Friday , April 23 2021
Home / Relaksasi / Renungan / Ahli Maksiat Bertaubat di Penghujung Ajal

Ahli Maksiat Bertaubat di Penghujung Ajal

Oleh: H. Derajat

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Allahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad wa ‘ala aali Sayyidina Muhammad.

Kifl adalah ahli maksiat yang di akhir hayatnya mendapat karunia dari Allah SWT berupa ampunan dari segala dosanya. Kisah Kifl pernah dikisahkan Rasulullah kepada para sahabatnya saat halaqahnya ba’da shalat.

Muhammad Nur Abdullah Hafiz Suwaid dalam bukunya “Prophetic Parenting; Cara Nabi Mendidik Anak” mengatakan kisah Kifl diriwayatkan at-Tirmidzi.

عَنْ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ، قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كَانَ الْكِفْل مِنْ بَنِي إِسْرَائِيْلَ لَا يَتَوَّرَع مِنْ ذَنْبٍ عَمَلُهُ، فَأَتَتْهُ امْرَأَةٌ فَأَعْطَاهَا سِتِّيْنَ دِيْنَارًا عَلَى أَنْ يَطَأَهَا.. فَلَمَّا قَعَدَ مِنْهَا مَقْعَدَ الرَّجُلِ مِنْ اِمْرَأَتِهِ أَرْعَدَتْ وَبَكَتْ فَقَالَ: مَا يُبْكِيْكِ أَكَرَهْتُكِ؟ قَالَتْ: لَا، وَلٰڪِنَّهُ عَمَلٌ مَا عَمِلْتُهُ قَطٌّ، وَمَا حَمَلَنِي عَلَيْهِ إِلَّا الْحَاجَةُ، فَقَالَ: تَفْعَلِيْنَ أَنْتِ هٰذَا وَمَا فَعَلْتُهُ، اِذْهَبِي فَهِيَ لَكَ وَقَالَ: لَا وَاللّٰهِ لَا أَعْصِي اللّٰهَ بَعْدَهَا أَبَدًا. فَمَاتَ مِنْ لَيْلَتِهِ فَأَصْبَحَ مَكْتُوْبًا عَلَى بَابِهِ إِنَّ اللّٰهَ قَدْ غَفَرَ لِلْڪِفْلِل

Dari Abdullah bin Umar RA bahwa dia mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sebelum zaman kalian, ada seorang bernama Kifl,” kata Nabi mengawali kisahnya. Nabi melanjutkan kisahnya di hadapan para sahabat yang dicintainya. Para sahabat menyimak dengan baik agar bisa mengambil pelajaran dari apa yang disampaikan Rasulullah.

“Dia tidak pernah menolak untuk melakukan kemaksiatan. Dia pernah mendatangi seorang wanita yang ia ketahui sedang membutuhkan (uang). Ia memberinya banyak uang.” Dalam riwayat lain disebutkan 60 dinar.

Muhammad Nur menceritakan, ketika Kifl ingin manidurinya, wanita itu gemetar dan menangis. Melihat keadaan itu Kifl bertanya.

“Apa yang membuatmu menangis?”

Wanita itu menjawab, “Perbuatan ini belum pernah kulakukan sebelumnya. Tidak ada yang memaksaku melakukannya selain kebutuhan (karena terpaksa).”

Kifl berkata. “Engkau melakukan hal ini (menangis) karena takut kepada Allah? Aku lebih patut untuk melakukannya. Pergilah, dan ambillah uang yang aku berikan kepadamu. Demi Allah aku tidak akan berbuat maksiat lagi! ”

Malam itu juga dia meninggal dunia, dan tertera di pintu rumahnya tulisan: “Sesungguhnya Allah telah mengampuni Kifl.”

Orang-orang pun merasa takjub atas karunia berupa ampunan dari Allah SWT. Nabi Muhammad mengatakan tentang kisah Kifl ini telah diwahyukan kepada Nabi di zamannya. “Allah mewahyukan perihalnya kepada nabi pada zaman itu.”

Source: Republika.co.id

 

About admin

Check Also

Kitab Tanwir al-Qulub: Penerang Hati dalam Kegelapan (Pegangan Pengikut Tarekat Naqsyabandiyah)

Oleh: H. Derajat بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَعَ التَّسْلِيْمِ وَبِهِ ...