Thursday , January 17 2019
Home / Tag Archives: Kajian Tarekat Tasawwuf

Tag Archives: Kajian Tarekat Tasawwuf

Mari Bertarekat, Marilah Bertasawuf

Oleh : H. Derajat Kenapa Perlu Mempelajari Tasawuf – Tarekat? Dengan Tarekat anda akan bisa merasakan nikmatnya beribadah, nikmatnya kenal dengan Allah dan tentunya nikmatnya berkasih mesra dengan Allah dan RasulNya. Kiai Dalhar mengungkapkan bahwa untuk menjadi manusia sebagai makhluk yang sebenar-benarnya manusia, harus menyadari hakikat diciptakannya manusia. “Dalam diri ...

Read More »

Kau Menuntut Tuhanmu Ketika Permintaanmu Tak DikabulkanNya

“Janganlah kau tuntut Tuhanmu karena tertundanya keinginanmu, tetapi tuntutlah dirimu sendiri karena engkau telah menunda adabmu kepada Allah.” Betapa banyak orang menuntut Allah, karena selama ini ia merasa telah berbuat banyak, telah melakukan ibadah, telah berdoa dan berjuang habis-habisan. Tuntutan demikian karena seseorang merasa telah berbuat, dan merasa perlu ganti ...

Read More »

Imam 4 Madzhab Mencintai Tasawwuf, Mengapa Anda Tidak?

Diantara ulama-ulama besar yang begitu mencintai para sufi dan ajaran tasawuf yang mengajarkan akan ihsan dan pembersihan hati. Mereka adalah orang-orang pilihan dalam Islam, imam madzhzab, pengarang kitab-kitab terkenal yang dijadikan sebagai rujukan utama setelah Al-Quran dan hadits. Bagi siapa yang mengenal ajaran tasawuf yang sebenarnya, tentu bisa di pastikan ...

Read More »

Kisah Muhadits Tobat Karena Anggap Dha’if Sebuah Hadits

Ketika ada sebuah hadits shahih yang dinilai dha’if oleh sebagian pihak, sebaiknya tidak langsung ikut serta men-dha’if-kannya dengan sembarangan, karena bisa jadi hadits tersebut memang masuk kategori hadits shahih. Mengenai hal ini ada sebuah kisah yang ditulis oleh Imam Hujjatul Islam Al-Ghazali dalam kitab Jawahir Al-Qur’an halaman 73. Suatu ketika ada seorang ...

Read More »

Nasihat Mulia Dalam Taurat Nabi Musa as. (Bagian-4)

Bagian ke 4 Pesan-pesan hikmah ini adalah nasihat mulia yang dinukil oleh Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib melalui lisan Nabi Musa bin Imran dari bahasa Ibrani ke dalam bahasa Arab. Sedang sumber nasihat mulia ini diambil dari kitab Hadis-e Qudsi karya Thahir Khusynuwis. Kumpulan nasihat ini terdiri dari 40 surat ...

Read More »

Nasihat Mulia Dalam Taurat Nabi Musa as. (Bagian-3)

Bagian ke 3 Pesan-pesan hikmah ini adalah nasihat mulia yang dinukil oleh Amirul Mukminin Ali bin Abu Thalib melalui lisan Nabi Musa bin Imran dari bahasa Ibrani ke dalam bahasa Arab. Sedang sumber nasihat mulia ini diambil dari kitab Hadis-e Qudsikarya Thahir Khusynuwis. Kumpulan nasihat ini terdiri dari 40 surat pilihan ...

Read More »

Nasihat Mulia Dalam Taurat Nabi Musa as. (Bagian-2)

Bagian ke 2 Pesan-pesan hikmah ini adalah nasihat mulia yang dinukil oleh Amirul Mukminin Ali bin Abu Thalib melalui lisan Nabi Musa bin Imran dari bahasa Ibrani ke dalam bahasa Arab. Sedang sumber nasihat mulia ini diambil dari kitab Hadis-e Qudsi karya Thahir Khusynuwis. Kumpulan nasihat ini terdiri dari 40 surat ...

Read More »

Nasihat Mulia Dalam Taurat Nabi Musa as. (Bagian-1)

Bagian 1 Pesan-pesan hikmah ini adalah nasihat mulia yang dinukil oleh Amirul Mukminin Ali bin Abu Thalib melalui lisan Nabi Musa bin Imran dari bahasa Ibrani ke dalam bahasa Arab. Sedang sumber nasihat mulia ini diambil dari kitab Hadis-e Qudsi karya Thahir Khusynuwis. Kumpulan nasihat ini terdiri dari 40 surat pilihan ...

Read More »

Siapa Saksi dan Siapa yang Menyaksikan Syahadah Kita?

Penyaksian Kalimah Syahadah Tuan-tuan dan puan-puan yang dirahmati Allah sekalian. Di sini saya tidak bercadang untuk mengupas atau tidak bercadang untuk menterjemahkan syahadah dalam bentuk kalimah tauhid atau kalimah rasul, kerana kalimah tauhid dan kalimah rasul, tafsir panjang lebar sudah terkandung dan sudah terdapat di dalam kitab mengenal makrifat (Kitab ...

Read More »

Suluk-Suluk Sunan Bonang

Suluk Jebeng Ditulis dalam tembang Dhandhanggula dan dimulai dengan perbincangan mengenai wujud manusia sebagai khalifah Tuhan di bumi dan bahwasanya manusia itu dicipta menyerupai gambaran-Nya (mehjumbh dinulu). Hakekat diri yang sejati ini mesti dikenal supaya perilaku dan amal perubuatan seseorang di dunia mencerminkan kebenaran. Persatuan manusia dengan Tuhan diumpamakan sebagai ...

Read More »