Tuesday , December 11 2018
Home / Tag Archives: Renungan Sufistik (page 2)

Tag Archives: Renungan Sufistik

Cinta Tuhan

Ada perpecahan yang mengerikan baik antar individu maupun masyarakat. Kita memulai kalimat dengan kata-kata “kami”, “kamu,” dan “orang lain.” Rasa benci kita tak pernah beranjak ke mana-mana. Kita berkesimpulan bahwa barisan kita yang memuakkan ini, yang tampaknya akan terus berlanjut, masih menanggung perasaan yang akan muncul dalam ketegangan di masa ...

Read More »

Bertemu Tuhan di Jalan Cinta

Saya ingin mengawali artikel ini dengan sebuah cerita yang populer di kalangan sufi. Sebuah kisah yang konon terjadi di zaman Nabi Musa. Syahdan, sekelompok Bani Israil satu kali pernah mendatangi Nabi Musa memintanya bersedia berbicara kepada Tuhan dan mengundangnya dalam jamuan makan. Maklum, reputasi Nabi Musa memangt dikenal sebagai Kaliimullah ...

Read More »

Cinta dalam Perspektif Psikologi dan Tasawuf

Sejak lahir, kita semua mencari cinta. Kita mendambakan cinta. Puisi, musik dan seni, semuanya sarat simbolisme tentang cinta. Darimana sebenarnya datangnya kerinduan ini ? Apa yang mendorong pencarian ini ? Psikologi biasanya cenderung tidak mau tahu dan tidak menjadikan cinta sebagai salah satu topik pembahasan. Oleh karena itu, cinta tidak ...

Read More »

Ketika Air Mata Cucu Rasulullah SAW Mengalir di Hadapan Allah SWT

10 Muharram (kebetulan jatuh pada tanggal 20 September 2018) adalah tanggal Syahidnya Mursyid kami yang Agung Imam Husein di Karbala. Jauhkanlah pendapat bahwa yang mencintai Sayyidina Husein adalah KAUM SYIAH. Beliau lah pemuka kaum anti kekerasan bahkan terhadap musuh-musuhnya sekalipun. Beliaulah cucu kesayangan Rasulullah tidakkah sepatutnya kita pun menaruh hormat ...

Read More »

Tamparan Hamzah Fansuri untuk Kaum Feodal

Kami sajikan sebagian kecil karya penyair agung Aceh, Hamzah Fansuri, yang bertema kritik sosial. Yang menjadi kajian kita adalah sebagian bait dalam Thair al-‘Uryan (Burung Pingai). Syekh Hamzah Fansuri adalah seorang cendekiawan, ulama tasawuf, sastrawan dan budayawan terkemuka yang diperkirakan hidup antara abad ke-16 sampai awal ke-17. Tahun lahir dan ...

Read More »

Membongkar Feodalisme “Calo” Agama: Percakapan Tasawuf Virtual hingga Kedaulatan Anak Milenial

Kini masuk titimangsa manakala kesalehan personal diamsalkan dan disimplifikasikan sebatas fesyen. Pakaian ditandakan sebagai ketakwaan seseorang, sedangkan tuturan santun dipuja dan dibonsai media arus utama. Kemunculan itu mendorong pendakwah dadakan melalui spirit hijrah artifisial untuk berkontestasi di jagat maya dalam rangka meraup massa. Mereka, pendakwah gaya baru itu, menawarkan kapling ...

Read More »

Buka Lembaran Baru, Muharram 1440 H.

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ إِنَّ ٱللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” Q. S. [13] : 11 Di ayat itu sangat janggal: usaha sendiri lebih dominan daripada kehendak Dia yang Mahakuasa. Di mana peran ...

Read More »

Jadilah Karyawan Allah SWT dengan Bertani dan Berkebun!

Sahabat, suatu hari saya bertanya kepada suami saya tentang mengapa dia selalu menggalakkan menanam pohon di seputaran rumah kami baik pohon yang biasa di makan manusia, binatang-binatang seperti burung dan bahkan monyet kebetulan di seputaran rumah kami banyak monyet di dekat Sungai Cimanuk dan inilah jawabannya. Dari Jabir bin Abdullah Rodhiyallohu ...

Read More »

Ujian Hidup adalah Panggilan Allah untuk Orang Beriman

Kisah dari Jalaluddin Rumi yang tercantum dalam kitabnya ‘Fihi Ma Fihi’ berikut ini, sebenarnya juga bisa menjelaskan makna ayat Qur’an Q. S. 29 : 2, أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ dan mereka tidak akan diuji lagi?” ...

Read More »

Dua Tanda Pencerahan

Deepak Chopra Menurut Vedanta, hanya ada dua tanda-tanda pencerahan, dua indikasi bahwa transformasi telah mengambil tempat pada dirimu kearah kesadaran yang lebih tinggi. Tanda pertama adalah engkau berhenti merasa khawatir. Kini semua hal itu tidak mengganggumu lagi. Engkau memiliki hati yang ringan dan penuh dengan suka cita. Tanda yang kedua ...

Read More »