Home / Ensiklopedia / Analisis / Analisis dan Identifikasi Ya’juj dan Ma’juj (Bagian 1)
Ilustrasi Akibat Perang Nuklir

Analisis dan Identifikasi Ya’juj dan Ma’juj (Bagian 1)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَعَ التَّسْلِيْمِ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ فِى تَحْصِيْلِ الْعِنَايَةِ الْعَآمَّةِ وَالْهِدَايَةِ التَّآمَّةِ، آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Bismillãhirrahmãnirrahîm
Washshalãtu wassalãmu ‘alã Muhammadin wa ãlihî ma’at taslîmi wabihî nasta’înu fî tahshîlil ‘inãyatil ‘ãmmati wal-hidãyatit tãmmah, ãmîn yã Rabbal ‘ãlamîn.

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, kepadaNya kami memohon pertolongan dalam mencapai inayahNya yang umum dan petunjukNya yang sempurna, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn“.

Saudaraku yang dirahmati Allah SWT, di zaman yang sudah mulai terasa tanda-tanda akhirnya ini, ada baiknya mari kita telaah lebih mendalam tentang apa, siapa dan bagaimana kemunculan Ya’juj dan Ma’juj sebagaimana disebutkan dalam Nash Al-Qur’an dan Hadits.

Pada sekitar abad 8, hanya sekitar satu abad sejak meninggalnya Nabi Muhammad SAW, secara aneh ada suatu suku bangsa di Eropa Timur yang tiba-tiba mengaku sebagai suku Yahudi ke 13. Siapakah Yahudi palsu atau Yahudi jadi-jadian ini secara panjang lebar bisa dibaca dalam buku The 13th Tribe karya Arthur Koestler , profesor di London University.

Analisa dan identifikasi Ya’juj dan Ma’juj ini adalah kajian yang sangat panjang. Jadi kami bagi dalam 3 bagian. Anda harus menuntaskan semuanya jika ingin memahaminya secara menyeluruh.

Al-Qur’an surat Al-Anbiya ayat 95-96 telah menjelaskan bahwa Ya’juj dan Ma’juj telah lama dilepaskan dari dinding kokoh yang terbuat dari besi dan tembaga, yang telah diceritakan dalam Surat Al-Kahfi ayat 83-99. Hadist Shahih juga menjelaskan bahwa Ya’juj dan Ma’juj dilepas saat dunia masih normal, bukan dekat kiamat.

Banyak sekali orang yang mencoba menjelaskan tentang Ya’juj dan Ma’juj, tapi hampir tidak ada yang berhasil secara gamblang menyimpulkan segala aspeknya secara menyeluruh. Kebanyakan hanya mengupas potongan puzzel. Kita akan mencoba memahaminya secara menyeluruh.

Umumnya, Ya’juj dan Ma’juj digambarkan pakai baju besi bawa tombak dan panah, kebal senjata, dan membunuh siapa saja yang ditemui. Parahnya lagi, menganggap akan dilepas menjelang kiamat. Kesalahan metode yang digunakan menjadi penyebabnya. Dukungan pengetahuan geopolitik dan sejarah dunia sangat membantu.

Gambaran dinding Ya’juj dan Ma’juj dalam Surat Al-Kahfi 83-99 bisa jadi adalah gambaran simbolik yang tidak bisa dipahami secara harfiah, misalnya benar-benar bahwa Ya’juj dan Ma’juj dikurung di antara dua gunung dan dinding besi dan tembaga.

Hal ini didukung sebuah fakta bahwa dalam era canggih sekarang di mana nomor plat mobil pun bisa dibaca dari kamera satelit tapi kenyataannya tidak pernah ditemukan reruntuhan dinding besi yang besarnya setinggi gunung itu. Dinding iman yang kokoh diperlukan untuk menghadapi gempuran kekuatan besar mereka.

Perbedaan Akhir Zaman dan Hari Kiamat

Agar tidak membingungkan dalam memahami Ayat dan Hadits yang akan kita kutip, perlu kita pahami dulu perbedaan “Akhir Zaman” dan “Hari Kiamat”. Masa akhir zaman adalah sejak Nabi Muhammad SAW diangkat sebagai Nabi sampai berakhirnya kekhalifahan akhir zaman yang diprakarsai Imam Mahdi dan Nabi Isa ‘alaihimas salãm.

Menurut Hadits Shahih, umur kekhalifahan akhir zaman adalah 7 tahun, dan setelah itu umat beriman akan diwafatkan secara bersama-sama, dan tinggallah orang kafir yang akan mengalami proses-proses kiamat.

