Wednesday , September 18 2019
Home / Agama / Kajian / Nasihat Mulia Dalam Taurat Nabi Musa as. (Bagian-4)

Nasihat Mulia Dalam Taurat Nabi Musa as. (Bagian-4)

Bagian ke 4

Pesan-pesan hikmah ini adalah nasihat mulia yang dinukil oleh Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib melalui lisan Nabi Musa bin Imran dari bahasa Ibrani ke dalam bahasa Arab. Sedang sumber nasihat mulia ini diambil dari kitab Hadis-e Qudsi karya Thahir Khusynuwis. Kumpulan nasihat ini terdiri dari 40 surat pilihan dari kitab Taurat (yang otentik) yang Allah wahyukan kepada Nabi Musa as. Dalam kitab Tafsir Abul Fadhl disebutkan bahwa kitab Taurat (yang otentik) terdiri dari 1.000 surat. Setiap surat terdiri dari 1.000 ayat, seperti surat al-Baqarah yang mencakup 1.000 perintah, 1.000 larangan,  1.000 janji, dan 1.000 ancaman.

Saya sengaja mengetengahkan nasihat mulia ini dengan berkala, agar mudah direnungkan dan direalisasikan dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Mudah-mudahan, nasihat mulia ini dapat mendatangkan manfaat bagi kita semua yang mau merenungkan dan merealisasikannya.

Surat XXXI

Allah swt. Berfirman :

Wahai anak Adam, ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku (akan) mengabulkan doa kalian. Berdoalah kepada-Ku tanpa kelalaian, niscaya Aku (akan) mengabulkan doa kalian tanpa penundaan. Berdoalah kepada-Ku dengan hati yang suci, niscaya Aku (akan) mengabulkan doa kalian dengan meningkatkan (kedudukan kalian) beberapa derajat yang tinggi. Berdoalah kepada-Ku dengan ikhlas dan takwa, niscaya Aku (akan) mengabulkan doa kalian dengan surga.

Berdoalah kepada-Ku dengan rasa takut dan penuh harap, niscaya Aku (akan) memberikan kemudahan dan jalan keluar bagi semua urusan kalian. Berdoalah kepada-Ku melalui nama-nama-Ku yang tinggi, niscaya Aku (akan) mengabulkan doa kalian dengan memenuhi segala kebutuhan kalian. Berdoalah kepada-Ku di rumah kehancuran dan ke-fanaan (dunia), niscaya Aku (akan) mengabulkan doa kalian di rumah pahala dan keabadian (akhirat).

Wahai anak Adam, (telah) berapa kali kalian mengucapkan, “Allah…Allah,” sementara di hati kalian (masih) terdapat selain Allah. Lidah kalian bergerak menyebut (nama) Allah, namun kalian merasa takut kepada selain Allah dan berharap kepada selain-Nya. Seandainya kalian benar-benar mengenal Allah, maka (tentu) kalian tidak akan pernah berpaling kepada selain Allah dan kalian tidak akan berbuat dosa serta (selalu) memohon ampunan. Sesungguhnya istighfar (memohon ampunan) dengan bersikeras (dalam bermaksiat) adalah taubat orang-orang yang berdusta. Dan Tuhan kalian sekali-kali tidak berbuat aniaya terhadap hamba-hamba-Nya.

Surat XXXII

Allah swt. Berfirman :

Wahai anak Adam, ajal kalian menertawakan angan-anagn kalian; qadha’ (ketentuan)-Ku menertawakan kewaspadaan kalian; takdir-Ku menertawakan perencanaan kalian; akhirat-Ku menertawakan dunia kalian; dan ketentuan pembagian rezeki dari-Ku menertawakan kerakusan kalian. Sesungguhnya rezeki kalian telah ditimbang, diketahui, ditetapkan, dan diletakkan (dengan baik). Karena itu, bersegeralah (kalian) mengahadapi kematian dengan amal baik kalian sebelum mati. Sesungguhnya rezeki kalian tidak akan dimakan (oleh) selain diri kalian. Kami telah membagi di antara mereka penghidupan mereka di kehidupan dunia (ini).

