Saturday , August 18 2018
Home / Ensiklopedia / Tekanan Jiwa dan Cara Mengatasinya

Tekanan Jiwa dan Cara Mengatasinya

Tekanan Jiwa dan Cara MengatasinyaKehidupan manusia selalu dibarengi dengan berbagai masalah, dan tentunya pada saat-saat tertentu manusia akan didera oleh tekanan batin. Di antara dampak dari tekanan jiwa adalah stress dan gelisah. Kita dapat melihat tanda-tanda dari tekanan tersebut dari perkataan dan perilaku seseorang. Meski stress menjadi hal normal yang dialami oleh manusia, tetapi jika kapasitasnya banyak dan sulit untuk mengontrolnya maka akan sangat merugikan, bahkan akan menghancurkan kehidupan manusia. Oleh karena itu, mempelajari cara dan ketrampilan dalam menangani tekanan-tekanan batin akan dapat membantu kita untuk menyikapi masalah tersebut dengan logis.

Stress merupakan reaksi umum manusia terhadap hal-hal yang tidak sesuai dan tak terduga, di mana jika keseimbangan dan ketenangan jiwa seseorang hilang maka ia akan mengalami stress. Tekanan batin dan stress akan disertai dengan reaksi fisik. Ketika stress, badan kita akan memproduksihormon-hormonrangsangan termasuk hormon Adrenalinekedalam saluran darah, dan akan mengintensifkan fungsi jantung, paru-paru dan organ-organ tubuh lainnya.

Jika tekanan mental tersebut berlarut-larut, maka hormon-hormon itu akan bertambah banyak dan merangsang tubuh kita. Kondisi itu akan menyebabkan ”terkikisnya”ruh dan fisik manusia. Tekanan batin dalam jangka panjang akan mengganggu kemampuan kita untuk menikmati kehidupan dan bahkan akan memunculkan berbagai penyakit fisik atau emosional. Radang perut, maag, gangguan usus, tekanan darah tinggi, nyeri kepala (migrain), nyeri punggung dan leher adalah di antara penyakit-penyakit yang berhubungan dengan tekanan batin.

Selain berpengaruh terhadap fisik, stress juga mempengaruhi perasaan, pikiran dan perilaku manusia. Ketika kita mengalami stress, kita akan merasa cemas, frustasi, jengkel atau marah. Dampak negatif lain dari stress adalah memunculkan rasa ketidakpercayaan, marah dan depresi, di mana jika telah pada tahap tertentu akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti penyakit jantung dan stroke.

Orang sehat adalah orang yang memiliki jiwa yang sehat. Seseorang yang dari sisi mentalnya disebut sehat ketika ia memiliki kemampuan dan ketrampilan yang tepat dan menggunakannya untuk mengatasi segala permasalahan. Maksud dari kemampuan dan ketrampilan tepat di sini adalah metode-metode yang digunakan seseorang untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapinya. Ketrampilan tersebut khusus dan tergantung pada karakter pribadi seseorang.

Para psikolog telah menjelaskan berbagai strategi untuk menangani tekanan batin, dan Islam sebagai agama terakhir, juga telah memberikan pedoman dan pelajaran kepada manusia untuk menghadapi berbagai persoalan melalui al-Quran. Ajaran Islam telah memberikan pedoman dan strategi kepada umat manusia dalam menjalani kehidupan dan membantu mereka dalam mengontrol stress dan gelisah serta mencapai ketenangan. Tentunya ada prasyarat mendasar supaya strategi-strategi itu dapat efektif. Prasyarat itu tak lain adalah makrifat dan iman kepada Tuhan dan praktek penghambaan, di mana makrifat dan iman merupakan unsur sentral agama. Banyak masyarakat meyakini bahwa dengan merujuk kepada keyakinan-keyakinan agama, mereka akan mampu menangani berbagai problem kehidupan dengan lebih baik.

Banyak riset membuktikan bahwa iman kuat dan keyakinan agama memiliki pengaruh paling efektif untuk melindungi seseorang dalam menghadapi tekanan, ketegangan dan bisikan setan. Al-Quran akan melindungi orang-orang Mukmin dari berbagai tekanan kehidupan, sebab mereka terdidik di bawah ajaran-ajaran Islam dan mengerjakan amal saleh.

Dalam Surat al-Baqarah Ayat 62, Allah Swt berfirman, ”Sesungguhnya orang-orang yang berimandan orang-orang Yahudi, orang-orang Kristen dan orang-orang Shabiin, siapa saja yang berimankepada Allah dan hari akhirserta mengerjakan amal saleh, mereka akan memperoleh pahaladi sisi Tuhan mereka, dan tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka berduka cita.”

Dalam al-Quran telah dijelaskan mengenai metode dalam menghadapi stress, di mana secara umum terangkum dalam tiga kategori: metode kognitif, metode emosional, dan pendekatan spritual dan perilaku. Untuk menangani atau mengobati stress, akan lebih baik jika kita menggunakan semua metode tersebut.

