Friday , December 13 2019
Home / Berita / Internasional / Tahun 2012 dan Ambisi Hollywood Keruk Keuntungan

Manusia modern dengan berbagai kemajuan yang mereka raih ternyata masih juga percaya dengan berbagai ramalan soal masa depan. Kondisi ini juga dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk menyebarkan faham menyelewengnya demi keuntungan pribadi. Orang seperti ini telah mendapatkan tempat di Hollywood yang menjadi pusat perfileman di dunia. Hollywood menjadi tempat nyaman bagi mereka untuk menyebarkan ideologinya melalui film-film. Salah satu film tentang ramalan masa depan adalah film Nostradamus dan 2012.

Tahun 2012 dan Ambisi Hollywood Keruk Keuntungan

Dalam Berbagai Ajaran Agama, semua yang bermula pasti akan berakhir. Seperti halnya ada siang akan diikuti oleh malam, adanya sehat pasti akan diikuti datangnya sakit dan adanya sifat jahat pasti akan diimbangi oleh kebaikan. Tinggal bagaimana kita menyikapi semua hal tersebut untuk tetap menjaganya sesuai dengan kehidupan seperti apa yang kita inginkan. Ada sebuah cerita dan ramalan menarik yang dapat diambil dari setiap ajaran agama dan ramalan para ahli sufi. Dalam mitos-mitos kuno, setiap masa atau kaum memiliki era dan kepercayaan bagaimana dunia akan berakhir. Namun disetiap waktunya ramalan tersebut menjadi satu hal yang patut diperhitungkan dan mana yang benar. Menurut para ahli arkeolog, Ramalan Nostradamus dan Para Sufi Bangsa Mayalah yang paling tersohor.

Kalender Bangsa Maya hingga saat ini disebutkan adalah kalender yang paling akurat yang pernah ada di bumi. Sudah banyak kejadian dan fenomena mereka kumpulkan dan diterangkan dalam sebuah simbol-simbol dan karakter untuk meramal kehidupan budaya dan akhir jaman. Salah satunya perhitungan kalender menyebutkan bahwa tepatnya tanggal 21 Desember 2012, merupakan “End of Times”. Maksud kata ini masih banyak diperdebatkan oleh para ilmuwan dan arkeolog namun makna tersebut salah satunya dimaknai sebagai berakhirnya kehidupan manusia di bumi.

Tumpukan manuskrip yang ditulis oleh Michel de Nostradame, atau lebih dikenal Nostradamus (1503-1566) itu ditemukan oleh anggota dari Italian National Library di Roma. Temuan besar pada Mei 2005 tersebut memberikan makna yang lebih besar sekarang dengan sebutan The Nostradamus Code. Untuk memahaminya, Ratherford menggunakan sebuah teknik analisa seni dan bilangan alogaritma. Data yang dihasilkan dapat dianalisis dalam waktu 10 menit. Dalam buku disebutkan permusuhan dan perkelahian akan berkecamuk dan perang dunia ketiga akan terjadi.

Salah satu terpanas yang saat ini sedikit menyinggung dan benar-benar menjadi tanda dibahas dalam bab empat buku tersebut. Bab tersebut membahas kapan waktu permasalahan timbul. Dalam syair ke 3 dan 4 Nostradamus Code menyebutkan pada abad ke 20 perselisihan akan banyak terjadi. Pemimpin yang gila meluncurkan bom nuklir ke daerah Mediterania dan Eropa. Selama periode kegelisahan tersebut pemimpin negara di Timur Tengah mampu mendapatkan senjata nuklir. Dia kemudian melakukan sesuatu hal yang kecil dan tidak akan ragu lagi menggunakan senjata untuk peperangan.

Selain itu dalam syair ke 67 disebutkan sumber bencana seperti gunung api, gempabumi, banjir dan musim kekeringan akan semakin dirasakan oleh seluruh umat manusia. Bencana-bencana tersebut akan menyebabkan pertikaian semakin besar dan konflik sosial semakin parah. Amerika disebutkan akan mengalami kondisi yang paling parah terhadap bencana alam seperti gempabumi dan banjir. Pada waktu itu kondisinya akan penuh konflik, keputusasaan dan kesengsaraan. Akibat bencana yang besar tersebut Amerika akan Bangkrut dan struktur politik serta sosialnya melemah.

Tanda lain yang disebutkan dalam syair ke 23 dan 81 disebutkan bahwa kepercayaan anti terhadap keberadaan Tuhan akan kembali meningkat di Timur Tengah. Kepercayaan ini kemudian akan merambah keberbagai penjuru seperti Eropa, dan Wilayah Mediterania. Tanda lainnya adalah untuk negara ke tiga dunia, para pemimpinnya akan saling berselisih. Selain itu masih banyak lagi sumber masalah yang menjadi tanda perang dunia ke tiga untuk menuju akhir dunia.

Didalam beberapa mitologi-mitologi kuno bahwa bumi ini pernah dilanda banjir dahsyat yang mengerikan, hampir semua peradaban-peradaban zaman dulu ada cerita tentang bencana yang satu ini, misalnya diantara lebih dari 130 suku Indian di Benua Amerika hampir tidak ada suku yang tidak memitoskan banjir dahsyat sebagai topik.