Wahai anak Adam, dunia (ini) terasa getir bagi para kekasih-Ku, namun mereka menyukai pertemuan dengan-Ku. (Sementara), dunia terasa manis bagi musuh-musuh-Ku, namun mereka membenci pertemuan dengan-Ku.

Wahai anak Adam, kematian kelak akan menghampiri kalian meskipun kalian membencinya. Bersabarlah terhadap keputusan Tuhan kalian, karena sesungguhnya kalian kelak akan dibangkitkan. Bertasbihlah dengan memuji Tuhan kalian ketika kalian berdiri (shalat), begitu pun pada sebagian malam hari (tahajud) bertasbihlah memuji-Nya dan (lakukanlah itu pula) menjelang waktu pagi (subuh).

Surat XXXIII

Allah swt. Berfirman :

Wahai anak Adam, kalian berkehendak Aku pun berkehendak, tetapi sesuatu tidak akan terjadi kecuali apa yang Aku kehendaki. Barang siapa yang menuju kepada-Ku, maka ia telah mengenal-Ku; siapa saja yang mengenal-Ku, maka ia mengharapkan-Ku; siapa pun yang mengharapkan-Ku, maka ia mencari-Ku; barang siapa mencari-Ku, maka ia menemukan-Ku; siapa yang menemukan-Ku, maka ia akan mengabdi kepada-Ku; barang siapa yang mengabdi kepada-Ku, maka ia mengingat-Ku; siapa saja yang mengingat-Ku, maka Aku mengingatnya dengan rahmat-Ku.

Wahai anak Adam, amal perbuatan kalian tidak akan menjadi bersih sampai kalian merasakan empat (jenis) kematian, yaitu kematian merah, kematian kuning, kematian hitam, dan kematian putih. Kematian merah berarti tidak mengganggu dan menyakiti hati orang lain, kematian kuning berarti kelaparan dan kesulitan, kematian hitam berarti menentang hawa nafsu dan tidak menjadi pengikutnya karena ia akan menyesatkan kalian dari jalan Allah, dan kematian putih adalah pengasingan diri.

Surat XXXIV

Allah swt. Berfirman :

Wahai anak Adam, malaikat-Ku datang secara bergantian, malam dan siang, untuk menuliskan apa yang kalian ucapkan dan kalian lakukan, serta untuk (mencatat) amal kalian yang sedikit maupun yang banyak. Langit menyaksikan perbuatan kalian, bumi menyaksikan apa yang telah kalian lakukan di atas punggungnya, mentari dan rembulan pun menyaksikan apa yang kalian katakana dan kalian perbuat. Aku mengetahui apa-apa yang tersembunyi di kedalaman hati kalian.

Janganlah kalian melupakan diri kalian sendiri, karena kalian mempunyai tanggung jawab di dalam (setelah) kematian (kalian). Sebentar lagi kalian akan meninggalkan dunia (ini) dan setiap apa yang kamu lakukan, baik perbuatan baik maupun jahat, akan kalian dapatkan (hasilnya) tanpa penambahan dan pengurangan. Dan kalian kelak (di akhirat) akan bertanggung jawab atas apa yang telah kalian lakukan.

Wahai anak Adam, sesungguhnya (sesuatu yang) halal tidaklah mendatangi kalian kecuali setetes demi setetes, sementara (sesuatu yang) haram (akan) mendatangi kalian bak banjir bandang. Barang siapa yang bersih hidupnya, maka agamanya (akan) bersih (pula).

Surat XXXV

Allah swt. Berfirman :

Wahai anak Adam, janganlah kalian merasa senang dengan kekayaan, karena (kekayaan) itu tidaklah kekal. Janganlah kalian merasa takut terhadap kemiskinan, karena (kemiskinan) bagi kalian bukan merupakan sebuah kepastian dan keharusan. Janganlah kalian berputus asa atas cobaan hidup, karena sesungguhnya emas diuji dengan api, sementara orang mukmin diuji dengan cobaan. Sesungguhnya orang kaya akan mulia di dunia tetapi hina di akhirat, sementara, orang miskin akan hina di dunia tetapi mulia di akhirat. Sesungguhnya akhirat lebih kekal dan lebih berharga (ketimbang kehidupan dunia).