Tidak satupun Hadits dan ayat Al-Qur’an yang menerangkan berapa lama jarak antara berakhirnya kekhalifahan akhir zaman dengan hari Kiamat. Nabi Isa AS nanti yang akan menjelaskan rincian proses-proses kiamat.

وَاِنَّهٗ لَعِلْمٌ لِّلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُوْنِۗ هٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌ ۞

“Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.” (Q.S. Az-Zukhruf [43]: 61).

Mereka Sudah Lama Dilepas

Kita akan kilas balik dulu, saat 2000 tahun lalu, ketika Allah mengusir Bani Israel dari Yerussalem, karena dalam satu masa mereka berusaha membunuh 3 Nabi yaitu Nabi Zakaria, Nabi Yahya dan Nabi Isa ‘alaihimus salãm dan hanya Nabi Isa AS yang diselamatkan Allah. Setelah Allah mendatangkan tentara Romawi untuk menghancurkan Yerussalem Allah mengusir Bani Israel dari Yerussalem, mereka kemudian mengungsi dan menyebar ke seluruh dunia dan sebagian besar ke Eropa.

Kita simak ayat yang sangat penting untuk memulai telaah Ya’juj dan Ma’juj :

وَحَرٰمٌ عَلٰى قَرْيَةٍ اَهْلَكْنٰهَآ اَنَّهُمْ لَا يَرْجِعُوْنَ ۞ حَتّٰىٓ اِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوْجُ وَمَأْجُوْجُ وَهُمْ مِّنْ كُلِّ حَدَبٍ يَّنْسِلُوْنَ ۞

“Ada larangan kepada penduduk suatu negeri (Jerussalem) yang telah kami hancurkan bahwa mereka tidak akan kembali”. “Yaitu sehingga dibuka tembok yang menghalang Ya’juj dan Ma’juj, serta mereka turun dari tiap-tiap tempat yang tinggi”. (Q.S. Al-Anbiya [21]: 95-96)

Surat al-Anbiya 95-96 itu menerangkan, bahwa kepulangan orang Yahudi ke Yerussalem, akan terjadi setelah Ya’juj dan Ma’juj telah dilepas (tembok sudah dibuka).

Faktanya, orang-orang Yahudi telah kembali ke Yerussalem setelah perang dunia pertama (tahun 1917) dan mendirikan negara Israel tahun 1948. Ini berarti jauh sebelum itu, Ya’juj dan Ma’juj sudah dilepas. Lalu siapakah mereka itu ?

Dalam ayat ini, Allah menjelaskan adanya hubungan yang spesifik antara kembalinya Umat Yahudi ke Yerussalem dengan dilepasnya Ya’juj dan Majuj.

Kalimat “turun dari tempat yang tinggi” (dalam Surat al-Anbiya di atas), kita bahas terpisah dalam kajian lain yang berjudul: “Ya’juj dan Ma’juj adalah Penyelenggara Perang Nuklir”.

Hanya ada dua Surat yang menyebut kata Ya’juj dan Ma’juj, yaitu Surat Al-Kahfi dan Al-Anbiya. Surat Al-Kahfi mengidentifikasi lokasi asal, karakter dan sepak terjang mereka, sementara Surat Al-Anbiya menjelaskan kapan waktunya mereka dilepas.

Untuk memperkuat kesimpulan bahwa mereka sudah dilepas, kita kutip beberapa Hadits Shahih yang menjelaskan bahwa sejak zaman Nabi Muhammad SAW pun dinding Ya’juj dan Ma’juj itu sudah mulai dibuka. Kita juga dibantu bahwa situasi-situasi yang disebut dalam Hadist tentang “Penghancuran Bangsa Arab” adalah sudah dan sedang terjadi sejak 15 tahun ini (Iraq, Libiya, Yaman, Suriah dsb.).

