Saturday , October 20 2018
Home / Ensiklopedia / Analisis / Yang Disembunyikan Media Arus Utama Amerika: AS dan Israel Dukung Nazi/Fasime di Ukraina

Yang Disembunyikan Media Arus Utama Amerika: AS dan Israel Dukung Nazi/Fasime di Ukraina

Ada sebuah fakta penting yang hingga kini selalu disembunyikan oleh media arus utama di Amerika Serikat. Bahwa Ukraina pasca lengsernya Presiden Viktor Yanukovich pada 2014, otoritas politik luar negeri AS mendukung rejim yang didukung oleh partai politik berhaluan fasisme atau NAZI. Yang mana tujuannya tiada lain untuk membendung pengaruh dari Rusia.

Dalam sebuah artikel berjudul his Is the Real, Americanized, Nazi-Dominated Ukraine mengutip sebuah artikel yang ditulis oleh Asa Winstanley bahwa selama ini pemerintah zionis Israel telah memasok bantuan senjata kepada kelompok-kelompok Nazi di Ukraina.

Asa Winstanley menekankan bahwa adalah Nazi Israel, dan bukannya Yahudi Israel, yang sesungguhnya menjadi kekuatan poilitik pendukung pemerintahan Ukraina pimpinan Presiden Poroshenko untuk menghadapi Rusia.

Dengan begitu, AS dalam mendukung rejim Presien Poroshenko menghadapi pengaruh Rusia di Ukraina, tidak segan-segan menggunakan kelompok-kelompok Nazi/fasis yang juga dapat dukungan militer dan persenjataan dari kelompok-kelompok sayap kanan Israel.

Maka praktis, AS dan Israel bersekutu untuk mendukung rejim pemerintahan Poroshenko yang bertumpu pada koalisi politik yang melibatkan partai politik Svoboda yang berhaluan Fasime/Nazi.

Pertanyaan kunci dari cerita ini adalah, mengapa media-media arus utama di AS menyembunyikan kenyataan politik ini? Bahwa penggulingan pemerintahan Presiden Yanukovich pada 2014 lalu merupakan prakarsa Presiden Barrach Obama. Dalam foto yang ditayangkan oleh https://www.strategic-culture.org/news/2018/08/07/this-real-americanized-nazi-dominated-ukraine.html menginformasikan sosok bernama Andre Biletsky yang memimpin sebuah batalion yang dipersenjatai dengan menggunakan uang pajak dari rakyat AS.

Dalam artikel ini Andre digambarkan sebagai sosok yang terang-terangan berhaluan anti Semit/Yahudi, dan sosialisme yang anti demokrasi.

Ngerinya lagi, Andre Beletsky menjelaskan bahwa salah satu agenda strategisnya ke depan adalah mendirikan Imperium Reich Ketiga, menggantikan Nazi Jerman pimpinan Adolf Hitler.

Ironisnya, hal semacam ini yang pada Perang Dunia II merupakan musuh utama Amerika dan Inggris, sekarang AS yang saat ini mengklaim sebagai negara pionir demokrasi justru mendukung fasime/Nazi ala Jerman Hitler di Ukraina.

Source: The Global Review

 

About admin

Check Also

Bagaimana Agama Membentuk Kalender Paling Berpengaruh di Dunia

Hari yang tanggal dalam lembaran. Awal mula yang tinggal. Semuanya berawal dari keinginan Gereja Katolik ...