Wahai anak Adam, apabila kalian mendapati tamu di sisi kalian terpenjara (tersiksa) lebih dari sembilan hari, maka katakanlah, “Aku berlindung kepada Allah dari murka-Nya”. Wahai anak Adam, harta adalah harta-Ku, kalian adalah hamba-Ku, dan tamu adalah utusan-Ku. Jika kalian menghalangi harta-Ku dari utusan-Ku, maka janganlah kalian mengharapkan surga-Ku.

Wahai anak Adam, harta adalah harta-Ku, orang-orang kaya adalah wakil-wakil-Ku, dan orang-orang miskin adalah keluarga-Ku. Barang siapa yang kikir terhadap keluarga-Ku, maka Aku akan memasukkannya ke dalam neraka dan tidak mempedulikannya.

Wahai anak Adam, terdapat tiga perkara yang wajib bagi kalian, yaitu zakat harta kalian, menyambung tali persaudaraan (silaturrahim), dan menghormati tamu kalian. Apabila kalian tidak melakukan apa yang telah Aku wajibkan atas kalian, maka Aku akan membuat kalian ketakutan dan Aku akan menghukum kalian.

Wahai anak Adam, jika kalian tidak memperhatikan hak tetangga kalian sebagaimana kalian memperhatikan hak keluarga kalian, maka Aku tidak akan memperhatikan diri kalian, Aku tidak akan menerima amal perbuatan kalian, dan Aku tidak akan mengabulkan doa kalian.

Wahai anak Adam, janganlah kalian bersikap sombong terhadap sesama kalian, karena awal penciptaan kalian adalah cairan kotor dari mani. Dari manakah kalian keluar? (Kalian muncul) dari tempat keluarnya air seni antara tulang sulbi dan tulang dada.

Wahai anak Adam, ingatlah keadaan kalian yang hina di hari kiamat, ketika kalian berdiri di hadapan-Ku. Sesungguhnya, Aku tidak lupa akan rahasia-rahasia kalian walau sekejap mata pun. Dan sesungguhnya, Aku Maha Mengetahui apa yang tersembunyi di kedalaman hati (kalian).

Surat XXXVI

Allah swt. Berfirman :

Wahai anak Adam, jadilah orang yang dermawan, karena sesungguhnya kedermawanan berasal dari keyakinan yang sempurna, dan keyakinan (yang sempurna) berasal dari iman, dan iman berasal dari surga. Wahai anak Adam, berhati-hatilah kalian dengan sifat bakhil, karena sifat bakhil berasal dari kekafiran, dan kekafiran berasal dari neraka.

Wahai anak Adam, waspadalah terhadap doa orang-orang yang tertindas, karena doa mereka tidak tertutupi apa pun dengan-Ku. Dan seandainya bukan lantaran Aku mencintai sifat pemaaf dan pengampun, maka Aku tidak akan menguji Nabi Adam as. dengan kesalahan kemudian Aku mengembalikannya ke surga.

Wahai anak Adam, seandainya bukan lantaran memaafkan adalah sesuatu yang paling Aku cintai, maka Aku tidak akan menguji seseorang dengan dosa.

Wahai anak Adam, Aku (telah) memberikan kepada kalian iman dan pengetahuan (makrifat) tanpa kalian memintanya dengan merengek, (lantas) bagaimana mungkin Aku bersikap bakhil kepada kalian (berkenaan) dengan surga dan ampunan, sementara kalian memintanya dengan merengek?

Wahai anak Adam, apabila seorang hamba berpegang teguh kepada-Ku, maka Aku akan memberinya hidayah; jika ia bertawakal kepada-Ku, maka Aku akan mencukupinya; dan bila ia bertawakal kepada selain-Ku, maka Aku akan memutus (rangkaian) sebab-sebab di langit dan bumi.

Wahai anak Adam, janganlah kalian meninggalkan shalat di waktu pagi, karena pelakunya (yang mengerjakan shalat) akan memperoleh keutamaan doa hingga matahari menyingsing. Wahai anak Adam, kalian telah membantah perintah-Ku dan bermaksiat kepada-Ku, maka siapa yang akan menyelamatkan kalian dari siksa-Ku pada hari kiamat (nanti).

