Wednesday , December 12 2018
Home / Agama / Kajian / Nasihat Mulia Dalam Taurat Nabi Musa as. (Bagian-3)

Nasihat Mulia Dalam Taurat Nabi Musa as. (Bagian-3)

Bagian ke 3

Pesan-pesan hikmah ini adalah nasihat mulia yang dinukil oleh Amirul Mukminin Ali bin Abu Thalib melalui lisan Nabi Musa bin Imran dari bahasa Ibrani ke dalam bahasa Arab. Sedang sumber nasihat mulia ini diambil dari kitab Hadis-e Qudsikarya Thahir Khusynuwis. Kumpulan nasihat ini terdiri dari 40 surat pilihan dari kitab Taurat (yang otentik) yang Allah wahyukan kepada Nabi Musa as. Dalam kitab Tafsir Abul Fadhl disebutkan bahwa kitab Taurat (yang otentik) terdiri dari 1.000 surat. Setiap surat terdiri dari 1.000 ayat, seperti surat al-Baqarah yang mencakup 1.000 perintah, 1.000 larangan,  1.000 janji, dan 1.000 ancaman.

Saya sengaja mengetengahkan nasihat mulia ini dengan berkala, agar mudah direnungkan dan direalisasikan dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Mudah-mudahan, nasihat mulia ini dapat mendatangkan manfaat bagi kita semua yang mau merenungkan dan merealisasikannya.

Surat XXI

Allah swt. Berfirman :

Wahai anak Adam, perhatikanlah diri kalian dan semua ciptaan-Ku. Apabila kalian menemukan seseorang yang lebih mulia ketimbang diri kalian, maka muliakanlah ia atau muliakanlah diri kalian sendiri dengan taubat dan perbuatan baik, niscaya jiwa kalian (pun) akan berubah menjadi mulia.

Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah nikmat-nikmat Allah yang telah diberikan (Nya) kepada kalian dan bertakwalah kepada Allah sebelum hari kiamat, hari Waqi’ah (hari kiamat), hari at-Taghabun (hari dinampakkan kesalahan-kesalahan), hari al-Haqqah (hari kiamat), hari yang ukurannya 50 (lima puluh) tahun perjalanan, hari ketika manusia tidak berkata-kata dan tidak diperkenankan menyampaikan alasan-alasan, hari at-Thammah, hari as-Shakhah, hari tatkala orang-orang bermuka masam (lantaran) dipenuhi (oleh) kesulitan, hari ketika jiwa-jiwa tidak memiliki apa-apa, hari kehancuran, hari keguncangan, dan hari al-Qari’ah (hari kiamat).

Karena itu, bertakwalah kalian kepada Allah pada hari ketika gunung-gunung meletus, teriakan (manusia) hiruk pikuk, dan gempa mengguncang (dengan dahsyatnya) sehingga anak-anak kecil menjadi tua lantaran ketakutan. Janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang berkata, “Kami beriman dan kami bermaksiat”.

Surat XXII

Allah swt. Berfirman :

Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang banyak.

Wahai Musa bin Imran, wahai pemilik al-Bayan, dengarkanlah firman-Ku dengan seksama. Sesungguhnya Aku (adalah) Allah yang Mahakuasa dan Maha Pemberi balasan. Tidak ada perantara antara Aku dan engkau. Beritakanlah kepada orang yang memakan riba dan orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya tentang murka ar-Rahman dan jilatan api neraka.

Wahai anak Adam, apabila kalian mendapati kekerasan di dalam hati kalian, penyakit di tubuh kalian, dan kekurangan di dalam rezeki kalian, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian (telah) membicarakan tentang sesuatu yang tidak penting bagi kalian.

Wahai anak Adam, agama kalian tidak (akan pernah) menjadi lurus sampai lisan dan hati kalian menjadi lurus; hati kalian tidak akan (pernah) menjadi lurus hingga lisan kalian (menjadi) lurus; dan lisan kalian tidak (akan pernah) menjadi lurus sampai kalian merasa malu terhadap Tuhan (Rabb) kalian. Apabila kalian peduli dengan aib-aib manusia (orang lain) dan melupakan aib-aib kalian sendiri, maka (itu) berarti kalian telah membahagiakan setan dan membuat murka ar-Rahman.

Wahai anak Adam, lisan kalian adalah seekor singa. Apabila kalian membebaskannya, maka ia akan membinasakan kalian. Kebinasaan kalian terletak di ujung lidah kalian.

Surat XXIII

Allah swt. Berfirman :

Wahai anak Adam, sesungguhnya setan bagi kalian adalah musuh yang nyata. Karena itu ambillah (jadikanlah) ia sebagai musuh. Ingatlah akan suatu hari dimana kalian akan dibangkitkan (pada hari itu) di hadapan Allah secara berkelompok-kelompok. Kalian (akan) berdiri di hadapan Allah baris demi baris; kalian (akan) membaca kitab (amal perbuatan kalian) huruf demi huruf; dan kalian akan ditanya tentang apa yang kalian lakukan, baik (yang dilakukan) secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.

Kemudian, orang-orang yang bertakwa (akan) diarahkan menuju surga kelompok demi kelompok dan orang-orang jahat (akan) diseret ke neraka jahanam kelompok demi kelompok (pula). Cukuplah janji dan ancaman Allah atas kalian!

Sesungguhnya Aku adalah Allah, maka kenalilah Aku; Aku adalah Pemberi nikmat, maka bersyukurlah kepada-Ku; Aku adalah Maha Pengampun, maka mohonlah ampunan dari-Ku; dan Aku Maha Mengetahui tentang rahasia-rahasia, maka waspadalah terhadap-Ku.

Surat XXIV

Allah swt. Berfirman :

Allah menyatakan bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Sampaikanlah berita gembira kepada setiap orang yang melakukan kebaikan dengan surga. Setiap pelaku keburukan adalah orang yang celaka dan merugi.

Barangsiapa yang mengenal Allah dan mematuhi-Nya, maka ia akan selamat. Siapa saja yang mengenal setan dan menentangnya, maka ia akan selamat. Siapa pun yang mengenal kebenaran kemudian mengikutinya, maka ia akan aman. Barangsiapa yang mengenal kebatilan dan menjauhinya, maka ia akan beruntung. Siapa saja yang mengenal dunia dan menolaknya, maka ia akan bahagia. Barangsiapa yang mengenal akhirat kemudian mengejarnya, maka ia akan sampai (pada tujuan hidupnya).

Sesungguhnya Allah memberikan hidayah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya dan (hanya) kepada-Nya-lah kalian kembali.

Wahai anak Adam, jika Allah telah menanggung rezeki kalian, mengapa kalian (masih) terlalu banyak memikirkan (nya)? Apabila penciptaan berasal dari-Ku, mengapa (masih) ada sifat bakhil (pada kalian)? Jika Iblis adalah musuh-Ku, mengapakah manusia lupa? Bila perhitungan amal dan melewati Shirat (titian menuju surga) benar-benar ada, mengapa (manusia masih sibuk) mengumpulkan harta? Apabila siksa Allah benar-benar nyata, mengapa manusia (masih) bermaksiat? Jika pahala Allah terdapat di dalam surga, mengapa manusia (masih) bersantai? Bila segala sesuatu terjadi berdasarkan qadha dan takdir dari-Ku, mengapa (masih) ada rasa takut?

(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kalian tidak berduka cita terhadap apa yang luput dari kalian. Dan agar kalian tidak terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepada kalian.

Surat XXV

Allah swt. Berfirman :

Wahai anak Adam, perbanyaklah bekal (kebaikan) kalian, sebab, perjalanan masih sangatlah jauh. Perbaikilah bahtera (bagi pelayaran) kalian, karena lautan sangatlah dalam. Ringankanlah beban-beban (dosa) kalian, sebab, titian (Shirath) menuju surga sangatlah halus. Ikhlaslah dalam beramal, karena (malaikat) pengintai menyaksikan perbuatan kalian.

Tundalah tidur kalian hingga (kalian) sampai ke (alam) kubur; tundalah kesombongan kalian hingga (kalian) sampai pada timbangan amal perbuatan (al-Mizan); tundalah syahwat kalian hingga (kalian) sampai ke surga; tundalah istirahat kalian hingga (kalian) sampai ke (alam) akhirat; dan tundalah kenikmatan kalian hingga kalian menemui (para) bidadari.

