Home / Ensiklopedia / Analisis (page 30)

Analisis

July, 2017

  • 30 July

    Beragama Dalam Konteks Indonesia

    Fakta bahwa Indonesia terdiri dari beragam budaya, berbagai suku dan bahasa, berbilang agama dan keyakinan adalah ketetapan takdir dari Tuhan yang tak bisa diubah. Segala upaya setulus dan sekeras apa pun, baik secara individu maupun kelompok, untuk melawan takdir ini tidak hanya akan membuahkan kegagalan, tetapi dapat menciptakan musibah sosial ...

  • 29 July

    Membaca Golkar Dari Persepsi Intelijen Setelah Setnov Tersangka

    Berita besar politik pada bulan Juli 2017 adalah ditetapkannya Ketua Umum Golkar, Setya Novanto (Setnov) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP. Ketua KPK Agus Rahardjo menyampaikan secara resmi pada hari Senin (17/7/2017) telah memiliki bukti  penetapan tersebut. “Kami bawa (Setya Novanto) ke penyidikan ini tidak serampangan. Kami punya dua ...

  • 20 July

    Orang Islam di Majapahit

    Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam salah satu tulisan yang dibukukan dengan judul “Membaca Sejarah Nusantara, 25 Kolom Sejarah Gus Dur” (Yogyakarta: LKiS, 2010), pada halaman 22–24 menjelaskan tentang perang Jawa-Tiongkok. Secara jeli Gus Dur menjelaskan tentang islamisasi Jawa. Bahwa alasan politik kekuasaan kurang rasional dalam perang Jawa-Tiongkok, yang mungkin adalah ...

  • 7 July

    Korupsi, Racun Mematikan Bagi Manusia dan Negara

    Apa yang paling ditakuti pejabat tapi sekaligus disukai? ‘Jawabannya’ korupsi. Tapi memang jalan pintas termudah mendapat uang adalah dengan memanfaatkan jabatan, memanfaatkan kesempatan selama berkuasa. Walaupun tetap ada juga pejabat yang bertahan pada posisi ingin bersih dari upaya pemanfaatan atau dimanfaatkan terkait jabatannya. Uang hasil korupsi itu manis tetapi beracun. ...

April, 2017

  • 21 April

    Negara Islam, Adakah Konsepnya?

    Ada pertanyaan sangat menarik untuk diketahui jawabannya; apakah sebenarnya konsep Islam tentang negara? Sampai seberapa jauhkah hal ini dirasakan oleh kalangan pemikir Islam sendiri? Dan, apakah konsekuensi dari konsep ini jika memang ada? <>Rangkaian pertanyaan di atas perlu diajukan di sini, karena dalam beberapa tahun terakhir ini banyak diajukan pemikiran ...

March, 2017

  • 9 March

    Melawan Hegemoni Kolonialis

    Apa sebab Indonesia bisa dijajah cukup lama oleh kolonialisme Belanda? Banyak orang yang bilang, Indonesia kala itu kalah unggul di bidang teknologi, khususnya teknologi kemiliteran. Juga karena kolonalisme menguasai pengetahuan modern kala itu. Penjelasan itu ada benarnya, tetapi belum memadai. Belanda hanyalah negeri kecil di Eropa sana; luasnya hanya seperempat ...

  • 6 March

    Kesalahan Logika (Logical Fallacy)

    Kesalahan logika yang dalam bahasa Inggris disebut ‘logical fallacy’ -adanya bias secara kognitif- adalah hal yang seharusnya bisa dihindari. Namun justru umum dijumpai dalam setiap perdebatan, mulai dari yang disiarkan di tivi, debat di warung kopi, debat di SMA, sampai pada debat di sosial media. Bahkan oleh kaum intelektual sekalipun. ...

February, 2017

  • 11 February

    Tantangan Moral Anak Bangsa

    Sekitar tahun 2002, ketika buku Jakarta Undercover (2002), karya Muammar MK, masih dipasarkan secara indie dan belum menjadi buku best-seller, penulis menyampaikan kepada pengurus MUI DKI tentang isi buku tersebut. Tujuan penulis adalah untuk bahan masukan kepada MUI tentang fenomena pergaulan bebas (free sex) di masyarakat yang sudah begitu parah, ...

January, 2017

  • 25 January

    Bahaya Serbuan Tenaga Kerja Asing

    Sempat geger di negeri ini terkait ‘hoax’ jumlah TKA Cina. Saling lempar data dan tanggung jawab seolah dipraktekkan penguasa. Keberadaan jumlah tenaga kerja asing legal dan ilegal yang meningkat terus, membuat risau, dan gusar sebagian masyarakat indonesia. Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), pada Tahun ...

  • 19 January

    Ancaman Radikalisme Islam di Indonesia (Bagian Kedua Habis)

    Deradikalisasi memiliki dua makna: pemutusan (disengagement) dan deideologisasi (deideologization). Pemutusan artinya mendorong kalangan radikal untuk mereorientasi diri melalui perubahan sosial-kognitif sehingga mereka meninggalkan norma, nilai, aspirasi dan perilaku yang diikuti sebelumnya, menuju norma baru. Sedangkan deideologisasi dimengerti sebagai kontra ideologi yang mengacu pada upaya menghentikan pemahaman dan penyebaran ideologi radikal.[1] ...