Pada sistem penanggalan didalam Kalender Bangsa Maya/Maya Calendar yg merupakan kalender paling akurat hingga kini yg pernah ada di bumi. Bangsa Maya menyatakan pada tahun 2012, tepatnya tanggal 21 Desember 2012, merupakan “End of Times”. Maksud dari “End of Times” itu sendiri masih diperdebatkan oleh para ilmuwan, dan arkeolog. Dalam kalender bangsa Maya yang sangat tersohor itu, diramalkan bahwa pada periode 1992-2012 bumi akan “dimurnikan”, selanjutnya peradaban manusia sekarang ini akan berakhir dan mulai memasuki peradaban baru.

Dalam sejarah peradaban kuno dunia, bangsa Maya dikenal menguasai pengetahuan tentang ilmu falak yang khusus dan mendalam, sistem penanggalan yang sempurna, penghitungan perbintangan yang rumit serta metode pemikiran abstrak yang tinggi. Kesempurnaan dan akurasi dari pada penanggalannya membuat orang takjub. Para arkeolog percaya bahwa Maya mempunyai peradaban yang luar biasa. Hal itu bisa dilihat dari peninggalannya seperti buku-bukunya, meja-meja batu dan cerita-cerita yang bersifat mistik. Tetapi sayang sekali buku-buku mereka di perpustakaan Maya semuanya sudah dibakar oleh tentara Spanyol ketika menyerang sesudah tahun 1517. Hanya beberapa tulisan pada meja-meja dan beberapa system kalender yang membingungkan tersisa sampai sekarang.

Seorang sejarawan Amerika, Dr. Jose Arguelles mengabdikan dirinya untuk meneliti peradaban bangsa ini. Ia mendalami ramalan Maya yang dibangun di atas fondasi kalender yang dibuat bangsa itu, dimana prediksi semacam ini persis seperti cara penghitungan Tiongkok, ala Zhou Yi. Kalendernya, secara garis besar menggambarkan siklus hukum benda langit dan hubungannya dengan perubahan manusia.

Namun demikian masih ada yang meragukan ramalan bangsa Maya. Erik Velasquez, peneliti di universitas Mexico menandaskan, ramalan tentang hari kiamat di tahun 2012 tidak benar dan ini hanya sekedar isu serta kesalahan argumentasi. Ia bersama timnya melakukan riset soal bangsa Maya dan berhasil pada satu kesimpulan bahwa tanggal 21 Desember 2012 sejatinya indikasi dari babak baru dan peralihan dari era sebelumnya, bukan berakhirnya dunia.

Meski adanya penemuan yang cukup akurat terkait ramalan ini. Masih terdapat sejumlah oknum yang memanfaatkan ramalan yang masih belum jelas ini untuk menentukan masa depan dunia dan menyebarkannya demi kepentingan pribadi atau golongan. Orang seperti ini menemukan tempatnya di Hollywood dan dengan tenang menyebarkan ideologinya ke seluruh dunia. Hollywood selama beberapa tahun belakangan memproduksi film yang mengangkat tema berakhirnya kehidupan dunia dengan harapan menakut-nakuti manusia.

Film-film tersebut bukan hanya memanfaatkan ramalan yang tak pasti, bahkan mereka juga berani menyelewengkan Kitab-Kitab Suci berbagai agama dengan harapan para pengikut agama tersebut juga terseret kepada kesesatan yang sengaja mereka tebar. Para produsen film dengan berbagai cara mencoba menampilkan hari kiamat dan kehancuran dunia. Sebagian mengangkat tema bencana alam seperti banjir, gempa bumi dan ledakan gunung berapi. Sebagian lainnya mengangkat tema ancaman dari makhluk luar angkasa terhadap bumi atau teknologi canggih serta robot.

Mungkin sebagian orang menganggap film 2012 garapan sutradara Roland Emmerich merupakan simbol nyata dari penyebaran ideologi menyimpang Barat terkait hari Kiamat dan alur cerita film ini sesuai dengan tuntutan politik bahkan berdasarkan sejumlah ramalan. Namun demikian film-film keluaran Hollywood yang menitikberatkan pada masalah takhayul berakhirnya dunia khususnya di tahun 2012 hanya sekedar iklan untuk memasarkan produk mereka. Yang diuntungkan hanya para investor dan politikus. Oleh karena itulah, bersandar pada syair-syair Nostradamus merupakan pilihan tepat bagi politikus Barat untuk menjustifikasi mesin-mesin perang mereka.

Tak hanya itu, ramalan tentang hari Kiamat di tahun 2012 dan film-film yang menggambarkannya berdampak negatif bagi masyarakat dunia. Dampak sosial dan psikologis dari film ini sangat besar sehingga mereka yang berfikiran pendek memilih bunuh diri untuk lepas dari ketakutannya menghadapi hari Kiamat di tahun 2012. Selain itu, mereka yang tidak sampai bunuh diri pun mengalami depresi dan gangguan mental lainnya.(IRIB Indonesia)


About admin

Check Also

Los Zetas: Ketika Tentara Elite jadi Kartel

Bagaimana sepak terjang kartel terkejam di Mexico ini? Jika Anda mengira kartel-kartel Meksiko semacam Guadalajara, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *