Monday , June 17 2019
Home / Relaksasi / Renungan / Qalbu Jismani dan Qalbu Ruhani

Qalbu Jismani dan Qalbu Ruhani

Baiknya kita selalu menulis dengan huruf Q, karena asli tulisan Arabnya adalah قَلْب . Kalau kita menulisnya dengan huruf K menjadi Kalbu (arabnya كلب ) maknanya adalah anjing. Ada dua pengertian qalbu, secara fisik jismaniah dan secara spiritual ruhaniah.

Qalbu Jismani (Jantung)

Hal ini dijelaskan oleh hadits Rasulullah SAW (yang sering kita mendengar para ustadz menguraikannya namun dengan pemaknaan yang keliru):

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّاءُ عَنْ عَامِرٍ قَالَ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ – وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ  كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging,
– jika ia baik, baik pula jasad seluruhnya,
– jika ia rusak, rusak pula jasad seluruhnya,
Gumpalan daging itu adalah QALBU.

Jelas yang dimaksud dengan qalbu dalam hadits tersebut adalah gumpalan daging yang sangat mempengaruhi jasad (tubuh).

Arabic Wikipedia pun mendefinisikan qalbu sebagai:

قَلْبٌ هو عَضْوٌ عَضَلِيٌّ مُـجَوَّفٌ يدفع الدم ضمن جِهَازِ الدَّوْرَانِ بـما يشبه عَمَلُ الْـمُضَخَّةُ

Qalbu adalah organ tubuh yang banyak mengandung otot dan berongga, yang mendorong darah di dalam sistem sirkulasi, dengan cara seperti pompa.

Memang, kebanyakan orang di Indonesia mengartikan qalbu sebagai hati (liver), dan itu keliru, Karena hati dalam bahasa Arabnya adalah kibdun, atau kibdah, atau kabid (كبد –  كبدة). Fungsi hati adalah menyaring darah, menyingkirkan zat-zat partikel bebas, menahan virus, kuman, dan berbagai penyakit. Kalau jantung letaknya di tengah dada agak ke kiri, hati letaknya di dada kanan sebelah bawah.

Oleh sebab itu, mulai sekarang jangan lagi kita menerjemahkan qalbu sebagai hati.

Qalbu Ruhani

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW dijelaskan:

إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ (رواه إبن ماجة)

Sesungguhnya orang beriman itu, kalau berdosa, akan akan terbentuk bercak hitam di qalbunya.

Semakin banyak dosa dibuat oleh seseorang, semakin banyak pula bercak hitam di qalbunya, sehingga seluruh qalbu dapat menjadi hitam kelam. Qalbu mana yang menjadi hitam karena banyaknya dosa? Apakah jantung orang-orang yang jahat berwarna hitam? Tidak. Jantung para penjahat sekalipun, setelah ditembak mati oleh polisi lalu diotopsi oleh dokter, tetap saja berwarna merah.

Qalbu yang dimaksud oleh hadits di atas adalah qalbu ruhani, qalbu yang menjadi pusat dari ruh (jiwa) seseorang. Di dalam qalbu inilah terdapat iman (keyakinan, komitmen, harapan), kesadaran moral, kecerdasan intellektual, perasaan emosional, dan iradah (kemauan, motivasi, semangat).

Orang Jawa dan Sunda menyebutnya manah, orang Batak menyebutnya roha, orang Cina Singkawang (Kalbar) menyebutnya yong sim, dan orang Dayak dekat perbatasan Serawak (Malaysia) menyebutnya otin ausop. 

Bahasa Indonesia menyebutnya hatinurani. Namun karena dianggap terlalu panjang, dalam percakapan sehari-hari orang malas menyebutnya secara lengkap, lalu menyebutnya dengan hati saja. Padahal hati dalam bahasa Arab adalah kibdun, atau kibdah, atau kabid.

Di dalam al-Qur’an, qalbu disebut juga dengan lubb (al-lubbu), jamaknya albaab (al-albaab), yang artinya adalah inti (core, kern, kernel). Qalbu adalah inti, atau pusat, dari ruh atau jiwa seseorang. Ini adalah qalbu yang spiritual, bersifat gaib, tidak ada wujud fisiknya.

 

About admin

Check Also

Isra Mi’raj; Peristiwa Metamorfosa Akal

Isra Dari sebagian definisi pada umumnya, barangkali sedikit bisa kita “raba” tentang pengertian umum dari ...