Friday , April 23 2021
Home / Downloads / Download E-book Amalan Dzikir Tarekat Sammaniyah dari Guru Sekumpul

Download E-book Amalan Dzikir Tarekat Sammaniyah dari Guru Sekumpul

Pada kesempatan ini, ada baiknya kita mencoba menelisik peran Kyai Haji Muhammad Zaini Ghani bin Abdul Ghani bin H. Abdullah bin Mufti H. Muhammad Khalid bin Khalifah H. Hasanuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, atau lebih populer dipanggil dengan sebutan Abah Guru Sekumpul, Mursyid Tarekat Sammaniyah, dalam memperbaharui religiusitas masyarakat Banjar. Walaupun mungkin tidak pada tataran konsep atau pemikiran tapi hanya pada tataran amaliyah atau praktek keagamaan.

Humaidy Ibnu Sami, seorang Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin, memaparkan, setidaknya ada 5  pembaharuan religiusitas yang dilakukan Abah Guru Sekumpul. Pertama, beliau telah melakukan pembaharuan dalam bentuk membangkitkan kembali Mangaji Baduduk (Majelis) sebagai jenis pendidikan non formal yang hampir tenggelam karena diserbu oleh lembaga pendidikan formal dan semi-formal seperti pesantren, madrasah dan sekolah.

Majelis pengajian di Sekumpul, Martapura yang massal dan kolosal, kemudian telah menjalar dan menumbuhkan banyak majlis di mana-mana bak cendawan berkembang di musim hujan. Majelis atau Mangaji Baduduk kembali digandrungi oleh masyarakat Banjar menyaingi lembaga-lembaga pendidikan formal dan semi-formal. Beliau sepertinya merevitalisasi Mangaji Baduduk yang pernah ditradisikan Datu Kalampayan (Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari), di Kampung Dalam Pagar, Martapura.

Kedua, beliau memperbaharui ritual sehabis setiap salat fardu seusai membaca wirid dan doa, yang asalnya berdiam merenung atau tafakkur diganti dengan membaca rabbighfirlii wa waalidayya 7 kali, Allahummaghfir lil mu’minin 10 kali, Ya Allahu biha 3 kali, laa ilaaha illallaah 3 kali, Muhammadarrasulullah Saw 1 kali, di tambah fi kulli lamhatin 3 kali, jazallah 3 kali dan Allaahumma baarik lii fil maut wa fiimaa ba’dal maut 3 kali.

Kemudian, dalam shalat sunat Hajat, sehabis fatihah pada rakaat pertama beliau menganjurkan membaca Ayat Kursi dan pada rakaat kedua sehabis fatihah membaca Ayat Aamanar Rasul. Dahulu lazimnya yang dibaca sehabis fatihah adalah membaca surah Al-Kafirun 11 kali untuk raka’at pertama dan surah Al-Ikhlas 11 kali untuk rakaat kedua.

Ketiga, beliau memperbaharui seni membaca Maulid Nabi Muhammad Saw. Jika sebelumnya orang bermaulid memakai Syaraful Anam, Barzanji karya Sayyid Ja’far Al-Barjanzi, Diba’i karya Syekh Abdurrahman Ad-Diba’i dan Al-Burdah karya Imam Busyiri, beliau menggesernya lebih membaca Simtudh Dhurar atau Al-Habsyi karya Habib Ali Al-Habsyi. Kebetulan beliau mempunyai suara merdu dan sangat pandai ilmu ‘Arudl hingga beliau banyak melahirkan dan menciptakan lagu-lagu maulid yang asyik dan indah. Beliau juga, kemudian mengkombinasikan antara syair-syair Al-Habsyi dan Syaraful Anam, Barzanji, Diba’i dan Burdah hingga menjadi sangat menarik.

Tidak salah, jika Emha Ainun Najib, Habib Syekh dan banyak lagi penyanyi qasidah meminjam dan meniru lagu beliau. Dengan modal suara beliau yang sangat bagus dan merdu maulid Al-Habsyi menjadi digemari. Bermunculan banyak kelompok maulid habsyi, di wilayah Kalimantan Selatan bahkan menular sampai ke provinsi Kalimantan yang lain. Bukan hanya sampai di situ, beliau juga yang pertama kali menghidupkan kembali pembacaan maulid diiringi dengan irama musik bahkan tidak hanya tepukan terbang dan gendang juga alat musik lain seperti mandolin, biola, gitar, akurdion, organ dan piano.

Keempat, beliau juga memperbaharui Tarekat Sammaniyah dengan melakukan penyederhanaan doktrin dan tatacara bertarekat, tidak serumit yang tertera di dalam kitab Hidayatus Salikin dan Siyarus Salikin karya Syekh Abdussamad Al-Falembani. Dalam bai’ah masuk tarekat Sammaniyah bisa beliau lakukan secara massal dengan syarat mudah. Demikian juga, dalam memberikan ijazah bisa secara massal pula. Hanya seorang Mursyid yang berada pada maqam tertinggi dari tarekat Sammaniyah saja, yang memiliki otoritas dan wewenang menyelenggarakan baiat dan pemberian ijasah kepada murid-muridnya dengan sederhana.

Kemudian, jumlah bacaan zikir untuk pemula atau awam yang biasanya 100 sampai 300 kali beliau ganti cukup 73 kali saja. Lalu, irama gerakan kepala ketika berzikir saat membaca la kepala berada di sebelah kiri dan saat illallah kepala dihentak ke sebelah kanan beliau silahkan ganti bagaimana enaknya saja. Di tangan beliau, masuk tarekat menjadi sangat mudah, sederhana dan tidak memberatkan sama sekali.

Kelima, beliau juga memperbaharui pembacaan Manaqib Syekh Samman  yang dahulunya sepi hanya dibaca setahun sekali dan dihadiri hanya sedikit orang menjadi sangat ramai dan dibaca hampir setiap bulan bahkan ada yang mingguan. Saat beliau hidup dan berada di Sekumpul, setiap tahun beliau menghauli Syekh Samman dengan acara besar-besaran bahkan menjadi semacam pertemuan rutin jamaah tarekat Sammaniyah sedunia.

Karena saat itu berdatangan mursyid-mursyid tarekat Sammaniyah dari berbagai daerah Nusantara dan dari berbagai belahan negara muslim di dunia. Di sana waktu itu, acara intinya adalah pembacaan Manaqib Syekh Samman di tengah ribuan jamaah.

Di bawah ini adalah ebook tentang dzikir-dzikir dan Amalan Tarekat Sammaniyah yang diijazahkan secara umum oleh Abah Guru Sekumpul dan kami himpun (Pasulukan Loka Gandasasmita) menjadi sebuah ebook. Silahkan didownload atau sekedar dibaca secara online di sini:

Download:

About admin

Check Also

Kitab Tanwir al-Qulub: Penerang Hati dalam Kegelapan (Pegangan Pengikut Tarekat Naqsyabandiyah)

Oleh: H. Derajat بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَعَ التَّسْلِيْمِ وَبِهِ ...