Thursday , November 21 2019
Home / Relaksasi / Renungan / Tentang Nafas; Dzikir dan Pengendaliannya

Tentang Nafas; Dzikir dan Pengendaliannya

Dzikir Nafas untuk Mengendalikan Hawa Nafsu

Nafas adalah Pengatur Sifat Marah, Takut, Was-was, Sedih, Tenang, Bahagia yang ada di dalam Shudur (dada). Perhatikanlah Nafasmu saat Marah, Takut, Sedih, Tenang, dan Bahagia. Siapa yang bisa mengendalikan nafasnya, maka dia akan bisa mengendalikan Nafsunya. Dan Zikir yang digabungkan dengan teknik pernafasan yang betul, atau disebut sebagai zikir nafas, dapat menjernihkan pikiran.

Imam Ghazali mengatakan zikir yang dilakukan dengan cara menahan nafas akan mempercepatkan proses penyucian hati (membakar mazhmumah). Pernafasan yang betul akan memaksimumkan penyerapan oksigen yang amat penting dalam kehidupan dan kesehatan manusia. Kekurangan oksigen menyebabkan seseorang terdedah pada berbagai penyakit.

Zikir Nafas juga dapat memproteksi diri dari gangguan makhluk halus yang berasal dari sihir atau pun jin ialah dengan mengeluarkan penyakit dari diri serta memastikan pesakit mempunyai sistem pertahanan yang kuat agar segala iblis atau sihir tidak dapat menembusinya lagi  setelah ia sembuh.

Rawatan energi zikir juga akan menumpukan pengumpulan tenaga zikir pada qolbu untuk mengeluarkan syaitan dari dalam darah. Apabila tenaga zikir terkumpul di jantung, maka ia akan menghantar tenaga itu ke seluruh badan melalui sistem peredaran darah, seterusnya menghancurkan segala tenaga yang rendah (jin dan syaitan) tidak kira di mana ia berada dalam tubuh.

Setiap kita yang hidup mesti mempunyai nafas, melihat, mendengar, merasa dan ini semua termasuk di dalam sifat al hayat. Kita boleh hidup tanpa mata, telinga, tangan dan anggota tubuh yang lain tetapi kita tidak bisa hidup tanpa nafas. Kita boleh berjalan, berkata-kata dan melakukan apa saja, ini semua berlaku kerana qudrot dan irodat dari  Alloh. Dan nafas berada di dalam qudrot dan irodat Alloh.

Di mana permulaan dan letaknya nafas ini?

Untuk mengetahuinya kita harus kembali pada asal kejadian kita yaitu di antara pertalian ibu dan anaknya. Pada mulanya terjadi dari benih di perut ibu, tepatnya pada bagian pusat. Di situlah mulanya nafas dan dari situ pulalah benih itu membesar menjadi anggota tubuh yang sempurna.

Siapa yang bisa mengendalikan nafasnya, maka dia akan bisa mengendalikan Nafsunya. Semakin sedikit nafsu keinginan seseorang, semakin rendah frekwensi nafasnya, demikian juga sebaliknya.

Demikian sebaliknya.. dengan menahan nafas maka semakin rendah frekwensi nafasnya sehingga akan mengurangi nafsu… sehingga kerja otak akan semakin memasuki tingkat ketenangan tertentu….sehingga zikir maupun tafakur akan semakin memberi manfaat….

Siapa yang mengenal dirinya, tentu dia mengenal Tuhannya dan siapa yang tidak mengenal Tuhannya, maka binasalah dirinya.

Manfaat Mengendalikan Nafas

Betapapun banyaknya udara yang dihirup oleh paru paru jika sel Hb didalam darah jumlahnya kurang, maka kemampuan darah untuk menyerap oxygen dan menyalurkannya keseluruh bagian tubuh juga akan berkurang. Disamping meningkatkan kemampuan paru-paru menghirup udara dari luar, jumlah Hb dalam darah juga perlu ditingkatkan. Peningkatan jumlah Hb dalam darah bisa dilakukan dengan tehnik penahanan napas.

Dengan menahan napas ketika paru- paru dipenuhi udara maupun kosong mengakibatkan proses pengambilan oxygen oleh darah terhenti, sehingga terjadi kekurangan oxygen didalam darah. Kondisi ini merangsang darah untuk membentuk lebih banyak sel Hb, sehingga ketika menarik napas oxygen yang diserap oleh darah jumlahnyapun meningkat, demikian pula pada waktu membuang napas jumlah co2 yang dibuang juga lebih banyak

Penahanan napas juga akan menyebabkan berkurangnya jumlah oxygen dalam jaringan tubuh, yang menyebabkan meningkatkan keasaman jaringan tubuh. Cairan jaringan yang asam ini merangsang pembuluh pembuluh kapiler dan pembuluh darah untuk melebar sehingga jumlah darah yang mengalir lebih banyak. Pelebaran pembuluh darah berpengaruh terhadap tekanan darah yaitu memperkecil hambatan terhadap aliran darah, sehingga tekanan darah cenderung menjadi normal.

Penahanan napas juga membantu meningkatkan daya konsentrasi, dan menstabilkan emosi. Fikiran dan emosi terasa lebih mantap dan mudah berkonsentrasi pada saat melakukan penahanan napas. Coba perhatikan, ketika anda memasukan ujung benang kelubang jarum jahit, anda dapat lebih mudah memasukan benang tersebut dengan menahan napas dibandingkan jika anda tidak menahan napas. Latihan penahanan napas sangat membantu dalam meningkatkan konsentrasi.

Hasil menahan nafas dari Teori di India adalah:

  • 10.8 menit maka seluruh indera akan berhenti berfungsi.:.. dlm keadaan ini…bisa merogosukmo, mengolah bathin terhadap sesuatu ilmu tanpa puasa & mantra, atau wirid.
  • 13.7 menit maka maka akan masuk keadaan samadhi: ..dlm keadaaan ini dapat mempunyai kesaktian tanpa harus puasa & mantra, atau wirid.
  • 21.5 menit maka pikiran akan selalu tenang: ..dlm keadaaan ini apa yg dipikirkan akan terjadi, dpt mengendalikan benda & alam
  • 90 menit maka tidak ada yg mustahil dilakukan didunia ini oleh kita:..dlm keadaaan ini tenaga akan kuat, kebal terhadap benda
  • 3,7 jam maka tidak lagi terikat waktu & tempat.: ..dlm keadaaan ini..dapat berpindah tempat, menembus benda, dapat bernafas di manapun.

Sedangkan dengan pengaturan nafas bisa memperoleh umur panjang, seperti:

  • Anjing misalnya, frekuensi nafasnya mendekati 50x/menit, dan umurnya hanya sampai sekitar 14 tahun saja.
  • Sedangkan kuda yang frekuensi nafasnya 35x/menit, umurnya bisa mencapai 29 sampai 30 tahun.
  • Gajah yang bernafas 20/menit, umurnya bisa mencapai 100 tahun.
  • Kura-kura lebih rendah lagi frekuensi nafasnya, yakni hanya 5 kali dalam semenit; oleh karenanya umurnya hingga 400 tahun
  • Ular hanya 2-3x/menit.umurnya bisa 500 – 1000 tahun.

Penelitian menyebutkan;

Olah raga renang adalah salah satu resep sehat dan panjang umur yang telah di akui oleh para peneliti di South california Amerika Serikat. mereka telah melakukan penelitian terhadap 40.547 orang dewasa dalam rentang umur 20 hingga 90 tahun dalam tiga dekade. Dan hasilnya menunjukkan bahwa kelompok perenang memiliki resiko kematian 50% lebih rendah dibanding mereka yang suka duduk, berjalan atau berlari.

Dan Frekuensi bernafas manusia bisa berbeda antara 1 daerah dengan daerah lain. Orang Hunza yang hidup di pegunungan Kaukasus dikabarkan mempunyai usia rata-rata di atas100 tahun. Seorang manusia sehat bernafas 14 sampai 16 kali dalam semenit. Jadi jika bisa bernafas 5x/menit…manusia bisa berumur 400 tahunan. Jika bernafas 2x/menit manusia akan berumur 1000 tahun.

Wallahu A’lam

Jalan Ma’rifatullah

About admin

Check Also

Khalifah Aja Dibilang Gila

Oleh : H Derajat Ini sebuah kisah nyata di kala seorang Khalifah (Pemimpin Negara) dibilang ...