Wednesday , December 12 2018
Home / Agama / Kajian / Nasihat Mulia Dalam Taurat Nabi Musa as. (Bagian-1)

Nasihat Mulia Dalam Taurat Nabi Musa as. (Bagian-1)

Bagian 1

Pesan-pesan hikmah ini adalah nasihat mulia yang dinukil oleh Amirul Mukminin Ali bin Abu Thalib melalui lisan Nabi Musa bin Imran dari bahasa Ibrani ke dalam bahasa Arab. Sedang sumber nasihat mulia ini diambil dari kitab Hadis-e Qudsi karya Thahir Khusynuwis. Kumpulan nasihat ini terdiri dari 40 surat pilihan dari kitab Taurat (yang otentik) yang Allah wahyukan kepada Nabi Musa as. Dalam kitab Tafsir Abul Fadhl disebutkan bahwa kitab Taurat (yang otentik) terdiri dari 1.000 surat. Setiap surat terdiri dari 1.000 ayat, seperti surat al-Baqarah yang mencakup 1.000 perintah, 1.000 larangan,  1.000 janji, dan 1.000 ancaman.

Saya sengaja mengetengahkan nasihat mulia ini dengan berkala, agar mudah direnungkan dan direalisasikan dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Mudah-mudahan, nasihat mulia ini dapat mendatangkan manfaat bagi pengarang kitab, saya, dan seluruh pembaca yang mau merenungkan dan merealisasikannya.

Surat I

Allah swt. Berfirman:

Aku heran akan orang yang meyakini kematian; bagaimana mungkin ia (masih) merasa senang. Aku heran akan orang yang meyakini hari Hisab (perhitungan amal perbuatan; bagaimana mungkin ia (masih sibuk) mengumpulkan harta. Aku heran terhadap orang yang meyakini (adanya) siksa kubur; bagaimana mungkin ia (masih sempat) tertawa. Aku heran atas orang yang meyakini punahnya dunia; bagaimana mungkin ia (masih) merasa tentram di dalamnya. Aku heran terhadap orang yang meyakini kekalnya (kehidupan) akhirat dan kenikmatannya yang abadi; bagaimana mungkin ia (masih sempat) bersikap santai.

Aku heran terhadap orang yang pandai berbicara, sementara hatinya (tetap) kotor. Aku heran atas orang yang (senantiasa) menyucikan diri dengan air, namun ia tidak (pernah mau) menyucikan hatinya. Aku heran terhadap orang yang (masih) sibuk mencari aib-aib (keburukan) orang lain, sementara ia melupakan aibnya sendiri. Aku heran akan orang yang mengetahui bahwa Allah mengawasi perbuatannya; bagaimana mungkin ia (masih) berani bermaksiat kepada-Nya. Aku heran akan orang yang mengetahui bahwa dirinya bakal mati sendirian, memasuki alam kubur seorang diri, dan diperhitungkan amal perbuatannya tanpa kehadiran seorang teman; bagaimana mungkin ia (masih) merasa terhibur dengan manusia (lain).

Dan Allah Ta’ala Berfirman:

Tiada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah, Muhammad adalah hamba-Ku dan utusan-Ku.

Surat II

Allah swt. Berfirman :

Zat-Ku bersaksi bagi Zat-Ku sendiri bahwa tiada Tuhan (yang patut disembah) kecuali Aku yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Ku. Dan Muhammad saw. (semoga Allah melimpahkan shalawat atasnya dan atas keluarganya) adalah hamba-Ku dan utusan-Ku.

Siapa saja yang tidak rela dengan keputusan-Ku, tidak bersabar atas cobaan-Ku, tidak bersyukur atas nikmat-Ku, tidak merasa puas atas pemberian-Ku, maka hendaknya ia mencari Tuhan selain Aku dan keluar dari naungan langit-Ku. Siapa pun yang merasa sedih atas dunia (nasib), maka seakan-akan ia (telah) marah terhadap-Ku. Barang siapa yang mengeluhkan sebuah musibah yang dialaminya kepada selain-Ku, maka itu berarti ia (telah) mengadukan Aku. Siapa saja yang menghampiri orang kaya dan merendahkan diri di hadapannya lantaran kekayaannya, maka sepertiga agamanya akan musnah. Siapa pun yang memukul wajah (nya sendiri) lantaran kematian seseorang, maka seakan-akan ia mengacungkan tombak untuk memerangi-Ku.

