Wednesday , October 23 2019
Home / Tag Archives: Wejangan Sufistik

Tag Archives: Wejangan Sufistik

Kajian Ilmu Rasa Maulana Jalaluddin Rumi dalam Kitab Matsnawi

Rasa sedih yang ditulis di atas daun lontar tidak sanggup mengajarkan duka dan kebahagiaan. Betapapun sedih isi tulisannya tak akan mampu menjamah duka cita yang sebenarnya. Begitu juga kegembiraan yang membuat tertawa seseorang sampai terbahak-bahak pasti tidak berdaya dan hambar rasanya bila dituliskan. Kesedihan dan kesenangan duniawi yang diukir di ...

Read More »

Nasehat Syaikh Abdul Qadir Jailani Dalam Kitab Jala Al-Khatir

Syekh Abdul Qadir Jaelani mengatakan : “Wahai anak muda ! Janganlah berkonsentrasi pada mencuci pakaian jasadmu, Sementara pakaian qalbumu kotor. Engkau berada dalam keadaan kotor, Engkau harus mencuci qalbu terlebih dahulu, kemudian baru mencuci pakaianmu yang biasa. Engkau harus melaksanakan kedua tindak pencucian itu. Cucilah pakaianmu dari dosa, dan cucilah ...

Read More »

Sifat Orang Bertauhid yang Sufistik

Pengajian Syeikh Abu Nashr as-Sarraj Syekh Abu Nashr as-Sarraj berkata, “Sebagaimana yang saya terima dari Yusuf bin al-Husain ar-Razi, berkata, ‘Ada seseorang berdiri di depan Dzun-Nun al-Mishri sambil berkata, ‘Beritahu saya apa sebenarnya Tauhid itu?’ Dzun-Nun menjawab, yaitu hendaknya Anda tahu, bahwa Kekuasaan (Qudrat) Allah swt. terhadap segala sesuatu itu ...

Read More »

Imam Al-Ghazali: Rindu (dan Cinta) kepada Allah (Bagian ke-2)

Dalam konteks bahasa, cinta merupakan suatu istilah untuk kecenderungan nafs/jiwa pada sesuatu yang memiliki kesesuaian dan kecocokan dengannya. Pengertian cinta demikian hanya bisa terjadi pada jiwa yang tidak sempurna serta tidak memiliki sesuatu yang sesuai dengan dirinya, lantas ia ingin memperolehnya dengan sempurna, sehingga ia pun merasakan kenikmatan dengan memperolehnya. Hal itu mustahil ...

Read More »

Imam Al-Ghazali: Rindu (dan Cinta) kepada Allah (Bagian ke-1)

Penjelasan tentang adanya rindu kepada Allah sebenarnya telah cukup ketika menjelaskan adanya cinta. Kejelasan yang sempurna bisa dicapai dengan langsung (musyahadah) dan tampaknya objek (tajalli) dengan sempurna. Hal itu hanya bisa terjadi di akhirat. Dengan sendirinya hal itu menimbulkan suatu kerinduan. Hal itu pula yang merupakan puncak kecintaan bagi orang-orang ...

Read More »

Pilar Ma’rifat Menurut Syaikh Al-Akbar Ibnu Arabi ra.

Sahabat yang sedang berjuang menempuh suluk (jalan spiritual), Marilah kita mencermati dengan penuh kerendahan kemampuan diri, nasihat Syaikh Al-Akbar Ibnu Arabi ra. tentang apa-apa yang pilar dari ma’rifat. Semoga Allah merahmati dan memberi hidayah kepada kita. Laa haula wa laa quwwata illa billahi. “Wahai murid, bila Anda hendak berjalan melewati ...

Read More »

Asal Muasal Doa “Ilahi Anta Maqsudi Wa Ridlhaka Mathlubi”

إِلٰهِيْ أَنْتَ مَقْصُوْدِيْ وَرِضَاكَ مَطْلُوْبِي أٰتِنِيْ مَحَبَتَكَ وَمَعْرِفَتَكَ “Ilahi Anta Maqsudi Wa Ridlha Matlubi, Atini Mahabbataka Wa Ma’rifataka” “Ya Allah, Engkaulah puncak tujuanku dan hanya ridhoMu yang kumohon, Berilah aku kecintaan dan kenal kepada-Mu” Doa/munajat tersebut diriwayatkan oleh Hadhrat Mawlana Syekh `Abd al-Khaliq al-Ghujduwani (semoga Allah mensucikan rahasianya) melalui keadaan ...

Read More »

Awwaluddin Ma’rifatullah

Asal-muasal agama diturunkan agar manusia mengenal Allah S.W.T. Wahai saudaraku, sudahkan kita mengenal Allah? Siapakah Allah itu? Bagaimanakah Allah itu? seperti apakah Allah itu? Ketahuilah wahai saudaraku, sebelum kita beribadah kita harus mengenal dulu siapa yang akan kita sembah, jika kita tidak tahu maka sia-sialah ibadah kita. Ada sebuah maqola, ...

Read More »

Cara Mengatur Nafsu

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ عَبْدِكَ وَنَبيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبيِّ الْاُمِّيّ وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تَسْلِيْماً بِقَدَرِ عَظَمَةٍ ذاَتِكَ فِي كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ Hai orang-orang yang baik, jadikanlah nafsumu seperti kuda tungganganmu, dan ketika kudamu keluar dari jalur jalan, lalu kamu pukul dan kuda kembali pada jalannya ...

Read More »

Pecinta (Muhibbin) – bagian (2)

Hayyunah (yang suluknya berada dalam pendampingan (irsyad) Abdul Wahid ibn Zaid pernah berkata, ”Siapa yang cinta kepada Allah akan dibuat melupakan selain-Nya. Siapa yang dibuat melupakan selain-Nya akan dilanda keresahan yang mendalam. Siapa yang resah akan merindukan-Nya. Siapa yang merindukan-Nya akan merasakan keperihan yang menghunjam. Siapa yang telah merasakan perih ...

Read More »