Simak Hadits Rasulullah SAW di bawah ini:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ عُقَيْلٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ، أَنَّ زَيْنَبَ ابْنَةَ أَبِي سَلَمَةَ، حَدَّثَتْهُ عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ بِنْتِ أَبِي سُفْيَانَ، عَنْ زَيْنَبَ ابْنَةِ جَحْشٍ ـ رَضِيَ اللهُ عَنْهُنَّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْه وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهَا فَزِعًا يَقُولُ ‏”‏ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدِ اقْتَرَبَ فُتِحَ الْيَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِثْلُ هَذِهِ ‏”‏‏.‏ وَحَلَّقَ بِإِصْبَعِهِ الإِبْهَامِ وَالَّتِي تَلِيهَا‏.‏ قَالَتْ زَيْنَبُ ابْنَةُ جَحْشٍ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَهْلِكُ وَفِينَا الصَّالِحُونَ قَالَ ‏”‏ نَعَمْ، إِذَا كَثُرَ الْخُبْثُ ‏”‏‏

“Telah bercerita kepada kami Yahya bin Bukair telah bercerita kepada kami Al-Laits dari ‘Uqail dari Ibnu Syihab dari ‘Urwah bin Az-Zubair bahwa Zainab binti Abu Salamah bercerita kepadanya dari Ummu Habibah binti Abu Sufyan dari Zainab binti Jahsy RA., bahwa Nabi shallallãhu ‘alaihi wa sallam datang kepadanya dengan gemetar sambil berkata: “Lã ilãha illallãh, celakalah bangsa Arab karena keburukan yang telah dekat, hari ini telah dibuka benteng Ya’juj dan Ma’juj seperti ini”. Beliau memberi isyarat dengan mendekatkan telunjuknya dengan jari sebelahnya. Zainab binti Jahsy berkata, Aku bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah kita akan binasa sedangkan di tengah-tengah kita banyak orang-orang yang shalih?”. Beliau menjawab: “Ya, benar, jika keburukan telah merajalela”. (HR Bukhari dan Muslim)

Pada Zaman Nabi pun diceritakan bahwa mereka sudah hampir dilepas :

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا ابْنُ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يُفْتَحُ الرَّدْمُ رَدْمُ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِثْلُ هَذِهِ وَعَقَدَ وُهَيْبٌ تِسْعِينَ

“Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Ismail] telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Thawus] dari [ayahnya] dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, dari Nabi shallallãhu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Benteng Ya’juj dan Ma’juj dibuka seperti ini.” Wuhaib mengilustrasikan jarinya dengan membentuk sembilan puluh”. (HR. Bukhari)

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ حَبِيبَةَ بِنْتِ أُمِّ حَبِيبَةَ بِنْتِ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ أُمِّهَا أُمِّ حَبِيبَةَ عَنْ زَيْنَبَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سُفْيَانُ أَرْبَعُ نِسْوَةٍ قَالَتِ اسْتَيْقَظَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ نَوْمٍ وَهُوَ مُحْمَرٌّ وَجْهُهُ وَهُوَ يَقُولُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدْ اقْتَرَبَ فُتِحَ الْيَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِثْلُ هَذِهِ وَحَلَّقَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَهْلِكُ وَفِينَا الصَّالِحُونَ قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَمْ إِذَا كَثُرَ الْخَبَثُ

“Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az-Zuhri] dari [Urwah] dari [Zainab binti Abu Salamah] dari [Habibah binti Ummu Habibah biti Abu Sufyan] dari ibunya [Ummu Habibah] dari [Zainab] isteri Nabi shallallãhu ‘alaihi wa sallam, Sufyan menyebutkan, “Empat orang wanita.” Ia (isteri Nabi) Berkata, “Nabi shallallãhu ‘alaihi wa sallam bangun dari tidurnya dengan wajah merah sambil bersabda: “Lã Ilãha Illallãh, celakalah orang-orang arab dari keburukan yang telah dekat, hari ini telah dibukakan pemisah antara Ya’juj dan Ma’juj seperti ini”. Kemudian Nabi membuat lingkaran, maka aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita akan dibinasakan padahal ada orang-orang shalih di tengah-tengah kita?” Nabi shallallãhu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Ya, apabila kerusakan sudah merajalela.” (H.R. Ahmad)

Penghancuran bangsa Arab sudah dan sedang terjadi sejak lima belas tahun lalu; Iraq, Libiya, Suriah, Yaman, Sudan, Somalia, dsb.

Bukan Dilepas Menjelang Kiamat

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ عَنْ الْحَجَّاجِ بْنِ حَجَّاجٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي عُتْبَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيُحَجَّنَّ الْبَيْتُ وَلَيُعْتَمَرَنَّ بَعْدَ خُرُوجِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ تَابَعَهُ أَبَانُ وَعِمْرَانُ عَنْ قَتَادَةَ وَقَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ شُعْبَةَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى لَا يُحَجَّ الْبَيْتُ وَالْأَوَّلُ أَكْثَرُ سَمِعَ قَتَادَةُ عَبْدَ اللَّهِ وَعَبْدُ اللَّهِ أَبَا سَعِيدٍ

“Sungguh pasti akan ada yang berhaji dan ‘umrah ke Baitullah (Ka’bah) bahkan setelah keluarnya Ya’juj dan Ma’juj”. Hadis ini dikuatkan oleh Aban dan ‘Imran dari Qatadah dan berkata, ‘Abdurrahman dari Syu’bah berkata: “Tidak akan terjadi hari akhir (Kiamat) hingga tidak ada yang berhajji ke Baitullah (Ka’bah).” (HR Al-Bukhari No 1490, Kitab Haji).

