Thursday , November 15 2018
Home / Relaksasi / Renungan / Peringatan-peringatan Ilahi Dalam Hadits Qudsi (Imam Al-Ghazali) – Bagian 2

Peringatan-peringatan Ilahi Dalam Hadits Qudsi (Imam Al-Ghazali) – Bagian 2

PERINGATAN KELIMA BELAS

Allah berfirman :

Wahai manusia! Jika agamamu, dagingmu dan darahmu baik, maka amal perbuatanmu, dagingmu dan darahmu akan baik juga.

Jika rusak agamamu, maka akan rusak pula amal perbuatanmu, dagingmu dan darahmu.

Oleh karena itu, janganlah engkau seperti lampu yang menerangi orang lain, namun membakar dirinya sendiri. Lemparkanlah jauh-jauh kecintaan pada dunia dari lubuk hatimu, karena Aku tidak mungkin selamya akan mengumpulkan cinta pada dunia dan cinta pada-Ku dalam satu hati.

Berlakulah belas-kasih pada dirimu sendiri dalam mengumpulkan harta kekayaan, karena rejeki telah ditentukan bagiannya. Orang yang memburu harta kekayaan hanyalah akan menemui kegagalan.

Orang kikir akan tercela. Kenikmatan hanyalah sementara. memikirkan suatu masalah sampai keakar-akarnya adalah tercela. Ajal pun telah ditentukan. Kebenaran telah nyata. Sebaik-baik hikmah Allah adalah khusyuk. Sebaik-baik kekayaan adalah menerima apa adanya. Sebaik-baik bekal adalah takwa. Sebaik-baik apa yang datang pada hati adalah keyakinan dan sebaik-baik apa yang Aku berikan untukmu adalah kesehatan.

PERINGATAN KEENAM BELAS

Allah berfirman :

Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa engkau mengatakan sesuatu yang tidak engkau perbuat. Betapa banyak engkau berkata-kata dan betapa banyak pula engkau mengkhianatinya. Betapa banyak engkau mencegah orang lain agar tidak melakukan perbuatan keji, padahal engkau sendiri melakukannya. Betapa banyak engkau memerintahkan pada orang lain untuk berbuat kebajikan, padahal engkau sendiri tidak melakukannya.

Betapa banyak engkau mengumpulkan harta benda, padahal engkau tidak mungkin akan memakan semuanya

Betapa banyak kesempatan taubat engkau tunda hari demi hari dan tahun demi tahun, tanpa mau merenungkan sama sekali, apakah engkau akan terhindar dari kematian?

Apakah engkau dapat lolos dari siksa apa neraka? Ataukah engkau sangat yakin akan meraih kenikmatan di sorga? Apakah diantara engkau dan Sang Pengasih terdapat rahmat? Kenikmatan telah membuatmu angkuh dan sombong. Kebaikan telah menyebabkan engkau celaka.

Angan-angan yang membumbung tinggi telah menjadikan engkau terpikat oleh dunia.

Engkau menyia-nyiakan kesehatan dan kesejahteraan, padahal hari-harimu jelas berlalu dan nafasmu telah ditentukan batasnya.

Beramallah untuk kebaikanmu dengan apa yang tersisa dalam hidupmu.

Wahai manusia! Sesungguhnya engkau tidak menghiraukan amal perbuatanmu. Padahal setiap hari usiamu terus berkurang sejak engkau keluar dari perut ibumu. Hari dmei hari engkau kian dekat pada kuburanmu hingga akhirnya engkau memasukinya.

Wahai manusia! Kehidupanmu di dunia laksana lalat. Ketika terjatuh ke dalam madu, maka lengket melekat.

Karena itu janganlah engkau seperti kayu bakar yang membakar dirinya dengan apa untuk yang lain.

PERINGATAN KETUJUH BELAS

Allah berfirman :

Wahai manusia! Berbuatlah sebagaimana Aku memerintahkan kepadamu. Hindarilah perbuatan yang Aku larang, maka Aku akan menjadikan engkau hidup selamanya.

