Home / Agama / Improvisasi Salik / Bashîrah; Alat Melihat Hakikat Allah Ta’ala

Bashîrah; Alat Melihat Hakikat Allah Ta’ala

“Bila masih banyak kebingungan menghadapi berbagai masalah di dunia ini, apakah sebagai pertanda bahwa bashîrah kita tertutup melihat Allah ? jawabnya IYA”

Oleh: H. Derajat*

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَعَ التَّسْلِيْمِ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ فِى تَحْصِيْلِ الْعِنَايَةِ الْعَآمَّةِ وَالْهِدَايَةِ التَّآمَّةِ، آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Bismillãhirrahmãnirrahîm
Wasshalãtu wassalãmu ‘alã Muhammadin wa ãlihî ma’at taslîmi wabihî nasta’înu fî tahshîlil ‘inãyatil ‘ãmmati wal-hidãyatit tãmmah, ãmîn yã Rabbal ‘ãlamîn.

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, kepadaNya kami memohon pertolongan dalam mencapai inayahNya yang umum dan petunjukNya yang sempurna, ãmîn yã Rabbal ‘ãlamîn“.

Renungan Hari Ini: “sesungguhnya orang-orang yang bashirahnya terbuka melihat Allah maka kehidupannya pasti bahagia dan tenang menghadapi persoalan apapun”.

Bashîrah adalah istilah teknis agama untuk “mata hati” yang memiliki fungsi spesifik. Di dalam Al-Quran terdapat banyak kata tentang “bashîrah“, misalkan dalam Surah Al-Israa’ [17]: 72 dikatakan,

وَمَنْ كَانَ فِيْ هٰذِهٖٓ اَعْمٰى فَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ اَعْمٰى وَاَضَلُّ سَبِيْلًا ۞

Dan barangsiapa yang buta (a’mã) di dunia, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta dan lebih tersesat jalannya“.

Meski seseorang bisa melihat hingga ke ujung dunia atau dapat menembus langit yang tujuh, namun bila masih bingung dengan kehidupan, maka itu sebuah penanda bahwa bashîrah kita masih tertutup.

Karena bashîrah itu bukan untuk melihat hal-hal di luar diri, tetapi untuk melihat kebenaran hakikat. Bashîrah adalah untuk melihat Al-Haqq dalam segala sesuatu, dalam segenap ufuk dan dalam dirinya. Sebagaimana firman-Nya:

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ ۞

“Akan Kami perlihatkan kepada mereka ayat-ayat Kami di segenap ufuk dan pada nafs-nafs mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa semua itu adalah Al-Haqq. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (Q.S. Fushshilat [41]: 53)

Mursyid kami Syeikh Ibnu Athaillah As-Sakandari pernah berkalam dalam kitabnya Al Hikam :

اِجْتِهَادُكَ فِيمَا ضُمِنَ لَكَ، وَ تَقْصِيْرُكَ فِيمَا طُلِبَ مِنْكَ، دَلِيْلٌ عَلَى انْطِمَاسِ الْبَصِيْرَةِ مِنْكَ

Kesungguhanmu pada apa-apa yang telah Dia Ta’ala jamin bagimu, dan kelalaianmu pada apa-apa yang Dia Ta’ala tuntut darimu, merupakan bukti atas lenyapnya bashirah darimu!

Yang makna jelasnya bahwa apabila kita terlalu ngoyo ingin mendapatkan sesuatu padahal Allah telah menjamin bahwa hal tersebut adalah memang akan menjadi milikmu, demikian juga sebaliknya, apabila kita lalai pada sesuatu padahal hal tersebut merupakan kewajiban yang dituntut Allah dari diri kita maka hal ini merupakan tertutupnya bashîrah kita dari melihat hakikat ketuhanan dan itu merupakan adzab bagi orang-orang yang faham lagi alim.

Sebagaimana hal tersebut telah dikatakan dalam Al-Qur’an:

خَتَمَ اللّٰهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ ۞

“Allah telah mengunci mati qalb-qalb mereka dan telinga-telinga mereka, dan bashirah-basirah mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 6)

Ku akhiri risalah kecil ini dengan do’a:

Wahai Yang Maha Pelindung, lindungilah dan amankan kami bersama mereka yang teguh. Ampunilah kami dari semua yang Engkau tahu tentang kami dan berikan kami setiap pemberian. Ya Allah, ganti dosa-dosa kami dan akibatnya dengan perbuatan baik.

Ya Allah, kami mendengar dan mematuhi, maka bimbinglah kami menuju kebenaran. Tuhan kami, beri kami kebaikan di dunia ini dan akhirat. Dan berikan kami keyakinan yang tinggi disertai keselamatan yang sempurna. Perbaikilah selalu yang rusak dan angkat segala gangguan. Petunjuk, perhatian dan kenikmatan datang dari Engkau dengan melimpah. Apapun yang Engkau kehendaki pasti terjadi, maka pandangi kami dengan rahmat-Mu.

Rahmati kami Tuhanku, dengan menerima amal-amal dan doa-doa kami. Hingga kami masuk bersama Thaha (Nabi Muhammad) dan keluarganya di barisan terkemuka (terdepan) untuk bersama mereka dan di antara mereka selalu dalam kehidupan ini dan di akhirat. Ãmîn yã Rabbal ‘ãlamîn.

Wallãhu A’lamu bish-Shawãb.

___________

* Ketua Pasulukan Loka Gandasasmita

About admin

Check Also

Alangkah Jarangnya Orang yang Bisa Bertemu Guru Mursyid

“Apabila Allah telah merahmatimu dengan pertemuan seorang Guru Mursyid, ikutilah dan taatilah karena dia adalah ...