Wednesday , August 12 2020
Home / Tag Archives: Kajian Tarekat Tasawwuf

Tag Archives: Kajian Tarekat Tasawwuf

Bahkan Mengumpat dalam Hati adalah Perbuatan Tercela

Oleh : H. Derajat بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ Bagi seorang Wali Allah mengumpat dalam hati pun adalah sebuah kesalahan sebagaimana pernah terjadi kepada Mursyid kami yang mulia Imam Junaid Al Baghdadi, dapatlah kita bayangkan kemuliaan hati seorang Wali yang merupakan Mursyid ...

Read More »

Shalat Rajab Menurut Imam Al-Ghazali

Rajab tercatat sebagai bulan-bulan mulia penuh keberkahan. Selain bulan Rajab, ada tiga bulan lainnya yang dimuliakan dalam Islam, yaitu bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Hal ini tercatat dalam firman Allah SWT Surat At-Taubah ayat 36. إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ...

Read More »

Isra Mi’raj; Peristiwa Metamorfosa Akal

Isra Dari sebagian definisi pada umumnya, barangkali sedikit bisa kita “raba” tentang pengertian umum dari akal. Pada intinya, bahwa akal itu merujuk kepada sesuatu yang berada di dalam diri kita. Bukan benda otak berupa daging yang letaknya di dalam kepala, tapi berupa keberadaan abstrak yang menuntun manusia untuk berpikir dan ...

Read More »

Wacana Martabat Tujuh dalam Kesusasteraan Jawa-Islam (5)

“Seperti ungkapan Ibnu ‘Arabi, penyaksian Tuhan dalam diri seorang wanita adalah bentuk penyaksian paling sempurna. Karena wanita dibuat memikat hati Nabi saw. Gambaran ini seakan tampak dalam risalah Suluk Sujinah yang ditulis oleh seorang wanita. Pertanyaan-pertanyaan cerdas yang diajukan seorang istri kepada suami ini menggali dari akar ketuhanan sampai hakikat ...

Read More »

Wacana Martabat Tujuh dalam Kesusasteraan Jawa-Islam (4)

“Para guru sufi senantiasa mengingatkan kita untuk shalat daim. Shalat di alam arwah guna mengembalikan kedirian kita setelah diambil sumpah setia untuk bertauhid. Menghadapkan wajah kita kepada Allah swt. lalu bersujud, membaca tasbih, duduk bersimpuh memohon ampunan dan kasih sayang-Nya. Menengok ke kanan dan melihat malaikat, lantas mengusapkan salam sebagai ...

Read More »

Wacana Martabat Tujuh dalam Kesusasteraan Jawa-Islam (3)

“Tuhan, misteri yang tak dapat diterjang mata telanjang. Namun, Dia begitu hadir dalam kesadaran orang-orang meyakininya. Tak dapat dilihat, diraba, diterka akal manusia. Dia berada dalam lorong gelap yang tak tembus mata, tetapi begitu dekat (inni qarib), bahkan lebih dekat dari urat nadi kita. Sosok paling setia yang tak pernah ...

Read More »

Wacana Martabat Tujuh dalam Kesusasteraan Jawa-Islam (2)

“Kesucian cahaya Allah termanifestasi dalam Nur Muhammad. Cahaya di atas cahaya. Cahaya-Nya terpancar melalui cahaya kekasihnya. Karena itulah, bahkan Adam as. pun takjub dan “cemburu”, wujud insaniah Muhammad belum tercipta, sementara namanya telah terukir bersanding dengan Asma Allah Yang Paripurna. Ia menjadi pelengkap syahadat. Tanpa menyebut namanya, persaksian makhluk tak ...

Read More »

Wacana Martabat Tujuh dalam Kesusasteraan Jawa-Islam (1)

“Ide-ide “langit” ini menjadi begitu membumi. Dikemas dalam bentuk percakapan antara suami-istri, nasihat guru-murid, atau perbincangan antara majikan dan hamba sahaya. Karya-karya tersebut ditulis dalam bentuk Suluk, Serat, Wirid, dan Kitab, dengan ragam metrum yang dapat dilagukan dengan irama khas Jawa.”  —Ο— Islam masuk ke Nusantara melalui berbagai jalur, mulai ...

Read More »

Do’a Fakir Miskin yang Mengalahkan Do’a Nabi Musa as

Oleh : H. Derajat Kisah ini ku persembahkan untuk saudara-saudaraku yang kadang masih dibingungkan dengan takdir yang sudah tertulis di Lauh Mahfudz apakah hal ini bisa dirubah? Dan inilah jawaban aku dalam bentuk sebuah kisah. Di zaman Nabi Musa AS, terdapat seorang kaya yang senantiasa menolong orang, termasuk Nabi Musa ...

Read More »

Mari Bertarekat, Marilah Bertasawuf

Oleh : H. Derajat Kenapa Perlu Mempelajari Tasawuf – Tarekat? Dengan Tarekat anda akan bisa merasakan nikmatnya beribadah, nikmatnya kenal dengan Allah dan tentunya nikmatnya berkasih mesra dengan Allah dan RasulNya. Kiai Dalhar mengungkapkan bahwa untuk menjadi manusia sebagai makhluk yang sebenar-benarnya manusia, harus menyadari hakikat diciptakannya manusia. “Dalam diri ...

Read More »