Thursday , November 21 2019
Home / Berita / Mewaspadai Maksud ‘Terselubung’ Penambahan 20.000 Tentara AS di Darwin, Australia

Mewaspadai Maksud ‘Terselubung’ Penambahan 20.000 Tentara AS di Darwin, Australia

Mewaspadai Maksud Terselubung Penambahan 20.000 Tentara AS di Darwin, AustraliaTidak angin tidak ada hujan, AS menambah pasukannya 20.000 ke Darwin, Australia. Sehingga pasukan AS di Darwin menjadi 22.750 orang. Jumlah 22.750 marinir di Darwin itu adalah jumlah resmi yang diumumkan oleh pemerintah AS. Apakah jumlah tidak resminya lebih besar? Mungkin.

Sebelum 2012 pasukan marinir AS di Darwin hanya 250 marinir. Tujuan resmi pemerintah AS terkait 250 marinir itu hanya untuk “kemanusian”. AS tidak pernah sebutkan tujuan kemanusiaan apa persisnya terkait kehadiran 250 marinir tersebut. Juga tidak pernah dipublikasikan aktivitasnya.

Lalu pada 17 Nov 2011 lalu, Presiden AS Barack Obama mengumumkan secara resmi rencana kehadiran pangkalan militer Amerika Serikat di Darwin. Saat ke Australia itu, Obama dan Gillard umumkan bahwa AS akan menambah kekuatannya marinirnya dari 250 jadi 2.500 personel pada 2012. Apa reaksi pemerintah RI ? Dengan bodohnya mengatakan bahwa AS dan Australia adalah negara sahabat yang tidak mungkin bermaksud jahat terhadap RI.

Pemerintah China yang lokasinya di ujung langit dari Darwin saja protes terhadap AS. “Penempatan pasukan militer yang tak tepat” kata China. Pemerintah AS menanggapi reaksi China dengan mengatakan bahwa kehadiran 2500 marinir AS di Darwin hanya untuk alasan dan tujuan kemanusian.

Alasan dan tujuan kemanusiaan apa? Apakah melatih 1800-2000 warga papua (baca : OPM) itu adalah tujuan kemanusian yang dimaksud AS ? Apakah menambah 20.000 Marinir AS ke Darwin adalah tujuan kemanusian? Yang benar saja!!

Rencana busuk AS kian kelihatan belangnya ketika AS secara resmi mengatakan bahwa kehadiran 20.000 pasukan tambahan untuk keamanan kawasan! Keamanan “KAWASAN” mana yang dimaksud AS? ASEAN? Asia Timur? Asia Pasifik? Laut China Selatan? Australia?

Asia Pasifik, Laut China dan Asia Timur jauh di ujung berung. Hanya orang tolol yang percaya alasan resmi AS itu. Australia bisa jaga kedaulatan negara dan kawasannya sendiri. Pun kalau Australia itu terdesak benar. Mereka tidak akan minta pasukan AS. Seandainya pun Australia terancam dan dia bukan negara yang hebat militernya, Australia TIDAK AKAN PERNAH minta bantuan AS.

Kenapa Australia biarkan 22.750 militer (Marinir lagi) bercokol di Papua? Jawabnya: AS – Aussie punya kepentingan yang sama: PAPUA! Lho bukankah ada resolusi PBB yang mengakui Papua sebagai bagian integral yang sah dari NKRI? Hehehe… kayak tidak tahu saja ..kayak tidak pernah belajar sejarah.

Lho bukankah Papua sudah ada international recognition via Resolusi Majelis Umum PBB No. 2504/XXIV (1969) yang sahkan Irian Barat jadi NKRI? Resolusi PBB No. 2504/XXIV (1969) itu semudah membalikan telapak tangan mencabutnya dan mengubah dengan Resolusi baru, jika AS menginginkannya.

AS dan Australia punya kepentingan yang sama terhadap Papua: penguasaan kekayaan sumber daya Papua melalui pemerintahan Baru Papua (boneka). Pencabutan resolusi PBB yang sahkan Papua sebagai bagian NKRI dengan mudah dibatalkan ketika terjadi pergolakan di Papua dan Papua minta MERDEKA !

Papua bergejolak, disponsori ribuan OPM yang dilatih di Darwin, masuk ke Papua diam-diam. Kemudian: Dor ..dor…dor..dor ! Perang dimulai!!  TNI serang balik Papua dengan meminta bantuan PBB. Itulah gunanya 22.750 pasukan Marinir AS yang hanya berjarak 820 KM dari Papua itu. TAMAT !

Jika demi tujuan kemanusiaan atau untuk keamanan kawasan, kenapa yang dikirim AS ke Darwin itu pasukan Marinir ? Anehkan ? Apa FUNGSI MARINIR? Marinir adalah pasukan khusus (Di AS dikenal dengan sebutan Angkatan Ke 4) yang berfungsi sebagai pasukan penyerbu, pendahulu, pembuka jalan. Tugas utama pasukan Marinir bukan untuk PERTAHANAN. Bukan. Tapi sebagai pasukan penyerbu di barisan terdepan untuk buka jalan pasukan lain. Selamat jalan Papua… selamat berpisah Papua …mayday.. mayday…

Sementara itu Presiden SBY dengan bangganya said : “I love the United States, with all its faults. I consider it my second country” AMPUN !

