Tuesday , March 26 2019
Home / Tag Archives: Renungan Sufistik (page 3)

Tag Archives: Renungan Sufistik

Gejolak Jiwa: Rindu dan Cinta Pertama kepada Allah SWT

Gejolak jiwa yang terjadi dalam diri, saat mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan dengan suara yang merdu, membangkitkan perasaan rindu. Dari manakah perasaan itu datang? Ke mana perasaan itu pergi? Dari manakah sumber gejolak jiwa ini? Sumber gejolak itu adalah masa lalu ketika Allah Swt menyatakan, ”Bukankah Aku ini adalah Rabb kalian?” ...

Read More »

Catatan Sufistik tentang Pernikahan

[Catatan ke – 1 ] : “Sesuai Fitrah Perkawinan” (Candra Malik, dalam “Makrifat Cinta”) Sebuah pernikahan. Maka serah-terima (ijab-qabul) adalah syariat yang harus ditempuh, yang menjadi tarekat adalah resepsi pernikahan itu yang penuh puja-puji sesuai kedudukan dan keadaan masing-masing. Padahal hakikat dari perkawinan itu adalah segala apa yang ditutupi oleh kelambu ...

Read More »

“Diam itu Emas” dan Menjaga Lisan

Lisan diciptakan untuk memperbanyak dzikir kepada Allah Swt., membaca Al-Qur’an, dan membimbing manusia untuk menempuh jalan yang benar. Maka, pergunakanlah lisanmu untuk mengungkapkan isi hati yang benar dalam urusan agama dan dunia. Apabila engkau pergunakan lisan tidak sejalan dengan tujuan penciptaannya, maka engkau telah mengingkari nikmat Allah Swt dan mendurhakai ...

Read More »

Cinta Kepada Allah dan Cinta Kepada Manusia; Mungkinkah Dipadukan?

Nabi Muhammad Saww bersabda : “Barangsiapa yang tiada mengasihi manusia maka Allah-pun tiada mengasihinya!” (Kanz al-‘Ummal, hadits ke : 5972) Di dalam ajaran Islam, mengasihi sesama manusia adalah bagian terpenting dari ajaran Nabi Muhammad saww dan Ahlul Baitnya. Mencintai umat manusia adalah realisasi dari ajaran al-Qur’an, yang mana pengutusan Nabi Muhammad ...

Read More »

Kau Menuntut Tuhanmu Ketika Permintaanmu Tak DikabulkanNya

“Janganlah kau tuntut Tuhanmu karena tertundanya keinginanmu, tetapi tuntutlah dirimu sendiri karena engkau telah menunda adabmu kepada Allah.” Betapa banyak orang menuntut Allah, karena selama ini ia merasa telah berbuat banyak, telah melakukan ibadah, telah berdoa dan berjuang habis-habisan. Tuntutan demikian karena seseorang merasa telah berbuat, dan merasa perlu ganti ...

Read More »

“Sadar” dan “Hadir”

Sebuah pepatah sufi mengatakan, ”Darwis adalah anak zamannya.” Ini berarti, kita menyadari dan memperhatikan ketika mengikat tali sepatu setiap memakai sepatu. Saat mengikatkan tali sepatu, kita tidak berpikir tentang surel atau merencanakan apa yang akan kita lakukan di sore hari. Saat mengancingkan kemeja atau menyikat gigi, atau melakukan apapun, kita tetap hadir dalam ...

Read More »

Kisah Muhadits Tobat Karena Anggap Dha’if Sebuah Hadits

Ketika ada sebuah hadits shahih yang dinilai dha’if oleh sebagian pihak, sebaiknya tidak langsung ikut serta men-dha’if-kannya dengan sembarangan, karena bisa jadi hadits tersebut memang masuk kategori hadits shahih. Mengenai hal ini ada sebuah kisah yang ditulis oleh Imam Hujjatul Islam Al-Ghazali dalam kitab Jawahir Al-Qur’an halaman 73. Suatu ketika ada seorang ...

Read More »

Nur Muhammad dan Muhammad SAW

Nur Muhammad dan Muhammad SAW “Allah adalah cahaya langit dan bumi” (QS. 24:35) “Wahai Jabir, sesungguhnya Allah Swt. sebelum menciptakan segala sesuatu, terlebih dahulu menciptakan cahaya nabimu dari Nur Allah” (Hadits) “Jika bukan karena engkau, jika bukan karena engkau, wahai Muhammad, Aku tak akan pernah menciptakan langit yang tinggi dan ...

Read More »

Dosa dan “Sebab – Akibat”

Dalam sudut pandang sebab-akibat, dosa yang digambarkan sebagai bentuk kemahabijakan Allah Swt. dapat dirunut sebagai berikut : Kalaupun Allah Swt. menakdirkan sesuatu yang Dia benci dan Dia murkai, maka hal itu tidak lain adalah murni kebijakan-Nya. Akibat kebijakan-Nya itu, maka akan muncul sesuatu yang lebih Dia suka daripada kemaksiatan itu ...

Read More »

Belajar Memahami Kehidupan dari Secangkir kopi

Ayah : Nak, tolong buatkan kopi dua gelas untuk kita berdua, tapi gulanya jangan engkau tuang dulu, bawa saja ke mari beserta wadahnya. Anak : Baik, ayah. Tidak berapa lama, anaknya sudah membawa dua gelas kopi yang masih hangat dan gula di dalam wadahnya beserta sendok kecil. Ayah : Cobalah ...

Read More »