Wednesday , June 3 2020
Home / Budaya / PERKEMBANGAN NASIONALISME DI ASIA DAN AFRIKA

PERKEMBANGAN NASIONALISME DI ASIA DAN AFRIKA

capture-20130426-165737Pengertian Nasionalisme, Liberalisme, Sosialisme dan Demokrasi

Nasionalisme adalah suatu paham yang menempatkan rasa kebangsaan diatas kepentingan yang lain.

Liberalisme adalah paham yang menghendaki adanya kebebasan individu. Kebebasan individu yang dimaksud terjadi pada kehidupan politik, agama dan ekonomi Sosialisme adalah suatu aliran yang digunakan sebagai dasar untuk menentang kepemilikan secara perorangan yang pada dasarnya merupakan prinsip inti dari ideologi ekonomi kapitalisme.

Demokrasi berasal dari bahasa Yunani, demos artinya rakyat dan kratia yang berarti pemerintahan. Jadi demokrasi adalah pemerintahan rakyat. Secara umum, istilah demokrasi di Indonesia diartikan sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Faktor-Faktor penyebab munculnya Nasionalisme di Asia dan Afrika

Terdapat beberapa faktor penyebab munculnya nasionalisme di Asia dan Afrika diantaranya adalah :

  1. Penderitaan dan kesengsaraan rakyat di Asia dan Afrika akibat adanya imperialisme barat
  2. Kemenangan Jepang atas Rusia dalam perang memperebutkan wilayah formosa (Taiwan) dan semenanjung Korea pada 1905
  3. Kerinduan akan kembalinya kejayaan masa lampau
  4. Munculnya golongan terpelajat didalam masyarakat
  5. Adanya kesadaran untuk berusaha membebasakn diri dari imperialisme barat

Nasionalisme di Jepang

Sejak tahun 1603, ketika Tokugawa Leyasu menjadi Shogun, pemerintahan Bakufu (militer) Jepang telah melakukan strategi politik secara hati-hati terhadap bangsa barat. Mereka mempunyai anggapan bahwa terjadinya pemberontakan di Jepang karena hasutan penganut Kristen yang sudah masuk pengaruhnya di Jepang sejak abad ke-15 oleh bangsa Spanyol, Portugis, Inggris dan Belanda. Hal ini menyebabkan agama Kristen menjadi agama terlarang di Jepang.

Pada tahun 1638, Jepang telah dinyatakan menutup diri dari luar (politik isolasi) dalam rangka melindungi kemurnian ajaran Shintoisme, kebudayaan dan kerajaannya dari kepunahan.

Didalam hubungan perdagangan antara Cina dan Amerika serikat, Jepang merupakan tempat yang strategis bagi persinggahan. Pada tahun 1853, datanglah utusan Amerika Serikat yakni Komodor Matthew Calbraith Perry yang bertugas untuk mengadakan kontak hubungan dengan Jepang. Ia meminta agar Jepang membuka beberapa pelabuhan bagi kapal-kapal Amerika Serikat.

Akhirnya, tanpa persetujuan Kaisar (tenno), Shogun Yoshinabu Tokugawa, sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan di Jepang saat itu, menandatangani perjanjian Shimoda dengan Amerika Serikat pada tanggal 31 Desember 1854. Isinya antara lain bahwa pelabuhan Shimoda dan Hakodate dipulau Desima dibuka untuk kapal-kapal Amerika Serikat. Setelah perjanjian ini, diadakan juga perjanjian dengan Inggris dan Rusia tahun 1855, sedang dengan Perancis tahun 1856.

Setelah diadakan perjanjian dengan bangsa asing, timbullah reaksi pro dan kontra. Para daimyo di kota Satsuma, Choshu, Hizen dan Tosha akhirnya menetang Shogun.

