Monday , October 22 2018
Home / Berita / Mengapa Singapura Berani Menekan Indonesia dalam Penamaan KRI Usman Harun

Mengapa Singapura Berani Menekan Indonesia dalam Penamaan KRI Usman Harun

Mengapa Singapura Berani Menekan Indonesia dalam Penamaan KRI Usman HarunSetelah terganggunya hubungan diplomatik Indonesia dengan Australia, sebagai akibat penyadapan  yang hingga kini belum juga selesai, muncul masalah baru dengan Singapura. Negara Singa ini menyatakan keberatan, protes atas penamaan sebuah kapal perang TNI AL yang diberi nama KRI Usman Harun.  Setelah diberitakan oleh media massa Indonesia mengenai penamaan KRI Usman Harun, mengutip dari Channel News Asia, Menteri Luar Negeri Singapura, K Shanmugam, menyampaikan keberatannya kepada Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa. Menlu Marty menyatakan hanya mencatatnya.

Sebenarnya kapal jenis korvet buatan Inggris yang diberi nama Usman Harun tersebut belumlah tiba, dimana TNI AL akan menerima tiga  kapal perang  korvet yang  dilengkapi dengan persenjataan terbaru buatan inggris. Ketiganya akan diberi nama KRI Bung Tomo yang direncanakan diterima bulan Juni 2014, kemudian baru disusul dengan KRI John Lie dan KRI Usman-Harun.

Bagi Indonesia, khususnya TNI AL, penamaan kapal perang bisa saja dipilih dari nama-nama pahlawan dan nama lainnya. Misalnya KRI Diponegoro, KRI Ahmad Yani, KRI Teuku Umar, KRI Tongkol, KRI Cakra, KRI Singa, KRI Waigeo dan banyak lagi lainnya.

Menurut pejabat Singapura, Usman Harus adalah dua orang yang dianggap kriminal, diadili karena mengebom gedung MacDonald di Orchad Road pada 10 Maret 1965 saat era konfrontasi Indonesia-Malaysia. Dalam ledakan yang menewaskan tiga orang dan melukai 33 orang itu, dua anggota KKO (Marinir TNI AL) Usman Haji Mohamed Ali dan Harun Said dinyatakan bersalah. Mereka dieksekusi di Singapura pada 17 Oktober 1968.

Diberitakan di Singapura bahwa pemberian nama  Usman Harun itu bisa membuka luka lama. Menteri Sosial dan Pembangunan Keluarga Chan Chun Sing dan Pelaksana Tugas Menteri Tenaga Kerja Tan Chuan-Jin Dalam postingnya di Facebook, menyatakan, “Ini adalah salah satu hal yang perlu diingat bahwa pahlawan anda adalah dari perang kemerdekaan anda atau mereka yang telah membangun bangsa anda. Namun sama sekali berbeda ketika anda merayakan mereka yang telah bertindak secara brutal dan pengecut. Tidak ada yang heroik dari membunuh warga sipil tak berdosa,” kata Chuan-Jin. Ditegaskannya, “Sebagai tetangga dan sahabat, kita bisa dan harus memaafkan. Namun dengan penamaan kapal ini, pesannya jelas. Kita juga tidak boleh lupa

Nah, protes Singapura kemudian banyak ditanggapi oleh masyarakat dan pejabat di Indonesia. Diantaranya, Wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Hajriyanto Y. Thohari menyatakan pemerintah Singapura tidak memiliki empati karena memprotes Indonesia dalam pemberian nama kapal perang Usman-Harun. Sementara, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan pemerintah Singapura tak seharusnya mengintervensi penamaan Kapal Perang Indonesia diberi nama Usman Harun. Djoko juga mengingatkan, kalau Perdana Menteri Singapura kala 1973 Lee Kuan Yew pernah menabur bunga di pusara Usman dan Harun.