Surat XXXVII

Allah swt. Berfirman :

Wahai anak Adam, perbaikilah akhlak kalian dalam bergaul dengan manusia, sehingga Aku mencintai kalian dan Aku menjadikan kalian dicintai dalam hati orang-orang shalih, serta Aku ampuni dosa-dosa kalian.

Wahai anak Adam, rendahkanlah diri kalian! Apa yang kalian cintai bagi diri kalian, maka lakukanlah itu terhadap muslimin (orang-orang yang pasrah  kepada Allah).

Wahai anak Adam, janganlah kalian bersedih atas dunia yang luput dari kalian dan janganlah kalian merasa bahagia dengan dunia yang kalian rengkuh. Hari ini, dunia menjadi milik kalian, sementara esok, dunia akan menjadi milik selain kalian.

Wahai anak Adam, kejarlah akhirat dan tinggalkanlah dunia, sebab, sedikit (saja) akhirat adalah lebih baik bagi kalian ketimbang dunia dengan segala isinya. Wahai anak Adam, kalian mengejar dunia, sementara akhirat (mati) mengejar kalian.

Wahai anak Adam, persiapkanlah diri kalian untuk menghadapi kematian, sebelum kematian menjemput kalian. Seandainya Aku serahkan (kehidupan) dunia ini untuk salah seorang hamba-Ku, maka niscaya Aku akan menyerahkannya kepada para nabi, sehingga mereka (akan) mengajak hamba-hamba-Ku untuk taat kepada-Ku.

Wahai anak Adam, betapa banyak orang kaya yang dijadikan miskin oleh kematian? Betapa banyak orang tertawa yang dijadikan menangis oleh kematian? Betapa banyak hamba yang telah Aku berikan kepadanya kenikmatan duniawi, lalu ia berbuat aniaya dan tidak taat kepada-Ku, hingga ia mati dan masuk ke dalam neraka? Betapa banyak (pula) hamba yang tidak mendapatkan kenikmatan duniawi, kemudian ia bersabar hingga ia meninggalkan dunia ini dan akhirnya ia masuk ke dalam surga?

Surat XXXVIII

Allah swt. Berfirman :

Wahai anak Adam, setiap saat kalian senantiasa memperoleh dua kenikmatan besar, sementara kalian tidak tahu mana yang lebih besar bagi kalian, yaitu (kenikmatan berupa) dosa-dosa kalian yang tersembunyi dari pandangan orang-orang dan pujian baik (yang kalian peroleh dari) manusia. Seandainya manusia mengetahui apa yang Aku ketahui pada diri kalian, maka takkan satu pun di antara makhluk-makhluk-Ku yang (sudi) mengucapkan salam kepada kalian.

Sucikanlah amal perbuatan kalian dari (sifat) riya’ dan kemasyhuran nama, karena sesungguhnya kalian adalah budak hina bagi Majikan yang Mulia (Allah), dan yang (dari-Nya) kalian mendapatkan perintah. Kumpulkanlah bekal, karena sesungguhnya kalian adalah musafir; dan setiap musafir haruslah membawa bekal.

Wahai anak Adam, kekayaan-Ku tidak akan musnah selamanya dan tangan kanan-Ku selalu terbuka (terulur) dengan pemberian-pemberian selamanya. Sebesar apa pun yang kalian infaqkan, maka Aku (akan) memberikan nafkah (balasan rezeki) kepada kalian. Dan sebesar apa pemberian yang kalian tahan, maka Aku (akan) menahan pemberian (rezeki) kepada kalian.

Wahai anak Adam, ketakutan orang miskin adalah buruk sangka kepada Allah Ta’ala; dan lantaran sedikitnya keyakinan, kalian berlaku bakhil kepada orang-orang miskin.

Wahai anak Adam, barang siapa yang bersedih akan rezeki, maka (itu) berarti ia meragukan takdir-Ku. Barang siapa yang tidak membenarkan nabi-nabi-Ku, maka berarti ia telah menentang sifat ketuhanan (rububiyah)-Ku. Dan siapa saja yang menentang sifat ketuhanan-Ku, maka Aku akan melemparkannya ke dalam neraka.

