Tuesday , March 26 2019
Home / Tag Archives: Renungan Sufistik (page 13)

Tag Archives: Renungan Sufistik

Keheningan, Kedamaian, Keramaian

Para pencari sesuatu yang sejati selalu mencintai sepi. Mereka mendambakan kedamaian dalam keheningan. Menolak segala bentuk kegaduhan, keramaian, dan kemegahan hiruk-pikuk kehidupan. Dunia dipandang sebagai permainan yang penuh kepalsuan. Kefanaan yang penuh nafsu dan harus dihinakan. Maka sejarah mencatat para pencerah yang memulai dari keheningan. Seperti Musa yang pergi ke ...

Read More »

Habib Ali Zainal Abidin: Membersihkan Diri dari Rasa Benci pada Orang Lain Sedekah

Menurut Muballig Habib Ali Zainal Abidin, usaha diri untuk membersihkan dari perasaan benci pada orang lain termasuk sedekah. Hal ini disampaikan berlandaskan pada riwayat Nabi Muhammad Saw yang tidak ingin mendengar berita yang dapat menimbulkan perasaan benci pada orang lain termasuk para sahabatnya. “Jangan ada seorang pun dari kalian yang ...

Read More »

Memahami Cinta Menurut Al Qur’an

Menurut Hadits Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai’an katsura dzikruhu), kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya (man ahabba syai’an fa huwa `abduhu) “siapa yang mencintai maka ia menjadi budak yang dicinta”. Kata Nabi juga, ciri dari cinta ...

Read More »

Nasehat Syeikh Abdul Qadir Jaelany Tentang Hati (Qalb)

Wahai hamba Allah, apabila kamu lebih mengutamakan mahluk daripada Pencipta mahluk, maka sebenarnya kamu itu dalam kesakitan, dalam kebinasaan, dan sampai kapan perilakumu itu kamu tunjukkan dihadapan Allah Al-Haqq, dan sampai kapan lagi kamu sadar dari keingkaranmu itu? Sampai kapan lagi kamu menghidupkan dunia dan mematikan akherat? Sesungguhnya setiap manusia ...

Read More »

Sekilas Tentang Tuhan dalam Pandangan kaum Sufi

“Hanya ada satu Tuhan, abadi, satu-satunya Wujud, tak ada yang eksis kecuali Dia.” Bagi para ahli mistik dan tasawuf, Tuhan adalah sumber dan tujuan dari segalanya, dan “segalanya adalah Tuhan”. “Tuhan adalah setiap hal dari segala”, meskipun pada waktu yang bersamaan, dari sudut pandang yang lain, setiap sesuatu “tidak berarti ...

Read More »

Sang Guru: Perspektif Sufisme

  “Hanya ada satu guru, pembimbing semua jiwa yang senantiasa membawa pengikutnya menuju cahaya.” Sufi memahami, bahwa kendati Tuhan adalah sumber segala pengetahuan, inspirasi dan biumbingan. Namun, manusia adalah sarana yang dipilih oleh Tuhan untuk menanamkan pengetahuan, sebagaimana Adam diajar oleh Tuhan perihal nama-nama segala sesuatu yang tidak diketahui oleh ...

Read More »

Gelisah Dalam Hidup

[TANYA] Mas, mengapa sampai dengan sekarang saya masih merasa galau dengan diri saya sendiri (seingat saya saya mulai bertanya-tanya tentang diri saya sejak SD sampai dengan sekarang, kurang lebih 15 th), apalagi setelah saya baca kalimat “Siapa yang mengetahui dirinya, dia akan mengetahui Tuhannya”. Saya sangat berharap dengan balasannya. Terima ...

Read More »

Nasehat Maulana Jalaluddin Rumi Tentang Pernikahan dalam Fiihi Maa Fiihi

Rumi berkata: Siang dan malam engkau senantiasa berperang, berupaya mengubah akhlak dari lawan-jenismu, untuk membersihkan ketidaksucian mereka dan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan mereka. Lebih baik mensucikan dirimu sendiri melalui mereka daripada mencoba mensucikan mereka melalui dirimu sendiri. Ubahlah dirimu sendiri melalui mereka. Temuilah mereka dan terimalah apa saja yang mereka katakan, ...

Read More »

Makna Dibalik Kalimat “Gusti Alloh Mboten Sare (Tuhan Tidak Tidur)”

Ungkapan itu sering kali muncul apabila seseorang menghadapi suatu kesulitan yang ditengarahi direkeyasa oleh seseorang atau sekelompok orang, dimana “si korban” seolah olah tak berdaya. Namun apakah pantas kita mengeluarkan statement “Tuhan tidak tidur”? Sedekat apa kita kog berani berstatement tentang sifat ketuhanan? Sama saja ketika misalnya kita ditanya eh ...

Read More »

Krisis Ketuhanan

Krisis kepercayaan terhadap Tuhan terjadi di tengah-tengah masyarakat kita, atau malah mungkin juga terjadi pada diri kita, keluarga, lingkungan sekeliling kita, dengan berbagai indikasi, diantaranya: Hilang keikhlasan Sudah luntur sebuah ketulusan Perbuatan baik sudah sulit dideteksi (dikenali), karena yang ada hanya perbuatan yang menguntungkan. Semakin hari semakin sedikit sekali yang ...

Read More »