Aku adalah Dzat yang hidup, tidak akan pernah mati selamanya.

Apabila Aku mengatakan pada sesuatu: “jadilah engkau”, maka sesuatu itu akan jadi.

Wahai manusia! Jika perkataanmu indah menawan, sementara perbuatanmu buruk, maka engkau adalah gembong orang-orang munafik. Jika lahirmu indah menawan, sedangkan batinmu buruk, maka engkau termasuk orang yang celaka, yaitu orang yang menipu Allah, padahal justru Allah yang menipu mereka.

Tiadalah mereka menipu kecuali pada dirinya sendiri, hanya saja mereka tidak menyadarinya.

Wahai manusia! Tidaklah akan masuk surga kecuali orang yang menundukkan diri pada keagungan-Ku, mengisi seluruh hari-harinya dengan mengingat-Ku dan menahan hawa nafsunya demi Aku.

Aku yang memberi tempat tinggal pada pelancong, yang memberikan rasa aman pada orang fakir, yang menyantuni anak yatim laksana seorang ayah yang penuh kasih sayang dan yang menyaantuni para janda sebagaimana seorang suami yang mencintai dan menyayanginya.

Barang siapa berkepribadian dengan sifat-sifat ini, jika memohon kepada-Ku, Aku akan mengabulkan segala permohonannya. Dan jika ia meminta sesuatu kepada-Ku, maka Aku akan memberi segala apa yang dia minta.

PERINGATAN KEDELAPAN BELAS

Allah berfirman :

Kepada siapa engkau akan mengadukan diri-Ku, padahal tak ada satupun yamg menyamai diri-Ku sebagai tempat pengaduanmu?

Sampai kapankah engkau akan melupakan diri-Ku, padahal sama sekali Aku tak menuntut apa-apa darimu?

Sampai kapankah engkau kufur kepada-Ku, padahal Aku tidak pernah berbuat aniaya pada para hamba? Sampai kapankah engkau meremehkan kitab-Ku, padahal Aku tidak pernah memberi beban kewajiban yang melebihi dari kemampuanmu? sampai kapankah engkau menentang kepada-Ku? Sampai kapan pula engkau membangkang sepada-Ku, padahal tidak ada Tuhan selain Aku?

Bila engkau sakit dokter manakah selain diri-Ku yang mampu menyembuhkanmu?

Engkau mengadukan kesusahanmu kepada-Ku, namun engkau tidak mau menerima surat takdir-Ku.

Akulah yang mengirim air hujan yang lebat. lalu engkau katakan, kita dihujani oleh bintang ini. Sungguh engkau telah kufur kepada-Ku daan beriman pada bintang.

Akulah yang menurunkan rahmat-Ku dalam berbagai ukuran. Apabila engkau memperoleh makanan untuk tiga hari, engkau berkata: Aku dalam keadaan sial, tidak dalam keadaan mujur.

Maka sesungguhnya engkau telah mengingkari nikmat-Ku. Barangsiapa membangkang untuk mengeluarkan zakat dari sebagian harta kekayaannya, sesungguhnya ia meremehkan kitab-Ku.

Apabila ia menemui waktu shalat, tapi ia tidak menunaikannya, maka ia sungguh-sungguh melupakan diri-Ku.

PERINGATAN KESEMBILAN BELAS

Allah berfirman :

Wahai manusia! Bersabarlah dan merunduklah, maka Aku akan mengangkat derajatmu. Bersyukurlah kepada-Ku, Aku akan menambah nikmat-Ku.

Mohon ampunlah kepada-Ku, Aku akan mengampunimu.