Jadikanlah (diri) kalian untuk-Ku, maka Aku akan menjadikan (Diri-Ku) untuk kalian.

Dekatkanlah diri kalian kepada-Ku dengan menghinakan (kehidupan) dunia. Jauhkanlah diri kalian dari neraka dengan cara membenci orang-orang jahat dan mencintai orang-orang baik. Sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.

Surat XXVI

Allah swt. Berfirman :

Wahai anak Adam, bagaimana mungkin kalian (masih) berani bermaksiat kepada-Ku, padahal kalian takut akan panasnya matahari dan padang pasir. Sesungguhnya neraka Jahanam memiliki tujuh tingkatan yang di dalamnya terdapat api yang menyala-nyala.

Dalam setiap tingkat terdapat 70.000 lembah api; dalam setiap lembah api terdapat 70.000 jalan bukit api; dalam setiap jalan bukit api terdapat 70.000 kota api; dalam setiap kota api terdapat 70.000 istana api; dalam setiap istana api terdapat 70.000 rumah api; dalam setiap rumah apai terdapat 70.000 sumur api; dalam setiap sumur api terdapat 70.000 peti api; dalam setiap peti api terdapat 70.000 pohon berduri; dalam setiap pohon berduri terdapat 70.000 pasak api; bersama setiap pasak api terikat 70.000 rantai api; dalam setiap rantai terikat 70.000 ular berapi; panjang setiap ular adalah 70.000 lengan; di dalam perut setiap ular terdapat lautan racun hitam; di dalam lautan racun hitam itu terdapat 70.000 kalajengking berapi; setiap kalajengking mempunyai 70.000 ekor berapi; panjang setiap ekor adalah 70.000 faqarah (satuan panjang); dan setiap faqarah terdapat 70.000 rathl (racun merah).

Demi Zat-Ku, Aku bersumpah, demi gunung Thur, demi kitab yang ditulis, demi al-Bait al-Makmur, demi atap yang terangkat, demi laut yang bergelombang, wahai anak Adam, Aku tidak menciptakan neraka-neraka itu kecuali bagi setiap orang yang kafir, orang yang kikir, orang yang (suka) mengadu domba, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, orang yang tidak mengeluarkan zakat, orang yang memakan riba, orang yang berzina, orang yang mengumpulkan harta haram, orang yang melupakan al-Qur’an, dan orang yang mengganggu tetangga (nya), kecuali orang yang bertaubat dan beriman serta beramal shalih.

Sayangilah diri kalian sendiri, wahai hamba-Ku. Sesungguhnya tubuh-tubuh (kalian) sangat lemah, perjalanan (kalian) sangat panjang, beban (dosa kalian) sangat berat, titian menuju surga sangatlah halus, api neraka berkobar menyala-nyala, yang memanggil adalah malaikat Israfil, dan pemberi keputusan adalah Tuhan, Penguasa alam semesta.   

Surat XXVII

Allah swt. Berfirman :

Wahai manusia, bagaimana mungkin kalian (masih) merasa senang dan puas terhadap dunia, padahal ia bersifat fana, kenikmatannya cepat berlalu, dan kehidupan di dalamnya sementara. Sungguh, pahala di sisi-Ku (telah) dipersiapkan bagi orang-orang yang taat berupa surga dengan kedelapan pintunya.

Di dalam setiap surga terdapat 70.000 taman dari za’faran; di setiap taman terdapat 70.000 kota yang terbuat dari mutiara dan marjan; dalam setiap kota terdapat 70.000 istana dari yaqut; dalam setiap istana terdapat 70.000 rumah terbuat dari zabarjad; dalam setiap rumah terdapat 70.000 ruangan terbuat dari emas; dalam setiap ruang terdapat 70.000 etalase terbuat perak; dalam setiap etalase terdapat 70.000 hidangan; dalam setiap hidangan terdapat 70.000 hamparan permata; dalam setiap hamparan terdapat 70.000 jenis makanan; di sekeliling setiap etalase terdapat 70.000 ranjang terbuat dari emas merah; di atas setiap ranjang terdapat 70.000 kasur terbuat dari sutera dan dibaj (sutera berlukis) serta sutera tebal; di setiap ranjang terdapat 70.000 sungai dari air kehidupan, air susu, khamar, dan madu yang jernih; di setiap sungai terdapat 70.000 jenis buah-buahan.

Demikian pula, di setiap rumah terdapat 70.000 kemah dari al-arghawan; di setiap kemah terdapat 70.000 kasur; di atas setiap kasur terdapat 70.000 bidadari yang di hadapan mereka masing-masing terdapat 70.000 pelayan bagaikan butir-butir telur yang tersimpan (dengan) baik; di atas setiap istana terdapat 70.000 lengkung kubah terbuat dari air kafur; di setiap kubah terdapat 70.000 hadiah dari Allah yang Maha Pengasih (ar-Rahman) yang belum pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga, dan tidak pernah terlintas dalam benak manusia. Juga, di antara bebuahan yang mereka sukai dan di antara daging burung yang mereka inginkan. Dan, di dalam surga itu tinggal bidadari-bidadari yang bermata jeli, bak mutiara yang tersimpan dengan apik. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.

Mereka tidak akan mati, tidak pernah menangis, tidak bersedih, tak berubah menjadi tua, tidak saling berjauhan, tidak perlu berpuasa, tidak usah mengerjakan shalat, tak pernah mengalami sakit, tidak kencing, tidak buang air, tidak tumbuh berkembang, tidak merasa penat (galau), dan mereka tidak akan dikeluarkan darinya. Barangsiapa yang mencari keridhaan-Ku, (hendak menemukan) rumah kemuliaan-Ku, dan ingin hidup berdampingan dengan-Ku, maka hendaklah ia mencarinya dengan bersedekah, menghinakan dunia, dan merasa puas (cukup) dengan yang sedikit. Zat-Ku bersaksi untuk Zat-Ku, bahwa tiada Tuhan (yang patut disembah) kecuali Aku; Isa dan Uzair adalah hamba dan utusan-Ku.

Surat XXVIII

Allah swt. Berfirman :

Wahai anak Adam, harta (yang ada pada kalian adalah) harta-Ku dan kalian adalah hamba sahaya-Ku. Kalian tidak memiliki apa-apa, kecuali apa yang kalian makan, setelah itu kalian akan punah; kecuali apa yang kalian kenakan, setelah itu kalian akan musnah; kecuali apa yang kalian sedekahkan, setelah itu kalian akan kekal; dan kecuali apa yang kalian simpan, setelah itu kalian hanya akan menuai kebencian.

Sesungguhnya, (diri) kalian terbagi ke dalam tiga bagian; satu bagian untuk-Ku, satu bagian (lagi) untuk kalian, dan satu bagian (lainnya) antara Aku dan kalian. Adapun yang merupakan bagian-Ku adalah ruh kalian; yang merupakan bagian kalian adalah amal perbuatan kalian; dan yang merupakan bagian antara Aku dan kalian adalah, dari (sisi) kalian (adalah) doa dan dari (sisi)-Ku, adalah pengabulan doa.

Wahai anak Adam, berhati-hatilah dalam menjalankan agama, niscaya kalian mengenal-Ku; laparkanlah perut kalian, niscaya kalian melihat-Ku; sembahlah Aku, niscaya kalian menemukan-Ku; dan bebaskanlah diri kalian dari (nafsu kalian), niscaya kalian (akan) sampai pada-Ku.

Wahai anak Adam, apabila raja-raja terlempar ke neraka lantaran kejahatan(nya), orang Arab lantaran fanatisme (kesukuan)nya, para ulama lantaran sifat hasud(nya), orang-orang miskin lantaran sifat dusta(nya), para pedagang lantaran sifat khianat(nya), para petani lantaran kebodohan(nya), para ahli ibadah lantaran sifat riya’(nya), orang-orang kaya lantaran kesombongan(nya), para pembaca kitab suci lantaran kelalaian(nya), para pengecut lantaran penipuan(nya), dan para pencegah zakat lantaran (sikapnya) tidak menunaikan zakat, maka di manakah orang-orang yang mencari surga?

Surat XXIX

Allah swt. Berfirman :

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian dengan sebenar-benarnya takwa dan janganlah kalian mati kecuali kalian beragama Islam.