Barang siapa yang menghancurkan kuburan, maka seakan-akan ia menghancurkan Ka’bah-Ku dengan tangannya. Siapa saja yang tidak peduli dari mana ia (memperoleh) makanan, maka Aku tidak (akan) peduli dari pintu mana Aku akan memasukkannya ke dalam neraka Jahanam. Siapa pun yang agamanya tidak bertambah, maka ia berada dalam kekurangan. Barang siapa yang berada dalam kekurangan (agamanya tidak bertambah), maka kematian lebih baik baginya. Siapa saja yang mengamalkan apa yang diketahuinya, maka Aku akan menambah ilmu (yang diketahui)nya itu.

Surat III

Allah swt. Berfirman:

Wahai anak Adam, siapa saja yang (selalu) merasa puas (cukup), maka ia menjadi kaya. Barang siapa yang rela dengan yang sedikit dari (kenikmatan) duniawi, berarti ia percaya kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Wahai anak Adam, barang siapa yang meninggalkan sifat dengki, ia akan merasa tenang. Siapa pun yang menjauhkan diri dari perbuatan haram, berarti ia telah menyelamatkan agamanya. Barang siapa yang meninggalkan (kebiasaan) menggunjing, maka ia akan dicintai manusia. Siapa saja yang mengasingkan diri dari manusia, ia (akan) selamat dari kejahatan mereka. Siapa saja yang sedikit (dalam) berbicara, akalnya menjadi sempurna. Barang siapa yang rela kepada Allah atas sedikitnya rezeki, Allah akan rela (menerima) kepadanya dengan amalnya yang sedikit.


Wahai anak Adam, kalian tidak mengamalkan apa yang (telah) kalian ketahui, (lantas) bagaimana mungkin kalian (masih) mencari sesuatu yang tidak kalian ketahui? Wahai anak Adam, jika kalian mengahabiskan umur kalian untuk mengejar dunia, maka kapankah kalian akan mengejar akhirat?

Surat IV

Allah swt. Berfirman:

Wahai anak Adam, barang siapa yang rakus terhadap dunia, ia akan dijauhkan dari (rahmat) Allah dan ia akan sengsara di akhirat. Allah memutuskan untuk memenuhi hatinya dengan kesumpekan (kegalauan) yang tiada hentinya, (dengan) kemiskinan tanpa kekayaan selamanya, dan (dengan) harapan (panjang) yang tidak akan pernah tergapai.

Wahai anak Adam, setiap hari, umur kalian berkurang, sementara kalian tidak menyadari(nya). Setiap hari rezeki kalian datang dari sisi-Ku, sementara kalian tidak mensyukurinya. Kalian tidak (pernah) merasa puas dengan kenikmatan yang sedikit dan tidak (pula) merasa kenyang dengan kenikmatan yang banyak.


Wahai anak Adam, tiada (satu) hari baru (pun) kecuali hadir pula rezeki baru kepada kalian dari sisi-Ku. Dan tiada (satu) malam (pun) kecuali malaikat-Ku kembali dari sisi kalian dengan membawa perbuatan buruk (kalian). Kalian (telah) menikmati rezeki-Ku dan bermaksiat kepada-Ku! Kalian memohon kepada-Ku, lalu Aku mengabulkan permohonan kalian. Kebaikan-Ku selalu menghampiri kalian, sementara kejahatan kalian selalu mendatangi-Ku.


Sebaik-baik junjungan adalah Aku dan seburuk-buruk hamba adalah kalian. Kalian meminta kepada-Ku, lalu Aku memberi kepada kalian. Aku selalu menutupi keburukan demi kejahatan yang kalian nampakkan. Aku (merasa) malu kepada kalian, namun kalian tidak (merasa) malu kepada-Ku. Kalian (selalu) melupakan-Ku dan (malah) mengingat selain-Ku. Kalian (merasa) takut kepada manusia, namun merasa aman dari murka-Ku.

Surat V

Wahai anak Adam, janganlah kalian menjadi orang yang mengharap-harap tobat dengan berangan-angan panjang, menginginkan (kebahagiaan) akhirat tanpa beramal, (selalu) berkata-kata dengan ucapan orang-orang zuhud, dan mengamalkan perbuatan orang-orang munafik. Apabila diberi (suatu kebaikan), ia tidak merasa puas; (namun) jika tidak diberi, ia tidak (dapat) bersabar. Ia tidak memerintahkan kebaikan dan tidak pula mengerjakannya. Ia melarang kejahatan, namun (ia sendiri) malah melakukannya. Ia mencintai orang-orang shalih, namun ia tidak termasuk (salah seorang) di antara mereka. Ia membenci orang-orang munafik, namun sebenarnya ia termasuk (salah seorang) di antara mereka.

Wahai anak Adam, tiada (satu) hari baru (pun) kecuali tanah (yang kalian pijak) berbicara kepada kalian seraya berujar, “Wahai anak Adam, kalian berjalan di atas punggungku, sementara perjalanan kalian (sebenarnya) menuju ke dalam perutku. Kalian melakukan dosa-dosa di atas punggungku, sementara kalian akan disiksa di dalam perutku. Wahai anak Adam, aku (liang lahat) adalah rumah kesunyian, aku adalah rumah yang menyeramkan, aku adalah ruang yang gelap-gulita, aku adalah sarang kalajengking dan ular, dan aku adalah rumah yang mengerikan. Karena itu, makmurkanlah aku dan janganlah kalian merusakku.”

Surat VI

Wahai anak Adam, tidaklah Aku menciptakan kalian agar Aku bertambah banyak (kuat), tidak pula supaya Aku terhibur dari kesepian, dan tidak pula untuk meminta pertolongan dari kalian atas perkara yang Aku tidak mampu melakukannya. Aku menciptakan kalian bukan untuk mendatangkan manfaat dan tidak pula untuk menolak marabahaya. Namun, Aku menciptakan kalian supaya kalian menyembah-Ku dalam kurun waktu yang lama, mensyukuri nikmat-Ku sebanyak-banyaknya, dan bertasbih kepada-Ku di waktu pagi dan petang.

Seandainya, di antara kalian, yang pertama dan terakhir, yang hidup dan mati, yang besar dan kecil, yang merdeka dan budak, dari golongan jin dan manusia, semuanya berkumpul untuk taat kepada-Ku, maka hal itu takkan menambah kekuasaan-Ku sedikit pun. Seandainya pun, di antara kalian, yang pertama dan terakhir, yang hidup dan mati, yang besar dan kecil, yang merdeka dan budak, dari golongan jin dan manusia, semuanya berkumpul untuk bermaksiat kepada-Ku, maka hal itu takkan mengurangi kekuasaan-Ku sedikit pun. Barang siapa yang bersungguh-sungguh (dalam berjuang), maka berarti ia (telah) berjuang bagi dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan (bantuan dari) alam semesta.

Surat VII

Allah swt. Berfirman:

Wahai budak sahaya dari dinar dan dirham (uang), sesungguhnya Aku menciptakan dirham dan dinar bagi kalian tidak lain agar kalian dapat makan melalui perantaraannya, mengenakan pakaian-Ku melaluinya, dan menafkahkannya di jalan-Ku. (namun) kemudian kalian mengambil kitab-Ku dan meletakkannya di bawah telapak kaki kalian. (sementara) kalian merengkuh dunia dan meletakkannya di atas kepala kalian. Kalian memuliakan rumah-rumah kalian dan menghinakan rumah-rumah-Ku. Kalian merasa terhibur dengan rumah-rumah kalian dan merasa takut terhadap rumah-rumah-Ku. Kalian bukanlah hamba yang merdeka dan berkebajikan, wahai budak dunia! Sesungguhnya perumpamaan kalian adalah seperti kuburan megah yang (bagian) luarnya nampak indah, namun di dalamnya menakutkan.

Wahai anak Adam, sebagaimana cahaya di (bagian) atas rumah tidak mampu menerangi kegelapan di dalamnya, maka demikian pula dengan perkataan baik kalian yang dibarengi dengan perbuatan hina kalian.

Wahai anak Adam, ikhlaslah dalam amal-amal kalian dan janganlah meminta kepada-Ku, karena sesungguhnya Aku akan memberi lebih banyak dari apa yang diminta oleh orang-orang yang meminta.

Surat VIII

Allah swt. Berfirman:

Wahai anak Adam, sesungguhnya Aku tidak menciptakan kalian secara sia-sia. Aku tidak menjadikan kalian tanpa tujuan dan Aku tidak (akan) melupakan apa yang kalian lakukan. Sungguh, kalian tidak akan mencapai apa yang (ada) di sisi-Ku, kecuali dengan kesabaran atas apa yang kalian benci dalam mencari keridhaan-Ku. Bersabar dalam ketaatan kepada-Ku lebih mudah ketimbang bersabar atas panasnya api neraka. Siksaan (kehidupan) dunia lebih mudah bagi kalian ketimbang siksaan (alam) akhirat.

Wahai anak Adam, kalian semua adalah orang-orang yang tersesat, kecuali orang yang (telah) Aku berikan hidayah kepadanya. Kalian semua adalah orang-orang yang sakit, kecuali orang yang (telah) Aku sembuhkan. Kalian semua adalah orang-orang yang miskin, kecuali orang yang telah Aku jadikan kaya. Kalian semua binasa kecuali orang yang (telah) Aku selamatkan. Kalian semua adalah orang-orang yang jahat, kecuali orang yang (telah) Aku jaga. Karena itu, bertobatlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku mengasihi kalian. Janganlah kalian merobek tirai-tirai penutup rahasia di hadapan Tuhan yang Mengetahui rahasia kalian.

Surat IX

Allah swt. Berfirman:

Wahai anak Adam, janganlah kalian mengutuk (mencela) para makhluk (Allah), karena kutukan itu akan kembali kepada kalian.

Wahai anak Adam, langit-Ku (dapat) berdiri tegak di udara tanpa tiang (hanya) dengan salah satu nama di antara nama-nama-Ku, sementara hati kalian tidak (menjadi) lurus (bahkan) dengan seribu nasihat dari kitab-Ku. Wahai manusia, sebagaimana batu tidak akan lunak di dalam air, demikian pula dengan nasihat; tidak akan berguna bagi hati yang keras.

Wahai anak Adam, (mengapakah) kalian tidak menjauhkan diri dari perbuatan haram dan tindakan dosa; (mengapakah) kalian tidak takut terhadap api neraka dan tidak waspada terhadap murka ar-Rahman. Seandainya bukan lantaran orang-orang tua yang ruku’, bayi-bayi yang menyusu, dan binatang-binatang ternak yang hidup tenag, serta para pemuda yang khusyu’, maka (tentu telah) Aku jadikan langit di atas kalian sebagai besi, tanah sebagai (tempat yang) tandus, debu sebagai bebatuan, dan tidak Aku turunkan kepada kalian tetesan air hujan dari langit, tidak Aku tumbuhkan bagi kalian bebijian dari (dalam) tanah, serta (telah) Aku timpakan siksaan kepada kalian (semuanya).

Surat X

Allah swt. Berfirman:

Wahai anak Adam, telah datang kepada kalian kebenaran dari Tuhan kalian. Karena itu, bagi yang berkehendak (untuk beriman maka) ia akan beriman dan bagi yang berkehendak (untuk kafir maka) ia akan kafir.

Sesungguhnya, kalian tidak berbuat baik, kecuali kepada orang yang berbuat baik terhadap kalian. Kalian tidak menyambung tali persaudaraan, kecuali kepada orang yang menyambung tali persaudaraan dengan kalian. Kalian tidak berbincang (ngobrol), kecuali kepada orang yang berbincang dengan kalian. Kalian tidak memberikan makanan, kecuali kepada orang yang memberikan makan kepada kalian. Kalian tidak melayani, kecuali kepada orang yang melayani kalian. Kalian tidak memuliakan (seseorang), kecuali kepada orang yang memuliakan kalian.

Tidak ada keunggulan (seorang) manusia di atas manusia lainnya. Sesungguhnya, orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang beriman kepada Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat terhadapnya, menyambung tali persaudaraan dengan orang yang memutuskan hubungan dengan mereka, memberi kepada orang yang tidak memberi kepada mereka, melayani orang yang mengkhianati mereka, berbincang dengan orang yang menjauh dari mereka, dan memuliakan orang yang menghina mereka.

Bersambung ke bagian 2…

 

 

About admin

Check Also

Cinta Kepada Allah dan Cinta Kepada Manusia; Mungkinkah Dipadukan?

Nabi Muhammad Saww bersabda : “Barangsiapa yang tiada mengasihi manusia maka Allah-pun tiada mengasihinya!” (Kanz al-‘Ummal, ...