Bila engkau berdo’a pada-Ku, Aku akan mengabulkannya. Bertobatlah pada-Ku, Aku akan memberi pertobatan padamu. Mintalah pada-Ku, Aku akan memberi apa yang engkau minta. Bersedekahlah, Aku akan memberi keberkahan dalam rejekimu. Sambunglah tali persaudaraan, Aku akan menambah usiamu. Mintalah dari-Ku kesehatan dengan kesehatan  yang langgeng, kesejahteraan dalam keguyuban, ikhlas dalam mengharap ridha, wara’ dalam pertaubatan dan kecukupan dalam menerima apa adanya atas karunia ilahi.

Wahai manusia! Bagaimana mungkin engkau berharap akan tekun beribadah sementara perutmu dalam keadaan kekenyangan? Bagaimana mungkin engkau akan cinta pada Allah sementara engkau cinta pada harta? Bagaimana mungkin engkau akan takut pada Allah sementara engkau takut kefakiran? Bagaimana mungkin engkau akan menjalankan hukum Allah dengan sangat konsisten sementara engkau masih tergila-gila memburu harta?

Bagaimana munngkin engkau akan dapat hidup dalam damai sementara engkau memupuk sifat kikir?

Bagaimana mungkin engkau mendambakan hidup di sorga kelak sementara engkau gandrung paada dunia dan sanjungan?

Bagaimana mungkin engkau berharap akan meraih kebahagiaan hidup dalam keadaan engkau sangat miskin pengetahuan?

PERINGATAN KEDUA PULUH

Allah berfirman :

Wahai manusia! Tak ada kehidupan yang lebih bermakna sebagaimana halnya menjalankan peraturan agama.

Tiada sikap konsisten dalam menjalani aturan Tuhan yang lebih utama sebagaimana halnya menjaga diri dari menyakiti orang lain.

Tiada cinta yang lebih luhur dibanding dengan kesopanan.

Tiada penyelamat yang lebih utama ketimbang pertobatan.

Tiada ibadah yang utama sebagaimana ilmu.

Tiada sembahyang yang lebih utama sebagaimana halnya rasa takut kepada Allah.

Tiada keberuntungan yang sangat bernilai seperti halnya kesabaran.

Tiada kebahagiaan sempurna seperti pertolongan Tuhan.

Tiada perhiasan yang lebih indah daripada akal.

Tiada cinta kasih yang melebihi sifat santun.

Wahai manusia! Konsentrasikan seluruh hidupmu untuk beribadah kepada-Ku, maka Aku akan memenuhi hatimu dengan kekayaan, memberkati rejekimu dan memberi kesegaran pada fisikmu.

Janganlah engkau sampai melupakan Aku. Sebab jika engkau melupakan diri-Ku, maka Aku memenuhi hatimu dengan kefakiran, fisikmu akan merasa kepayahan dan keletihan dan dadamu akan sesak dalam kesusahan.

Andai  engkau memperhatikan dengan sungguh-sungguh pada usiamu yang masih tersisa, niscaya engkau tidak akan membiarkan angan-anganmu terus membumbung.

Wahai manusia! Dengan kesehatan yang Kuberikan, engkau lantas kuat menjalankan perintah-Ku.

Dengan pertolongan-Ku, engkau mampu menunaikan kewajiban yang Kubebankan padamu.

Dengan rejeki-Ku, engkau lantas kuat berbuat durhaka kepada-Ku.

Dengan kehendak-Ku, engkau menghendaki apa yang kau kehendaki.

Dengan nikmat-Ku, engkau mampu  berdiri, duduk dan pulang kembali. Dengan perlindungan-Ku, engkau bisa menjalani hari-harimu. Dalam karunia-Ku, engkau hidup.

Dengan nikmat-Ku, engkau berpaling.

Dengan kesehatan yang Kuberikan, engkau mempertampan diri. Kemudian engkau melupakan Aku dan mengingat yang lain. Mengapa tidak engkau penuhi hak-Ku dan mengapa pula engkau tidak mau bersyukur kepada-Ku?

PERINGATAN KEDUA PULUH SATU

Allah berfirman :

“Wahai manusia! Kematian akan menyingkap seluruh rahasiamu. Kiamat akan mengungkap catatan amal perbuatanmu. Siksa akan merobek selubungmu.

Jika engkau melakukan perbuatan durhaka, janganlah engkau melihat pada kecilnya perbuatan itu. Tapi lihatlah, kepada siapa engkau berbuat durhaka.

Jika engkau diberi rezeki, janganlah engkau lihat pada kecilnya rezeki itu. Tapi lihatlah pada siapa yang memberi rezeki.

Janganlah engkau menganggap remeh dosa kecil, karena engkau tidak tahu dengan dosa yang manakah engkau berbuat durhaka kepada-Ku.

Janganlah engkau merasa aman dari tipu daya-Ku, karena tipu daya-Ku jauh lebih kasat mata dibanding dengan seekor semut hitam yang berjalan di atas batu hitam pekat pada malam hari yang gelap gulita.

Wahai manusia! Pernahkah engkau berbuat durhaka kepada-Ku, lalu engkau ingat pada murka-Ku? Sudahkah engkau menjauhi larangan-Ku? Sudahkah engkau melaksanakan kewajiban sebagaimana perintah-Ku?

Sudahkah engkau menyantuni orang-orang miskin dengan sebagian hartamu?

Adakah engkau tetap bersikap baik terhadap orang yang berbuat jelek padamu? Adakah engkau tetap memberi ampunan pada orang yang berbuat aniaya padamu? Adakah engkau tetap menyambung tali persaudaraan dengan orang yang memutus tali persaudaraan? Adakah engkau tetap menepati janjimu pada orang yang mengkhianatimu? Adakah engkau tetap mau berkata-kata dengan orang yang tidak mau menyapamu?

Apakah engkau telah mendidik anakmu?

Senangkah engkau pada tetanggamu?

Pernahkah engkau menanyakan persoalan agama dan duniamu pada ulama?

Sesungguhnya Aku tidak melihat bentuk rupamu, tidak juga pada ketampananmu. Tapi Aku melihat pada hatimu. Dan Aku senang padamu dengan sifat-sifat itu.”

PERINGATAN KEDUA PULUH DUA

Allah berfirman :

“Wahai manusia! Coba arahkan perhatianmu pada dirimu sendiri dan pada semua ciptaan-Ku. Jika engkau menemukan dzat yang lebih agung dibanding dengan dirimu, maka jadikanlah keagungan dzat itu milikmu. Jika tidak, maka muliakanlah dirimu dengan pertobatan dan amal kebajikan.

Ingatlah nikmat Allah yang diberikan kepadamu dan perjanjian yang engkau ikrarkan, ketika engkau berkata,”Kami akan memperhatikan dan kami akan patuh.”

Takutlah kamu pada Allah sebelum terjadi hari kiamat, hari tipu-daya, hari pengadilan. Pada hari itu, sehari sama dengan lima puluh tahun lamanya.

Hari itu adalah hari di mana semua mulut bungkam, tak ada lagi kesempatan bicara untuk berdalih. Hari itu adalah hari kehancuran, hiruk-pikuk jerit tangis yang meraung-raung dan masamnya semua raut muka.

Hari itu tak ada satu jiwa pun yang berkuasa atas jiwa yang lain.

Segala urusan pada hari itu hanya ada di tangan Allah semata.

Hari itu adalah hari kehancuran, kegoncangan dan porak poranda. Hari itu semua gunung bergoncang, semua ikatan terlepas dan kehancuran amat cepat. Hari itu adalah ahri yang penuh dengan jeritan dan tangis yang memilukan.

Pada hari itu seorang anak muda akan menjadi beruban secara tiba-tiba.

Janganlah engkau bersikap seperti orang-orang yang menyatakan, kami memperhatikan, padahal sebenarnya mereka sama sekali tidak memperhatikan.”

PERINGATAN KEDUA PULUH TIGA

Allah berfirman :

“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah pada Allah dan bertasbihlah pagi dan sore.

“Wahai Musa ibn. `Imran Sang penerima Taurat! Dengarkan firman-Ku : Aku adalah Maha Penguasa lagi Maha Pembalas. Antara Aku dan kamu tak ada penerjemah.

Sampaikanlah pada orang yang suka makan bahwa murka Tuhan dan siksa api neraka yang berlipat-ganda.

Wahai manusia! Apabila engkau menemukan sifat keras bersemayam dalam hatimu, rasa sakit di badanmu, kesulitan dalam rezeki dan kekurangan dalam hartamu, ketahuilah sesungguhnya engkau telah berkata-kata yang tidak ada gunanya bagimu.

Wahai manusia! Keberagamaanmu tidak akan pernah tegak lurus hingga perkataanmu lurus dan benar. Perkataanmu tidak akan bisa lurus dan benar hingga dirimu memiliki rasa malu pada Tuhanmu.

Wahai manusia! Apabila engkau hanya sibuk memperhatikan cacat orang lain dan melupakan aibmu sendiri, maka engkau sungguh telah membuat setan senang dan membuat Sang Rahman murka.

Wahai manusia! Lidahmu adalah srigala. Jika kau membiarkannya liar, ia akan membunuhmu. Kehancuranmu disebabkan oleh mulutmu yang tak terkendali.”

PERINGATAN KEDUA PULUH EMPAT

Allah berfirman :

“Wahai manusia! Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu. Karena itu jadikanlah dia sebagai musuh.

Ketahuilah bahwa suatu hari engkau dikumpulkan secara bergerombol, berdiri di hadapan Tuhanmu dengan berbaris dan membaca catatan amal perbuatanmu huruf demi huruf. Dan engkau dimintai pertanggung jawaban amal perbuatanmu baik tersembunyi maupun yang terang-terangan.

Pada hari itu Ku-kumpulkan oran-orang yang takwa menuju Tuhan secara berombongan dan Ku-giring orang-orang durjana ke neraka Jahanam dengan bergerombol. Bagimu ada janji dan ancaman.

Aku adalah Allah. Tiada sekutu bagi-Ku. Tiada penguasa yang berkuasa seperti kekuasaan-Ku.

Barangsiapa berpuasa selama setahun dengan ikhlas, maka Aku akan menyuguhi santapan kepadanya dengan aneka jenis hidangan-Ku.

Barangsiapa menjalani sembahyang pada malam hari, maka akan Ku-berikan kedudukan yang tinggi.

Barangsiapa yang memejamkan mata dari larangan-larangan-Ku, maka ia akan Aku selamatkan dari siksa api neraka-Ku.

Aku adalah Tuhan. Kenallah engkau kepada-Ku. Akulah Sang Pemberi nikmat. Berterimakasihlah kepada-Ku. Akulah Sang pelindung, berlindunglah pada-Ku. Akulah Sang Pembela, belalah Aku. Akulah Sang Maha Pengampun, mintalah ampun pada-Ku. Akulah Sang Dzat yang dituju, datanglah pada-Ku. Akulah Sang Pemberi, mintalah pada-Ku. Akulah Dzat yang disembah, menyembahlah pada-Ku.

Aku adalah Sang Maha Mengetahui, mawas dirilah engkau pada-Ku.”

PERINGATAN KEDUA PULUH LIMA

Allah berfirman :

“Wahai manusia! Allah bersaksi bahwa tiada tuhan selain Dia. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu tegak berdiri dengan adil.

Tiada tuhan kecuali Dia. Dialah yang Maha Agung lagi Maha Bijaksana.

Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah adalah agama islam. Barangsiapa menjadikan selain Islam sebagai agamanya, ia tidak akan diterima. Dan di akhirat ia termasuk golongan orang-orang yang merugi.

Allah menyampaikan kabar gembira pada semua makhluk yang berbuat baik bahwa surga sebagai balasannya. Barangsiapa yang yakin pada Allah tanpa sekutu, lalu ia patuh dan tunduk, ia akan selamat.