Wahai anak Adam, perumpamaan ilmu tanpa amal adalah bagaikan halilintar tanpa hujan. Perumpamaan ilmu tanpa amal adalah seperti pohon tanpa buah. Perumpamaan ilmu tanpa zuhud dan takut (kepada Allah) adalah laksana harta tanpa zakat, makanan tanpa garam, dan tanaman di atas tanah yang gersang. Perumpamaan ilmu di sisi orang yang dungu adalah bagaikan batu mulia dan yaqut di sisi binatang ternak.

Perumpamaan hati yang keras adalah bak batu cadas dalam air. Perumpamaan nasihat bagi orang yang tidak menyukainya adalah seperti meniup seruling di atas penghuni kubur. Perumpamaan sedekah dengan barang haram adalah ibarat orang yang membasuh kotoran dengan air kencing. Perumpamaan shalat tanpa zakat harta adalah laksana tubuh tanpa ruh. Perumpamaan amal tanpa taubat adalah bagaikan bangunan tanpa fondasi. Waspadalah terhadap tipu daya (ujian) Allah! Sesungguhnya tidak ada yang merasa aman dari tipu daya Allah, kecuali orang-orang yang merugi.

Surat XXX

Allah swt. Berfirman :

Wahai anak Adam, sedikit saja hati kalian cenderung kepada dunia, maka Aku akan keluarkan kecintaan (kepada)-Ku dari hati kalian, karena sesungguhnya Aku tidak menyatukan cinta (kepada)-Ku dan cinta (kepada) dunia di dalam satu hati untuk selamanya. Sibukkanlah diri kalian untuk beribadah kepada-Ku dan sucikanlah amal perbuatan kalian dari riya,, sehingga Aku kenakan kepada kalian pakaian kecintaan kepada-Ku. Datanglah menghadap kepada-Ku dan sibukkan diri kalian untuk mengingat-Ku di hadapan para malaikat-Ku.

Wahai anak Adam, ingatlah (selalu diri)-Ku seraya menghinakan diri kalian, niscaya Aku (akan) mengingat kalian dengan (cara) memuliakan kalian. Ingatlah kepada-Ku dengan bersungguh-sungguh, niscaya Aku (akan) mengingat kalian dengan kesaksian. Ingatlah kepada-Ku di atas tanah, niscaya Aku (akan) mengingat kalian ketika kalian berada di bawah tanah (kubur).

Ingatlah kepada-Ku di saat mendapatkan kenikmatan dan kesehatan, niscaya Aku (akan) mengingat kalian di saat-saat kesulitan dan kesepian (kalian). Ingatlah kepada-Ku dengan ketaatan, niscaya Aku (akan) mengingat kalian dengan ampunan. Ingatlah kepada-Ku di saat (kalian) sehat dan kaya, niscaya Aku (akan) mengingat kalian di saat (kalian) miskin dan sengsara.

Ingatlah kepada-Ku dengan kejujuran dan kebersihan hati, niscaya Aku (akan) mengingat kalian di hadapan (para) makhluk. Ingatlah kepada-Ku dengan berbuat baik kepada orang-orang miskin, niscaya Aku (akan) mengingat kalian dengan surga. Ingatlah kepada-Ku dengan ubudiyyah, niscaya Aku (akan) mengingat kalian dengan rububiyyah.

Ingatlah kepada-Ku dengan merendahkan diri, niscaya Aku (akan) mengingat kalian dengan kemuliaan. Ingatlah kepada-Ku dengan mengucapkan kalimat-kalimat suci (toyyibah), niscaya Aku (akan) mengingat kalian dengan kelembutan. Ingatlah kepada-Ku dengan (cara) menanggalkan dunia, niscaya Aku (akan) mengingat kalian dengan memberikan nikmat keabadian. Ingatlah kepada-Ku di saat-saat krisis, niscaya Aku (akan) mengingat kalian dengan memberikan pertolongan yang sempurna.

Bersambung ke bag 4….

 

 

About admin

Check Also

Cinta Kepada Allah dan Cinta Kepada Manusia; Mungkinkah Dipadukan?

Nabi Muhammad Saww bersabda : “Barangsiapa yang tiada mengasihi manusia maka Allah-pun tiada mengasihinya!” (Kanz al-‘Ummal, ...