Surat XXXIX

Allah swt. Berfirman :

Wahai anak Adam, jadikanlah hati kalian sesuai dengan lisan kalian; jadikanlah lisan kalian seiring dengan amal kalian; dan jadikanlah amal kalian ikhlas semata-mat lantaran Aku. Sebab, sesungguhnya Aku yang Maha Pengasih dan Aku tidak menerima amal perbuatan kecuali yang ikhlas. Sesungguhnya, hati orang munafik bertentangan dengan lisannya; lisannya bertentangan dengan amalnya; dan amalnya dilakukan untuk berharap kepada selain Allah.

Wahai anak Adam, kalian tidak berbicara sepatah kata pun, tidak memandang sekejap mata pun, dan tidak melangkah sejengkal pun, kecuali bersama kalian (mengikuti) dua malaikat yang menuliskan perbuatan kalian, yang baik dan yang jahat.

Wahai anak Adam, Aku tidak menciptakan kalian agar kalian menjadi pengumpul dunia, namun Aku menciptakan kalian agar kalian menyembah-Ku dengan (bentuk) penyembahan orang-orang yang menghinakan dirinya dalam waktu yang panjang, (agar) kalian bersyukur kepada-Ku sebanyak-banyaknya dan bertasbih kepada-Ku di waktu pagi dan petang. Sesungguhnya rezeki telah terbagi; orang yang rakus terjauhkan dari rezeki, orang yang bakhil menjadi tercela, orang yang hasud hatinya selalu (merasa) gelisah, dan sesungguhnya Allah Mahahidup lagi Mahakekal.

Wahai anak Adam, mengabdilah kepada-Ku, karena sesungguhnya Aku mencintai orang yang mengabdi kepada-Ku. Kalian adalah budak hina nan lemah dan Aku adalah Tuhan yang Mahakuasa lagi Mahamulia. Seandainya saudara-saudara kalian mencium bau (menyengat) dosa-dosa kalian, niscaya mereka tidak akan (mau) bergaul dengan kalian. Setiap hari, dosa-dosa kalian selalu bertambah, sementara umur kalian semakin berkurang. Janganlah kalian menghancurkan umur kalian dalam kebatilan dan kelalaian. Apabila kalian menghendaki penambahan (nikmat), maka bergaullah dengan orang-orang yang berhati bersih, waspadalah terhadap putera-putera dunia, dan menyatulah dengan orang-orang miskin.

Wahai anak Adam, seseorang yang kapalnya pecah dan ia berlindung pada pecahan kayu di tengah lautan, maka musibah yang dialaminya (itu) tidaklah lebih besar ketimbang musibah kalian yang disebabkan lantaran kalian melakukan dosa demi dosa di atas keyakinan (kalian).

Wahai anak Adam, Aku (telah) mendekati kalian dengan memberikan kesehatan dan menutupi dosa-dosa kalian, sementara kalian membenci-Ku dengan melakukan maksiat. Kalian (telah) memakmurkan kehidupan dunia (kalian), namun menghancurkan (kehidupan) akhirat (kalian). Wahai anak Adam, jika kalian tidak bergaul dengan orang-orang yang beruntung dan orang-orang yang shalih, lantas kapankah kalian akan memperoleh keberuntungan?

Wahai Musa bin Imran, dengarkanlah apa yang Aku firmankan: Sesungguhnya, seorang hamba tidaklah beriman kepada Allah sampai manusia selamat dari kejahatannya, yaitu dari kezaliman, tipu daya, makar (pemberontakan), adu domba, ghibah, kejahatan, hasud, dan bahaya darinya, baik (yang dilakukan) secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan.

Katakanlah, wahai Musa,  kepada orang-orang yang berbuat aniaya (zalim), “Janganlah kalian mengingat Allah!” Sebab, sesungguhnya Aku tidak akan mengingat mereka. Sungguh, ingatnya Aku kepada mereka berarti bahwa Aku melaknat mereka. Karena itu, siapa pun yang ingin (diingat Allah), ia akan beriman, siapa saja yang ingin (dilaknat Allah), ia akan (menjadi) kafir.