Barangsiapa kenal setan, lalu ia menentangnya, maka ia akan selamat.

Barangsiapa tahu kebenaran, lalu ia mengikutinya, maka ia akan aman.

Barangsiapa tahu kebatilan, lalu menghindarinya, maka ia akan beruntung. Barangsiapa tahu setan dan dunia, lalu meninggalkannya, maka ia akan bahagia.

Barangsiapa tahu tentang akhirat, kemudian ia mencarinya, maka ia akan mendapat petunjuk.

Sesungguhnya Allah memberi petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan kepada-Nya kamu akan kembali.

Wahai manusia! Mengapa angan-anganmu masih juga membubung tinggi, padahal Allah telah menjamin rezekimu? Mengapa engkau masih kikir juga, padahal engkau tahu ganti itu dari Allah?

Jika engkau tahu Iblis itu musuh Allah, mengapa engkau masih juga melupakan Tuhan?

Jika engkau tahu bahwa siksa itu berupa api neraka, mengapa engkau masih juga bersantai-ria?

Jika engkau tahu bahwa pahala Allah itu berupa surga, mengapa engkau masih juga berbuat durhaka?

Jika engkau tahu bahwa segala sesuatu itu terjadi karena suratan takdir-Ku, mengapa engkau masih gundah-gulana?

Janganlah kamu sekalian berpatah harap atas kegagalan dan jangan gembira secara berlebihan atas keberhasilan.

Allah tidak suka pada orang-orang sombong lagi congkak.”

PERINGATAN KEDUA PULUH ENAM

Allah berfirman :

Wahai manusia! Perbanyaklah bekal, karena perjalananmu amat jauh. Perbaharuilah semangat pengabdianmu pada Allah karena samudera yang kau arungi amat dalam. Bersungguh-sungguhlah dalam beramal, karena jembatan yang akan kau lewati amat halus. Ikhlaslah dalam beramal, karena Sang Pengawas Maha Melihat.

Jika demikian, maka yang menjadi idaman hatimu hanyalah bertempat tinggal di surga dan dambaanmu hanyalah menuju akhirat. Dan imbalan pahala bagimu adalah bidadari yang cantik.

Hiduplah untuk-Ku, maka Aku menjadi milikmu.

Mendekatlah kepada-Ku dengan membenci dunia dan mencintai orang-orang yang suka berbuat kebajikan.

Sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.”

PERINGATAN KEDUA PULUH TUJUH

Allah berfirman :

“Wahai manusia! Bagaimana mungkin engkau berbuat durhaka, padahal terik matahari saja kau tak kuasa menahan panas.

Sedangkan neraka Jahanam terdiri dari tujuh lapis. Di dalam masing-masing lapisan terdapat api yang saling membakar antara yang satu dengan dengan yang lain. Di dalam tiap-tiap lapisan terdapat tujuh puluh ribu macam jurang api. Di dalam setiap jurang terdapat tujuh puluh ribu macam petak lubang. Di dalam tiap petak lubang masih terdapat lagi tujuh puluh ribu petak lubang kecil. Dalam tiap petak lubang kecil itu terdapat tujuh puluh ribu lubang sumur api. Dalam setiap lubang sumur api itu terdapat tujuh puluh ribu kotak lubang api. Di dalam setiap kotak lubang itu terdapat kalajengking dari api. Di atas setiap kotak api itu terdapat tujuh puluh ribu pohon zakkum. Di bawah setiap pohon zakkum terdapat pentungan dari api. Pada setiap pentungan ada tujuh puluh ribu malaikat dan ular dari api. Panjang masing-masing ular-ular itu tujuh puluh ribu hasta di dalam mulutnya terdapat lautan racun hitam.

Sedangkan tiap-tiap kalajengking memiliki seribu ekor yang panjangnya tujuh puluh ribu hasta dan memiliki tujuh puluh ribu kati racun merah.

