Monday , September 24 2018
Home / Tag Archives: Renungan Sufistik

Tag Archives: Renungan Sufistik

Ketika Air Mata Cucu Rasulullah SAW Mengalir di Hadapan Allah SWT

10 Muharram (kebetulan jatuh pada tanggal 20 September 2018) adalah tanggal Syahidnya Mursyid kami yang Agung Imam Husein di Karbala. Jauhkanlah pendapat bahwa yang mencintai Sayyidina Husein adalah KAUM SYIAH. Beliau lah pemuka kaum anti kekerasan bahkan terhadap musuh-musuhnya sekalipun. Beliaulah cucu kesayangan Rasulullah tidakkah sepatutnya kita pun menaruh hormat ...

Read More »

Tamparan Hamzah Fansuri untuk Kaum Feodal

Kami sajikan sebagian kecil karya penyair agung Aceh, Hamzah Fansuri, yang bertema kritik sosial. Yang menjadi kajian kita adalah sebagian bait dalam Thair al-‘Uryan (Burung Pingai). Syekh Hamzah Fansuri adalah seorang cendekiawan, ulama tasawuf, sastrawan dan budayawan terkemuka yang diperkirakan hidup antara abad ke-16 sampai awal ke-17. Tahun lahir dan ...

Read More »

Membongkar Feodalisme “Calo” Agama: Percakapan Tasawuf Virtual hingga Kedaulatan Anak Milenial

Kini masuk titimangsa manakala kesalehan personal diamsalkan dan disimplifikasikan sebatas fesyen. Pakaian ditandakan sebagai ketakwaan seseorang, sedangkan tuturan santun dipuja dan dibonsai media arus utama. Kemunculan itu mendorong pendakwah dadakan melalui spirit hijrah artifisial untuk berkontestasi di jagat maya dalam rangka meraup massa. Mereka, pendakwah gaya baru itu, menawarkan kapling ...

Read More »

Buka Lembaran Baru, Muharram 1440 H.

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ إِنَّ ٱللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” Q. S. [13] : 11 Di ayat itu sangat janggal: usaha sendiri lebih dominan daripada kehendak Dia yang Mahakuasa. Di mana peran ...

Read More »

Jadilah Karyawan Allah SWT dengan Bertani dan Berkebun!

Sahabat, suatu hari saya bertanya kepada suami saya tentang mengapa dia selalu menggalakkan menanam pohon di seputaran rumah kami baik pohon yang biasa di makan manusia, binatang-binatang seperti burung dan bahkan monyet kebetulan di seputaran rumah kami banyak monyet di dekat Sungai Cimanuk dan inilah jawabannya. Dari Jabir bin Abdullah Rodhiyallohu ...

Read More »

Ujian Hidup adalah Panggilan Allah untuk Orang Beriman

Kisah dari Jalaluddin Rumi yang tercantum dalam kitabnya ‘Fihi Ma Fihi’ berikut ini, sebenarnya juga bisa menjelaskan makna ayat Qur’an Q. S. 29 : 2, أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ dan mereka tidak akan diuji lagi?” ...

Read More »

Dua Tanda Pencerahan

Deepak Chopra Menurut Vedanta, hanya ada dua tanda-tanda pencerahan, dua indikasi bahwa transformasi telah mengambil tempat pada dirimu kearah kesadaran yang lebih tinggi. Tanda pertama adalah engkau berhenti merasa khawatir. Kini semua hal itu tidak mengganggumu lagi. Engkau memiliki hati yang ringan dan penuh dengan suka cita. Tanda yang kedua ...

Read More »

Mengapa Manusia Cenderung Kepada Duniawi?

Sebagaimana di alam natural, gerak menurun (nuzuli) lebih mudah daripada gerak menaik (shu’udi). Hukum ini pula berlaku dalam gerak dan suluk pada perkara-perkara maknawi, spiritual, dan akhlak. Dalam istilah qurani, gerak dan proses menaik dikatakan senantiasa bersama dengan usaha, upaya, dan derita. Tuhan berfirman dalam al-Quran surah Insyiqaq ayat keenam, ...

Read More »

Fenomenologi Ketidaktahudirian

Mengapa ada orang yang tidak tahu diri? Pertanyaan ini menjadi penting di tengah pengajuan presiden dan calon presiden untuk Pilpres 2019 nanti. Fenomenologi mencoba mendekati keadaan sebagaimana adanya (zurück zu den Sachen selbst). Pendekatan ini kiranya penting untuk memahami sepak terjang politisi Indonesia sekarang ini. Nuansa ketidaktahudirian tercium pekat di ...

Read More »

Bukan Amal Ibadahmu yang Akan Membawamu ke Surga. Bukan!!!

Ketika Allah menciptakan neraka, Dia berfirman pada Jibril a.s untuk pergi melihat neraka. Lalu Jibril kembali dan berkata, “Demi kemuliaan-Mu, tak akan ada seorang pun yang ingin memasukinya.” Lalu Allah meliputi neraka penuh dengan hal-hal yang disukai nafsu dan syahwat manusia. “Pergi dan lihatlah kembali,” kata Allah. Dan Jibril pergi, ...

Read More »