Daimyo adalah golongan bangsawan tinggi di Jepang. Para Daimyo ini umumnya memiliki para busyido atau tentara samurai yang berdisiplin tinggi dan setia, serta siap melakukan haarakiri atau bunuh diri untuk dan atas nama keluhuran bangsa Jepang. Mereka merupakan daimyo yang anti asing (xeropobhia) yang menuntut agar kekuasaan diserahkan kembali dari shogun kepada kaisar. Para shogun harus kembali kepada Shintoisme dan menjunjung tinggi kaisar serta leluhurnya. Pada akhirnya, timbul pergolakan anti bangsa asing dan anti shogun dari masyarakat Jepang.

Puncak pergolakan anti Shogun terjadi pada tahun 1863, yang dipicu oleh seorang pimpinan pergolakan bernama Choushu ketika menembaki kapal Amerika di selat Shimonoseki. Penyerangan tersebut dibalas oleh pasukan Amerika.

Akhirnya sikap anti asing berubah dan berakhir pada tahun 1865. Kaisar memberikan persetujuan untuk berhubungan dengan bangsa barat. Dengan demikian, terbukalah isolasi Jepang terhadap dunia luar.

Pada tahun 1867, Kaisar Komei sebagai kaisar pada saat itu meninggal dunia dan digantikan oleh putranya yang bernama pangeran Matsuhito dengan gelar kaisar Meiji. Naiknya Matsuhito ketampuk kerajaan sekaligus mengakhiri pemerintahan Shogun. Peristiwa pemindahan kekuasaan dari Shogun kepada kaisar disebut Restorasi Meiji. Dengan demikian, pergolakan anti shogun berakhir.

Selama menjalankan pemerintahannya Meiji melakukan pembaharuan di segala bidang seperti, bidang militer, perhubungan dan lainnya. Dalam melakukan pembaharuan, Meiji meniru pola-pola barat saat melakukan modernisasi.

Dalam bidang militer, kaisar Meiji mendatangkan instruktur angkatan perang dari Jerman; UUD meniru Inggris; pendidikan modern dikembangkan; pemuda yang cakap disekolahkan; dan para ahli didatangkan baik ahli ekonomi maupun ahli industri dari negara Eropa. Dibidang industri, pelayaran dan perdagangan mendapat kemajuan yang secara langsung maupuntidak langsung telah melahirkan kelompok usaha golongan Zaibatsu diantaranya berasal dari keluarga Mitsui dan Mitsubishi.

Pada tahun 1894-1895, terjadi peperangan antara Jepang dan Cina. Cina akhirnya dapat dikalahkan. Jepang kemudian menuntut wilayah formosa (Taiwan) serta semenanjung Korea. Rusia marah karena sama-sama menginginkan semenanjung Korea tersebut. Pada tahun 1905, terjadilah perangantara Jepang dan Rusia. Jepang akhirnya memenangkan perang tersebut dan menguasai semenanjung Korea. Kekalahan Rusia bagi bangsa-bangsa di Asia membawa dampak positif. Rasa nasionalisme mereka bangkit. Mereka sadar bangsa asiapun sejajar dengan bangsa barat.

Dalam perang dunia I (1914-1918) Jepang memusuhi Jerman. Jepang menginginkan tanah jajahannya menjadi luas dia Asia untuk pemasaran indusrinya. Pada tahun 1927, Baron Tanaka menjadi perdana menteri. Ia adaalh seorang ahli siasat perang yang menginginkan daerah Cina, Manchuria dan Mongolia. Pada tahun 1931, Manchuria berhasil dikuasai, lalu mendirikan kerajaan Manchuria dengan Henry Puyi sebagai rajanya. Dia adalah bekas raja Cina dari dinasti Manchu.

Nasionalisme di Cina

Gerakan nasionalisme di Cina dilatar belakangi oleh reaksi terhadap dinasti Manchu yang dinilai bukan dinasti keturunan Cina. Rakyat membenci kaisar yang berasal dari Manchuria didaerah Cina Utara yang dinilai barbar (kurang beradab).

