Friday , October 19 2018
Home / Berita / Daerah / Pasangan Dikdik-Toyib Memenuhi Syarat Verifikasi

Pasangan Dikdik-Toyib Memenuhi Syarat Verifikasi

KPUD Jabar (Foto: Merdeka.COm)

Dari 4 bakal pasangan calon yang mengikuti “penyerahan dokumen rekapitulasi dukungan calon perseorangan dan Model B1-KWK pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Pilgub) 2013”, hanya satu diantaranya yang lolos verifikasi di Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat (KPU Jabar), yaitu pasangan Dikdik Mulyana Arief Mansyur dan Cecep Nana Suryana Toyib, dengan dukungan lebih dari 3% jumlah penduduk dan sebarannya melebihi  50% dari kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat.

Dengan demikian, pasangan Dikdik-Toyib yang memiliki pendukung sebanyak 1.512.584 pemilih dengan sebaran di 26 kabupaten/kota, dinyatakan memenuhi syarat dukungan dan berhak masuk tahapan pencalonan Pilgub selanjutnya. Sedangkan berkas dukungannya yang telah diverifikasi oleh KPU Jabar langsung dikirim ke KPU kabupaten/kota, dan kini berada di PPS (Panitia Pemungutan Suara) yang bersangkutan untuk dilakukan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual.

“Hanya pasangan Dikdik-Toyib yang berhak diverifikasi administrasi dan faktual oleh PPS. Sementara berkas dukungan yang diserahkan tiga pasangan lainnya tetap berada di KPU Jabar untuk disimpan sebagai barang milik negara,” ungkap Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat, saat memberikan keterangan pada jumpa pers di sekretariatnya, Jl. Garut No. 11 Bandung, Selasa (9/10) malam.

Di depan puluhan wartawan iapun membacakan surat pengunduran diri bakal pasangan calon Daday Hudaya dan Deddy Dores dari pencalonannya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, yang dikirim semalam oleh seorang tim kampanye pasangan ini. Dalam surat itu, Daday Hudaya meminta maaf kepada seluruh warga Jawa Barat atas pengunduran dirinya, terutama kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan kepadanya.

Menyinggung verifikasi administrasi dan verifikasi faktual yang tengah dilakukan oleh PPS terhadap berkas dukungan pasangan Dikdik-Toyib, menurut Yayat, besar kemungkinan jumlah dukungannya akan berkurang dari 1.521.584 pemilih yang telah diverifikasi oleh KPU Jabar. Pengurangan itu tidak akan menjadi masalah apabila jumlah dukungannya yang lolos verifikasi PPS masih diatas 1.474.614 pemilih, atau 3% dari jumlah penduduk Jawa Barat sebanyak 49,1 juta jiwa.

“Kalau bertambah, tidak mungkin.  Tapi kemungkinan justru berkurang ada, misalnya si pendukung membatalkan dukungannya dengan surat pernyataan yang formatnya sudah kami kirimkan ke PPS, asalkan nanti angkanya tidak dibawah quota minimum 3 persen. Walaupun nanti kurang dari jumlah yang ditetapkan, pasangan yang satu ini masih ada kesempatan untuk menambah dukungan yang kurang,” ujar Yayat.

Penambahan tersebut, berdasarkan Tahapan Pilgub 2013, dapat dilakukan pasangan Dikdik-Toyib selama 7 hari dari 2 s/d. 8 Desember 2012 pada jadwal  “penyerahan dukungan tambahan pada masa perbaikan berkas maksimal 2 kali dari jumlah kekurangan dari pasangan calon kepada KPU Provinsi”.  Dalam tahapan Pilgub disebutkan pula bahwa verifikasi oleh KPU Provinsi dibantu KPU kabupaten/kota, PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan PPS terhadap dukungan tambahan dengan metode kolektif, berkoordinasi dengan pasangan calon perseorangan.

Selanjutnya, Yayat menerangkan selama 14 hari dari 2 s/d. 15 Desember 2012, dilakukan penelitian ulang oleh KPU Provinsi terhadap kelengkapan dan perbaikan persyaratan pasangan calon sekaligus pemberitahuan hasil penelitian. Kecuali terhadap pasangan calon perseorangan yang tidak memenuhi paling rendah jumlah dukungan dan jumlah sebaran, tidak diadakan penelitian ulang.

Karenanya, PPS tidak menerima berkas dukungan milik 3 pasangan lainnya yang dinyatakan tidak memenuhi persyaratan untuk diverifikasi administrasi dan verifikasi factual. Ke-3 pasangan ini adalah Daday Hudaya dan Deddy Dores yang telah mengurungkan niat pencalonannya melalui surat ke KPU Jabar, Dedeng Yusuf Maolani dan Maman Daning serta Endang Ilyas Susanto dan Mahmud Zaki Fuad. (MC/KPUJBR)

Sumber : Media Center KPU Jabar

About admin

Check Also

SBY Setuju Papua Merdeka Pasca Pilpres 2014?

Herman Dogopia, belum lahir ketika seluruh wilayah Papua dan Papua Barat dijajah Belanda hingga t1963. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *