Friday , October 30 2020
Home / Tag Archives: Tarekat Tasawwuf;

Tag Archives: Tarekat Tasawwuf;

Ratu Ageng, Penganut Syattariyah yang Jadi Pembimbing Utama Pangeran Diponegoro

Dalam email tertanggal 15 Agustus 2015, Prof. Oman Fathurahman, filolog UIN Syarif Hidayatullah, menjelaskan kepada Peter Carey, bahwa Ratu Ageng, nenek buyut Pangeran Diponegoro, adalah penganut Tarekat Syattariyah. Menurut Oman, berdasarkan penelitian atas naskah Jav. 69 [Silsilah Syattariyah] dari koleksi Colin Mackenzie di British Library, London, Ratu Ageng–yang disebut ‘Kangjeng ...

Read More »

Anak Kecil yang Menjadi Murid Malaikat

Oleh: H. Derajat بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم Ku mulai risalah kecil ini dengan SHALAWAT RUHUL ARWAH yang sebaiknya dibaca sebelum tidur, semoga dengan membacanya Allah mempertemukan kita dengan Rasulullah SAW sebagai berikut; اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى رُوْحِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فىِ اْلأَرْوَاحِ وَعَلَى جَسَدِهِ فِى اْلأَجْسَادِ وَعَلَى قَبْرِهِ فِى اْلقُبُوْرِاَللَّهُمَّ اَبْلِغْ رُوْحَ ...

Read More »

Amalan yang Membuat Rasulullah Mencium Kening Mursyid Kami

Oleh: H. Derajat بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ Dalam Kitab  Nashaaihul ‘Ibaad (nasihat bagi para hamba) karya Syeikh Nawawi Al-Bantani diceritakan kisah seorang ulama sufi yang membuat bangga Rasulullah SAW karena amalan dzikir dan wiridnya. Beliau adalah Abu Bakar As-Syibly (rahimahullahu ta’ala) tinggal di ...

Read More »

Konsep Mi’raj Hati; Pelajaran Jelang Lailatul Qadar, Mawas Diri Menggapai Cinta Ilahi

Oleh: H. Derajat Bismillaahirrahmaanirrahiim Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad Saudaraku yang dimuliakan Allah, berikut ingin kusampaikan sebuah jalan menuju Hadirat Ilahi (Mi’rajnya hati) yang pernah dialami oleh Mursyid kami Syeikh Abu Yazid al-Bisthami. Tentunya dalam penyampaian ini saya berharap engkau telah mempunyai seorang Guru Pembimbing ...

Read More »

Kisah Imam Ibnu al-Munkadir Mengeraskan Suara Dzikirnya

Dalam kitab Hilyah al-Auliyâ wa Thabaqat al-Ashfiyâ’, Imam Abu Na’im al-Ashbahânî (330-430 H), mencatat sebuah riwayat yang menceritakan Imam Ibnu al-Munkadir berdzikir dengan suara keras. Berikut riwayatnya: حدثنا أبو محمد بن أحمد الجرجاني، ثنا عبد الله بن محمد بن عبد العزيز، ثنا محمد بن عباد، ثنا سفيان، حدثني المنكدر، قال: ...

Read More »

Memohon Ampunan Dosa Jangan Menjadi Penghalang Menuju Allah SWT

Syeikh Ahmad ibn ‘Athaillah Assakandary berkata dalam al-Hikamnya: لَا يَعْظُمُ الْذَّنْبُ عِنْدَكَ عَظَمَةً تَصُدُّكَ عَنْ حُسْنِ الْظَّنِّ بِالْلَّهِ تَعَالَىْ؛ فَإِنَّ مَنْ عَرَفَ رَبَّهُ اسْتَصْغَرَ فِيْ جَنْبِ كَرَمِهِ ذَنْبُهُ “Janganlah membesarkan dosa (dengan suatu) kebesaran (tertentu) di sisimu, (sedemikian rupa sehingga) menghalangimu dari berprasangka baik kepada Allah Ta’ala; karena sesungguhnya barangsiapa ...

Read More »

Mengapa Islam Nusantara Bisa Bertahan

Corak tasawuf Sunni yang mengakar memudahkan terbentuknya basis komunitas tarekat sekaligus menyemai bibit-bibit pejuang. Pesantren-pesantren besar maupun kecil pada akhirnya menjadi supplier ulama-salik-mujahid sekaligus. Mengapa Islam Nusantara bisa bertahan ratusan tahun? Kuncinya ada di tarekat dan pesantren. Tanpa keduanya, Islam Nusantara bakal tercerabut dari akarnya. Keduanya juga berfungsi menetralisir gangguan ...

Read More »

Dari Antroposentris Menuju Allah Sentris

Dikutip dari buku COME – COnnected Meaningful Excellent – “Mendatangkan Keberkahan yang Mengubah Hidup Anda” karya Wahfiudin Sakam. Dalam bahasa Latin, manusia disebut anthropo. Dari situlah muncul istilah anthropo-centric: manusia sebagai pusat. Antroposentris dalam ejaan Indonesia. Ketika seseorang meyakini bahwa manusialah pusat segalanya–atau pusat alam semesta sebagaimana yang diajarkan Renaisans ...

Read More »

Sufisme dan Islam Nusantara

Karakter khas manusia Nusantara adalah mampu mengolah nilai-nilai dan sistem kebudayaan luar wilayahnya menjadi bagian integral dari kebudayaan miliknya. Kisah Mahabarata yang merupakan tradisi India, diolah menjadi tradisi wayang Nusantara dengan tambahan Punakawan dan nilai-nilai spiritual seperti sekarang. Kemampuan peradaban yang luwes dan kenyal inilah yang sekarang sedang berada di ...

Read More »

Tarekat Sammaniyah: Dari Pattani, Palembang, sampai Betawi

Pada hari Selasa, 4 Nopember 2014, pengurus dan anggota Majelis Agama Islam Wilayah Songkhla, Thailand yang berjumlah 36 orang, terdiri atas laki-laki dan perempuan yang dipimpin oleh yang dipertua (ketua) Tuan Haji Zakaria Binsaleh, melakukan kunjungan dan pertemuan silaturahim dengan pengurus MUI DKI Jakarta dan Jakarta Islamic Centre (JIC) di ...

Read More »