Thursday , November 15 2018
Home / Deep Secret / Konspirasi / Terkuak! Inilah 15 Bahan Berbahaya Yang Tak Diketahui Tapi Berada Dalam Makanan Siap Saji

Terkuak! Inilah 15 Bahan Berbahaya Yang Tak Diketahui Tapi Berada Dalam Makanan Siap Saji

Tahukah anda bahan-bahan yang terkandung dalam makanan cepat saji? Makanan cepat saji atau Fast Food biasa disebut juga Junk Food atau “makanan sampah” yang artinya, makanan dengan tingkat kesehatan yang sahgat rendah.

Bahan-bahan yang dikatakan “resep rahasia” selama ini memang jarang sekali dipublikasikan, walau ada, namun beberapa diantaranya hanya sebatas yang telah kita tahu sebelumnya.

Fast FoodYang telah kita tahu sebelumnya misalnya saja: seperti adanya kandungan pestisida, MSG, lemak, atau bahan pengawet dan perasa buatan. Mengapa kandungan lainnya tidak diekspos?

Hal keterbatasan info ini mungkin karena adanya kepentingan dari para produsen. Berikut ini kami beberkan beberapa bahan-bahan lagi diantaranya. Dan bisa jadi akan membuat anda merasa jijik dengan apa yang telah anda makan.

1. Mengandung Pasir

Silicon Dioxide in Fast Food

Apakah selama ini anda tahu bahan pembuat cabai dan baham pembuat  Buffalo Wings? Menu makanan seperti cabai dan Buffalo Wings (nama sejenis Chicken wings) tersebut yang umumnya tersedia dalam makanan cepat saji, ternyata mengandung Silicon Dioksida (Silicon dioxide) atau bahasa awamnya adalah pasir. Materi pasir digunakan sebagai salah satu bahan makanan itu agar adonan tak menggumpal (anti caking).

2. Memakai Gas Amoniak

Ammonia to save the meat

Apakah anda tahu bahwa hampir seluruh pabrik peternakan telah mengolah daging dari ribuan sapi yang ternyata justru memiliki potensi besar membahayakan kesehatan konsumen? Mereka mencampurkan daging dengan gas amoniak untuk membuatnya lebih aman dari penyakit yang sebenarnya malah dapat menimbulkan penyakit, kini telah tercampur permanen dalam jaringan di dalam tubuh anda.

3. Mengandung Makanan Anjing

LFTB

Apakah Anda tahu bahwa banyak produk cepat saji telah mencampurkan bahan makanan yang sebenarnya justru dimaksudkan untuk anjing, namun sekarang disetujui dan dicampurkan untuk makanan manusia juga? Sapi tanpa tulang mirip presto dan daging sapi tanpa lemak yang bertekstur halus yang juga dikenal sebagai LFTB (lean finely textured beef) atau yang biasa disebut ‘Pink slime’, sebenarnya digunakan hanya untuk makanan anjing yang sekarang justru telah menjadi daging dalam tubuh anda.

4. Memakai Kencing Berang-Berang

Natural Flavoring

Yang satu ini adalah benar-benar suatu tipu muslihat! Kastor (Castoreum) adalah zat yang bau sekali, rasanya pahit dan berwarnya oranye-coklat digunakan untuk memberikan cita rasa pada raspberry atau vanilla untuk makanan. Aslinya, produk ini adalah kencing atau urine berang-berang namun disebut pula sebagai “bumbu alami”, yang kini telah menjadi bagian dari tubuh anda.

5. Memakai Isi Perut Serangga

Carmine

Carmine atau juga disebut Crimson Lake, Cochineal, Natural Red 4, merupakan pigmen berwarna merah cerah, yang diperoleh dari isi perut binatang serangga bernama Dactylopius Coccus  yang dihancurkan. Dan secara diam-diam ditambahkan ke produk makanan seperti yogurt dan beberapa merek jus yang telah ratusan kali anda minum.

6. Memakai Amonium Sulfat

Sandwich breads

Di banyak restoran, roti sandwich menggunakan bahan kimia tambahan yang biasa untuk pupuk tanaman, yaitu dengan menambahkan amonium sulfat yang berbahaya untuk menghasilkan ragi pada saat di tengah  proses pemanggangan.

7. Mengandung Kayu

Food or Wood

Apakah anda tahu, bahwa anda makan kayu? Nah, Selulosa adalah sejenis kayu yang sesungguhnya. Bahan itu digunakan untuk menambah serat pada makanan! Hal ini memang tidak buruk bagi kesehatan sama sekali, tapi yang benar saja! Anda ingin makan makanan, atau ingin makan kayu?

8. Memakai Bulu Bebek dan Rambut Manusia

L-Cysteine

Ada asam amino yang dikenal sebagai L-sistein (L-Cysteine) yang digunakan untuk melembutkan produk roti. Nah. bahan ini ternyata terbuat dari bulu bebek sebesar 20% , dan 80% sisanya adalah rambut manusia!

9. Mengandung Propylene glycerol

Lubrication or anti-freezing

Apakah Anda tahu bahwa sebagian besar produk makanan yang membutuhkan pelumasan dan anti-pembekuan (anti-freezing) telah menggunakan Propylene glycerol? Propylene atau Propena merupakan senyawa alkena paling sederhana kedua setelah etena. Sedangkan gliserol atau gliserin terasa manis saat dikecap, namun bersifat racun! Propylene gliserol dapat menyebabkan sakit mata yang intens, serta dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

10. Makanan Manusia Berbahaya Untuk Unggas

Banned Products

Setelah melakukan pengujian pada bulu burung, peneliti dari Johns Hopkins University telah menemukan bahwa ternyata ada banyak produk makanan yang justru dilarang (termasuk obat-obatan, kafein dan makanan) untuk diumpankan kepada unggas, termasuk ayam atau burung, tapi selama ini justru telah ditelan olah manusia!

