Sunday , December 17 2017
Home / Berita / Internasional / Undangan Basa-basi Kedua Pangab AS untuk Panglima TNI
Kekecewaan Jenderal Gatot dan memori lagu Bengawan Solo dari Tentara Amerika (Fhoto:Merdeka.com)

Undangan Basa-basi Kedua Pangab AS untuk Panglima TNI

Pasca ditolaknya Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo untuk memasuki wilayah otoritas Negara Amerika Serikat (AS) Menteri Pertahanan AS, James Matttis dan Kepala Staf Gabungan Tentara AS, Panglima Angkatan Bersenjata (Pangab) AS, Jenderal Joseph F Durford Jr, menulis surat permintaan maafnya ke Panglima TNI, Gatot Nurmantyo.

Kata maaf yang dilontarkan kedua pejabat tinggi meliter AS tersebut, diiringi dengan surat undangan kepada Panglima TNI, untuk kembali datang berkunjung ke negera Paman Sam. Namun, menurut Panglima TNI bahwa dia sudah menyerahkan hal itu kepada Presiden.

Sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kala (JK), melarang Panglima TNI Gatot Nurmantyo untuk datang berkunjung ke negara AS. Sikap yang diambil oleh Presiden dan Wakil Presiden ini memang sudah tepat. Untuk apa Panglima TNI memenuhi undangan kedua dari Panglima Angkatan Bersenjata (Pangab) AS jika undangan itu hanyalah sekedar basa-basi.

Sementara undangan resmi yang disampaikan oleh Pangab AS kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk menghadiri acara Chiefs of Defense Conference on Country Violent Exteremist Organization (VEOs) yang akan dilaksanakan pada tanggal 23-24 Oktober 20017 bertempat di Washington DC. Panglima TNI itu ditolak untuk memasuki kawasan Negara AS oleh US Custom and Border Protection, suatu lembaga badan keamanan dalam negeri AS.

Atas terjadinya insiden penolakan ini, Pangab AS yang mengundang Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, sampai saat ini juga tidak dapat menjelaskan alasan pencekalan dirinya untuk memasuki wilayah AS. Jawaban yang diberikan oleh Pangab AS atas terjadinya penolakan tersebut adalah adanya komunikasi yang salah antara Kemenlu AS dengan US Custom and Border Protection. Terakhir, pencekalan terhadap Panglima TNI sudah dicabut, Panglima TNI sudah diperbolehkan untuk memasuki wilayah AS.

Sekelumit jawaban yang diberikan oleh Pangab AS yang mengundang Panglima TNI Gatot Nurmantyo, tentu tidak semudah itu untuk dipercayai oleh Pemerintah Indonesia. Seperti yang dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Indonesia memerlukan jawaban dan penjelasan dari AS terkait masalah insiden ditolaknya Panglima TNI memasuki wilayah AS.

Protes tegas yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri itu, membuktikan jika Pemerintah Indonesia tidak hanya menginginkan agar AS meminta maaf atas insiden itu, melainkan Pemerintah Indonesia memerlukan jawaban dan penjelasan, alasan apa pemerintah Donald Trump menolak Panglima TNI memasuki wilayah otoritas AS.

Penjelasan atau jawaban yang ditagih oleh Pemerintah Indonesia terhadap kasus penolakan Panglima TNI dilarang memasuki wilayah AS, sampai saat ini belum diberikan oleh AS. Pihak AS, dalam memberikan penjelasan dan jawaban terhadap kasus penolakan Panglima TNI memasuki Negara AS berbeda-beda. Pangab AS yang mengundang Panglima TNI memberikan jawaban yang singkat, sedangkan pihak US Custom and Border Protection, juga memberikan jawaban yang berbeda. Kemenlu AS dan Duta Besar AS di Jakarta, juga memberikan jawaban dan penjelasan yang saling berbeda pula.