Metode kognitif dan pengenalan yang berfungsi sebagai pola pedoman akan berpengaruh pada evaluasi seseorang terhadap situasi dan persoalan kehidupan, dan mengarahkan perilaku-perilaku manusia. Iman yang kuat kepada Tuhan dalam banyak hal telah ditekankan dalam al-Quran, bahkan sebagai metode kognitif dalam mengontrol stress dan menangani rasa takut. Sebab iman berpengaruh pada pandangan dan pemahaman manusia terhadap keberadaan. Orang-orang  yang hatinya diterangi dengan iman, mereka akan menilai semua yang diberikan oleh Tuhan sebagai sebuah kebaikan. Mereka menilai alam semesta sebagai tatanan yang terbaik, di mana jika tidak demikian, maka akan muncul kerusakan dan ketidakteraturan di dunia. Itulah manfaat iman.

Orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan dan hal-hal yang ghaib akan merasa ada sesuatu yang kurang dalam diri mereka, dan kondisi itu akan menyebabkan mereka kehilangan keseimbangan. Tidak adanya keseimbangan tentunya akan menyebabkan kegelisahan dan tidak nyaman. Manusia yang tidak memiliki hubungan dengan Tuhan dan tidak akrab dengan-Nya akan selalu merasa cemas, depresi dan merasa sendiri. Ia akan selalu hidup dalam penderitaan dan tekanan batin. Namun orang mukmin tidak akan pernah merasa sendiri. Keyakinan bahwa Tuhan selalu bersamanya akan menghilangkan segala rasa takut dari dalam dirinya.

Ketenangan dan kedamaian akan terwujud dalam diri seorang mukmin, sebab iman yang benar kepada Tuhan akan membantu dan mendukungnya dalam menghadapi segala persoalan dan menimbulkan harapan dalam dirinya atas karunia Tuhan. Perasaan bahwa Tuhan selalu bersamanya dan membantunya akan menimbulkan perasaan aman dalam diri seorang mukmin.

Tawakal kepada Tuhan, keyakinan terhadap keadilan dan takdir-Nya adalah di antara beberapa hal yang dianggap sebagai solusi efektif yang dapat membantu menciptakan ketenangan dalam diri manusia. Dalam Islam, keyakinan terhadap takdir Tuhan termasuk dari tingkat iman yang tinggi. Dalam Surat at-Taubah Ayat 51, Allah Swt berfirman, ”Katakanlah,’Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami.’ Dialah pelindung kamidan hanya kepada Allahlah orang-orang yang beriman harus bertawakal.”

Keyakinan seperti itu akan membantu seseorang (yang bertawakal) dalam menghadapi segala bentuk kesulitan. Dengan kata lain, keridhaan hati manusia yang bertawakal kepada Tuhan akan mempermudahnya dalam menghadapi bencana dan cobaan. Keyakinan atas keadilan Tuhan memiliki banyak pengaruh terhadap pandangan positif manusia tentang dunia dan memberikan ketenangan bagi jiwanya. Menurut pandangan seorang Mukmin, semua peristiwa  yang terjadi berdasarkan hikmah, dan Sang Pencipta tidak akan pernah menindas makhluk-Nya. Tuhan adalah sumber kebaikan. Peristiwa yang terjadi di dunia ini memiliki makna tersendiri dan manusia tidak diciptakan tanpa tujuan.

Selalu mengingat Tuhan, berdoa, mengerjakan shalat dan membaca al-Quran adalah di antara solusi emosional-spiritual untuk mencapai kedamaian dan ketenangan. Doa merupakan salah satu cara meminta bantuan kepada Tuhan, di mana dengan doa, seseorang akan menemukan tempat sandaran yang kuat untuk dirinya dan menguatkan jiwanya. Doa adalah perhatian kepada Tuhan dan menafikan selain-Nya. Dengan kata lain, doa adalah meminta keperluan kepada zat yang tidak memerlukan apapun. Berdoa akan dapat mengurangi kegelisahan.

Taubat dan memohon pengampunan juga termasuk dari solusi yang sangat diperhatikan dalam al-Quran dan dapat membantu manusia untuk mencapai kedamaian. Allah Swt dalam al-Quran menegaskan supaya manusia tidak berputus asa dari rahmat-Nya dan berjanji untuk mengampuni semua dosa. Taubat dan memohon pengampunan akan dapat menghapus dosa, menguatkan harapan terhadap keridhaan Allah Swt, dan pada akhirnya akan mengurangi kegelisahan.

Selain metode pengenalan dan emosional-spiritual, terdapat pula pendekatan perilaku yang dapat menciptakan ketenangan dalam diri manusia. Salah satunya adalah menjalin hubungan kekeluargaan. Al-Quran menegaskan untuk tidak memutus hubungan tersebut. Hubungan kekeluargaan akan menimbulkan rasa tenang dan aman bagi manusia. Anggota keluarga dan sahabat akan dapat menjadi pendukung bagi seseorang yang sedang menghadapi persoalan, bahkan ketika tidak ada persoalan pun, mereka akan menyebabkan kedamaian bagi dirinya.

Islam sangat menekankan pentingnya untuk menjalin hubungan baik dengan orang lain, sebab hal itu memiliki pengaruh positif bagi kesehatan jiwa manusia dan menimbulkan kedamaian dan ketenangan baginya.(IRIB Indonesia/RA/NA)

About admin

Check Also

8 Langkah Cuci Muka yang Benar Agar Kulit Terbebas dari Debu dan Kotoran

Sudah pakai segudang produk pembersih wajah, tapi wajah masih terasa kurang bersih dan masalah kulit ...