Protes keras Singapura ternyata berlanjut dengan dibatalkannya rencana pertemuan Wamenhan Syafrie Syamsudin dengan Wamenhan Singapura, juga para pejabat TNI batal diundang untuk menyaksikan Singapore Air Show yang akan dilaksanakan mulai tanggal 12 Pebruari 2014. Kapuskom Kemenhan, Brigjen TNI Sisriadi menjelaskan di Jakarta, Minggu (9/2/2014), “Atase militer Singapura kirim SMS bahwa undangan untuk perwira dalam Singapore Aishow 2014 dibatalkan,” katanya. Menurut Sisriadi, undangan itu ditujukan untuk 100 lebih perwira.

Kemudian juga keberadaan tim aerobatik TNI AU (Jupiter) yang kini sudah berada di Singapura dan semula akan memeriahkan pembukaan air show tersebut belum jelas apakah tetap akan diacarakan beraksi dilangit Singapura. Menurut Panglima TNI apabila tidak diberi jadwal terbang untuk show, Jupiter Team akan ditarik pulang.

Keberanian dibalik Protes Keras

Penulis dan kita semua pasti bertanya-tanya, mengapa Singapura demikian keras melontarkan protes? Protes bisa berdampak kepada terganggunya hubungan bilateral. Pasti ada yang melatar belakangi masalah munculnya berita yang semakin panas tersebut. Seperti yang dikatakan oleh Menko Polhukkam Djoko Suyanto, bahwa masalah lama tersebut sudah selesai dan tahun 1973 saat PM Singapura, Lee Kwan Yew menabur bunga dimakam Usman dan Harun. Jadi benar, mengapa Singapura kini harus mengintervensi Indonesia soal penamaan kapal KRI?

Dalam beberapa artikel, penulis selalu menyampaikan bahwa ilmu intelijen dalam menilai serta mengukur lawan atau calon lawan, ada empat hal, yaitu K3N (kekuatan, kemampuan, kerawanan dan niat). Dalam kaitan kemelut ini, maka apabila diukur, Indonesia, yang secara luas wilayah, sumber daya manusia, kekayaan alam, kekuatan militer dapat dikatakan masih diatas Singapura. Akan tetapi dalam soal kecerdikan, nampaknya Indonesia agak ketinggalan. Singapura mampu memanfaatkan posisi strategis, sehingga dihargai oleh demikian banyak negara termasuk negara-negara besar.

Dari sisi perekonomian, Singapura memiliki ekonomi pasar yang sangat maju, yang secara historis berputar di sekitar perdagangan entrepot. Bersama Hong Kong, Korea Selatan dan Taiwan, Singapura adalah satu dari empat macan Asia. Ekonominya sangat bergantung pada ekspor dan pengolahan barang impor, khususnya di bidang manufaktur yang mewakili 26% PDB Singapura tahun 2005 dan meliputi sektor elektronik, pengolahan minyak Bumi, bahan kimia, teknik mekanik dan ilmu biomedis. Ekonomi negara ini tumbuh 8,3% pada 2004,  6,4% pada 2005 dan 7,9%  tahun 2006. Jumlah penduduk Singapura  sekitar 4,6 juta (komposisi sensus tahun 2000, terdiri dari Tionghoa 77%, Melayu 14%, India 7,6%, lain-lain 1,4%).

Militer Singapura banyak melakukan kerjasama dengan Amerika Serikat dan Australia, termasuk juga dengan Indonesia. Latihan pilot tempurnya dilakukan di dua negara tersebut, demikian ada juga alutsistanya yang dititipkannya di AS. Singapura tergabung dalam pakta pertahanan Five Power Defence Arrangements (FPDA) yang merupakan payung pertahanannya apabila mendapat serangan dari negara lain. Disamping itu juga Singapura membuat kerjasama pertahanan dengan AS dan memberikan fasilitas docking bagi kapal perang US Navy.

