Friday , December 14 2018
Home / Deep Secret / Intelijen / Perebutan SDA di “Bogor Timur” (5)

Gunung SanggabuanaGunung Sangga Buana, Misteri di balik Tambang Galena

INTELIJEN.co.id - Daerah Jonggol di wilayah Kabupaten Bogor, banyak dikenal orang karena sempat disebut-sebut sebagai pengganti pusat pemerintahan Indonesia di Jakarta. Akan tetapi masih sedikit saja masyarakat mengetahui tentang  potensi tambang yang ada di sana.

Perebutan SDA di “Bogor Timur” (5)

Dari Jakarta, tidak membutuhkan waktu lama mencapai wilayah tambang galena, sebagai salah satu potensi tambang di Jonggol,  Kabupaten Bogor. Lokasi tambang tersebut tepatnya berada di Desa Buana Jaya, Kecamatan Tanjung Sari.

Meski seseorang belum pernah melakukan perjalanan ke sana, bisa dipastikan ia tak akan kesulitan menemukan lokasi tambang itu. Hal ini terjadi karena kebanyakan penduduk di sepanjang jalan Jonggol, mampu menunjukkan dengan baik lokasi penambangan tersebut.

Saat INTELIJEN melakukan investigasi ke sana, kesulitan mencari lokasi tambang samasekali tidak ditemukan. Selanjutnya, ketika semakin dekat dengan lokasi tambang, kendaraan tim investigasi melewati gapura bertuliskan Taman Qui Ling.

Jangan membanyangkan Taman Qui Ling sebagai taman tempat tumbuhnya bunga dan ragam pohon penebar pesona. Karena ketika tim investigasi sampai ke sana, taman itu ternyata sebuah kuburan mewah bagi orang Cina kaya di Indonesia.

Letak tambang galena ternyata tidak jauh dari kuburan tersebut dan keduanya berada pada satu kawasan perbukitan yang sama. Meski kuburan terlihat bersih dan mewah, namun kesan seram masih saja terasa.

Suasana seram semakin bertambah karena keberadaan pihak keamanan kuburan yang selalu mengekspresikan wajahnya  dengan raut muka curiga. Pertanyaan penuh selidik-pun tak segan-segan mereka lontarkan kepada tamu yang datang.

Di tempat lain tidak jauh dari tempat pertambangan, tepatnya pada posisi lebih tinggi di kawasan tersebut, terdapat Petilasan Wali. Petilasan itu tampaknya dikeramatkan sebagian besar penduduk di sana hingga saat ini.

Menurut penduduk setempat, di petilasan tersebut tidak boleh berbicara sembarangan, apalagi jika mempunyai maksud buruk tertentu. Disebut-sebut pula, jika seseorang memiliki keinginan tertentu dan mengutarakannya di sana, maka akan segera tercapai.

Tampaknya keangkeran dan kekeramatan wilayah itu telah teruji. Beberapa penduduk setempat sempat bercerita terkait pernah hilangnya serombongan orang camping yang kemudian ditemukan dalam keadaan meninggal.

Meski jumlah korban meninggal dan waktu kejadian simpang siur, tapi masyarakat setempat sepakat bahwa musibah yang dialami  serombongan orang camping tersebut karena mereka punya maksud buruk tertentu.

Bukti kekeramatan juga disampaikan beberapa orang di sana. Jika seseorang berada di petilasan mengunggkapkan tentang rasa kehausan akibat kurang minum, maka tidak lama kemudian akan datang hujan, meskipun di saat itu sedang musim kemarau.

Bukan satu atau dua orang saja yang sempat mengalami kejadian itu, beberapa pria ketika ditemui juga menceritakan pengalaman serupa. Tim INTELIJEN memang tidak mencoba membuktikan hal itu, karena air bermineral selalu saja mendampingi seluruh awak tim.

Uniknya, meski di wilayah tersebut terasa angker dan dikeramatkan, di sana terdapat terdapat lokasi kuasa pertambangan (KP) atas nama perusahaan Bintang Delapan Minerals (BDM). Disebut-sebut, ada empat pensiunan jenderal berbintang dua di balik kepemilikan perusahaan BDM itu.

Menurut penduduk setempat, BDM mulai melakukan eksploitasi pertambangan pada 2007 lalu. Kini produksi batuan galena hasil pertambangan perusahaan tersebut sekitar 100 ton per bulan.

Sesungguhnya, pertambangan galena ilegal di wilayah tersebut telah dimulai pada 2002. Tampaknya saat itu, masyarakat sudah tidak perduli lagi dengan keangkeran dan kekeramatan wilayah itu.

Hingga akhirnya pada 2003 terjadi peristiwa hilangnya beberapa orang yang sedang camping di sana. Meski kejadian tersebut mempunyai banyak versi, tapi dampak dari peristiwa itu telah memberikan shock terapi kepada penduduk setempat.

Alhasil setelah peristiwa tersebut terjadi, masyarakat setempat berfikir dua kali untuk melakukan penambangan di wilayah itu. Namun di sisi lain, pada saat yang sama, beberapa perusahaan besar telah menyiapkan kuda-kuda untuk memiliki izin KP di sana.

Akhirnya, pada 2007, PT Bintang Delapan Minerals mendapatkan izin KP secara resmi dari instansi terkait. Konon, lokasi KP tersebut berada pada areal pertambangan yang dahulu sempat dijadikan penambangan ilegal.

Masyarakat setempat-pun tidak mau kalah, lewat koperasi mereka juga berusaha mendapatkan izin KP. Namun sayang, ketika izin sudah di dapat dan eksploitasi dilakukan di lokasi KP, hingga kini galena masih saja belum didapatkan.

Tampaknya koperasi masyarakat setempat kalah strategi, bahkan kalah dalam banyak hal untuk mendapatkan lokasi KP “basah” tempat galena bersembunyi. Akankah kekalahan koperasi masyarakat ini karena keangkeran dan kekeramatan yang sengaja diciptakan?

Uniknya, kesan angker dan keramat ini selalu saja menemani di banyak lokasi tempat potensi tambang berada. Hal yang sama juga terjadi pada potensi tambang galena Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri dan potensi tambang biji besi/emas Freeport di Papua.

(Repro INTELIJEN, bagian 5)

About admin

Check Also

Jokowi Menggiring Indonesia Masuk Skema Kapitalisme Global WB-IMF

Presiden Republik Indonesia yang ke-7, Jokowi kembali unjuk gigi dalam kemahirannya beretorika. Retorikanya berbunyi seperti ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *