Sunday , November 19 2017
Home / Tag Archives: Wejangan Sufistik

Tag Archives: Wejangan Sufistik

Sifat Orang Bertauhid yang Sufistik

Pengajian Syeikh Abu Nashr as-Sarraj Syekh Abu Nashr as-Sarraj berkata, “Sebagaimana yang saya terima dari Yusuf bin al-Husain ar-Razi, berkata, ‘Ada seseorang berdiri di depan Dzun-Nun al-Mishri sambil berkata, ‘Beritahu saya apa sebenarnya Tauhid itu?’ Dzun-Nun menjawab, yaitu hendaknya Anda tahu, bahwa Kekuasaan (Qudrat) Allah swt. terhadap segala sesuatu itu ...

Read More »

Imam Al-Ghazali: Rindu (dan Cinta) kepada Allah (Bagian ke-2)

Dalam konteks bahasa, cinta merupakan suatu istilah untuk kecenderungan nafs/jiwa pada sesuatu yang memiliki kesesuaian dan kecocokan dengannya. Pengertian cinta demikian hanya bisa terjadi pada jiwa yang tidak sempurna serta tidak memiliki sesuatu yang sesuai dengan dirinya, lantas ia ingin memperolehnya dengan sempurna, sehingga ia pun merasakan kenikmatan dengan memperolehnya. Hal itu mustahil ...

Read More »

Imam Al-Ghazali: Rindu (dan Cinta) kepada Allah (Bagian ke-1)

Penjelasan tentang adanya rindu kepada Allah sebenarnya telah cukup ketika menjelaskan adanya cinta. Kejelasan yang sempurna bisa dicapai dengan langsung (musyahadah) dan tampaknya objek (tajalli) dengan sempurna. Hal itu hanya bisa terjadi di akhirat. Dengan sendirinya hal itu menimbulkan suatu kerinduan. Hal itu pula yang merupakan puncak kecintaan bagi orang-orang ...

Read More »

Pilar Ma’rifat Menurut Syaikh Al-Akbar Ibnu Arabi ra.

Sahabat yang sedang berjuang menempuh suluk (jalan spiritual), Marilah kita mencermati dengan penuh kerendahan kemampuan diri, nasihat Syaikh Al-Akbar Ibnu Arabi ra. tentang apa-apa yang pilar dari ma’rifat. Semoga Allah merahmati dan memberi hidayah kepada kita. Laa haula wa laa quwwata illa billahi. “Wahai murid, bila Anda hendak berjalan melewati ...

Read More »

Asal Muasal Doa “Ilahi Anta Maqsudi Wa Ridlhaka Mathlubi”

إِلٰهِيْ أَنْتَ مَقْصُوْدِيْ وَرِضَاكَ مَطْلُوْبِي أٰتِنِيْ مَحَبَتَكَ وَمَعْرِفَتَكَ “Ilahi Anta Maqsudi Wa Ridlha Matlubi, Atini Mahabbataka Wa Ma’rifataka” “Ya Allah, Engkaulah puncak tujuanku dan hanya ridhoMu yang kumohon, Berilah aku kecintaan dan kenal kepada-Mu” Doa/munajat tersebut diriwayatkan oleh Hadhrat Mawlana Syekh `Abd al-Khaliq al-Ghujduwani (semoga Allah mensucikan rahasianya) melalui keadaan ...

Read More »

Awwaluddin Ma’rifatullah

Asal-muasal agama diturunkan agar manusia mengenal Allah S.W.T. Wahai saudaraku, sudahkan kita mengenal Allah? Siapakah Allah itu? Bagaimanakah Allah itu? seperti apakah Allah itu? Ketahuilah wahai saudaraku, sebelum kita beribadah kita harus mengenal dulu siapa yang akan kita sembah, jika kita tidak tahu maka sia-sialah ibadah kita. Ada sebuah maqola, ...

Read More »

Cara Mengatur Nafsu

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ عَبْدِكَ وَنَبيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبيِّ الْاُمِّيّ وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تَسْلِيْماً بِقَدَرِ عَظَمَةٍ ذاَتِكَ فِي كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ Hai orang-orang yang baik, jadikanlah nafsumu seperti kuda tungganganmu, dan ketika kudamu keluar dari jalur jalan, lalu kamu pukul dan kuda kembali pada jalannya ...

Read More »

Pecinta (Muhibbin) – bagian (2)

Hayyunah (yang suluknya berada dalam pendampingan (irsyad) Abdul Wahid ibn Zaid pernah berkata, ”Siapa yang cinta kepada Allah akan dibuat melupakan selain-Nya. Siapa yang dibuat melupakan selain-Nya akan dilanda keresahan yang mendalam. Siapa yang resah akan merindukan-Nya. Siapa yang merindukan-Nya akan merasakan keperihan yang menghunjam. Siapa yang telah merasakan perih ...

Read More »

Urgensi Rabithah dalam Islam

Hakikat Rabithah (Ikatan Jiwa) Sesungguhnya jiwa manusia tidak akan kosong dari kondisi keterikatan dengan sesuatu. Sebagian manusia ada yang rabithah (terikat jiwanya) dengan harta semata, ada yang jiwanya terikat dengan pekerjaannya, ada yang terikat dengan lawan jenis, dan lainnya. Rabithah merupakan ajaran dalam thariqah Islam, bertujuan supaya menggantikan gambaran-gambaran dan ...

Read More »

Orang yang Bergantung pada Amalnya

Dalam kitab Al-Hikam, Syaikh Ahmad bin Muhammad ‘Athaillah Assakandary atau yang lebih dikenal dengan Syaikh Ibnu ‘Athaillah mengemukakan satu nasihat yang sangat menarik buat para salikin. Nasihat tersebut adalah sebagai berikut: مِنْ عَلَامَاتِ الإِعْتِمَادِ عَلَى العَمَلِ نُقْصَانُ الرَّجَاءِ عِنْدَ وُجُوْدِ الزَّلَلِ “Di antara tanda-tanda orang yang menggantungkan diri pada amal ...

Read More »