Kebencian itu semakin memuncak setelah bangsa Inggris menggungguli pasukan kaisar dalam perang candu pada tahun 1842. Perang candu terjadi setelah sebelumnnya kaisar cina memberantas perdagangan candu yang telah diperdagangkan Inggris sejak tahun 1800 dan telah mengakibatkan rusaknya generasi muda Cina. Dengan kekalahan tersebut Cina terpaksa menandatangani perjanjian Nanking, yang berisi keharusan Cina membuka lima pelabuhannya untuk bangsa asing dan memberikan daerah Hongkong dan hak ekstrateritorial kepada Inggris.

Gerakan nasionalisme yang pertama kali muncul melalui pemberontakan Tai Ping yang berlangsung pada 1850-1864 dibawah pimpinan Hung Siu Tsywan. Pemberontakan ini merupakan pemberontakan sosial yang asli dari bangsa cina dan tidak mendapat pengaruh barat.

Upaya untuk menumbangkan dinasti manchu dan mengusir bangsa barat terus berlanjut. Gerakan ini terjadi di Cina Utara dan menamakan gerakannya tinju keadilan. Karena para anggotanya ahli dalam bermain silat, bangsa barat menyebutnya pemberontakan Boxer (1900-1901). Pemberontakan ini menyebabkan terbunuhnya 200 misionaris barat serta ribuan orang cina penganut kristen. Akibat peristiwa ini, kota peking diduduki oleh pasukan barat dan Cina harus membayar ganti rugi dalam jumlah besar.

Sementara itu tokoh nasionalis Cina yang bernama Dr. Sun Yat Sen pada bulan oktober 1911 mendirikan partai politik yang bernama Kuo Min Tang (partai nasional Cina). Ia kemudian mengumumkan berdirinya Republik Cina pada tanggal 10 Oktober 1911. di Cina selatan dengan nanking sebagai ibukotanya. Peristiwa ini dikenal dengan nama The Double Ten Day atau Wuchang Day.

Untuk mengakhiri kekuasaan dinasti Manchu. Dr. Sun Yat Sen bekerja sama dengan Jenderal Yuan Shih Kay. Kekuasaan dinasti Manchu akhirnya dapat ditumbangkan tanpa pertumpahan darah pada tanggal 12 Pebruari 1912. selanjutnya Yuan Shih Kay menjadi presiden pertama Republik Cina.

Setelah menjadi Presiden, Jenderal Yuan Shih Kay bertindak sebagai seorang diktator dan menggunakan cara kekerasan. Pada tahun 1914 ia membubarkan parlemen hasil pemilu dengan mengerahkan pasukannya.

Pada tahun 1916, Jendral Yuan Shih Kay meninggal dan Dr. Sun Yat Sen kembali memegang pimpinan di Cina Selatan, sedang pemerintahan pusat di peking, cina utara mengalami perpecahan. Selama satu dekade kekuasaan politik dipegang para pemimpin lokal yang disebut warlord, yaitu seorang yang kuat secara militer dan mampu membangun pasukan dalam waktu singkat dengan memanfatkan petani, serta mampu memperoleh legimitasi dari peking. Tetapi sistem pemerintahan warlord ini sangat ditentang oleh kaum nasionalis Cina.

Pada tahun 1924, partai nasionalis dibawah pimpinan Jenderal Chiang Kay Shek (pengganti Dr. Sun Yat Sen yang meninggal tahun 1924) mengadakan aliansi dengan partai komunis cina (Kung Chang Tang) dibawah pimpinan Chu Teh. Aliansi ini bertujuan untuk menghadapi warlord di Cina Utara.

Setelah wilayah utara berhasil dikuasai pada tahun 1927, Republik Cina pun terbentuk dengan daerahnya yang mencakup wilayah utara dan selatan. Chiang Kai Shek kemudian mendirikan ibukota baru dinanking tahun 1928.

Terbentuknya kesatuan Cina tidak bisa dipertahankan lebih lama, karena terdapat benih-benih perpecahan diantara unsur-unsur nasionalisme. Aliansi partai nasionalis dan partai komunis berubah menjadi permusuhan. Penyebabnya adalah saling mencurigai diantara mereka. Akhirnya Chiang Kay shek memerintahkan pembantaian para pendukung kaum komunis.