Lantas, mengapa demikian berani dan terus melakukan tekanan terhadap Indonesia, dengan hanya sekedar masalah penamaan KRI? Pemerintah Singapura yang pasti berkomitmen kepada rakyatnya. Nah, apabila tidak bereaksi terhadap urusan penamaan Usman Harun, yang jelas pemerintah bisa dan mempunyai peluang dituntut oleh rakyatnya. Itulah nampaknya latar belakang kegigihan pemerintah Singapura mencampuri urusan internal Indonesia.

Dalam mengulas teori penilaian intelijen dalam kaitan K3N, penulis menjadi sangat terkejut dengan munculnya sebuah pernyataan Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo di Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar Pakuwon, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (9/2/2014). Susilo menyatakan, “Apa yang terjadi kalau Singapura setop ekspor BBM ke Indonesia, apa yang terjadi kalau Malaysia juga setop ekspor BBM ke Indonesia? 5 hari kita bisa meninggal,” tegasnya. Selanjutnya juga disampaikannya,  apalagi hal itu terjadi dalam kondisi perang, maka pesawat tempur canggih, kapal perang, tank tempur dan kendaraan tempur milik Indonesia tidak akan bisa beroperasi dalam waktu yang lama. “Mau diisi sama apa? sama air?,” ucapnya.

Indonesia dalam kenyataannya harus mengimpor 900.000 barel per hari minyak mentah dan BBM dari total kebutuhan 1,4 juta barel per hari. Faktanya hampir sebagian besar minyak mentah dan BBM itu diimpor dari Singapura. Nah, menurut teori K3N diatas, maka kerawanan terbesar bangsa Indonesia adalah terganggunya pasokan minyak dari Singapura dan Malaysia. Masalah ini jelas diketahui oleh banyak pihak, baik Singapura maupun Indonesia. Kerawanan menurut teori intelijen, apabila dieksploitir oleh lawan akan menyebabkan kelumpuhan, dan bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan permanen. Jadi benar juga yang dikatakan Susilo, kita tidak akan mampu melanjutkan pertempuran. Dari sejarah perang masa lalu, kelumpuhan pasukan lapis baja Jenderal Romel (Jerman) di Afika disebabkan karena  terhentinya pasokan bahan bakar. Maka, kalahlah singa gurun pasir itu.

Apakah ini juga yang merupakan latar belakang Singapura? Yang jelas, walau Singapura tidak masuk kelompok penyadap “5-eyes,” tetapi Singapura pernah diberitakan mempunyai andil penyadapan kelompok lima mata itu yang melalui serat optik.  Disamping itu selain kerjasama pertahanan dengan Australia, maka bukan tidak mungkin Singapura juga mendapat suply informasi intelijen sensitif hasil penyadapan Australia terhadap para pejabat  Indonesia. Berarti para elit Singapura itu jauh lebih faham dengan kondisi pejabat Indonesia.

Dengan demikian maka para pejabat di Indonesia sebaiknya segera melakukan pemeriksaan sekuriti, menganalisa mengapa kini ada dua tekanan dari  Australia dan Singapura?Inilah pekerjaan rumah badan intelijen untuk memberikan input kepada presiden sebagai single client. Persoalan kedepan bukanlah hanya bagaimana pemilu berlangsung dengan aman, tetapi bagaimana kita menghindari intervensi dari luar. Dan intervensi kecil-kecil sudah mulai muncul, maka intervensi yang jauh lebih besar bukan tidak mungkin akan bermunculan. Titik teratasnya adalah intervensi terhadap kepemimpinan nasional. Kira-kira nanti itulah sasaran utamanya.

Oleh : Marsda TNI (Pur) Prayitno Ramelan,

Sumber: ramalanintelijen.net

About admin

Check Also

Mengurai Nalar Hegemonik AS Terhadap Cina

Sepak terjang AS yang kian mempertajam permusuhannya dengan Cina adalah karena kekhawatirannya atas geliat pertumbuhan ...