Aku bersumpah demi Aku, demi Gunung Sinai, demi kitab yang tertulis di kertas yang berserakan, demi Baitul Makmur, demi langit yang tinggi dan demi lautan yang terhampar.

Wahai manusia! Aku tidak menciptakan neraka kecuali untuk orang-orang kafir, orang yang suka mengadu domba, orang yang suka pamer, orang yang suka menyakiti kedua orang tuanya, orang yang tidak mau mengeluarkan zakat dari sebagian harta kekayaannya, orang yang berzina, orang yang suka makan rente, pemabuk, orang yang berbuat aniaya pada anak yatim, tetangga yang berkhianat, orang yang suka meratap dan orang yang suka menyakiti hati tetangga, sedangkan terhadap orang yang bertobat, beriman dan berbuat amal kebajikan; Allah akan menggantikan keburukan-keburukannya dengan kebaikan-kebaikan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Wahai hamba-Ku! Berbelaskasihlah engkau pada dirimu sendiri, karena badan itu sangat lemah, sedangkan perjalanan sangat jauh, beban bawaan sangat berat, jembatan sangat halus, Sang Pengawas Maha Melihat dan Sang Hakim adalah Rabbul ‘Alamin.”

PERINGATAN KEDUA PULUH DELAPAN

Allah berfirman :

“Wahai manusia! Bagaimana mungkin engkau tergila-gila pada dunia fana dan kehidupan yang sementara?

Sesungguhnya bagi orang-orang yang tunduk telah tersedia surga. Mereka akan memasukinya melalui delapan pintu. Dalam setiap surga terdapat tujuh puluh ribu taman. Dalam setiap taman terdapat tujuh puluh ribu istana yang terbuat dari permata. Dalam setiap istana terdapat tujuh puluh ribu gedung yang terbuat dari zamrud. Dalam setiap gedung terdapat tujuh puluh ribu rumah yang terbuat dari emas merah. Dalam setiap rumah terdapat tujuh puluh ribu bilik yang terbuat dari perak putih. Dalam setiap bilik terdapat tujuh puluh ribu meja makan yang berwarna debu. Di atas setiap meja terdapat tujuh puluh ribu piring dari permata yang di dalamnya berisi tujuh puluh ribu warna makanan. Di sekeliling setiap bilik tersedia tujuh puluh ribu tempat tidur yang terbuat dari emas merah yang di atasnya terhampar tujuh puluh ribu permadani sutera polos dan sutera yang dihiasi gambar. Di sekeliling setiap tempat tidur terdapat sungai dari air kehidupan, susu, madu dan tuak. Di tengah-tengah setiap sungai terdapat tujuh puluh ribu jenis buah-buahan. Di dalam setiap rumah terdapat tujuh puluh ribu kemah yang terbuat dari pohon urjuan. Di atas tiap-tiap permadani itu duduk bidadari yang cantik molek. Di hadapan mereka ada tujuh puluh ribu pelayan yang masih muda, putih dan bersih laksana telur yang tersimpan. Di atas tiap-tiap bilik tegak dengan megahnya tujuh puluh ribu kubah. Di atas kubah-kubah itu terdapat hadiah yang tak dapat dilihat dengan mata, tak dapat didengar dengan telinga dan tak dapat terlintas dalam angan-angan siapapun, sebuah pemberian dari Sang Maha Penyayang berupa buah-buahan yang dapat mereka pilih sendiri, daging burung yang menjadi kesukaan mereka dan bidadari yang cantik molek laksana mutiara-mutiara yang tersimpan rapat. Semua itu sebagai imbalan atas amal perbuatan yang mereka lakukan.

Mereka tidak akan lagi menemui kematian, tetap dalam usia muda, tidak lagi kenal duka, tidak perlu lagi menjalani ibadah puasa dan sembahyang, tidak akan terkena sakit, tidak akan kencing, tidak akan buang air besar dan mereka akan tinggal selamanya.

