Saturday , October 21 2017
Home / Tag Archives: Renungan Sufistik

Tag Archives: Renungan Sufistik

Struktur Insan

strukturinsan-3

Setiap diri manusia sesungguhnya merupakan gabungan dari tiga unsur besar yang membentuknya, yaitu jasad (badan, jism), jiwa (nafs), dan Ruh. Memahami bagaimana hubungan interaksi antara ketiga unsur ini dan unsur-unsur turunannya merupakan kunci untuk memahami tujuan penciptaan diri kita dan, pada akhirnya, memahami agama. Memahami Interaksi Unsur-unsur Pembentuk Manusia Abu ...

Read More »

Tafsir Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir

Ilustrasi perahu Nabi-Khidir

Berikut adalah penafsiran ilmu tarekat tentang perjalanan Nabi Musa AS “Sesungguhnya, Khidir AS bukanlah sosok lain yang terpisah sama sekali dari keberadaan manusia rohani. Apa yang disaksikan sebagai tanah menjorok dengan lautan di sebelah kanan dan kiri itu bukanlah suatu tempat yang berada di luar diri manusia. Tanah itulah yang ...

Read More »

Perpindahan dan Meditasi (Al-Hijrah wal-Muraqabah)

Meditasi

Apakah makna sesungguhnya dari perjalanan Haji atau perpindahan (migrasi)? Dapatkah makna sesungguhnya hanyalah perpindahan dari satu kota ke kota lainnya, atau antar-negara atau memperoleh sebuah kewarganegaraan baru? Itu adalah makna fisik: meninggalkan satu tempat untuk pergi ke tempat lain. Kini, dunia sudah menjadi sebuah desa yang global. Kamu dapat berada ...

Read More »

Hijrah Spiritual

rulings-pertaining-to-hijrah

Semua suluk (perjalanan ruhani) sesungguhnya bertujuan menemukan mulianya Rubûbiyyah (Ketuhanan) dan hinanya ‘ubûdiyyah (kehambaan). Ini merupakan tahap awal sekaligus puncak suluk, sehingga kadar suluk setiap orang dapat diukur dengan penghayatannya atas hakikat ini. Bahkan, ukuran kesempurnaan dan kekurangan manusia terletak di sini. Egoisme, keakuan, pengagungan dan kecintaan pada diri berbanding terbalik dengan kesempurnaan ...

Read More »

Cinta Sejati (True Love)

Kemana Harus Mencari Cinta Sejati

Seorang bijak berkata kepadaku, “Anakku, mari kita bicara tentang cinta. Cinta apa yang kau miliki?” Merasa diri ini memang belum paham apa makna cinta yang sebenarnya, maka aku dengarkan baik-baik setiap hikmah yang menyemburat seperti cahaya. True Love (Cinta Sejati) Anakku, kamu harus membuka hatimu lebar-lebar agar bisa menangkap esensi ...

Read More »

Mencintai Takdir

Life is in Allah

Apapun yang terjadi, apapun yang aku alami, apapun yang dihadapkan kepadaku, aku tidak akan pernah menghiraukan apa peristiwanya. Melainkan aku kan melihat Dzat Yang Maha di balik segalanya. Sungguh, setiap ujian yang datang dari-Nya adalah demi kebaikan hamba. Demikian pula dengan setiap kepedihan yang dialami manusia. Tidak mungkin ada keburukan ...

Read More »

Pada Istrimu Ada Allah

Alaqah

نِسَآؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ nisaaukum hartsun lakum fa’tuu hartsakum annaa syi’tum waqaddimuu li-anfusikum wattaquullaaha wa‘lamuu annakum mulaaquuhu wabasysyiril mu’miniin. “Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. ...

Read More »

Pecinta (Muhibbin) – bagian (3)

pecinta

Telah diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad Saw pernah berdoa : “Allahumma Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu, kelezatan hidup setelah mati, dan dapat melihat wajah-Mu serta merindukan pertemuan dengan-Mu.” Diriwayatkan pula dari Abu Darda r.a bahwasanya ia berkata, ”Aku menyukai maut karena kerinduanku yang sangat kepada Tuhanku.” Seseorang yang merindukan untuk ...

Read More »

Kiai dan Pelacur

pelacur -ilustrasi

Kyai Marwan, dari Nganjuk. Kiai ini sudah hampir mendekati lima puluh tahun usianya, tetapi masih membujang. Keinginan untuk konsentrasi sebagai Kyai tanpa menghiraukan urusan dunia termasuk wanita, membuatnya menjadi bujang lapuk. Tapi soal kebutuhan penyaluran syahwat, tetap saja mengusik setiap hari. Apalagi kalau ia berfikir, siapa nanti yang mneneruskan pesantrennya kalau ...

Read More »

Hakikat Qurban Menurut Maulana Jalaluddin Rumi

takut-pada-allah

Idul Qurban berasal dari dua kata dalam bahasa Arab, Ied dan Qurban. “Ied” dari kata ‘aada – ya’uudu, bermakna ‘kembali’. Qurban, dari kata qaraba-yaqrabu, bermakna ‘mendekat’. ‘Qarib‘ adalah ‘dekat’, dan ‘Al-Muqarrabuun‘ adalah ‘(hamba) yang didekatkan’. Iedul Qurban kemudian bisa kita maknai sebagai sebuah hari dimana kita berupaya kembali pada hakikat ...

Read More »