Wednesday , December 2 2020
Home / Tag Archives: Kajian Kitab Klasik

Tag Archives: Kajian Kitab Klasik

Adab Menuntut Ilmu; Telaah Kitab Syeikh al-Zarnuji

Pendidikan merupakan suatu hal yang tak asing dibicarakan dimana-mana. Dan tidak asing lagi di telinga kita tentang tujuan pendidikan yaitu untuk memanusiakan manusia. Namun pendidikan yang kita kenal selama ini sangatlah identik dengan suatu lembaga yang disebut dengan sekolah. Namun pendidikan pada hakekatnya dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Salah ...

Read More »

Bedah Kitab Misykat Al-Anwar Al-Ghazali: Al-Quran Sebagai Cahaya untuk Penglihatan Akal

Ketahuilah bahwa akal, kendatipun memiliki kemampuan melihat, tidaklah berarti bahwa semua yang dapat dilihat olehnya berada dalam tingkatan yang sama. Tapi sebagian daripadanya seakan hadir di hadapannya, seperti pengetahuan-pengetahuan aksiomatis, misalnya bahwa sesuatu tidak mungkin, dalam waktu yang sama, menjadi lama dan baru sekaligus, atau ada dan tidak ada, atau ...

Read More »

5 Fakta Menarik Kitab Al-Mawaaidzh Al-‘Usfuriyyah

Kitab al-Mawaidh al-‘Ushfuriyyah adalah karya Syekh Muhammad bin Abu Bakr al-Ushfury. Rincian riwayat hidup beliau sulit ditemukan. Mungkinkah karena sedikit karya beliau yang tersebar? Entahlah. Untuk Kitab al-Mawa’idh al-‘Ushfuriyyah, yang lebih terkenal sebagai kitab Ushfuriyyah, memang banyak dikaji di berbagai pesantren salaf. Bahkan ada yang menjadikannya sebagai kitab pelajaran madrasah. ...

Read More »

Kiai Anwar Batang dan Kisah Ketika Nabi Sulaiman Ingin Menjamu Semua Hewan

Ada satu kisah menarik dalam kitab Aisyul Bahri yang dikutip Kiai Anwar Batang dari Imam al-Qusyairi. Suatu ketika, Nabi Sulaiman meminta ijin kepada Allah Swt untuk menjamu seluruh hewan pada suatu hari. Nabi Sulaiman pun mengumpulkan makanan dalam rentang waktu yang lama. Lalu Allah mengirim seekor ikan kepada Nabi Sulaiman. ...

Read More »

Wacana Martabat Tujuh dalam Kesusasteraan Jawa-Islam (5)

“Seperti ungkapan Ibnu ‘Arabi, penyaksian Tuhan dalam diri seorang wanita adalah bentuk penyaksian paling sempurna. Karena wanita dibuat memikat hati Nabi saw. Gambaran ini seakan tampak dalam risalah Suluk Sujinah yang ditulis oleh seorang wanita. Pertanyaan-pertanyaan cerdas yang diajukan seorang istri kepada suami ini menggali dari akar ketuhanan sampai hakikat ...

Read More »

Wacana Martabat Tujuh dalam Kesusasteraan Jawa-Islam (4)

“Para guru sufi senantiasa mengingatkan kita untuk shalat daim. Shalat di alam arwah guna mengembalikan kedirian kita setelah diambil sumpah setia untuk bertauhid. Menghadapkan wajah kita kepada Allah swt. lalu bersujud, membaca tasbih, duduk bersimpuh memohon ampunan dan kasih sayang-Nya. Menengok ke kanan dan melihat malaikat, lantas mengusapkan salam sebagai ...

Read More »

Wacana Martabat Tujuh dalam Kesusasteraan Jawa-Islam (3)

“Tuhan, misteri yang tak dapat diterjang mata telanjang. Namun, Dia begitu hadir dalam kesadaran orang-orang meyakininya. Tak dapat dilihat, diraba, diterka akal manusia. Dia berada dalam lorong gelap yang tak tembus mata, tetapi begitu dekat (inni qarib), bahkan lebih dekat dari urat nadi kita. Sosok paling setia yang tak pernah ...

Read More »

Wacana Martabat Tujuh dalam Kesusasteraan Jawa-Islam (2)

“Kesucian cahaya Allah termanifestasi dalam Nur Muhammad. Cahaya di atas cahaya. Cahaya-Nya terpancar melalui cahaya kekasihnya. Karena itulah, bahkan Adam as. pun takjub dan “cemburu”, wujud insaniah Muhammad belum tercipta, sementara namanya telah terukir bersanding dengan Asma Allah Yang Paripurna. Ia menjadi pelengkap syahadat. Tanpa menyebut namanya, persaksian makhluk tak ...

Read More »

Wacana Martabat Tujuh dalam Kesusasteraan Jawa-Islam (1)

“Ide-ide “langit” ini menjadi begitu membumi. Dikemas dalam bentuk percakapan antara suami-istri, nasihat guru-murid, atau perbincangan antara majikan dan hamba sahaya. Karya-karya tersebut ditulis dalam bentuk Suluk, Serat, Wirid, dan Kitab, dengan ragam metrum yang dapat dilagukan dengan irama khas Jawa.”  —Ο— Islam masuk ke Nusantara melalui berbagai jalur, mulai ...

Read More »

Kimia Lebih Baik dari Emas

“Kimia lebih baik dari emas”. Kimia memang lebih baik dari emas, tapi para ahli kimia sejati amatlah langka, demikian pula Sufi-sufi sejati. Seseorang yang hanya memiliki pengetahuan yang dangkal tentang tasawuf, tidak lebih unggul daripada seorang yang terpelajar. Demikian pula seseorang yang baru mencoba beberapa percobaan kimia, tidak punya alasan ...

Read More »