Maka barangsiapa yang berharap mendapat surga dan mengingat keagungan, bidadari dan nikmat-Ku, maka mendekatlah kepada-Ku dengan berbuat jujur, tidak tergila-gila pada dunia dan menerima atas pemberian-Ku yang sedikit.”

PERINGATAN KEDUA PULUH SEMBILAN

Allah berfirman :

“Wahai manusia! Harta kekayaan itu adalah milik-Ku. Hartamu tidak lain hanyalah apa yang kau makan, kemudian habis, apa yang kau pakai kemudian rusak atau yang engkau dermakan kemudian menjadi kekal.

Ada tiga hal dalam hubungan antara Aku denganmu : yang satu hal milik-Ku, yang satu hal milikmu, sedangkan yang satu hal lagi adalah milik antara Aku dan kamu. Satu hal yang menjadi milik-Ku adalah ruhmu. Satu hal lagi yang menjadi milikmu adalah amal perbuatanmu. Sedangkan doa dan urusan pengabulan adalah yang menjadi milik antara Aku dan kamu. Doa itu darimu sedangkan urusan pengabulan adalah dari-Ku.

Wahai manusia! Berhati-hatilah dalam menjalankan aturan dan terimalah pembagian rezeki sebagaimana adanya, maka engkau akan melihat-Ku. Menyembahlah kepada-Ku, engkau akan pulang kembali kepada-Ku. Carilah Aku, engkau akan bertemu dengan-Ku.

Wahai manusia! Jika engkau berperilaku seperti para penguasa yang masuk neraka karena kesewenang-wenangannya, atau orang Arab yang masuk neraka karena kedurjanaannya, atau ulama yang masuk neraka karena iri-dengkinya, atau pedagang yang masuk neraka karena pengkhianatannya, atau penganut fatalisme yang masuk neraka karena kedunguannya, atau ahli ibadah yang masuk neraka karena pamernya, atau orang kaya yang masuk neraka karena kesombongannya, atau orang fakir yang masuk neraka karena kebohongannya, betulkah engkau memang mengharap surga?”.

PERINGATAN KETIGA PULUH

Allah berfirman :

“Wahai orang yang beriman! Takutlah pada Allah dengan penuh kesungguhan dan janganlah engkau mati selain dalam keadaan islam.

Wahai manusia! Ilmu yang tak membuahkan perbuatan laksana petir dan guntur yang tak membawa hujan.

Perbuatan tanpa ilmu laksana pohon tanpa buah.

Seorang yang berilmu namun tidak mau beramal tak ubahnya seperti anak panah tanpa tali.

Harta kekayaan yang tak dizakati bagaikan orang yang membuat garam di atas batu padas yang licin.

Petuah yang diucapkan pada orang dungu bagaikan intan permata di hadapan binatang.

Orang yang keras hatinya padahal ia berilmu laksana batu padas yang ditetesi air. Petuah yang disampaikan di hadapan orang yang tidak menyukainya, tak beda dengan meniup seruling di atas kuburan.

Bersedekah dengan barang haram sama halnya dengan orang yang mencuci kotoran yang menempel pada pakaiannya dengan air kencing.

Bersembahyang tapi tidak mau mengeluarkan zakat seperti raga tanpa ruh.

Orang yang berilmu namun tidak mau bertobat, laksana bangunan tanpa fondasi.

Merasa amankah engkau dari tipu-daya Allah? Tidaklah akan merasa aman dari tipu-daya Allah selain orang-orang yang merugi.”

(* Sumber : Al-Mawa’idz fil Ahadis al-QudsiyyahPeringatan-peringatan Ilahi Dalam Hadits Qudsy (Imam Al-Ghazali), 2005)

About admin

Check Also

Mengkambinghitamkan Takdir

“Seseorang  tidak dapat beralasan dengan menyatakan ia melakukan dosa karena suratan takdirnya. Sementara, pada saat ...