Bukan sekali ini AS dan sekutunya khianati negara sahabat seperti RI. Sejarahnya panjang. Sejak pendirian negara Israel di Palestina !

NKRI juga mau finish. Aceh Merdeka atau Melayu Raya dan Papua Merdeka sudah di depan mata. Pemilu yang disabotase sebagai trigger-nya ?

Apakah terjadi barter antara Presiden SBY dengan AS ? Jaminan kemenangan Demokrat dalam pemilu yang diberikan mossad dan CIA ditukar dengan Papua?

Apakah Ahmad Olong alias Ahmad Fatonah yang direkrut jadi agen ASIS dan disusupkan ke PKS itu bagian dari deal SBY terkait dengan Barter juga?

Ingat, sejarah mencatat bahwa resolusi PBB itu bukan sesuatu yang final. Tidak ada satu pun pengakuan PPB dan Dunia yang final. Ingatkah anda statement “test the water” nya Ulil?  “Lebih Baik Papua Merdeka saja” ujar Ulil tahun lalu ? Apakah pernyataan Ulil yang antek JIL (AS dan Yahudi) dan piaraan SBY itu hanya kelepasan omong belaka? Atau memang ada hidden agenda ?

Ingat tulisan ex Menlu Hillary Clinton di Foreign Affairs Magazine “America`s Pacific Century” ? Papua sebagai salah satu masa depan AS? AS selalu memberi garis demarkasi yang jelas dan tegas: “Are you with us or with else.” Termasuk kepada Indonesia! “Kalau kamu sahabatku, kamu harus bersamaku. Kalau tidak mau, berarti kamu bersama musuhku” RI akan terpojokan seperti buah simalakama.

Profesor Robin Tennant-Wood dari Universitas Canberra menilai pangkalan militer AS yang permanen di Darwin mengancam Papua sebagai NKRI. Alasan bahwa kehadiran pasukan AS itu akan meningkatkan keamanan Kawasan dan memperkuat aliansi AS-Australia dinilai terlalu “lebay”. Profesor Robin Tennant-Wood malah mengatakan bahwa Pasukan AS yang ancam keutuhan NKRI sebagai risiko besar bagi Australia. RI akan marah.

Lucunya, Jakarta tidak marah sama sekali terhadap kehadiran puluhan ribu pasukan Marinir AS yang nyata-nyata akan dukung Papua Merdeka itu.

Di AS sendiri sudah lama terbentuk sebuah lobi yang menginginkan agar Papua didukung menjadi sebuah negara merdeka, juga di Inggris! Walaupun pemerintah AS secara resmi selalu membantah setiap tudingan, namun semua langkah AS dan UK selalu mengarah kepada Papua Merdeka.

“Saya welcome saja karena memang diperlukan gerak cepat untuk itu,” ujar SBY menanggapi alasan AS bahwa pasukan Marinir itu untuk kemanusian.

Indonesia mestinya sangat terusik dengan kehadiran pangkalan AS itu. Perairan RI hanya berjarak ratusan kilometer dari pangkalan militer itu. Sayangnya, sekalipun PAPUA dan NKRI terancam, tetapi pemerintah SBY tidak terusik sekalipun. Kenapa?

Keberatan RI terhadap pangkalan militer di Darwin, bahkan tidak muncul menjadi pernyataan resmi dalam KTT Bali kemaren. SBY yakin pada AS.

Perwakilan OPM buka di Inggris. AS tambah marinir jadi 22.750.  Siap masuk ke Papua jika ada pergolakan dan permintaan Papua Merdeka!!

Jika SBY benar-benar jago diplomasi atau mau test hidden agenda AS terhadap Papua gampang saja. Besok SBY pidato di TV, dimuat di media-media. SBY pidato dengan tegas dan penuh keyakinan bahwa Pemerintah sudah memutuskan bahwa Ibukota RI akan dipindahkan ke salah satu kota di Papua !

Lihat apa reaksi AS ? Apakah sambut baik atau mulai teror SBY. Hanya dengan pemindahan ibukota RI ke kota di Papua, NKRI bisa utuh. Apakah SBY tidak ingin tahu reaksi AS dengan utarakan niat RI yang hendak pindahkan Ibukota RI ke Papua untuk legitimasi kuat NKRI terhadap Papua?

Kita tunggu apa statement SBY dlm terkait rencana AS tambah pasukan marinir 20.000 ke Darwin ini. Sekian. PAPUA MERDEKA !

Sumber :@TrioMacan2000

About admin

Check Also

10 Strategies of manipulation by the media

Berikut adalah 10 strategi media di dalam memanipulasi keadaan. Hal ini perlu diketahui bagi masyarakat ...