Pencekalan yang dilakukan oleh AS  untuk memasuki wilayahnya, bukan hanya terjadi terhadap Panglima TNI Gatot Nurmantyo, tapi sebelumnya juga terjadi terhadap Jenderal Wiranto. Wiranto pernah dilarang masuk ke AS pada 15 Januari 2004, saat itu Wiranto merupakan salah satu calon Presiden. Wiranto dituduh terlibat kejahatan perang oleh pengadilan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) terkait kekerasan di Timor Timur (Tim Tim) pada tahun 1999.

Kemudian Letnan Jendral Prabowo Subianto, Mantan Komandan Kopasus ini (Purn) juga pernah dilarang oleh AS untuk memasuki wilayahnya pada tahun 2014. Prabowo juga dianggap terlibat dalam kejahatan perang pada saat pemerintahan Orde Baru.

Menyusul nama Mayor Jendral (Purn)  Zacky Anwar Makarim, pada tahun 2014 dirinya dicekal untuk memasuki Negara AS. Makarim dianggap AS terlibat dalam peristiwa Santa Cruz di Timor Leste tahun 1991.

Setelah itu, Letnan Jenderal (Purn)  Sjafrie Sjamsoeddin, Mantan Menteri Pertahanan ini pernah juga dicekal oleh AS pada tahun 2009, ketika Sjafrie bertugas mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam acara pertemuan G-20 di Pitsburgh AS. Sjafrie dianggap turut bertanggungjawab dalam peristiwa Santa Cruz Timor Leste pada tahun 1991

Terakhir, nama Mayor Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo. Adik ipar SBY ini pernah dicekal oleh AS pada tahun 2009. Pemerintah AS menduga bahwa Adik Ibu Ani Kristiani ini turut terlibat dalam kejahatan perang di Timor Timur pada tahun 1999.

Larangan masuk ke Negara AS bagi para jenderal Indonesia ini, dikaitkan oleh pihak AS, dalam kasus pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) di Timor Timur, dalam tenggang waktu ketika TNI melakukan infiltrasi ke wilayah jajahan Portugal ini, dan sampai kepada masa pelepasan Tim Tim menjadi Negara merdeka.

Sedangkan Jenderal Gatot Nurmantyo tidak termasuk di dalam nama para Jenderal TNI yang dicekal untuk memasuki wilayah AS. Jika nama Gatot Nurmantyo masuk dalam daftar nama Jenderal TNI yang dicekal memasuki Negara AS, tentu ketika Gatot mengurus visa untuk masuk ke negara AS, sudah dicekal dari awalnya. Tapi karena Panglima TNI itu tidak termasuk dalam daftar cekal, makanya Gatot beserta isteri dan empat orang perwira bawahannya mendapatkan visa untuk memasuki Negara AS. Bukan ditolak beberapa saat Panglima dan rombongannya akan terbang menggunakan maskapai penerbangan Emirates.

Karena jawaban dan penjelasan yang diberikan oleh pemerintah AS terhadap insiden pencekalan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk memasuki Negara AS, sampai saat ini masih menjadi misteri. Wajar Presiden Jokowi dan Wakil Presiden JK memerintahkan kepada Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantio agar tidak berangkat ke AS untuk memenuhi undangan yang kedua dari Pangab AS.

Bagaimanapun, undangan kedua yang dilayangkan oleh Pangab AS kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, hanyalah sebuah undangan basa-basi. Pangab AS ingin membuktikan bahwa antara meliternya dengan militer Indonesia tidak ada masalah, dan baik-baik saja. Maka untuk mengambil simpatik dunia, AS kembali berpura pura baik dan mengundang Panglima TNI untuk datang ke AS. Namun Sambutan Pemerintah Indonesia terhadap undangan yang kedua ini, malah menolaknya dan memerintahkan agar Gatot Nurmantio tidak berkunjung ke AS untuk memenuhi undangan yang kedua itu.

  • Oleh: Wisnu AJ
  • Source: Kompasiana

 

About admin

Check Also

OBOR: Modus Invansi Senyap Ala Cina

Hari ini, republik tercinta masih terus digaduhkan oleh isu-isu hilir seperti sentimen anti Cina misalnya, ...