Salah seorang anak petani bernama Mao Zedong selamat dari pembantaian itu. Dia kemudian memimpin perlawanan dengan pemerintahan yang berkiblat pada Soviet di Cina tengah. Chiang Kay Shek berusaha untuk menumpas perlawanan tersebut dengan cara pengepungan.

Untuk menghindari pengepungan, pada tahun 1934 kaum komunis mengadakan perjalanan panjang atau long march sepanjang 9700 km dari Kaliangshi ke Yuan, Cina bagian Utara selama 12 bulan. Dari 100.000 orang yang melakukan long march hanya 20000 orang yang sampai tujuan, sisanya terbunuh ketika bertempur atau mati kelaparan dan kedinginan. Didaerah baru tersebut Mao Zedong membangun kekuatannya.

Setelah Jepang mengadakan agresi ke Manchuria tahun 1937, kedudukan kaum komunis semakin kuat. Pemerintahan nasionalis Chiang Kai Shek tidak mampu berbuat banyak untuk mengusir Jepang. Tahun 1938 Chiang Kay Shek memindahkan ibu kota ke Chungking di pedalaman Cina. Hal ini menyebabkan kedudukan pemerintahannya semakin kehilangan dukungan.

Sebaliknya dalam situasi perang, kaum komunis membangun kekuatannya dan melancarkan perang gerilya digaris perbatasan yang diduduki Jepang. Sebagai pimpinan komunis, Mao Zedong menghindari perang secara langsung dengan Jepang.

Setelah Jepang kalah dalam perang dunia II, kaum nasionalis Chiang dan komunis Mao berebut menduduki daerah yang ditinggalkan Jepang. Dalam persaingan itu, kaum komunis memperoleh kemenangan.

Pada tahun 1949, kaum nasionalis pimpinan Chiang Kay Shek dan sejuta pendukungnya meninggalkan Cina daratan menuju pulau Taiwan. Di pulau itu mereka meneruskan pemerintahan nasionalis menurut garis politik Kuo Min Tang. Sementara itu, pada tahun yang sama, Mao Zedong memproklamasikan berdirinya /republik Rakyat Cina menggantikan pemerintahan Nasionalis Jendral Chiang Kay Shek di Cina daratan.

Nasionalisme di India

Gerakan nasionalisme di India ditujukan kepada bangsa Inggris yang telah menduduki negeri tersebut sejak abad ke-19.

1. pemberontakan Sepoy atau The Indian Mutiny

Pada tahun 1857 terjadi pemberontakan para prajurit India yang tergabung dalam tentara Inggris yang dikenal pemberontakan sepoy atau The Indian Mutiny. Pemberontakan ini dipicu adanya perintah dari panglima tentara inggris di India untuk menjilat ujung peluru yang berisi gemuk sebelum dipakai untuk menembak musuh.

Para prajurit Hindu menyangka gemuk tersebut berasal dari gemuk sapi yang menurut kepercayaan Hindu tidak boleh dimakan. Sementara prajurit Islam menyangka gemuk tersebut berasal dari gemuk babi yang menurut ajaran islam diharamkan untuk dimakan. Hal tersebut dianggap sebagai penghinaaan terhadap kepercayaan yang mereka anut.

Pemberontakan sepoy diawali dari Meerut dekat Delhi pada tanggal 10 mei 1857 yang kemudian meluas hampir seluruh India. Orang Inggris yang berhasil ditemui dibunuh.

Pemberontakan ini bertujuan mengusir kongsi dagang inggris dari India (EIC) dan mengembalikan kekuasaan kerajaan Moghul di India.

Pemberontakan sepoy sangat merepotkan, sehingga Inggris perlu waktu 2 tahun untuk menumpas pemberontakan ini. Selama kurun waktu itu tokoh-tokoh pemberontak seperti Ranee Lakhsmi Bai, Nana Shib dan Tantya Tope sangat ditakuti tentara Inggris.