Hadits ini makin menguatkan Ayat & hadits sebelumnya, bahwa Ya’juj dan Ma’juj tidak dilepas menjelang kiamat, di mana digambarkan saat dunia masih normal (saat ibadah haji masih berjalan normal).

Kesalahan pemahaman karena hanya melihat hadits yang menyebut, bahwa mereka akan dihancurkan Allah ketika Nabi Isa AS sudah turun kembali.

Ciri-Ciri dan Sepak Terjang Ya’juj dan Ma’juj

Berikut adalah ciri dan sepak terjang Ya’juj dan ma’juj yang kita simpulkan dari Ayat Qur’an dan Hadits:

  1. Mereka penindas bangsa lemah yang selalu membuat kerusakan (fasad) di muka bumi. (Surat Al-Kahfi-93-94 dan Hadits Shahih).
  2. Mereka adalah manusia biasa dan mempunyai pengikut yang banyak (Hadits).
  3. Mempunyai kekuatan yang luar biasa, tidak ada yang bisa mengalahkannya kecuali Allah SWT (Hadits).
  4. Mereka berasal dari dari suatu daerah di dekat dua pegunungan dan laut hitam (Al-Kahfi: 93 dan 86).
  5. Mereka akhirnya menggunakan Yerussalem (Israel) sebagai pusat komandonya (Al-Anbiya 95-96 dan Hadits).
  6. Mereka menindas setiap manusia lewat setiap pemimpin/petinggi di seluruh dunia (Al-Quran dan Hadits).
  7. Mereka mengendalikan dunia dari balik layar (Hadits).
  8. Mereka akan menghancurkan bangsa Arab (Hadits).
  9. Mereka akan melakukan pembantaian baik terhadap bangsa-bangsa yang lemah dan juga bangsa-bangsa yang kuat (Hadits).
  10. Mereka akan dibinasakan oleh Allah SWT saat Nabi Isa AS sudah turun kembali ke bumi (Hadits).

Mereka Penindas dan Selalu Membuat Kerusakan dimuka Bumi

Kita lihat Al-Qur’an Surat Al-Kahfi ayat 93-94 di bawah:

حَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ بَيْنَ السَّدَّيْنِ وَجَدَ مِنْ دُوْنِهِمَا قَوْمًاۙ لَّا يَكَادُوْنَ يَفْقَهُوْنَ قَوْلًا ۞ قَالُوْا يٰذَا الْقَرْنَيْنِ اِنَّ يَأْجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ مُفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلٰٓى اَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا ۞

“Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan (93). Mereka berkata: “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara mereka?”. (QS. Al-Kahfi [18]: 93-94)

Kalimat “kaum yang tidak mengerti pembicaraan” adalah kalimat untuk menggambarkan kaum yang terisolir.

Kemudian simak pula Hadits Rasulullah SAW di bawah ini:

إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِنْ وَلَدِ آدَمَ وَلَوْ أُرْسِلُوا لَأَفْسَدُوا عَلَى النَّاسِ مَعَايِشَهُمْ وَلَنْ يَمُوتَ مِنْهُمْ رَجُلٌ إِلاَّ تَرَكَ مِنْ ذُرِّيَّتِهِ أَلْفًا فَصَاعِدًا

“Sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj dari keturunan Adam. Sekiranya mereka dilepas niscaya mereka akan merusak kehidupan manusia. Dan tidak mati salah seorang dari mereka melainkan ia meninggalkan dari keturunannya seribu atau lebih.” (HR. Ath-Thabarani).

Wallãhu A’lamu bish-Shawãb

____________

Source: Analisa Akhir Zaman
Catatan: Artikel ditayangkan setelah penyuntingan dan pengeditan seperlunya

About admin

Check Also

Mengabdi Pada Tuhan Dengan Cara yang Simpel

“Apapun peranmu, apapun jabatanmu, dan apapun rutinitas hidupmu, bila dilakukan dengan baik serta disempurnakan agar ...