11. Mengandung Dimethyl-polysiloxane

Dimethyl-Polysiloxane

Dimethyl-polysiloxane adalah struktur kimiawi yang merupakan bahan kimia tak mudah terbakar, yang digunakan dalam bungkus makanan yang sangat sering kita gunakan.

12. Menggunakan Kantung Udara Dalam Badan Ikan

Guinness

Apakah Anda tahu? Bahwa Guinness dan lapisan pada tong bir, selama ini menggunakan zat mirip gelatin yang dinamai Isinglass? Bahan Isinglass yang amis ini dihasilkan dari kantung udara yang terdapat pada jeroan ikan yang berada di dalam badannya.

13. Mengandung Dimethyl-polysiloxane

Dimethyl-Polysiloxane2

Chicken McNuggets yang diproduksi McDonald, sejatinya hanya berisi ayam pada setengah menunya, dan setengah sisanya lagi diproduksi dengan menggunakan Dimetilpolisiloksan yang merupakan bahan kimia yang digunakan untuk membuat silikon dan beberapa bahan sintetis lainnya. Sayangnya, semua itu telah menjadi jaringan daging di dalam tubuh anda!

14. Memakai Rambut Hewan Pengerat Termasuk Tikus

Roddent Hairs

Tahukan anda? Bahwa rambut dari hewan pengerat (Rodent) sangat banyak digunakan dalam produk dan bahan makanan seperti kayu manis, selai kacang dan cokelat. Namun sayangnya, zat itu sudah terlambat masuk ke lambung anda dan telah menjadi jaringan organ di dalam tubuh anda.

15. Menggunakan Borax

Borax

Ada ribuan makanan menggunakan boraks yang sebenarnya hanya boleh digunakan untuk memproduksi kaca dan keramik serta untuk bahan las. Boraks juga dikenal sebagai E285 yang dapat digunakan sebagai anti-jamur (anti-fungal), juga dapat digunakan sebagai pengendali keasaman dan beberapa fitur lainnya untuk makanan. Tapi sangat disayangkan, zat berbahaya itu sudah terserap ke dalam darah dan menjadi salah satu pembentuk daging dan organ di dalam tunuh anda!

Nah, itulah zat-zat dan bahan yang terkandung pada kebanyakan makanan dari masakan siap saji yang selama ini banyak orang yang tak mengetahuinya disamping kandungan yang telah kita ketahui sebelumnya, seperti adanya kandungan pestisida, MSG, lemak, atau bahan pengawet dan perasa buatan.

Jadi, bahan-bahan itu sangat berpotensi menjadikan sel-sel di dalam tubuh anda bermutasi menjadi sel kanker dan penyakit berbahaya lainnya.

A tumor is forming

Sayangnya, manusia tak menyadari bahwa penyakit yang sangat berbahaya ini baru akan timbul dan bermasalah setelah bertahun-tahun lamanya!

Zat-zat itu mengendap di dalam jaringan daging, otot, dan jaringan organ lainnya di dalam tubuh anda selama bertahun-tahun lamanya, setelah itu barulah penyakit berbahaya itu timbul dan menggerogoti anda dari dalam!

Anak yang sering makan fast food tingkat kecerdasannya lebih rendah

Apa yang anda makan akan berimbas terhadap kecerdasan dan jangan sampai makanan yang sering anda konsumsi dapat membuat kepintaran turun. Salah satu jenis makanan yang sebaiknya anda hindari adalah fast food.

Dikutip dari sciencedaily.com, berdasarkan penelitian, siswa yang sering makan fast food memiliki kecerdasan lebih rendah. Riset ini dilakukan oleh asisten profesor dari Ohio State University bernama Kelly Purtell.

Untuk melakukan penelitiannya, Kelly juga menggandeng Elizabeth Gershoff dari Universitas Texas. Jumlah siswa yang dilibatkan dalam penelitian ini berjumlah 11.740 anak.

Untuk menguji kecerdasan tersebut, para siswa diuji dalam tiga mata pelajaran, yaitu bahasa (membaca), matematika, dan IPA.

Hasil penelitian menyebutkan bahwa siswa yang mengonsumsi fast food 4-6 kali dalam seminggu menunjukkan skor yang rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak makan fast food sama sekali.

Sedangkan siswa yang mengkonsumsi 1-3 kali dalam seminggu, mempunyai nilai matematika yang rendah dibandingkan yang tidak mengkonsumsi fast food.

Penelitian ini merupakan riset jangka panjang. Untuk membandingkan kecerdasan dalam tiga mata pelajaran, semua peserta dites pada saat kelas lima dan kelas delapan.

Meskipun begitu, kelemahan penelitian ini adalah tidak menganalisis faktor lain seperti latar belakang keluarga untuk mengukur kecerdasan.

Selama ini manusia baru manyadari kepada penyakit yang langsung datang atau langsung terasa efeknya, dan belum dapat berfikir kepada panyakit yang akan datang kemudian, setelah bertahun tahun berselang. Just think smart! Silahkan sebarkan info berguna ini kepada orang-orang tercinta disekeliling anda. Semoga informasi ini bermanfaat. (wikipedia / sciencedaily.com / berbagai sumber luar negeri).

Source: Indocropcircles

About admin

Check Also

40 Teknik Illuminati dalam Mencapai Tujuannya

The Inner Circle, the Elitists, the Powers –atau apapun mereka namanya– merencanakan dan mengorganisir dengan ...