2. Gerakan Brahma Samaj

Gerakan ini merupakan pembaharuan dalam agama Hindu yang hendak menghilangkan kasta dan menanamkan pemujaan kepada satu dewa yang menjadi sumber hidup dan pangkal dari alam semesta. Tokoh gerakan ini adalah Ram Mohan Roy dan Dwarakanath Tagore.

3. Santinitekan

Adalah gerakan pembaharuan dibidang pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan budaya India. Tokoh gerakan ini adalah Rabindtanath Tagore

 

4. Gerakan Rama Krisna

Adalah gerakan yang bertujuan untuk memurnikan ajaran Hindu. Gerakan ini tidak mementingkan kebendaan (materialisme) seperti yang dikembangkan bangsa barat. Tokoh gerakan ini adalah Swami Vivekananda.

5. Partai Kongres (All Indian National Congress)

Didirikan tahun 1885 oleh Allan O. Home. Organisasi ini merupakan organisasi pergerakan nasional dibidang politik yang menuntut persamaan hak serta pemerintahan sendiri. Tokoh-tokohnya Mahatma Gandhi, Jawaharlal Nehru, Ball G. Tilak, Mohammad ali Jinnah, Liquat Ali Khan dan Iskandar Mirza.

Tahun 1907, kongres menuntut dibentuknya pemerintahan yang berparlemen serta kemerdekaan penuh dari Inggris, namun tuntutan ini ditolak.

Pada bulan agustus 1917, pemerintah inggris di India mengumumkan bahwa Inggris akan mulai menyiapkan institusi pemerintahan pribumi (self-goverment institutions). Untuk mencapai tujuan itu, Inggris mengeluarkan Goverment of India Act, atau Undang-Undang pemerintah India, berupa dibentuknya dualisme pemerintahan. Pemerintahan pertama dipegang oleh orang India berdasar hasil pemilihan. Pemerintahan kedua dipegang Inggris berdasar pengangkatan atau penunjukan (otoritas). Urusan pertanian, kesehatan dan pendidikan dipegang oleh pejabat pemerintahan India. Sedang urusan yang lebih sensitif seperti pajak, kepolisian serta masalah tawanan politik dipegang oleh pemerintah Inggris.

Tahun 1919, pemerintah Inggris melalui dewan legislatif imperium India memaksakan sebuah undang-undang baru bernama Rowlatt Act, yang bertujuan untuk memberantas gerakan-gerakan sosial serta persekongkolan politik golongan nasionalis yang membahayakan pemerintahan penjajah. Dikeluarkannya undang-undang tersebut tidak berhasil menciptakan stabilitas politik malah pemberontakan dan gerakan perlawanan terhadap Inggris semakin luas.

Dalam menghadapi gerakan tersebut Inggris bersifat represif. Ketika puluhan ribu masyarakat Hindu India merayakan festival agama dilapangan Jallianwalla Bagh, Amritsar, Punjab, India utara tahun 1919, pemerintah Inggris mencurigainya sebagai gerakan massa yang akan melawan Inggris. Pemerintah Inggris melarang warga Hindu mengadakan rapat umum. Rakyat menolak dan mengadakan perlawanan. Perlawanan tersebut dijawab dengan tembakan senjata sehingga menimbulkan korban mati 379 orang dan luka-luka 1137 orang. Peristiwa kekerasan di Amritsar itu menimbulkan luka yang dalam pada masyarakat India dan memperluas tindakan kekerasan dan terorisme dalam melawan penguasa Inggris.

6. Perlawanan Tanpa Kekerasan Model Mahatma Gandhi

Masyarkat India juga memiliki alternatif lain dalam gerakan nasionalismenya, yaitu yang dilakukan Mahatma Gandhi diantaranya adalah :

  1. Ahimsa adalah gerakan anti peperangan/anti kekerasan yang melarang pembunuhan.
  2. Satyagraha (Satya adalah kebenaran jiwa; agraha berarti kekuatan) adalah gerakan untuk tidak bekerjasama dengan kaum penjajah.
  3. Hartal adalah pemogokan, yakni perlawanan rakyat India melalui gerakan tidak berbuat apa-apa, meskipun mereka datang ketempat kerja.
  4. Swadesi adalah suatu gerakan untuk mempergunakan produksi sendiri, tidak menggantungkan kepada produk bangsa lain.

Gerakan perlawanan model Gandhi sangat meresahkan pemerintah Inggris. Ketika Inggris pada tahun 1927 membentuk komisi pemerintahan baru yang tidak melibatkan orang-orang India menyebabkan golongan nasionalis aliran keras yang dipimpin Pandit Jawaharlal Nehru mendesak kongres untuk menuntut pemerintahan penuh selama satu tahun. Karena tuntutan tidak dipenuhi maka mereka melakukan perlawanan dengan cara kekerasan.

Dalam situasi yang semakin tegang Gandhi mendekati kelompok garis keras dan menyarankan perlawanan tanpa kekerasan. Untuk memuaskan golongan garis keras, Gandhi meningkatkan kecaman-kecaman terhadap Inggris. Gandhi juga mulai memobilisasi massa untuk melawan pengenaan pajak garam yang membebani setiap keluarga India. Untuk menyediakan kebutuhan garam, Gandhi mengerahkan 50.000 massa kepantai India untuk membuat garam tanpa membayar pajak, sebagai bentuk perlawanan terhadap pengenaan pajak.

Tindakan perlawanan ini mampu memaksa pemerintah Inggris untuk duduk dalam meja perundingan. Tahun 1931 disepakati oleh kedua belah pihak dibentuknya pemerintahan pribumi yang independen. Tahun 1935 dibentuk konstitusi baru yang menjamin kuatnya kedudukan parlemen India, sebagai Dewan Perwakilan penduduk pribumi India.

Ketika Perang Dunia II meletus (1939), terjadi pertentangan diantara kelompok nasionalis India. Dalam konflik itu Gandhi tidak mampu merangkul semua golongan agama yang ada di India. Salah satu organisasi perjuangan nasionalis India adalah Liga Muslim yang dipimpin Mohammad Ali Jinnah(1876-1948). Jinnah menghendaki agar daerah di India yang penduduknya didiami oleh mayoritas muslim memisahkan diri dari India yang mayoritas Hindu. Dalam konferensi Liga Muslim di Lahore tahun 1940, Jinnah menyerukan kepada para pendukungnya untuk membentuk negara yang lepas dari dominasi orang Hindu.

Setelah berakhirnya Perang Duni II warga muslim dan Hindu di negara tersebut pecah kedalam dua negara: India dan Pakistan. Kedua negara itu berdaulat tahun 1947. Gandhi yang tidak setuju dengan terbelahnya India harus berhadapan dengan gerakan fanatik Hindu. Ia terbunuh pada tahun 1948.

Nasionalisme di Turki

Terjadi setelah berakhirnya Perang Dunia I. Pada saat itu, Turki berada dalam pihak yang kalah perang dan harus tunduk pada keputusan sekutu yang memenangkan perang. Akibatnya Turki sebagai Imperium besar yang pernah menguasai jazirah Balkan, Afrika Utara dan jazirah Arab harus menyerahkan wilayahnya kepada sekutu.

Bagi Turki, keputusan tersebut merupakan bentuk pemaksaan sekutu yang bertindak sebagai imperialis Barat. Inggris, Perancis, Italia dan memperoleh daerah bekas kekuasaan imperium Turki di Afrika dan jazirah Arab. Adapun Yunani, memperoleh kemerdekaannya dari Turki. Hal ini mengakibatkan Turki di juluki ”The Sick Man From Europe” atau ”orang sakit dari Eropa”.

