Saturday , November 23 2019
Home / Berita / Penyadapan oleh tetangga

Penyadapan oleh tetangga

Penyadapan oleh tetanggaIndonesia sudah seharusnya menarik pulang duta besar untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema. Keputusan ini merupakan sikap tegas terhadap pemerintah Australia soal isu penyadapan. Selain tidak pantas, penyadapan intelijen Australia terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono, dan sejumlah pejabat tinggi negara itu jelas bukan tindakan yang bersahabat.

Sejauh ini, belum ada penjelasan resmi dari pemerintah Australia soal penyadapan yang dilakukan pada Agustus 2009. Peristiwanya memang sudah cukup lama, tapi baru terungkap setelah ada dokumen bocoran dari mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat, Edward Snowden.

Dokumen berbentuk slide tertanggal November 2009 itu jelas disebutkan milik Defence Signals Directorate, yang kini bernama Australian Signals Directorate, serta Departemen Pertahanan Australia. Dalam salah satu slide berjudul “IA Leadership Targets + Handsets”, dimuat nama orang-orang yang menjadi target serta jenis telepon yang digunakan.

Ketika berkunjung ke Australia pekan lalu, Wakil Presiden Boediono berkali-kali menyatakan kedua negara perlu menjalin hubungan yang lebih baik dan berjangka panjang. Perdana Menteri Tony Abbott pun menanggapinya dengan mengatakan bahwa hubungan dengan Indonesia merupakan satu hal yang sangat penting.

Dalam konteks ini, penarikan tersebut sesungguhnya patut disesalkan karena Perdana Menteri Abbott, yang berasal dari Partai Liberal, kentara betul hendak meningkatkan hubungan kedua negara. Kunjungan Wakil Presiden Boediono ke Australia bisa dikatakan memberi hasil yang positif. Abbott dan Boediono meresmikan Australia-Indonesia Centre.

Pembentukan pusat studi ini diharapkan bisa membangun sebuah hubungan jangka panjang yang produktif di antara kedua negara. Australia juga menghidupkan kembali proyek Colombo Plan. Lewat proyek ini, pemerintah Australia akan mendanai mahasiswa yang hendak melakukan studi ke Indonesia.

Sayang sekali, berbagai hal baik yang dicapai itu runtuh begitu saja. Bocoran Snowden muncul hanya sehari setelah Boediono mendarat di Jakarta. Tentu saja, kita berhak menaruh syak wasangka bahwa pernyataan Abbott kepada Boediono tak lebih dari sekadar ungkapan diplomatik yang kosong dan penuh basa-basi. Mustahil Abbott tidak mengetahui detail penyadapan tersebut.

Posisi Abbott memang terjepit. Penyadapan itu dilakukan ketika Australia dipimpin Perdana Menteri Kevin Rudd. Namun, bagaimanapun, Abbott tetap harus mempertanggungjawabkan tindakan pendahulunya. Abbott tak bisa lagi hanya menunggu Snowden membongkar file-nya lembar demi lembar.

Jika Australia menginginkan hubungan kedua negara berlanjut, permintaan maaf menjadi syarat yang tak bisa ditawar. Negara itu semestinya menyimak pernyataan Boediono yang menyitir sebuah ungkapan: kita tidak bisa memilih tetangga-karena merupakan sebuah takdir-tapi kita bisa memilih teman yang baik.

Di sisi lain, dugaan penyadapan telepon petinggi pemerintah Indonesia yang dilakukan oleh Australia dinilai hanya sebagai bentuk ketidakpercayaan Australia terhadap Indonesia. Pemerintah Australia sendiri menganggap spionase adalah hal yang wajar.

Philip Doring, seorang analis politik federal, menulis tanggapannya terhadap masalah ini di laman The Age Australia. Menurut dia, di balik semua deklarasi persahabatan dan hubungan baik dengan Indonesia, sebenarnya pemerintah Australia tidak mempercayai Indonesia.

“Kami bekerja sama dengan Indonesia, termasuk di bidang keamanan dan intelijen, tapi kami tidak percaya mereka. Kami tidak memiliki dan mungkin tidak akan pernah memiliki kepercayaan itu,” demikian tulisnya.

Australia menganggap sistem politik Indonesia sangat buram, penuh dengan korupsi, dan rentan terhadap masalah nasional. Negera Kanguru ini tidak menganggap Indonesia sebagai sahabat sejatinya, seperti halnya Selandia Baru. Oleh sebab itu, tidak menutup kemungkinan jika Indonesia akan menjadi ancaman bagi Australia di kemudian hari.

Perdana Menteri Australia Tony Abbott menolak mengomentari laporan penyadapan yang dilakukan mata-mata Australia terhadap Indonesia, termasuk penyadapan telepon pribadi Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. “Saya tahu laporan media,” kata Abbot kepada Sydney Morning Herald. “Semua pemerintah mengumpulkan informasi.”

Abbot menyatakan pemerintah Australia tidak pernah berkomentar tentang masalah-masalah intelijen tertentu. “Ini telah menjadi tradisi panjang pemerintah, dan saya tidak berniat untuk mengubah hal itu pada hari ini,” katanya.

Agen mata-mata Australia menargetkan telepon pribadi dari Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan lingkaran dalamnya. Demikian harian Australia, Sydney Morning Herald, mengangkat laporan yang berasal dari dokumen yang bocor dari mantan intelijen Amerika Serikat, Edward Snowden.

Menurut harian ini, dokumen tentang materi penyadapan terarsip dengan rapi di Direktorat Sinyal Pertahanan dan Departemen Pertahanan Australia. Selain SBY, target lainnya adalah Wakil Presiden Boediono, Ibu Negara Ani Yodhoyono, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa, dan mantan juru bicara Presiden yang disebut media ini bakal menjadi calon potensial presiden mendatang, Dino Patti Djalal.

Media itu menuliskan, file pembicaraan hasil sadapan disimpan dalam bentuk slide presentasi. “Jumlahnya yang jelas lebih dari satu,” tulis media itu tanpa memerinci.

Sebuah slide ditandai sebagai “Top Secret” berisi hasil penyadapan ponsel pribadi SBY dan lingkaran dekatnya. Ada juga slide yang ditandai sebagai “IA Leadership Targets + Handsets”, berisi tentang percakapan yang tampaknya disadap di jalur 3G.

Slide lainnya yang berjudul “Indonesian President Voice Events” berisi seluruh percakapan SBY menggunakan ponsel Nokia selama 15 hari pada bulan November 2009.

Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan penyadapan yang diduga dilakukan Australia mencederai kemitraan strategis dengan Indonesia. SBY juga

About admin

Check Also

Devide et Impera (Kembali) di Indonesia?

Hiruk-pikuk dan gempita sosial politik di negeri ini memang terlihat glamour lagi mewah, namun kalau ...