Tuesday , September 22 2020
Home / Tag Archives: Kajian Sufistik (page 2)

Tag Archives: Kajian Sufistik

Puasa Kaum Sufi (7): Psikologi Puasa dalam Ihya Ulumuddin (3)

Puasa mengekspresikan takut (khauf) melalui kekhusyukan dan ketundukan. Menepati perintah Tuhan untuk menggapai janji-janji pahala dan surga, dipuncaki harapan perjumpaan dengan al-Haqq. Puasa menanamkan satu harapan (raja`) keabadian. Harapan kebahagiaan dunia dan akhirat. Harapan untuk dapat mempersembahkan yang terbaik dari ibadah manusia yang berlumur dosa. Harapan untuk merengkuh rahmat Tuhan, ...

Read More »

Puasa Kaum Sufi (6): Psikologi Puasa dalam Ihya Ulumuddin (2)

Jiwa dan rahasia puasa adalah melemahkan kekuatan celah setan yang menjerumuskan. Tutuplah celah itu dengan mengatur pola makan dan tidak berlebihan ketika buka puasa. Karena itu menjadi kunci penyingkapan, sebagaimana perkataan Al-Ghazali: “Siapa yang menjadikan antara hati dan dadanya tempat penampung makanan, maka dia terhijab dari-Nya. Dan siapa yang mengosongkan ...

Read More »

Puasa Kaum Sufi (5): Psikologi Puasa dalam Ihya Ulumuddin (1)

Puasa sebagai tolak ukur olah spiritual sekaligus moral. Suatu aktivitas untuk mereformasi dan merekonstruksi bangunan psikologis dalam jiwa-jiwa manusia. Ketika berpuasa, maka kesadaran ketuhanan semakin tinggi, hati selalu terpaut dengan Allah, dan diamini melalui perilaku keseharian. Menegakkan optimisme, membangun kepercayaan antarsesama dengan tidak melakukan kebohongan, bergunjing, permusuhanan, adu domba, serta ...

Read More »

Puasa Kaum Sufi (4): Al-Ghazali dan Aspek Psikologis Puasa

Spirit Ramadan dengan berbagai ajaran dan hikmahnya memenuhi ruang semesta manusia. Hari-harinya tampak begitu tenang, lengang. Tak ada kekacauan di ruang-ruang sosial, tak ada kegalauan dan gundah gulana. Seakan dunia berjalan sangat pelan dan nyaman. Mungkinkah ini efek dari puasa yang melemahkan jiwa-jiwa rendah manusia. Atau, menguatkan tekadnya guna memenuhi ...

Read More »

Puasa Kaum Sufi (3): Berlapar-lapar Puasa Bersama Al-Ghazali

Puasa sejatinya perisai dari perbuatan tercela dan dosa. Suatu kenikmatan terbesar bagi hamba tatkala dikaruniai kemampuan untuk berpuasa. Puasa dari menahan lapar, dahaga, kemaluannya, serta anggota tubuh dari nafsu rendah. Namun, untuk menggoyang ‘Arsy Tuhan, maka puasa hati lebih menjanjikan. Pun dengan puasa dari menyaksikan selain Dia. Kehadiran bulan Ramadan ...

Read More »

Puasa Kaum Sufi (2): Makna Puasa ala Imam Al-Qusyairi

Kelemahan menjadi istirahat sekaligus keselamatan, dan puasa merupakan sifat sandaran yang tak tertandingi oleh apa pun. Seperti firman Allah SWT, “Tak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia”. Maka, barangsiapa mengenakan sifat ini, darinya akan memancar ilmu, makrifat, dan penyaksian Sejatinya, puasa bagi kaum sufi telah menjadi salah satu aktivitas ...

Read More »

Puasa Kaum Sufi (1): Tafsir Isyari Al-Qusyairi

Para sufi itu tidak sekadar berpuasa dari haus dan lapar. Mereka berpuasa menahan diri dari pandangan, pendengaran, dan lisan yang menyumbat kerongkongan batinnya. Lahirnya berpuasa mencapai syariat, batinnya berpuasa bergegas menjemput makrifat, sirr-nya membumbung ke atas menggapai hakikat untuk bersanding bersama al-Haqq. Seperti biasanya, tiga atau dua bulan sebelum Ramadan ...

Read More »

Ihwal Ibadah Puasa Menurut Syaikh Ibnu Arabi

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصَّوْمُ : فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ Rasulullah Saw. bersabda meriwayatkan dari Allah Ta‘ala bahwasanya Dia berfirman, “Setiap amal anak Adam menjadi miliknya kecuali puasa, ia milik-Ku dan Aku Sendiri yang akan memberi imbalannya” (Shahih Muslim). عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لاَ مِثْلَ لَهُ Rasulullah Saw. ...

Read More »

Anjing dalam Masyarakat Arab: Dipelihara Istri Nabi hingga Menjadi Teman Sufi

Suatu hari, Malik bin Dinar—ia seorang tokoh sufi masyhur— memelihara anjing di rumahnya. Murid-muridnya dan masyarakat sekitar heran akan hal ini. Kemudian mereka bertanya kepada Malik, “Kenapa kau berteman dengan anjing ini?” Dengan tenang Malik menjawab, “Lebih baik aku berteman dengan anjing sementara ia tak mengajak buruk ketimbang berteman dengan ...

Read More »

Isra Mi’raj; Sebuah Perjalanan Menggapai Kemurnian

Pendahuluan Isra Mi’raj bukanlah sebuah imajinasi seorang manusia yang hanya menampilkan kebohongan sejarah keagamaan. Tetapi justru ia lebih dari sekedar peristiwa alam lahiriyah dan bathiniyah dan merupakan sebuah fenomena kekuatan Maha Ruh yang mengendalikan alam kasat mata. Sebuah fakta keagamaan yang otentisitas sejarahnya sangat jelas tertulis dalam Kitab Suci Al-Qur’an ...

Read More »