Para pemimpin Ottoman yang dipimpin Sultan Hamid II berupaya menahan laju kemunduran kekaisaran dengan program reformasi. Mereka menata ulang organisasi militer dan memperbaiki sistem pendidikan. Hasil reformasi tersebut antara lain konstitusi kekaisaran untuk pertama kalinya di undangkan tahun 1876. Konstitusi ini memungkinkan terselenggaranya pemerintahan representatif dan menjamin beragam kebebasan bagi warga negara.

Sayangnya Sultan Hamid II justru mengesampingkan konstitusi dan bertindak sebagai diktator dalam menjalankan kekuasaannya sehingga menimbulkan rasa takut dikalangan rakyatnya. Kelompok minoritas keagamaan ditindas dengan kejam setelah mereka melakukan aksi-aksi perlawanan revolusioner. Hal tersebut pada akhirnya menimbulkan rasa kebangsaan (nasionalisme)dikalangan kelompok minoritas itu.

Gejala diatas telah mendorong sekelompok mahasiswa Turki dan para perwira militer untuk memberontak terhadap Sultan Hamid II. Kelompok yang paling menonjol adalah gerakan Turki Muda. Kelompok ini memimpin pemberontakan senjata tahun 1908. Setahun kemudian, mereka berhasil menurunkan Sultan Hamid II dari tahtanya.

Memasuki Perang Dunia I, Turki semakin lemah. Tentara sekutu menduduki Istambul. Rakyat kecewa karena pemerintahan ottoman begitu lemah sehingga tidak bisa menggorganisasikan pertahanan didalam negeri.

Kelemahan tersebut dimanfaatkan oleh Mustafa Kemal Pasha untuk memimpin pergerakan nasional Turki. Pada tahun 1920 dia terpilih sebagai ketua majelis nasional. Dibawah kepemimpinannya, kaum nasional berhasil mengusir tentara Yunani. Setahun kemudian, tepatnya tanggal 29 Oktober 1923, Majelis nasional memproklamasikan Republik Turki.

Nasionalisme di Mesir

Terusan Suez merupakan salah satu jalur pelabuhan dan perdagangan paling ramai dan terpenting dikawasan timur tengah. Oleh karena itu, adanya terusan suez disatu pihak telah membawa kemakmuran dan penghasilan bagi masyarakat yang ada disekitarnya (Mesir). Adapun disisi lain justru menimbulkan keprihatinan sekaligus ancaman bagi bangsa Mesir. Karena letaknya yang strategis sebagai wilayah transit perdagangan minyak bumi, menyebabkan Inggris menginginkan terusan tersebut.

Siasat atau strategi yang digunakan penguasa Inggris untuk menguasai Terusan Suez dari Mesir tersebut adalah dengan cara memberikan pinjaman bagi modernisasi Mesir. Ternyata strategi tersebut cukup jitu. Pemerintah Mesir tidak mampu membayar bunga pinjaman. Oleh karena itu, bukan hanya terusan suez yang jatuh ketangan Inggris, melainkan juga Mesir dikuasainya. Pada tahun 1882, rakyat mesir dibawah pimpinan Arabia Psya memberontak terhadap Inggris. Keadaan semacam ini dijadikan alasan oleh Inggris untuk menguasai Mesir. Sejak akhir abad ke-19, Mesir menjadi jajahan Inggris.

Setelah Perang Dunia I, Mesir menuntut kemerdekaan kepada Inggris. Pada tahun 1922,Mesir menjadi kerajaan dibawah Persemakmuran Inggris. Pada tahun 1936, Mesir menjadi negara yang merdeka penuh.

Terusan Suez pada tahun 1956 dikuasai lagi oleh Mesir melalui usaha nasionalisasi dari Presiden Gamal Abdul Nasser. Karena menjadi rebutan Inggris dan Perancis pada tahun 1967 Terusan Suez ditutup oleh Mesir. Baru pada tahun 1975, terusan suez dibuka kembali oleh presiden anwar Sadat.

http://masyarakatsejarahindonesia.blogspot.com

About admin

Check Also

Teropong Sengkuni

Lakon teater “Sengkuni2019” baru akan digelar di Surabaya 7-8 Maret 2019, kota kedua sesudah Yogya. ...