Tuesday , June 25 2019
Home / Agama / Kitab Klasik / Takdir Telah Ditetapkan Allah, Untuk Apa Kau Berdoa?!

Takdir Telah Ditetapkan Allah, Untuk Apa Kau Berdoa?!

Oleh : H. Derajat

Sebelum alam semesta ini diciptakan oleh Allah segala sesuatu sudah ditetapkan atau ditaqdirkan apa dan bagaimana keadaan atau jatah segala sesuatu tersebut, baik itu hal-hal kecil atau remeh sampai kepada hal-hal yang besar. Tidak satupun dari segala sesuatu yang ada di alam semesta ini yang luput dari ketentuan tersebut.

Yang di maksud dengan alam semesta adalah segala sesuatu selain Allah. dan semua hal yang menyangkut alam semesta itu sebelum diciptakan semua kejadian-kejadian atau peristiwa yang akan dialami oleh alam semesta beserta apa-apa yang ada di dalam alam tersebut sudah terlebih dahulu di tentukan oleh Allah.

Begitu juga manusia yang termasuk salah satu bagian dari alam semesta. Segala sesuatu yang akan terjadi dengan manusia, apakah itu baik atau buruk, mendapatkan sesuatu atau kehilangan sesuatu, senang atau susah. baik itu berupa rezeki, maut, jodoh dan segala hal dari yang terkecil hingga yang terbesar semuanya sudah ditetapkan sejak zaman azali. Tidak ada satupun yang luput dari semua peristiwa yang di alami oleh manusia dari detik ke detik, menit ke menit melainkan semuanya sudah tertulis dan ditetapkan kejadiannya di lauhil Mahfuz, dan tidak bisa di rubah dengan apapun juga.

Untuk Apa berdo’a ?

Kemudian timbul pertanyaan, jika semuanya kejadian serta apa-apa yang akan menimpa dan apa-apa yang akan di lakukan oleh manusia telah di tetapkan dan tak bisa di robah, maka untuk apa gunanya kita berdo’a. Tentu do’a akan menjadi mubazir dan tidak ada manfaatnya sama sekali karena apa-apa yang kita minta jika tidak berkesesuaian dengan taqdir tentu tidak akan terjadi, dan hal ini hanya akan membuat kita lelah dan letih dalam berdo’a?

Di dalam kitab suci Al-Quran Allah selalu mewanti-wanti hambanya untuk berdo’a. Bahkan di dalam hadits juga di sebutkan:

الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ

Do’a adalah inti ibadah

Lalu untuk gunanya perintah berdo’a tersebut?

Jawaban ulama besar Syeikh Ibnu ‘Athailah As-Sakandari tentang permasalahn tersebut yang terdapat dalam kitab terkenal beliau yaitu Kitab Al-Hikam hikmah ke 179;

لا يكن طلبك تسبباً إلى العطاء منه فيقل فهمك عنه .وليكن طلبك لإظهار العبودية وقياماً بحقوق الربوبية

“Jangan engkau mengi’tiqadkan do’a (permintaanmu) sebagai sebab untuk menghasilkan tuntutan kepada Allah, yang itu menunjukkan kekurangpengertianmu terhadap-Nya. Hendaklah sadari bahwa permintaanmu adalah pernyataan kehambaan dan pemenuhan atas hak-hak ketuhanan.”

Do’a bukanlah sebab berhasilnya suatu tuntutan kepada Allah, engkau termasuk orang yang tidak paham jika engkau menganggap bahwa karena doa engkau mendapatkan sesuatu dari Allah. Lalu mengapa Allah menyuruh untuk meminta dan berdo’a? Jika engkau mengerti mengapa Allah menyuruh untuk berdo’a, tentu engkau tidak akan menganggap bahwa doa adalah suatu sebab untuk tercapainya suatu hasil.

Jangan sampai kita beranggapan karena rajin berdo’a rezeki kita bertambah.
Jangan kita beranggapan karena rajin berdo’a di tengah malam, hutang kita lunas.
Jangan kita beranggapan karena khusu’ berdo’a di waktu mustajab, hajat kita terkabul.

Rahasia Allah menyuruh hambanya berdoa adalah supaya kita sadar bahwa kita ini tidak punya kemampuan, supaya kita tahu diri bahwa kita ini lemah. Allah menyuruh kita meminta, berdo’a supaya kita sadar bahwa kita sangat berhajat kepada Allah. Kita berdo’a supaya kita mendirikan hak-hak ketuhanan. Hak Allah terhadap kita adalah di agungkan, di besarkan, di muliakan. Jika kita berdo’a berarti kita telah mengakui lemahnya kita, fakirnya kita dan mengakui akan kuatnya, kayanya Allah.

About admin

Check Also

Isra Mi’raj; Peristiwa Metamorfosa Akal

Isra Dari sebagian definisi pada umumnya, barangkali sedikit bisa kita “raba” tentang pengertian umum dari ...