Sunday , July 21 2019
Home / Relaksasi / Renungan / Umat Islam yang Menyalahkan Nabi

Umat Islam yang Menyalahkan Nabi

Oleh : H. Derajat

Kisah ini saya tujukan untuk menjawab gelitik di pikiran dan hati kita tentang kelompok Umat Islam yang kerjanya mengkafirkan orang lain, menyalahkan orang lain, mudah sekali membid’ahkan orang lain dan bahkan mengharamkan perbuatan orang lain. Maka saya jawab : “Gak aneh brow and sis, di zaman Rasul pun kelompok ini udah ada. Dan itulah cikal bakalnya kelompok ini di zaman sekarang. Yuk, kita baca kisahnya biar kita lebih faham.

Seusai perang Hunayn, Kanjeng Nabi Muhammad memprioritaskan beberapa orang dalam perolehan harta rampasan perang. Al-Aqra’ bin Habis dan Uyaynah mendapatkan bagian 100 ekor unta. Beberapa tokoh pembesar Arab pun mendapatkan bagian lebih.

Karena pembagian harta rampasan tersebut, ada sahabat yang tidak terima. Dia mengira bahwa Kanjeng Nabi tidak adil dalam pembagian tersebut.

Di dalam kitab Shahih Muslim Kitab Zakat Bab Dzikr al-Khawarij wa shifatihim disebutkan lelaki itu memiliki ciri-ciri berjenggot lebat, berjidat lebar, bermata cekung dan berkepala gundul. Namanya Dzul Khuwaisirah, salah satu orang Bani Tamim.

“Wahai Rasulullah, pembagian harta rampasan perang olehmu ini tidak adil. Janganlah seperti itu! Antum telah membaginya tidak berdasarkan niat karena Allah!” ucap Dzul Khuwaisirah.

Mendengar perkataan itu, Kanjeng Nabi tersinggung lalu mengatakan, “Maksudmu bagaimana? Kalau aku ndak bisa berbuat adil, lantas siapa yang akan berbuat adil jika bukan diriku? Aku ini utusan Allah!”

Mendengar jawaban Rasulullah, Dzul Khuwaisirah melengos pergi. (Nah, die bukannye minta maaf ama Nabi).

Umar bin Khattab (dalam riwayat lain Khalid bin Walid) yang sedang bersama Kanjeng Nabi tersebut tidak terima dengan perkataan Dzul Khuwaisirah. “Ya Rasul, izinkan aku membunuhnya. Akan kupotong lehernya!”

“Jangan! Biarkan saja,” kata Kanjeng Nabi, “Ingat ya Umar, kelak di antara umatku akan ada orang-orang seperti itu. Biasanya, di saat banyak orang bermalas-malasan dalam menjalankan shalat, mereka sangat rajin shalat.

“Mereka juga sangat rajin puasa. Mereka juga rajin membaca al-Qur’an namun tak pernah memahami isinya. “Mereka akan muncul pada saat umat Islam menjadi berkelompok-kelompok.”

Meskipun pada zaman Nabi belum ada kelompok Khawarij, orang seperti Dzul Khuwaisirah oleh para ulama dianggap sebagai ciri orang Khawarij.

Imam Muslim bahkan memasukkan kisah ini ke dalam bab tentang Khawarij. Jika Kanjeng Nabi Muhammad dulu telah memprediksi keberadaan Dzul Khuwaisirah, maka sungguh benar adanya ucapannya.

Kini orang-orang seperti itu muncul di mana-mana. Termasuk di Indonesia. Orang yang sangat rajin dalam beribadah namun mudah menyalahkan orang lain. Bahkan dalam kisah ini, Rasulullah pun disalahkan. (kalo zaman sekarang ulama pun diolok-olok, direndahkan dan dipersalahkan).

Mudah-mudahan sahabatku gak termasuk golongan ini dan tidak tergoda masuk golongan ini. “Sesungguhnya Kebenaran Hanya Milik Allah dan Bukan Milik Mereka”. 

Pasulukan Loka Gandasasmita

 

About admin

Check Also

Prasangka Baik Rasulullah SAW terhadap Orang yang Bersyahadat

Oleh : H. Derajat Sahabatku, sebelum aku mulai kisah yang penuh dengan hikmah pedoman kehidupan ...