga kita dimudahkan untuk menerima dan memahami segala petunjuk-Nya, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn.

Wallâhu A’lam.

About admin

Check Also

Wahai HambaKu

“Inilah amanah Allah untuk kita semua wahai sahabat” Oleh: H Derajat بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ...