Sunday , August 19 2018
Home / Deep Secret / Privasi Warga Dunia Mulai Terancam

Privasi Warga Dunia Mulai Terancam

Privasi Warga Dunia Mulai TerancamBadan Keamanan Nasional AS (NSA) disebut memiliki akses langsung ke sistem Google, Facebook, Apple, dan raksasa internet AS lainnya. Indikasi ini mencuat dari dokumen rahasia yang diperoleh harian Guardian.

Akses NSA ini merupakan bagian dari program yang sebelumnya dirahasiakan, bernama PRISM. Dengan akses ini, NSA dimungkinkan mengumpulkan beragam data, termasuk riwayat pencarian, isi e-mail, pemindahan file, dan live chatting.

Badan intelijen AS juga menyadap percakapan telepon dan mengantungi data-data jutaan warganya. Langkah ini menuai kecaman dari warga yang merasa hak-hak mereka dilanggar.

Praktik ini berhasil dibongkar kantor berita The Guardian dari Inggris, Kamis 6 Juni 2013, yang mendapatkan salinan surat perintah pengadilan AS untuk perusahaan penyedia layanan telekomunikasi Verizon.

Harian Washington Post juga melaporkan bahwa badan-badan intelijen AS secara rahasia menyadap server sembilan perusahaan internet untuk melacak orang.

Laporan tentang Prism akan memunculkan pertanyaan-pertanyaan baru tentang seberapa jauh pemerintah AS harus menyusup ke privasi warga demi keamanan nasional.

Menanggapi pemberitaan itu, Kepala Dinas Intelijen AS James Clapper mengatakan, laporan Washington Post dan Guardian tentang Prism memiliki banyak kelemahan, meski ia tidak memberikan detil apapun.

Clapper dalam keterangannya menyebutkan bahwa laporan kedua harian itu menyinggung Pasal 702 Undang-Undang Pengintaian Intelijen Asing. Menurutnya, berdasarkan pasal tersebut, pemerintah AS berhak mengumpulkan data pribadi dan rahasia orang non-AS dan itupun di luar wilayah Amerika.

“Program itu tidak bertujuan untuk menyasar warga negara AS atau siapa saja yang berada dalam wilayah Amerika Serikat,” tambahnya.

Akan tetapi, program Prism telah mengumpulkan data langsung dari server penyedia layanan utama di AS. Perusahaan penyedia layanan telekomunikasi Verizon setiap harinya diwajibkan memberikan seluruh informasi pelanggannya kepada NSA dan Biro Investigasi Federal (FBI).

Selain percakapan telepon, data-data yang diserahkan adalah profil penelepon dan yang ditelepon, lokasi, durasi dan data pribadi lainnya. Termasuk komunikasi dalam dan luar negeri.

Menurut laporan Guardian, hakim distrik federal Roger Vinson dalam sebuah putusan rahasia memerintahkan perusahaan Verizon untuk menyerahkan seluruh informasi pelanggannya kepada badan-badan intelijen AS.

Beberapa pejabat AS sangat mengkhawatirkan aksi panyusupan pemerintah terhadap kehidupan pribadi warga dan wilayah privasi mereka. Senator Demokrat Ron Wyden mengatakan bahwa jika publik Amerika mengetahui sejauh mana pemerintah menyusup ke privasi mereka, maka mereka akan shock.

“Pemerintah sekarang telah kehilangan semua kredibilitas tentang masalah ini,” tulis New York Times dalam editorialnya. (TGR/IRIB Indonesia)

About admin

Check Also

CIA: China Ingin Gantikan AS sebagai Adidaya Dunia

China ingin mengganti posisi Amerika Serikat sebagai negara adidaya dunia melalui berbagai operasi pengaruh Beijing ...