Surat XL

Allah swt. Berfirman :

Wahai anak Adam, janganlah kalian bermaksiat kepada-Ku dan janganlah (kemudian) kalian memohon ampunan (kepada-Ku). Wahai anak Adam, rendahkanlah diri kalian dalam beribadah kepada-Ku. Apabila kalian tidak melakukannya, maka Aku akan memenuhi hati kalian dengan kemiskinan, kedua tangan kalian dengan kesulitan, badan kalian dengan keletihan, dan dada kalian dengan kesedihan. Aku tidak akan mengabulkan doa kalian dan Aku akan menjadikan (kehidupan) dunia kalian sulit dan rezeki kalian sedikit.

Wahai anak Adam, Aku ridha atas shalat yang kalian lakukan, hari demi hari, karena itu ridhalah kepada-Ku atas kekuatan yang Aku berikan kepada kalian, hari demi hari. Wahai anak Adam, tenangkanlah (diri kalian), sebab, rezeki sudah terbagi. Orang yang rakus akan (merasa) kehilangan, orang yang hasud akan tercela, sementara kenikmatan (dunia) tidak akan abadi. Wahai anak Adam, perkuatlah bahtera (kalian), karena lautan (yang akan diarungi) sangatlah dalam; perbanyaklah bekal (kalian), karena perjalanan penuh dengan lika-liku.

Wahai Musa, sesungguhnya seorang hamba beramal di dunia (ini) sampai kematian menjemputnya, kemudian ia (akan) menyesali dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukannya dan ia (akan) meminta untuk dikembalikan ke dunia (ini) supaya ia dapatberbuat baik seraya berkata, “Tuhan kami, pandanglah kami dan kembalikanlah kami ke dunia, agar kami bisa berbuat baik. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”. Demi keagungan dan kemuliaan-Ku, Aku tidak akan mengembalikan siapa pun selamanya.

Wahai Musa, barang siapa yang membahagiakan Aku dan bertakwa kepada-Ku, maka Aku akan memberinya surga. Wahai Musa, dunia (ini) adalah permainan, kesenangan, hiasan, dan (tempat) saling berbangga diri. Seorang mukmin di dunia (ini) tidak (akan) mendapatkan apa-apa kecuali ibadah, kegundahan, dan kegelisahan. Dan di akhirat kelak ia akan mendapatkan surga.

Wahai Musa, hari kiamat adalah hari yang sangat menakutkan. (Seorang) ayah tidak (akan) bisa menolong anaknya dan si anak tidak (akan) bisa menolong ayahnya. Betapa banyak orang miskin yang telah meninggalkan bagiannya di dunia (ini) dan keluar darinya (dunia) menuju (alam) akhirat dalam keadaan bahagia dan bersyukur (atas nikmat Tuhannya). Betapa banyak orang kaya yang meninggalkan hartanya di dunia (ini) dan keluar darinya (dunia) menuju (alam) akhirat dalam keadaan miskin dan terpisah dari hartanya. Ia menyesali perbuatannya dan (menyesali) pengumpulan harta bagi ahli warisnya. Ia adalah orang yang paling pedih siksaannya kelak pada hari kiamat, dan Kami akan menambah siksaan lagi baginya atas apa yang telah mereka lakukan.

Alhamdulillah, dengan rahmat dan inayah Allah swt. penulisan isi dan kandungan dari beberapa surat yang terdapat dalam kitab Tauratnya Nabi Musa as. (yang otentik) akhirnya selesai. Saya sengaja memberi judul artikel-artikel ini dengan judul Nasihat Mulia Dalam Taurat Nabi Musa as.yang saya salin dari buku yang berjudul Pesan Ilahi Dalam Taurat yang disusun oleh Thahir Khusnuwisy dan diterjemahkan oleh Najib Husain al-Idrus. Karena, di dalamnya banyak sekali pesan atau nasihat yang sangat mulia dari Allah swt. kepada Nabi Musa as. dan umatnya khususnya dan Bani Adam (manusia) pada umumnya.

رَبِّ إِنّى‏ لِما أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقيرٌ

Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.

 

Sumber: Kajian Islami

 

 

About admin

Check Also

Tak Ada Api di Neraka

Oleh : H Derajat Sahabatku, tentu kalian sudah mendengar tentang api neraka yang panasnya ribuan ...